Semenjak aku
lulus SMA. Aku merasa ada hal-hal aneh yang terus diperdebatkan otak kanan dan
otak kiriku sampai-sampai otak tengahku bingung dan mulai mengeluarkan cairan
kental aneh dari hidungku. Selamat datang
ingus...!!! Huaaaachingg..!!!
Sorry. Salah masukin foto. Ini namanya bukan
ingusan. Tapi anak ingusan
Mengapa tidak. Dari lahir sampai sekarang aku
belum pernah merasakan permainan remaja yang namanya pacaran. By the way, it’s my
secrets. Cuma aku dan kalian yang boleh tahu. Hihihihhh,...
Gue
namain permainan karna yang sering gue liat cuma main-main. Mana ada orang yang
pacaran paling kecil umurnya lima sampe 14 tahun, sampai menikah? Paling Cuma
jadi ayah dan mami-mami-an. Paling yang serius kunamakan “hubungan” ketika mereka
benar-benar konsisten melihat masa depan kebahagiaan mereka dan tidak pandang
gengsi dari penampilan ataupun harta.
Gue pilih kemaluan bukan karna suka. Mungkin
terlalu malu untuk mengungkapkanya. Atau mungkin terlalu malu melihat hasilnya.
Jika ditolak. Diterima sih nggak malu. Pasti bahagia kan?
Dan foto diatas adalah foto teman gue. Namanya Zulkarnain. Manusia ter – aneh
yang pernah lahir dari bulu ketek domba. Pada awalnya aku berfikir, orang
seperti dia mungkin akan sulit untuk dapat pacar. Tapi setelah momen kakak adek-adek-an berlangsung jadilah teman gue ini seorang
superstar, idola, termasuk gue mungkin, dan kakak-kakak-an yang lain. Disanalah
temanku ini mulai mendpatkan seorang kekasih, dengan sedikit bisikan2 dariku
tentunya. Kelas dua SMA dia sudah merasakannya.
Tapi aku? Hanya
bisa menonton. Aku baru sadar setelah melihat beberapa orang disekeliling. Rata
rata dari sahabat lama yang sama bego nya
dengan gue sudah memiliki pasangan.
Ada yang buruk rupa, tingkah aneh, bahkan yang dulu tidak pernah kusangka bisa
mendapatkan pasangan yang secantik itu ternyata sekarang memamerkannya padaku.
Mereka ternyata hebat-hebat. Nah gue?.
Ini juga sepertinya masalah umur,
rata-rata dari mereka juga terpaut lebih tua satu tahun dibanding aku. Wajar
saja ketika masuk TK aku lebih cepat dari mereka. Jadi pikiran mereka sudah
memasuki ranah dewasa lebih cepat dariku. But,
it’s stil a problem. Bahkan banyak kok
orang dibawah dari umurku yang sudah mempunyai pacar. Adek kelas contohnya.
Tapi entahlah.
Disinilah letak
keanehan gue. Dimana orang-orang
disekitarku lebih sibuk perhatian dengan pacarnya memakai HP atau media yang
layaknya tali penghubung antara satu dan yang lainnya. Sedangkan gue cuma sibuk perhatian dengan Pou kesayangan gue sendiri. Hiks!. Lihat
dia. Dulunya paling seru diajak bego-bego’an,
gila-gilaan, sekarang sudah layaknya orang dewasa yang sadar akan umur
mereka. “Lu udah gede’ rey” suara itu
yang paling sering terdengar olehku ketika mulai memikirkan hal-hal yang gila. Sepertinya mereka juga agak takut
ketika melepaskan ke-liaran mereka. Nantinya akan tertangkap basah sama
pacarnya. Hahahh. That awkward moment.
Bayangin aja, ketika lo sedang joget-joget gila, buka baju, buka celana, sampai
cuma make’ boxer, dan ternyata tanpa disengaja pacar lo datang dan ngeliat lo
kayaki cumi-cumi kelaperan.Hahahahahhh....
