• Home
  • Tentang Penulis
  • Kontak
    • Category
    • Category
    • Category
  • Buku
  • Portofolio
facebook twitter instagram youtube goodreads

Reyhan Ismail




Istri rahat.

Akhir2 ini belum bisa menulis banyak diblog ini. 
Sekarang masih dikampung halaman. Liburan semester untuk dua bulan kedepan.

Disini tidak ada ruang privat. Kamar saja sudah kayak playground. Ribut dan rame. Menulis dikit, dikeruminin anak2, trus dibilang "Ciee..." 

DIkira menulis surat cinta.

Suram. 


Share
Tweet
Pin
Share
23 comments



Semua ini mengingatkan ku kenangan wamil lima bulan yang lalu.
Vitruvius pernah mengatakan dalam dokumen arsip pribadinya tentang arsitektur bahwa ada tiga prinsip yang membentuk sebuah bangunan yaitu Firmitas, Utilitas dan Venustas. Dan diantaranya tidak berhubungan sama sekali dengan apa yang akan saya bahas ditulisan kali ini.

Oke, jadi ceritanya kadar konsistensi menulis blog saya mulai berkurang akhir-akhir ini. Entah kenapa. Tapi yang pastinya diumur saya yang ke 20 tahun ini, perasaaan saya mulai tidak enak. Saya mempunyai ekspektasi umur 20 tahun, dimana saya sudah menjadi apa yang saya inginkan, tapi nyatanya tidak dinyatakan oleh Tuhan.

Faktor kedua adalah saya bingung mau mulai dari mana. Dari blogwalking dulu atau menulis dulu? Dan akhirnya sampailah saya pada pada satu jawaban yg tidak ada penting-pentingnya sama sekali.

Share
Tweet
Pin
Share
20 comments


Seharusnya tulisan ini diposting bulang lalu.

Karna kalo diposting hari ini, namanya terlambat.

Dari beberapa liburan yang telah gagal kemarin-kemarin dan sempat saya tulis dipostingan Help! I Need Holiday dan Liburan terbaik yang pernah ada 

Liburan kali ini berjalan dengan sangat sukses. Tanpa ada travel yang menipu dan tanpa ada MLM-MLM-an. Tapi tetap sih, belum terlalu sempurna.

Oke, jadi langsung saja saya tulis ringkasan-ringkasan liburan kemarin mulai hari pertama hingga hari terakhir. Check it rawwwrrrrrrr.

HARI 1

Oiya, sebelum keberangkatan ke Bandara Sultan Hasanuddin, saya tidak pernah tidur. Karna malamnya sebelum besok pagi berangkat ke bandara Sultan Hasanuddin Makassar, saya bersama sepupu menghabiskan malam di tempat karaoke hingga pukul tiga pagi. Padahal satu setengah jam setelahnya semua harus berkumpul dibandara. Alhasil, tak ada tidur yang cukup memuaskan sampai kita berangkat dari bandara Sultan Hasanuddin (Makassar) ke bandara I Gusti Ngurah Rai (Bali).

Sampai di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Kami langsung menuju Pantai Pandawa. Kalo langsung ke pantai selatan, itu namanya Nyi Roro Kidul.

Setelah ke Pantai Pandawa, kami langsung menuju ke tempat perbelanjaan, entah saya kurang tahu namanya, soalnya saya tidur didalam bus dan tidak keluar-keluar sampai semua orang selesai berbelanja.

Habis itu sampailah kami di tempat peristirahatan di Kuta, Bali. Kalo tidak salah nama penginapannya Simpang Inn. Setelah sampai di penginapan, bukan nya istirahat, saya malah tertarik untuk berenang dihotel itu, kebetulan juga sore itu saya melihat ada beberapa bule yang berenang dikolam tersebut, jadi  selain berenang juga sekalian mempertunjukkan skill salto belakang gaya halilintar yang sudah saya tekuni tiga tahun terakhir.

