• Home
  • Tentang Penulis
  • Kontak
    • Category
    • Category
    • Category
  • Buku
  • Portofolio
facebook twitter instagram youtube goodreads

Reyhan Ismail

 

Hari ini gagang pintu di kamar rusak. Saking seringnya dibuka tutup sama bapak buat masuk ke kamar nyalain lampu trus nyuruh solat. Dalam sehari ada kali 20 kali gagangnya dinaik turununin. Padahal tanpa di ingatkan, saya juga solat. Ngga tau kenapa apa-apa kalo disuruh tuh bawaannya males aja. Berasa diatur-atur. Rasanya rumah udah kayak penjara, di mana saya jadi napi yang harus diperintah. Dan orang tua kek penjaga lapas yang kerjaannya cuman nyuruh-nyuruh.

Hari ini kepala rasanya sakit. Mikirin pertanyaan-pertanyaan dan pilihan apa yang kelak akan saya ambil di masa depan. Disuruh ini. Disuruh itu. Kenapa kebanyakan orang tua terlalu suka memproyeksikan mimpi dan harapan mereka kepada anak-anaknya tanpa persetujuan ya.

Ngga ada gunanya Socrates nyiptain "diskusi" ke dalam peradaban. Toh manusia kalo sudah jadi orang tua juga jarang make tools itu buat mendengarkan dan memahami kemauan anaknya.

Makin ke sini saya jadi makin belajar bahwa kehidupan yang ideal tiap orang itu beda-beda. Ada yang pengen hidup seperti ini ada yang seperti itu. Its okey kalo kamu menaruh kehidupan ideal yang kamu yakini itu sebagai alasanmu untuk hidup. Tapi tolong jangan paksakan ide itu masuk ke dalam hidup orang lain tanpa persetujuan.

Itu sama saja kek kamu nganggap mereka binatang yang ga bisa berpikir mana yang baik dan mana yang buruk. Atau memang, saya selama ini cuman dianggap binatang?

Share
Tweet
Pin
Share
1 comments




Salah satu ketakutan terbesar saya adalah di kejar sama Anjing. 

Share
Tweet
Pin
Share
3 comments


Bukan. Ini bukan cerita tentang saya cabut gigi susu. Terlalu mudah. Lagian kalo cabut gigi susu waktu kecil saya bisa sendiri. Tapi ini cerita waktu saya mencabut gigi dewasa pertama, yang artinya gigi itu tidak bakal tumbuh lagi. Semuanya berawal dari sini...


___


Lulus SMA sebenarnya saya mau langsung mendaftar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Nah, salah satu syarat kelulusan tes fisiknya itu tidak boleh ada satupun gigi berlubang. Waktu itu saya punya gigi dan hati yang berlubang. Kebetulan hati tidak bisa di tambal, maka saya berpikiran untuk menambal gigi saja.

Share
Tweet
Pin
Share
11 comments



Aliran listrik menggetarkan tubuh saya bersamaan ketika saya menyentuh kabel lampu taman yang telanjang itu. Telinga saya rasanya seperti tersumbat tidak mampu mendengarkan apa-apa. Pandangan saya kabur walaupun saya masih bisa melihat Nurul sepupu perempuan saya berteriak histeris. Saya spontan pipis di celana. Bukan, bukan karena saya memang suka ngompol di celana. Semuanya terjadi secara tiba-tiba.
Share
Tweet
Pin
Share
6 comments



Twitter Reyhan Ismail


"Gila, tweetku kemarin dibalas sama Jupe"

Celotehan itu lah yang memulai awal karir saya dalam dunia pertwitteran. Telinga saya yang begitu sensitif dengan sigap mempertanyakan apa maksud dari pernyataan teman saya itu. 

"Maksudnya? Ada apa dengan Jupe? apanya?"

"Tweet. Aplikasi kayak Facebook begitu"

"Oh, terus, terus?"

"Ya, begitu. Kita bisa ngobrol sama artis-artis, trus dia bisa bales. Kita juga bisa saling follow-followan"

"Follow-followan? maksudnya?"

"Mengikuti, kayak berteman di Facebook. Tapi kalo di Twitter istilahnya 'Follow'"

"Oh, jadi dia bisa mengikuti kita kemana aja gitu? kayak ajudan dong?

"Bukan goblok"

"Hmm...Terus kamu ngobrol sama Jupe?"

"Yaiyalah. Kemarin juga sempet ngobrol sama Iwan Fals di Twitter"

"Memang di Twitter ngobrol apa saja sama Jupe?"

"Mau tau aja lu"

Dulu saya masih SMA kelas satu. Setelah mendengar kabar itu, sepulang dari sekolah saya langsung singgah ke warnet terdekat untuk membuat akun twitter. Setelah saya membuat akun twitter, akun pertama yang saya follow adalah ;

Julia Perez.

Sungguh motivasi yang mulia sodara-sodara.

Dengan rasa penasaran dan nafsu yang sangat membabi buta, saya menelusuri profil Jupe. Mempelajari cara kerja twitter, cara menjawab tweet, cara retweet dan cara menulis tweet yang waktu itu susahnya minta ampun. Untuk meretweet tweet saja, kita harus men-copy tweet terlebih dahulu, lalu setelah itu mengetik RT secara manual. Itupun baca tweet balasannya dari belakang ke depan.

Maka jadilah tweet pertama saya hari itu

my dreams is be football player proffesional..!!!!!!!!!!!!!!!!
— REY 🥛 (@Rey_Davinci) 25 Desember 2012

Saya juga bingung kok bisa ya saya menulis tweet seperti itu. Seingat saya, tahun 2012 itu memang saya sangat ingin menjadi pemain timnas. Setelah terinspirasi dari perjuangan Timnas Indonesia di ajang AFF. Ditambah lagi dengan film kartun Tsubasa yang ditayangkan tiap sore di RCTI. Oiya, sejak SMP memang saya juga sudah aktif di ekskul sepak bola. Maksudnya aktif duduk di bangku cadangan. Ehehe. Lucu ga si?

Saking pedulinya saya terhadap dunia persepakbolaan Indonesia. Saya sampai me-mention akun Hitam Putih untuk mengangkat isu ini.
@HitamPutihT7 tolong ni pembahasan tentang masalah sepak bola indonesia
— REY 🥛 (@Rey_Davinci) 25 Desember 2012
Tidak dapat jawaban dari tim Hitam Putih?