Tapi, setelah
difikir-fikir. Itulah kekurangan mereka. Mereka suka ke-gilaan dan bercandaan
tapi malu untuk melakukannya. Inilah kelebihan gue. Aku bisa dengan bebas memikirkan dan berbuat hal-hal yang gila. Aku juga bisa berinteraksi dengan
teman-tema cewek lainnya tanpa memikirkan kecemburuan orang lain. Bahkan
bergandeng tangan layaknya orang yang pacaran. Dan hei, itu bisa kita lakukan
terhadap semua teman perempuan.
Secara logika. Mereka
memang lebih unggul soal mengerti tentang perempuan karna pengalaman. Aku hanya
bisa menghela nafas ketika melihat orang-orang yang mencapai titik bahagianya
dengan pasangan mereka. Manusia diciptakan berpasang-pasang, dan itu memang
benar.
Bukannya aku
betah dengan status ini, sudah dua kali aku mencoba. Tapi hasilnya, nihil. Cinta pertamaku tumbuh pada
kelas 4 SD. Cukup lama. Selama hampir
empat tahun aku menyukainya, tapi tidak pernah kuungkapkan secara langsung,
hanya teman-teman yang kadang memberitahu dengan celoteh2nya. Dan yang kedua
ini mulai berkembang. Seorang adek kelas. Aku mulai mengungkapkannya, dan
hasilnya ditolak karna terlalu cepat. Perasaanku mulai tumbuh saat kelas dua
SMA sampai sekarang, disini juga yang paling membuatku berkorban dan sakit
sampai membuatku meneteskan air mata.
Dan anehnya keduanya sama ber-inisial A. Mungkin itu artinya “Aduhh, sakit”.
Sebenarnya ke dua
hal ini, jomblo atau pacaran sama-sama baiknya, tidak ada
sisi buruknya. Sisi buruk itu hanya akan timbul ketika kita mulai merasakan ke bosanan dalam status itu. Terkadang
kita merindukan sesuatu yang sudah jarang kita lakukan saat menjalani sebuah
hubungan. Olahraga, mimpi, dan menekuni hal lain contohnya.
Sudah menjadi hal
yang wajar saat menjalani suatu
hubungan, kita lebih sering memperhatikan pasangan atau pacar kita bukan?
Dibanding diri sendiri?. Dan terkadang ada titik dimana kita mulai merasa ingin
diperhatikan oleh sesorang yang kita cintai, tentunya. Kita sudah mulai bosan
dengan aktivitas yang itu-itu saja. Bahkan ketika kita mulai mencintai
seseorang.
Berada dititik ini
memang kadang membuatku bosan. Tapi justru disinlah titik yang paling seru.
Saat aku menyukai sesorang, cukup memandangi dan memperhatikannya saja sudah
membuatku bahagia, apalagi tanpa disengaja saling bertatap mata. Bagaimana jika
berbicara langsung? Itu sudah sama jika diterima saat menembak sesorang. Dan lucunya lagi, disudut ini, kita bisa
menertawai orang-orang yang bermasalah dengan hubungan mereka. Lihat saat
mereka beradu mulut satu sama lain. Perhatikan sedetail mungkin wajahnya. Dan
lihat wajah bego’ sang pria idaman. Hahahahh. Dibandingkan semua hadiah yg
mereka berikan apa cuma itu hasilnya? Are
you kidding me?
Disudut pandang
ini. Aku tidak punya beban. Harus beli coklat saat valentine? Harus beli kue
atau kado dihari ulang tahun pacar? atau harus keluar setiap malam minggu? No way!. Aku hanya keluar malam minggu
saat disuruh oleh Ibu membeli ayam goreng untuk makan malam, atau saat ada
acara tertentu.
Dan saat
sahabat-sahabat ku mulai memikirkan wanita yang disukai atau menyukai mereka,
semuanya berubah....
![]() |
| Gue keren kan...??? Hmmm,..Hmmm :v |