Setelah berenang, saya merasa bosan dikamar, jadi sore hari menjelang maghrib, saya dan ketiga adik sepupu saya memilih untuk berjalan-jalan menuju pantai Kuta. Awalnya, saya berinisiatif jalan-jalan kesana dengan bertelanjang dada, seperti bule-bule yang ada disana. Sayangnya,  karna ada bekas kerokan dipunggung, saya mulai berpikir dua kali. Jadilah, kami berempat berjalan-jalan menuju Kuta, sambil memakai kacamata hitam.

Ditengah perjalan, usut punya usut, ternyata tidak ada yang melihat jalanan menuju pantai Kuta. Subhanallah.

Berbekal alat navigasi alam, yaitu matahari dan mata hati, akhirnya kami pun sampai di Pantai Kuta yang ternyata lumayan jauh juga..

Sampai di Pantai Kuta, seperti anak muda biasa kami berfoto-foto ria. Walaupun cuman sama matahari.


Liburan Bali Lombok
Ini dia foto bareng bersama matahari di pantai Kuta yang sama sekali tidak dapat dibanggakan.

Setelah berfoto, kami berjalan-jalan disepanjang pantai sambil melihat pemandangan yang lumayan eksotis. Setelah beberapa menit berjalan-jalan, kami pun mulai berpikir untuk pulang. Tapi sebelum itu, tidak lengkap rasanya jika belum mengambil foto bersama bule-bule ini. Jadi saya menawarkan kepada mereka untuk berfoto dulu sebelum pulang. Terus tiba-tiba sepupu saya si A nyelutuk “Cari bule yang seksi-seksi Rey”.

BNGKE! MUKA PAS-PAS-an TAPI BANYAK JUGA MAUNYA.

Setelah memilih dan merundingkan bule perempuan  yang seksi dan keliatan jomblo untuk diajak berfoto kami pun menemukan yang angle dan viewnya pas. Saya sebagai penerjemah dengan modal bahasa inggris waktu kursus EBTANAS dulu, mulai maju duluan.

Rey        : Ehm, excuse me miss…  (sambil maju kedepan mereka.)

Bule 1    : Oh, yaaa? (kepala mereka melihat keatas, memandang wajah ganteng saya, sambil megang bir)

Rey        : Can I take a picture with you? ……. Please?

Kedua bule ini langsung bertatapan mengerutkan dahi, seakan bilang dalam hati “Ah, ganggu aja ini orang”

Bule 2    : ………Ow, okey…..(mulai berdiri , masih megang botol bir)

Akhirnya kedua bule itupun berdiri, dengan botol bir Bintang yang sama-sama mereka pegang. Oiya, disebelah kedua bule ini, sebenarnya masih ada dua bule lagi. Tapi karna kedua bule itu sudah tua, makanya yang saya ajakin foto hanya yang muda saja. Nanti kalo foto sama bule tua itu, jadinya seperti ini

Potret keluarga bule bahagia yang sedang liburan di pantai Kuta.

Rey        : Hey, hey, come here… (memanggil ketiga sepupu saya yang dari tadi sudah terpana dengan….)

Kami pun berfoto dengan binalnya. Setelah foto rombongan, gantian foto sendiri-sendiri dan inilah hasilnya.
Kuta Bali
YEAAHHHHH. FOTO YANG DAPAT DIBANGGAKAN!

Setelah berfoto, saya mengucapkan terima kasih kepada kedua wanita bule ini. Tapi, diluar dugaan, dia balik mengajukan pertanyaan kepada saya.

Bule 1    : Can you tell me, why you want take a photo with us?

Mendengar pertanyaan ini, kedua bule tua disampingnya itu ketawa ngakak…..

Dan, saya masih berpikir jawaban dan ejaan yang tepat untuk menjawabnya. Waktu itu ingin rasanya menjawab dengan kata-kata yang romantis seperti “Karna kau memancarkan sinar yang tak kalah terangnya dari matahari disore ini kasih” atau dengan 
ala Denny Cagur “Karna….Bapak kamu penjaga pantai ya?” .

Tapi apa daya. Berbekal kemampuan Bahasa Inggris yang ala kadarnya. Saya hanya bisa menjawab.

“Because you’re beautiful…” tak lupa tersenyum manja…..