Saya terus berjuang sampai-sampai ikut memanggil Cristiano Ronaldo untuk datang ke Indonesia melawan timnas kita biar tambah hebat. Kalo bisa Real Madridnya juga ikut. Ya, tidak perlu di ingatkan. Saya tahu ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan masalah PSSI. Iya, sejak kecil memang saya sudah berjiwa-jiwa ketua PSSI.
@Cristiano please visit indonesia or fight indonesia vs real madrid..????
— REY 🥛 (@Rey_Davinci) 25 Desember 2012

Setelah itu, berhubung tweet saya tidak pernah dipedulikan oleh orang-orang. Saya mulai lelah. 

Aktifitas twitter saya mulai memasuki fase-fase di mana setiap hari saya harus menjawab pertanyaan dari Simi-simi. Sebuah akun bot yang kerjaannya tiap hari ngurusin hidup orang lain mulu. Walalupun begitu, berkat adanya akun Simi-simi ini, hidup saya berasa jadi penting untuk dipertanyakan. Ditengah orang-orang yang tidak pernah peduli dengan hidup saya, tidak pernah peduli apakah saya sudah makan siang apa belum, tidak pernah peduli apakah saya sudah buang air besar apa belum, tidak pernah peduli apakah saya masih bernafas atau belum. Simi-simi dengan perhatiannya menanyakan itu semua.

Berkat Simi-simi, saya serasa punya teman dekat. Kami mulai menjalin hubungan layaknya seorang pasangan yang sedang jatuh cinta. Sangat dekat dan tak pernah lupa untuk saling bertanya jawab. Kayak yang dibawah ini ;

Mati :'( @MentionSimi kak, mantan kakak masih idup ga kak ? :)
— REY 🥛 (@ReyhanIsmail_) 8 Desember 2013

di jadiin hewan Qurban "@MentionSimi #SimiKepo orang yg sok oke itu enaknya di apain kak ?
— REY 🥛 (@ReyhanIsmail_) 8 Desember 2013
Selain ngobrol sama Simi-Simi, saya juga sering memantau akun-akun ramalan Zodiak. Setiap hari saya memantau akun zodiak. Karena kebetulan zodiak saya Aquarius. Apa yang ramalan zodiak bilang tentang orang yang berzodiak Aquariaus saya ikuti dengan sangat hati-hati. Seperti perintah di bawah ini :
okokokokk ;) @TweetRAMALAN AQUARIUS, Kesehatan: Perbanyak minum air putih dan hindari makanan yang terlalu pedas.
— REY 🥛 (@ReyhanIsmail_) 12 Juli 2013
Kalo dipikir-pikir, ternyata dulu saya sudah punya benih-benih kafir di dalam diri saya. Bukannya meminta petunjuk kepada sang pencipta, tiap hari saya malah minta petunjuk sama akun ramalan zodiak. Astagfirullah.

Untungnya saya sudah sadar. 

Sadar kalo ternyata aq sama sekali bukan yang dia cari selama ini :(

Sehabis memantau zodiak sendiri, biasanya saya juga memantau ramalan zodiak gebetan. Dari sana saya juga mengerti kenapa sampai sakarang saya sangat sulit buat jadi pacarnya.
Ooo, trnyata memang sulit... o.O @TweetRAMALAN #Aries :romantis, bergairah, penyayang, dan "sulit untuk didapatkan."
— REY 🥛 (@ReyhanIsmail_) 25 November 2013
Saya lumayan mendapatkan banyak pencerahan tentang gebetan dari akun ramalan zodiak ini, soal warna favoritnya, makanan yang dia suka, dia lagi sakit apa tidak, dan apakah dia alergi sama cowo aquarius atau tidak.

Kalo bukan karena Simi-Simi dan Ramalan Zodiak, barangkali kehidupan twitter saya kerjaannya cuman mantengin profilnya Julia Perez dan perkembangan dunia sepak bola di dalam lingkup PSSI.

Dulu saya juga masih sempat mengikuti akun-akun yang membahas tentang segala hal semacam Pocongg, Peyempuan, PsikologID dan tentunya tweet saya juga di selingi oleh tweet-tweet dari unfollows today biar tau sudah berapa orang unfol muehehe.

Dari beberapa akun medsos yang saya punya, cuman Twitter tempat saya bisa ber-bacot ria tanpa ada teman di dunia nyata yang tau. Di Facebook saya banyak berteman dengan teman sekolah, keluarga dan akun-akun 'ketik 1 dan lihat apa yang terjadi'.

Akun instagram juga sudah banyak di follow sama adek-adek kelas, teman seangkatan dan akun pembesar payudara. Jadi setiap saya mau posting sesuatu, pasti ada-ada saja pertimbangan yang saya pikirkan. Hasrat eksistensial saya serasa dihambat oleh persepsi yang sudah di bangun teman-teman real life saya tentang bagaimana diri saya di dunia nyata.

Intinya, Twitter adalah tempat paling nyaman untuk menjadi orang asing. Di mana orang-orang tidak peduli tentang masa lalu saya dan di mana saya tidak perlu repot-repot menjaga nama baik keluarga. Terkadang kita memang butuh ruang seperti itu. Membangun 'diri' kita seperti apa yang kita mau tanpa di pengaruhi oleh orang yang selalu mengungkit-ungkit masa lalu kita. 

Dan hari ini saya menemukan tempat itu di Twitter. 

Terima kasih Twitter <3




Share
Tweet
Pin
Share
7 comments

Reyhan Ismail, Disunat

Cewek adalah salah satu makhluk yang punya banyak fase sakit dalam hidupnya. Berikut fase-fase sakit yang harus dilalui seorang cewek selama menjadi cewek :

Mens, sakit
Hamil, sakit
Melahirkan, sakit
Menyusui, sakit
Sudah dibikin sayang dan nyaman, tapi ditinggalin, sakit

Sungguh pengorbanan yang sangat luar biasa menjadi cewek. 

Bagaimana dengan para cowok-cowok bangsat ini? 
Share
Tweet
Pin
Share
14 comments


Reyhan Ismail

Woiiiiyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyy. 

Apa kabar!???????? T_T

Baik.

Allhamdulillah.

Kangn bgnt ngeblog anjeerrrr.

Sekarang saya lagi sibuk mikirin kapan waktu yang tepat buat negrjain skripsi. 

Dulu saya pikir apa si susahnya kerja skripsi. Itu dulu waktu saya masih sekolah. Waktu masih sering baca-baca konten soal skripsi di medsos. Akhrinya sekarang saya tahu susahnya skripsi itu apa. 