“Ooouuuuwwwwww….” mereka serentak bilang begitu. Termasuk sepasang bule tua disampingnya itu.

Ah, seandainya aku bisa di booking…….

HARI 2

Hari kedua dimulai dengan menaiki Kapal Ferry menuju pulau Lombok.

Oiya, hari ini juga adalah pengalaman pertama saya naik kapal laut.

Sebelum kapal, (lepas landas) kami disuguhkan oleh atraksi yang luar biasa oleh seorang bule diatas kapal.

Ya. lagi-lagi bule. Bule memang tak pernah henti-hentinya membuat sensasi diliburan kali ini.

Jadi ceritanya diatas kapal, ada kakek bule yang lagi berjemur. Disitu saya dan adik sepupu saya juga sedang asyik berfoto-foto dengan kakek bule yang sedang berjemur diatas kapal itu. 

Walaupun awalnya dia tidak minta izin terlebih dahulu sama kakek bule ini. Dia main langsung nyosor kedekatnya terus ngeliat kekamera, sebelum memfotonya saya minta izin ke mas bule itu dulu.

Setelah memfoto adik sepupu saya, bule itu bilang ke saya “You can speak English, right?”

“Not……just little-little Mrs, hehe”
“Come here, I have something special”

Penasaran, kami pun mendekat ke bule itu. Bule itu mengambil sesuatu barang didalam tasnya. Saya mulai berpikir kalo bule ini mau ngasih hadiah ke saya.

Usut punya usut, ternyata dia malah mengeluarikan handuk.

((HANDUK))………INI BUAT APA COBA? Mau sulap-sulip? atau saya disuruh olesin sun block sama bule ini….

Ternyata setelah dia mengeluarkan handuk.

Dia melakukan hal gila yang diluar dugaan saya sodara-sodara.

Sebuah kelakuan seorang bule yang akan memutar balikkan fakta bahwa Kiswinar adalah anak dari Mario Teguh dan Deddy Corbuzier adalah abangnya.

Kelakuan apa itu pemirsa? Mari lihat gambar dibawah ini….

1
Jurus siluman kalajengking berubah jadi kepiting

2
Yang dibelakang itu pawangnya.

Gila kan?

Setelah kejadian itu, saya jadi depresi berat kalo lihat bule.
Bdw, makasih ya Mrs. Luck :) k
arna sudah mempertontonkan something special itu kepada anak-anak dibawah umur seperti kami.

Mungkin itu sebabnya kenapa rata-rata bule itu jenius. Karna gaya belajarnya mereka sambil Headstand.


HARI 3

Hari terakhir liburan itu rasanya lumayan sedih. Sedih karna harus kembali ke rutinitas yang padat lagi. Dihari terakhir, tidak terlalu banyak kunjungan selain berbelanja di Lombok, terus pulang ke Makassar.

Dihari terakhir, entah kenapa saya merasa ada yang kurang dengan liburan kali ini. Bukan. Bukan karna tidak ada seminar MLM nya seperti ditulisan ini : Liburan terbaik

Tapi lebih ke mengarah ke perasaan terkekang. Walaupun Atta (panggilan ibu) ikut dan semua biaya terjamin.  Tapi saya merasa seperti tidak bebas. Semua kunjungan diatur oleh kordinator rombongan, jadi kita tidak bebas mau pergi kemana.

Sepi juga kadang mengusik. Dalam liburan itu saya tidak punya teman seumuran. Jadi, daripada bergaul sama orangtua lebih baik saya bergaul sama adik sepupu yang rata-rata masih SMA. Jadinya tiap mau kemana-mana saya dibebani tanggung jawab supaya tidak ada diantara mereka yang diculik terus dijadikan atlet Headstand sama bule kayak Mrs. Luck.

Didalam liburan kali ini juga saya mulai berpikir untuk pergi liburan sendiri ala Backpacker. Pemikiran saya ini terinspirasi oleh bule disamping tempat duduk saya pas pulang ke Makassar naik pesawat. Saya melihat bule duduk sendiri dan kebetulan saya juga duduk disampingnya. Iya. Cuman dua tempat duduk, karna saya dan dia terpilih untuk duduk disamping pintu darurat. 