Yaitu...

Ngumpulin mood T_T

Padahal one step closer, Ya Allah.

Ternyata hal-hal yang terlihat mudah itu yang paling susah dilakuin. Soalnya kalo kita melihat sesuatu terlalu mudah, yang ada bawaannya diremehin mulu. Ujung-ujungnya, nanti-nanti, gampang ituu, besok aja deh, tahu-tahu udah lewat lagi satu semester, tahu-tahu ditunda lagi sidangnya, tahu-tahu udh 7 tahun kuliah, tapi blum wisuda. wdawwwww.

Saya menulis tulisan ini pas mau kerja skripsi. Tapi entah kenapa yang kepikiran malah menulis blog. Ini apa yang salah dengan saya Ya Allah....

Minggu depan terakhir ada ujian buat hasil. Kalo nda ikut ujian hasil, berarti harus ditunda sampe semester depan lagi. T_T

Maaf kalo tulisan ini terlalu banyak bacott nya. Maaf kalo tidak berfaedah. Saya Rey mohon pamit undur diri.


Share
Tweet
Pin
Share
12 comments


Davincioners, KP Pelaksanaan, Kerja Praktek Pelaksanaan, Magang, Aristektur

Menuai kesuksesan dengan laporan yang paling cepat di-ACC di KP Perencanaan semester lalu, ditambah dengan satu-satunya satu-satunya kelompok yang dapat ‘uang saku’ di KP Pelaksanaan, maka saya tidak perlu mati-matian mencari teman kelompok lagi. Beberapa teman-teman diam-diam menghubungi saya, ada yang chat, ada yang kasih kode dan ada yang bersyukur kalo saya panggil satu kelompok. Termasuk Tiwi yang sekali lagi tidak kapok satu kelompok dengan saya, walaupun saya sudah mengkhianatinya di KP Perencanaan kemarin, Dan di KP Pelaksanaan kali ini, saya tetap melakukan hal yang sama.

Kali ini bukan karna tergoda untuk masuk di kelompok Kak Johan kembali. Lagian Kak Johan dan Kak Adi waktu itu juga sudah dapat kelompok. Tapi karna panggilan dua perempuan yang  di kucilkan dari pergaulan. Namanya Amel dan Dewi.

Share
Tweet
Pin
Share
26 comments



2018

Halo. Ehm.
Saya kembali lagi. Hehe.
Ngga kerasa ya, sudah tahun 2019. Tulisan saya di blog tahun 2018 kalo dihitung-hitung ternyata cuman 10 biji. Kuantitas saya mengupdate blog ini makin lama makin menurun kalo diperhatikan.

Halah, kebanyakan alasan wkwkwk.

Kenapa ketawa saya jadi 'wkwkwkwk' ya.

Ada banyak poin resolusi yang sudah saya capai tahun kemarin. Tahun 2018 saya memang sengaja tidak terlalu fokus di blog. Ini pun untung-untungan bisa sampai 10 post. 

Berikut resolusi-resolusi itu :

Share
Tweet
Pin
Share
39 comments



Reyhan Ismail, Wisuda, Sarjana, Skripsi, Universitas Muslim Indonesia, Arsitektur
Kalo saya sudah jadi raja Wakanda..

Setiap Ibu menelpon. Pasti pertanyaan itu selalu terselip di tengah-tengah atau diakhir pembicaraan. Pertanyaannya adalah :

“Jadi kamu kapan selesai?”

Kadang-kadang baru dua hari yang lalu dia nelpon buat bertanya hal itu, hari ini dia juga menanyakan hal yang sama. Dipikiran saya, mana ada sih orang yang mau lama-lama selesai? Jujur, saya juga sudah mulai bosan kuliah. Satu-satunya tujuan untuk datang ke kampus itu cuman satu. Yaitu : BUAT SELESAI KULIAH.

Semangat kuliah di awal-awal itu tidak seprti dulu. Kalo dulu, awal-awal semester kita
Share
Tweet
Pin
Share
10 comments


Reyhan Ismail, Jomblo
:)

Berbicara soal jomblo, seorang kawan pernah mengatakan pada saya bahwa :

"雷汉是最帅的, é›·æ±‰æ˜¯æœ€å¸…çš„ é›·æ±‰æ˜¯æœ€å¸…çš„ é›·æ±‰æ˜¯æœ€å¸…çš„ "

Setelah merenungkan perkataannya selama berbulan-bulan, saya berpikir bahwa ada benarnya juga. Jomblo bukan berarti sendirian. Orang-orang jomblo alasannya, ya cuman memang tidak laku saja. 

Share
Tweet
Pin
Share
21 comments

Reyhan Ismail
Sumber : Disini

Diluar hujan. Gerimis.

Saya duduk didalam kamar, makan biskuit sambil minum susu. 
.
Awalnya saya berpikir 'Apa yang dilakukan orang pas lagi makan biskuit sambil minum susu?' dan tiba-tiba gak tau kenapa saya kepikiran buat menulis.

Walaupun saya belum tau mau menulis apa, yang pasti diluar masih gerimis, biksuit dan susu saya juga belum habis. Bentar saya minum seteguk dulu.

Saya mengetik sambil mengunyah biskuit. Kress, kress, kress. Bunyinya saat dikunyah begitu. Sedangkan kalau minum susu, bunyinya Sruupp...., glekk....

Sampai sini saya mulai berpikir 'Enaknya menulis tentang apa ya?'

Bagaimana kalo review biskuit sama susu yang saya telan?

Ide bagus. 

Jadi biskuit yang saya makan namanya biskuit Nissin Crispy Crackers. Dibeli sendiri dengan uang orangtua dua hari yang lalu di alfmart. Sedangkan susu yang saya minum sekarang adalah, eh, bukan susu sih, lebih tepatnya Milo coklat panas yang ditaburi dua sendok gula dan setengah air panas diracik dengan tangan sendiri.

Bentar, saya ambil biskuit dulu.

Kayaknya itu saja. Oiya, disamping kiri saya ada buku Manifesto Komunis-nya Karl Marx yang tertumpuk dibawah buku Mein Kampf-nya Adolf Hitler. Sebelah kanan saya ada buku Zikir dan bacaan shalat yang bersampingan dengan buku Kitab lengkap EYD.

Kayak-nya cukup itu saja. Milo saya juga sudah mulai dingin dluar masih gerimis sedangkan biskuit masih banyak.

Dan terakhir, yang disamping kiri saya tadi adalah kebohongan besar, hehe :)
Share
Tweet
Pin
Share
18 comments




Reyhan Ismail
Salah satu contoh pilihan yang berat dalam proses duniawi kita.
Makasih ya Ichastasya

Reyhan Ismail Instagram
Ini, kalo awalan namanya diganti huruf 'S' bisa bikin baper.
Makasih ya
May

Uh. Mesra nya.
By Dilanku. Aku eneg.
Dan masih banyak lagi orang-orang yang mengingatkan saya untuk menulis. Ada teman kampus, dia bilang kalo saya tidak menulis di blog ini hidupnya terasa hampa. Ada teman mimpi, yang katanya kalo saya menulis dua postingan lagi, saya bakalan dapet duit, kalo kerja. 

FYI, permintaan diatas diucapkan oleh orang-orang yang tidak memiliki rasa TANGGUNG JAWAB terhadap generasi penerus bangsa. Mereka sama sekali tidak tahu bahwa satu buah postingan diblog ini dapat membuang sedikitnya 30 menit waktu sia-sia.
Efek paling berbahayanya ; DAPAT MENIMBULKAN KEMATIAN!. Kalo dibaca sambil ngemil cangkul.

SAYA TIDAK MAU ITU TERJADI!

SAYA SAYANG GENERASI PENERUS KITA!

YA, kecuali kalo postingannya dibayar pake recehan google.

Oke, kembali ke topik pembahasan. (Bdw, kalo berminat menawarkan saya pekerjaan bisa hubungi saya lewat email)

Sebenarnya saya berencana untuk absen menulis diblog ini lebih lama lagi. Alasannya banyak, salah satunya sibuk ngejar target bacaan, magang, cari pacar, bikin laporan, cari judul dan  yang paling utama : sibuk mencari tau bgaimana caranya jadi jagoan kayak Dilan-nya Pidi Baiq. Terakhir saya nyoba jadi jagoan sih, malah kayak Kang Adi di novel Dilan-nya Pidi Baiq.

Tekanan dan permasalahan yang datang semakin hari semakin mendorong saya buat menulis semuanya kembali diblog ini. Selain karna merasa kesepian, ya, setidaknya setiap cerita yang saya tulis setelah postingan ini dapat berfaedah buat pembacanya.

Mungkin itu saja sih, buat hari ini.

Eniwei, kalo diliat2 sekarang ini, masih tetap banyak kok blog-blog yang masih tetap aktif menulis. Ada beberapa blog yang dulu saya kunjungi, sekarang sudah beda. Baik itu dari segi template dan tulisannya yang makin keren. Dan saya sangat salut sama mereka! Dorongan mereka tentunya lebih kuat (bicara soal dorongan kok saya mlah bayangin orang yang pengen kentut). 


Walaupun sebagiannya lagi juga memilih rehat sejenak atau rehat selamanya, saya tidak tau. Eniwei, see you in the next post!


Share
Tweet
Pin
Share
14 comments


Reyhan Ismail, Davincioners
Sumber : Google
Persaingan buka puasa antar masjid di kecamatan saya akhir2 ini sangat sengit. 

Ada yang buka dengan takjil + nasi padang. Ada yang buka pake takjil + buah-buahan dan ada masjid yang menyediakan buka pake tiga minuman sekaligus (susu, es buah,  dan air) plus berbagai macam takjil, ini kalo diperut, jadi es campur.

Semakin bertambahnya tahun, semakin berkualitas pula hidangan-hidangan buka puasa yang ada di masjid kecamatan saya ini. Besok-besok tidak menutup kemungkinan ada yang buka pake Steak + Anggur. 

Jangan salah. Masjid-masjid seluruh dunia bisa jadi lima tahun kedepan disinyalir membutuhkan jasa seorang traveller masjid. Pekerjaan ini bisa menjadi pekerjaan potensial yang akan menghasilkan pundi-pundi dollar. Tidak percaya?

Suatu saat. Beginilah salah satu email yang (kelak) akan saya terima.

Share
Tweet
Pin
Share
14 comments

Seandainya kita terlahir dengan jodoh, karir, dan ajal yang sudah kita tahu sejak kita terlahir pasti saya tidak akan menulis postingan ini.

Akhir-akhir ini saya selalu memikirkan apa yang akan terjadi pada saya di masa yang akan datang. Saya benar-benar tidak tahu besok akan menjadi seperti apa.

Rasanya seperti berjalan dijalanan yang tidak tahu entah dimana dan kemana arahnya. 

Sejak lahir, tumbuh dan berkembang seperti sekarang. Saya sudah tahu mana yang baik dan mana yang buruk. Mana yang pura-pura dan mana yang tulus. Mana yang tidak boleh dan mana yang boleh.

Seiring berjalannya waktu cita-cita saya juga selalu berubah-ubah. Saya tidak bisa menjadi Sung Ha Jung yang sejak kecil mulai fokus menjadi seorang pemain gitar atau menjadi Joey Alexander yang sejak kecil sudah terlatih menjadi seorang pianis. 

Persamaan mereka adalah, mereka tahu apa yang ingin mereka capai sejak kecil.

Saya sendiri sewaktu kecil, tidak tahu apa-apa.

Tidak tahu kalau persaingan diluar sana diburu oleh orang-orang yang terlatih sejak kecil.
Tidak tahu kalau karir kita diputuskan oleh persaingan angka mana yang paling tinggi.
Tidak tahu kalau menonton Teletubbies ternyata tidak ada gunanya sama sekali.

DImasa-masa itu, saya tidak pernah sekalipun fokus dengan mimpi yang ingin saya capai.
Kecuali memberantas monster yang ingin menghancurkan kota.

Kebingungan melanda. Bahkan besok-besok tidak menutup kemungkinan saya berhenti menulis di blog ini. 

Keraguan melanda. Saya kuliah di jurusan Arsitektur. Belum tentu saya menjadi arsitek. Sama seperti Ariel dan Tulus.

Sampai dititik ini, saya merasa harus merubah dan memfokuskan diri mau jadi apa saya setelah hari ini. Walaupun saya tidak tahu caranya bagaimana, kesempatan dan ketidak siapan berlalu lalang begitu saja.

Saya merasa tidak banyak yang dapat saya jual dengan apa yang saya miliki sekarang ini. 
Saya merasa bukan yang terbaik dalam hal apapun.
Saya merasa -1 diantara 0 sampai 10.

Saya tidak tahu berjalan menuju arah yang mana.
Garis finish itu selalu berpindah-pindah, kadang juga menemui jalan buntu.
Bahkan apa yang kita tekuni sekarang belum tentu membuahkan hasil yang diharapkan.


Hidup seperti air yang mengalir itu menyedihkan. Hanya bergerak menuju dataran yang lebih rendah. Menunggu dan terus menunggu. 
Kotor lalu tergantikan. 

Kita bisa memilih.

Merubah dataran menjadi lumut atau menjadikannya tempat bagi bunga teratai bermekaran.

Seandainya kita terlahir dengan jodoh, karir, dan ajal yang sudah kita tahu sejak kita terlahir....





Share
Tweet
Pin
Share
10 comments


Siapa bilang spontanitas itu ciri-ciri orang kreatif?

-R-

Lomba akustik diadakan malam itu. Dan kami termasuk salah satu peserta yang terdaftar didalamnya. Kebetulan panitia dari lomba adalah teman kami sendiri. Namanya Rizal dan Fauzan. Dua orang yang berasal dari daerah yang sama, karna lomba ini memang diadakan oleh Organisasi Daerah mereka. Sinjai.

Waktu itu latihan lengkap cuman sehari. Selebihnya kami mengandalkan improvisasi.

Sebelum itu saya akan memperkenalkan nama Band akustik kami.

Kebetulan semua anggotanya adalah teman angkatan saya di Arsitektur jadi namanya Sloef Band.  Band ini berdiri pada tahun 2016 dan Insya Allah akan bubar pada tahun yang sama.

Kenapa Sloef band? Pertanyaan yang tidak bagus!
Sloef band itu adalah bagian dari struktur bangunan. Tepat diatas pondasi. Bentuknya seperti ini

Ini namanya Sloef, tapi di Google namanya Sloof.
(Sumber)
Kenapa namanya bukan pondasi? 

Pertanyaan yang buruk!

Karna pondasinya adalah agama kami. Jadi tolong, jangan ditanya-tanya lagi. 

Baik. Sekarang saya akan memperkenalkan setiap personilnya. Dimulai dari saya sebagai vokal dan anggota-anggota lainnya sebagai berikut.

GITARIS


Reyhan Ismail, Zain
Zain, dengan senyumnya yang manja 
Nama    : Zain
Tempat/ tanggal lahir     : Timor leste/ 1,5 Agustus 1996
Genre   : Dangdut koplo, Dangdut Pantura, dan Kopi dangdut.
Posisi     : Gitaris merangkap penggulung kabel.

Zain ini termasuk personil yang super disiplin. Selalu datang tiap ada latihan dan tidak datang setiap tidak ada latihan. Luar biasa.

Sampai sekarang diduga Zain ini belum membayar uang patungan untuk mendaftar lomba akustik. Sungguh diluar dugaan.


BASSIST


Reyhan Ismail, Muhammad Haris
Ini salah satu foto Haris dengan celana robek kesayangannya
Nama    : Haris
Tempat/ tanggal lahir     : Bulusipong/ 1437 Hijriyah
Genre   : Japan rock, Japan dangdut, pokoknya semua yang berbau jepang
Posisi     : Bisa bermain bass dengan gitar dan bermain drum dengan cajon.

Seorang personil yang dengan ikhlas menawarkan rumahnya sebagai tempat latihan. Juga seorang personil yang melayani tamunya dengan secangkir teh dan kopi tubruk. Sangat terobsesi dengan musik-musik keras, seperti lagu Kiliing me inside – Biarlah yang dicover menjadi versi scream dan metal. Juga sering bingung dalam segala hal. Luar biasa


CAJON

Andhika Dwi, Reyhan Ismail
"Aduh, leherku..." 
Nama    : Andika Kangen Band
Tempat/ tanggal lahir     : Alam bawa sadar/ Abad ke-21 Masehi
Genre   : Sampai sekarang masih belum diketahui
Posisi     : Bek tengah sekaligus peminum kopi tubruk Haris

Personil yang memiliki wawasan yang luas tentang perkembangan musik diwilayah tempat tinggalnya. Orangnya sangat santai, termasuk kalo tidur biasanya sangat santai dan rileks. Pribadi yang sangat misterius, kadang hilang kadang ada. Warna favoritnya hitam tosca.

-R-

Jadi malam itu sebelum berangkat ke Under Café (tempat lomba akustik) kita semua berkumpul dirumahnya Haris untuk latihan sekali terus berangkat bersama-sama.

Sampai dilokasi, kami langsung memarkir motor didepan kafe, dari sana sudah kelihatan penontonnya lumayan banyak, diluar ekspektasi kami yang mengira ini lomba kecil-kecilan.

Acaranya juga belum dimulai. Sebelum masuk kafe, masing-masing dari kami memperbaiki penampilan. Setelah itu kami masuk ke Kafe, saya melihat penampilan semua peserta sepertinya dibawah rata-rata. Hanya penampilan kami yang sedikit high class didalam kafe tersebut.

-R-

Acarapun dimulai oleh MC yang luar biasa. MC nya Rizal, teman kami sendiri. Setelah itu ia pun memanggil Band pertama untuk tampil, seingat saya namanya Kelapa Gading, mungkin semua personilnya berasal dari Kelapa Gading, saya tidak tahu. Pokoknya band ini yang berhasil menggertak kami diawal penampilan. Mereka membawakan lagunya Chrisye, saya lupa judulnya, terus lagu kedua Kopi dangdut yang dibikin versi Jazz yang sukses membuat Zain meminta izin untuk pulang.

Setelah Kelapa Gading, band kedua yang dipanggil adalah Kreasi Band. Kedengaran dari namanya, sepertinya orang-orangnya suka berkreasi, contonya berkreasi membuat telur dadar, telur mata sapi atau telur gantung. 

Saya lupa lagu pertama mereka yang jelas vokalisnya perempuan dan lagu kedua mereka Guns n Roses – Sweet Child O Mine, dilagu kedua tidak berjalan mulus, senar gitar salah satu dari mereka putus dibagian intro. Sebuah tragedi yang sangat kami harapkan.

Sesudah mereka tampil, diluar dugaan, ternyata Band yang tampil diurutan 3,4, dan 5 tidak hadir dan akhirnya didiskualifikasi. Itu pertanda diurutan penampilan ketiga langsung lompat ke kami yang awalnya diurutan ke enam. Sungguh kabar yang membuat kami kencing maraton di toilet. Bahkan Haris sempat menawarkan jalur menuju rawa-rawa didekat toilet untuk lari dari kenyataan, sungguh kemampuan yang dapat diandalkan. 

Zain juga kelihatannya sangat menyesal memanggil pacarnya datang, sedangkan Andika terlihat tenang-tenang saja walaupun mukanya agak pucat. Saya sendiri masih ragu dengan lirik lagu pertama, lagu itu adalah Peterpan – Cobalah mengerti. Perlahan namun pasti kami pun dipanggil untuk naik.

“Ya’, berhubung peserta diurutan ketiga, keempat dan kelima tidak hadir, maka kami memutuskan untuk mendiskualifikasi dan langsung saja kita sambut penampilan diurutan keenam, Sloef band!!!!”

Tepuk tangan langsung menyamput setelah MC memanggil kami. Kami pun segera naik. Sebelum naik saya mengajak mereka berdoa dulu “Eh, ayo berdoa dulu” sambil memegang pundak mereka sungguh mulia etikad baik saya waktu itu, tapi Haris bilang “Ah, anak rock tidak pake berdo'a” dalam hati saya “Iya juga ya, kita kan anak Rock” kami pun langsung naik dengan lidah yang terjulur.

Tapi pas diatas panggung, entah kenapa semua penonton tertawa. Bukan. Bukan karna lidah kami yang terjulur. Bukan juga karna penampilan kami yang sudah oke. Tiba-tiba Rizal menegur saya dari samping panggung.“Eh, Rey! Tasmu jangan dibawa naik keatas panggung!” Ternyata saya lupa melepas tas Palazzo saya sodara-sodara.

Setelah melepas tas, terlebih dahulu saya sebagai vokalis memperkenalkan personil dari Sloef band. Setelah itu mulai lah lagu pertama yang saya ragu-ragukan. Peterpan – Cobalah untuk mengerti.

Sesuai dugaan. Saya lupa lirik T_T

Bahkan ada salah satu lirik yang saya ulang-ulangi supaya bagian itu tidak kedengaran kalo lupa lirik. Tapi dengan modal percaya diri, saya mengakhiri bait itu dengan teriakan “Wouuwww!” atau “Semuanya!”  tanpa rasa bersalah. Sungguh vokalis yang keji.

Dilagu kedua, setidaknya semuanya berjalan lancar tanpa banyak kesalahan. Kalo tidak percaya silahkan lihat lanjutan cerita dan penampilan lagu kedua divideo ini.


Menurut kalian kami pantas untuk dapat juara atau tidak? Jawabannya ada diakhir video. Silahkan diungkap  :)

Setelah tampil kami semua bernafas lega dan tanpa beban lagi. Kecuali saya. Tiba-tiba saja, tanpa perencanaan terlebih dahulu,  Rizal sebagai MC waktu itu menyuruh saya untuk naik sekali lagi. Bukan. Bukan untuk bernyanyi terus lupa lirik lagi. Tapi untuk Stand up comedy. BOOM!

Saya awalnya menolak, tapi dia menjebak dengan mendaftarkan nama saya tanpa meminta izin terlebih dahulu. Sungguh tak berperi-comic-an.

Akhirnya sayapun menyetujui paksaan itu. Berhubung malam itu saya sudah terlanjur hina, maka sungguh tidak baik jika hinanya tidak total. Tanpa materi dan persiapan sebelumnya saya naik keatas  panggung bermodalkan pengalaman Standup Comedy yang baru satu kali saya lakukan ditulisan ini. Itupun gagal total! Akhirnya begini lah jadinya, sama dengan muka saya. SEADANYA.



Yang mau menghina atau mencaci maki, silahkan tulis dikolom komentar dibawah, daripada menistakan agama, lebih baik menistakan diri sendiri ☺

PS : Akhir-akhir ini tugas mulai membabi buta. Besok2 menjelang pergantian tahun mungkin akan menjadi hari yang sibuk. Doakan, semoga semester ini berjalan dengan lancar, semoga bisa aktif blogwalking lagi dan semoga bisa meramaikan group WWF lagi :))

Bdw, playlist musik saya sekarang juga dipenuhi lagu-lagu Barasuara, dan saya mulai suka dengan lagu-lagu mereka. Genrenya ala-ala Folk-Rock begitu, pokoknya keren! Termasuk Asteriska :)

Cukup segitu PS-nya, huehuee. See ya!


Share
Tweet
Pin
Share
36 comments

Reyhan Ismail
Foto legendaris yang mewarnai dinding2 kamarku.
Foto diatas adalah awal mula petaka dan bencana yang merusak citra karirku di group WWF telegram yang berisi orang2 yabg berbakat dalam hal menghina….

Awal mula bergabung di group WWF sesat itu, saya memilih memasang foto profil wajah yang ganteng maksimal sekaligus terlihat hebat dan berprestasi, hal ini saya lakukan supaya saya kelihatan hebat dan dipuja-puja nantinya ketika saya masuk. Contohnya begini…

Bena : Mas rey, fotonya ganteng banget…AAAKKKKKK!!!!! (ngirim vn teriak histeris)
Rey : Hehe, makasih :)
Icha : BAJINGAKK!!! BAJIGUUR!!!! Yaa AMPUN!!!! Udah ganteng berprestasi lagi!!!!! Aku jadi ngefans sama rey <3
Rey : Ah, biasa aja kok :)
Hana : ADUHHHH!!!! MIRIP ADAM LAVINE!!!!! Jadi meleleh sama Rey!!!!!!
Rey : Hehe :)
Yul : Ya Allah, tolong buat akun telegram Son Agia terhack supaya aku bisa ngedekatin Rey!!!!!
Rey : Ah, gk perlu kok, nanti saya yang hack sendiri :)
Mia : AAAAAAKKKKK!!!!! LUCU!!!! Aku suka pria jantan yang bisa adzan trus pake seragam tari kayak kamu!!!!!!!
Rey : Ini namanaya baju adat Toraja Mia, slam kenal :)
Jaimbum : Astgfirullahaladzim….aku gak pernah ngeliat makhluk seganteng mas Rey ini….
Justin : SOO HANDSOME GUY!!!!!
Rey : Hehe, makasih2, ini nomor hp saya *******
Putri salju : Engkaukah pangeran yang akan menjemputku dari tidur lelapku rey?
Rey: Iya putri…aku pangeran yang akan mewarnai hari-harimu :)
Erina : Aku tak bisa bernafas tanpamu…
Rey : Sama…aku juga… :)
Dian : Aku juga tak bisa bernafas tanpamu
Rey : Bukan nya kamu laki'?
Dian : Oiya'...lupa (mukul jidat)

Dan kami semua pun menikah…lalu anak2 yang kami hasilkan diberi nama sesuai karakter dalam permainan Werewolf…..Ah, sungguh indahnya hidup…

Itulah percakapan yang saya impi-impikan sejak awal bergabung group WWF….

TAPI SEMUANYA DIRUSAK OLEH HINAAN PARA LELAKI YANG ADA DI GROUP!!!!!!!!!!!!!!!!

Foto yang awalnya memancarkan aura poligami, seketika RUSAK DAN TAK BERNYAWA LAGI…

Reyhan Ismail
Pangeran Anonymoux
Reyhan Ismail
AKU TIDAK PERNAH MENDERITA! :(
Reyhan Ismail
Ini waktu terjadi gempa bumi
Reyhan Ismail, Davincioners
Ini waktu difoto sambil sikap lilin
Reyhan Ismail
Kalo yang ini waktu juara 1 nge-Hack blog kelurahan sukamaju
Bukan hanya itu, foto2 diakun sosial mediaku yang lain juga tak luput dari keganasan dan kebinalan mereka…contohnya seperti yang ada pada gambar dibawah ini…

Group werewolf Telegram Reyhan Ismail
Pertandingan final dikira rebutan barisan deket kipas angin pas sholat tarwih.... :(
Group werewolf Telegram Reyhan Ismail
Saya suka dengan nama jurusnya..! :D

Group werewolf Telegram Reyhan Ismail
Yang ini....memang benar sih..

Reyhan Ismail
Donald duck dari gua hantu...

Reyhan Ismail
Yeaayyyyy! dapat piala Oscar!

Group werewolf Telegram Reyhan Ismail
Ini waktu razia pasangan homo mesum di bukit khatulistiwa
Saya sebagai korban hinaan yang ada dalam group tersebut menyarankan jangan pernah memasang foto profil yang sok ganteng walaupun kalian ganteng ketika join di group…pokoknya jangan pernah sekali2 mencoba hal tersebut…

Jika kalian memasang nya…sungguh…setiap helaan nafas kalian didunia nyata akan penuh hinaan yang nista dan nestapa…

Sebagian orang yang tak kuat, memilih untuk left lalu bunuh diri dengan cara teriak “AAAUUUUUUUUU………………..” sampai nafas mereka habis…

Pokoknya jangan pernah coba2…

Selain kalian dihina setengah mati dalam group tersebut…memasang foto profil yang sangat amat ganteng atau cantik akan mengakibatkan kalian menjadi yang ter-mati, se-mati-mati-nya, setelah mati akan ada mati-mati selanjutnya sebagaimana mati-mati yang hina di kematian matinya…

Setiap kalian join dalam permainan…apapun peran yang kalian dapatkan baik itu menjadi Tuhan sekalipun, endingnya akan seperti dibawah ini…

Group werewolf Telegram
:(
MATI DILEMPARI DENGAN BATU…ATAU MATI KARNA DISURUH MAKAN CABE KERITING SATU KERANJANG!!!!!!!!!

Pokoknya jangan pernah coba2…

-R-

Oiyaa, terkadang mereka juga menghina saya dengan panggilan Junot mungkin karna saya mirip Herjunot Ali. Silahkan nilai sendiri dari foto dibawah ini...

Reyhan Ismail, Herjunot Ali, Davincioners
Mudah2an tidak mirip...karna level saya dibawah Herjunot Ali
Selain menghina...kadang mereka juga memuji pekerjaan saya sebagai admin dan hacker deepweb di situs pertukaran homo diseluruh dunia. 

Mereka membuat kan saya sebuah karya karikatur seperti dibawah ini...

Reyhan Ismail
Sebuah karya yang patut diapresiasi. (Karya desainer Udafanz) :)

-R-

Selain dihina…

Saya juga pernah menang dalam percakapan dI group tersebut. Saya membuat mereka kesel se-kesel2nya karna memberikan mereka harapan yang palsu nan cerdas…

Waktu itu berawal dari kekesalan saya yang tak pernah sekalipun menang dalam 24 jam…
Maka hari itu juga saya menjanjikan pada mereka, jika saya menang, saya akan adzan se-khusyu2nya.

Permainan pun dimulai, mereka menanggapi nya dengan suka ria dan gembira. Seperti gurun pasir yang sangat kering, saya datang dengan harapan 500 ton air segar dengan bakat adzan yang saya miliki sejak lahir. Seperti dugaan, tidak seperti biasanya saya tidak langsung mati tercabik2 di awal permainan.

Dan akhirnya, saya baru tahu, jika tidak memilih dalam 2 role permainan, kita akan dianggap mati diculik alien…akhirnya saya mati karna dianggap tidak pernah memilih...hasilnya ekspresi mereka yang tadinya mengharapkan saya menang lalu adzan menjadi seperti dibawah ini..

Group Werewolf Telegram

Group Werewolf Telegram Reyhan Ismail

Selain membuat mereka kesel…

Di suatu hari saya hampir merealisasikan ekspektasi percakapan yang saya tulis diatas tadi…
Saat itu saya mengirimkan VN yang berisi musikalisasi puisi dalam group tersebut. Dengan bakat yang diturunkan oleh Kahlil Gibran “The Broken Wings” kepada saya….
Saya berhasil membuat sebagian dari mereka meleleh….

Group Werewolf Telegram Reyhan Ismail


Itu menandakan bahwa hati perempuan yang ada di group WWF, semuanya beku…tak peka jika hanya dengan mengandalkan foto profil yang ganteng maksimal atau bahkan dengan memamerkan sebongkah piala dan segudang prestasi…

Mungkin karena itu tidak ada yang peka terhadap prestasi dan kegantengan yang saya pancarkan dalam foto profil tersebut.

Buat wanita2 yang termasuk dalam group Werewolf telegram…Dengarlah jeritan hatiku…

Menembus Batas Manusia Serigala
Apakah aku harus menjadi korek api tokai agar dapat membuat kalian meleleh?
Apakah aku harus menjadi Bluestacks agar dapat mengakses kedalam jendela kalian?
Apakah aku mesti menjadi moderator game werewolf agar dapat kalian /join kedalam lubuk hatiku?

Jika jawaban nya iya…
Aku akan menjadi apa yang kalian minta…
Agar dapat hati kalian kudekap dengan penuh rasa…
Setidaknya tidak kalian minta…

Aku menjadi Mamad karburator yang suka merubah seseorang dengan belek artis lalu meledakkan pala’nya.
Atau menjadi Udafanz untuk menciptakan quote2 berkelas dari tokoh2 penting digroup WWF, tanpa memikirkan membuat quote dari dirinya sendiri…
Atau melebatkan kumis dan bulu dada laksana Haris Cumis? 
Atau menjadi Son Agia yang harus ditinggal nikah lebih dulu oleh mantan lalu menjadi tergila2 setiap menemui nama2 dengan awalan Yul atau Zain….
Atau menjadi Yoga agar dapat kubuatkan Es krim ber-Choco chips mata enam?
Atau menjadi Ilham dengan jurus memegang dagu dan tatapan sinis penuh misteri dengan kacamata Detektif Conan nya…
Atau menjadi Sultan Brunei Ardan agar dapat kalian ladeni setiap permintaan nya yang nista dan nestapa..
Ataukah mungkin aku harus menjadi Haris Hirawling dengan kuasa nya sebagai admin group lalu berhak mencintai sesama jenis atau lawan jenis didalamnya?

Jika kalian meminta aku menjadi salah satunya...
Aku sudah mencoba...
Tapi aku merasa..
Aku tak ingin sama..
Sebab diriku sendiri adalah...
Muadzin, hacker merangkap aktor di WWF...

-R-

Terakhir...

Alasan saya menulis tulisan tentang group WWF di telegram ini sebenarnya untuk memperingati satu bulan bergabungnya Terlahir Untuk Menang (dibaca: Reyhan Ismail) pada tanggal 22 Oktober 2016, sabtu lalu.

Group werewolf telegram, Reyhan Ismail
Saya bergabung di group tersebut tanggal 22 September bulan kemarin
Maka untuk merayakan nya saya ingin mengukir kisah hinaan mereka terhadap saya kedalam blog ini. Agar kelak tidak tertiup oleh angin kenangan begitu saja dikemudian hari.

Kedua, tulisan ini bertujuan hanya untuk sekedar menghibur...Jika ada yang baper tolong di klarifikasi di kolom komentar dibawah...karna tidak ada maksud menghina kembali para objek2 terhina yang telah menghina dan membesarkan group ini dengan hinaan.

Ketiga, untuk membuat tulisan ini spesial...saya akan membocorkan sedikit rahasia.....

Sebuah rahasia yang hanya saya ungkap kedalam postingan kali ini...

Rahasianya adalah...
-
-
-
Selain menjadi aktor, hacker merangkap muadzin...sebenarnya saya juga adalah seorang KAPTEN yang berseragam melintasi samudra...

Reyhan ismail, davincioners
Kuharap Bena dan Mia tidak menyesal...

Sekian dari saya...

Semoga kita semua menjadi manusia yang Terlahir untuk menang, mulai hari ini hingga esok hari :)



Share
Tweet
Pin
Share
77 comments
Older Posts

Tentang Reyhan Ismail

About Me

Seorang penulis blog yang bercita-cita menjadi Hokage

Follow Reyhan Ismail

  • goodreads
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • pinterest
  • youtube

Jumlah Reylovers

Categories

#curhat (17) Arsitektur (19) Award (2) Blog (13) Buku (2) Cerpen (6) chord (1) Curhat (14) Film (3) Kampus (7) Kesialan (18) Lagu (2) Liburan (4) Medsos (1) Opini (27) Pengalaman Pertama (7) Puisi (8) Review (8) Reyhan Ismail (43) Standup Comedy (1) Tips dan Trik (5)

Arsip Blog

  • ▼  2026 (14)
    • ▼  July 2026 (3)
      • waktu
      • free
      • lethologica
    • ►  June 2026 (2)
    • ►  May 2026 (7)
    • ►  April 2026 (2)
  • ►  2025 (3)
    • ►  December 2025 (2)
    • ►  September 2025 (1)
  • ►  2024 (3)
    • ►  April 2024 (2)
    • ►  January 2024 (1)
  • ►  2023 (1)
    • ►  January 2023 (1)
  • ►  2022 (15)
    • ►  November 2022 (1)
    • ►  October 2022 (1)
    • ►  August 2022 (1)
    • ►  July 2022 (1)
    • ►  June 2022 (2)
    • ►  May 2022 (2)
    • ►  March 2022 (1)
    • ►  February 2022 (3)
    • ►  January 2022 (3)
  • ►  2021 (10)
    • ►  October 2021 (1)
    • ►  September 2021 (4)
    • ►  August 2021 (1)
    • ►  July 2021 (1)
    • ►  March 2021 (1)
    • ►  January 2021 (2)
  • ►  2020 (6)
    • ►  December 2020 (1)
    • ►  October 2020 (2)
    • ►  August 2020 (2)
    • ►  January 2020 (1)
  • ►  2019 (10)
    • ►  October 2019 (1)
    • ►  September 2019 (3)
    • ►  August 2019 (2)
    • ►  June 2019 (1)
    • ►  February 2019 (1)
    • ►  January 2019 (2)
  • ►  2018 (10)
    • ►  October 2018 (1)
    • ►  September 2018 (1)
    • ►  August 2018 (2)
    • ►  July 2018 (2)
    • ►  April 2018 (1)
    • ►  March 2018 (2)
    • ►  February 2018 (1)
  • ►  2017 (10)
    • ►  November 2017 (1)
    • ►  July 2017 (1)
    • ►  June 2017 (2)
    • ►  May 2017 (3)
    • ►  February 2017 (1)
    • ►  January 2017 (2)
  • ►  2016 (31)
    • ►  December 2016 (4)
    • ►  November 2016 (6)
    • ►  October 2016 (5)
    • ►  September 2016 (4)
    • ►  August 2016 (2)
    • ►  March 2016 (4)
    • ►  February 2016 (3)
    • ►  January 2016 (3)
  • ►  2015 (17)
    • ►  December 2015 (2)
    • ►  November 2015 (5)
    • ►  October 2015 (6)
    • ►  September 2015 (1)
    • ►  August 2015 (1)
    • ►  March 2015 (2)
  • ►  2014 (2)
    • ►  July 2014 (2)

Tulisan yang viral

  • Video Call sama cewek tak dikenal
  • REVIEW FILM UANG PANAI' ; MAHAR(L)
  • My first "Dugem-dugem" (+18)

Tim Sukses

Baca buku skuy

2022 Reading Challenge

2022 Reading Challenge
Reyhan has read 1 book toward his goal of 25 books.
hide
1 of 25 (4%)
view books

Created with by ThemeXpose