Saya melihat bule itu menulis di Ipad besarnya semacam catatan perjalanan yang dipersiapkan untuk ke Toraja. Saya ingin bertanya mengenai kesibukan nya waktu itu. Tapi, karna saya dicuekin waktu itu, jadinya saya pura-pura bego’ saja. Mungkin telinga bule itu lagi kesumbat perbedaan tekanan udara atau mungkin dia takut saya menghack akun nya. Allahualam….

Kedua, selama di Bali saya juga sering menemui bule-bule lelaki keren yang jalannya kemana-mana sendiri, terus pake tas gunung yang lumayan besar. Disitu saya penasaran bagaimana rasanya liburan sendirian, terus bertahan hidup dengan uang seadanya. Naik kapal, terus keliling dunia. Saya sangat menantikan waktu-waktu liburan seperti itu. Mungkin habis wisuda dan sudah punya penghasilan, I will do it!

Saya jadi membayangkan bagaimana rasanya kelliling dunia sambil jalan-jalan sendiri di negeri orang! beradaptasi dengan budaya, gaya hidup orang-orang dibelahan dunia sana dan bertahan hidup dengan cara kita sendiri tanpa interpensi darimapun! 

Jalan-jalan sambil mengabadikan momen lalu menulisnya. Saya harus memasukkan ide ini ke catatan list mimpi yang harus saya wujudkan!

Oiya, sampai jumpa di catatan liburan selanjutnya! Terima kasih sudah membaca :)

NB : Bdw, ini ringkasan rekaman video yang saya ceritakan diatas. Silahkan dinonton, nggak usah sayang kuota. Hoehoehoe...






Share
Tweet
Pin
Share
32 comments




Gara-gara hari itu saya jadi trauma kalo diajak liburan.

Bicara tentang liburan sebelumnya saya sudah pernah mengalami kejadian pahit tntang liburan di postingan yang saya tulis disini.

Dan beberapa bulan yang lalu saya kembali merasakan hal yang sama. Bahkan lebih pahit!. Menimbulkan depresi yang sangat amat mendalam bagi pandangan saya tentang liburan!.

Ceritanya siang2 tanpa ada arah menghadang dan rintangan menghujam. Untuk pertama kalinya seumur hidup mama mengajak saya untuk liburan di Surabaya hari itu juga! Katanya om saya yang mengajak, kakak laki-lakinya mama yang tinggal di Brunei. Sebut saja namanya om Junaidi.

Rasanya senang sekali, apalagi waktunya pas liburan semester. Maka saat itu juga saya langsung buru2 mandi dan mempersiapkan pakaian untuk menuju ke bandara.

Sesampai di bandara kami semua (dibaca: fakir2 liburan) yang beranggotakan kerabat, saudara mama dan tentunya om Junaidi yang membiayai kami mulai dari transportasi Makasssar – Surabaya. Keren kan om saya?

Singkat cerita dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, kami langsung terbang ke Surabaya.

Sesampai di bandara Juanda Surabaya kami sudah dijemput oleh tiga mobil. Dua mobil Avanza dan satu mobil Alphard. Saya cuman dapat jatah mobil Alphard Avanza bersama om Junaidi, mama dan kerabatnya karna yang dimobil Alphard itu cuman orang2 yang terpilih dan dituakan.

Anehnya bin sulap dan sulip. Didalam mobil om,... Junaidi bertanya kepada kami

“Kalian tahu tidak alasan kenapa saya mengajak kalian kesini?”




Saya yang tadinya berasumsi kalo kita kesini untuk liburan besar2an secara gratis langsung bertanya-tanya sendiri. Loh kok?. Seketika ekspektasi saya mulai goyah dan memunculkan asumsi baru yaitu untuk :

1. Dijual ke lelaki hidung belang :)
2. Dijadikan patung buaya di monument Surabaya :(
3. Dibawa ke pulau The King (Comic 8) :)

Dan anehnya mendengar pertanyaan dari om Junaidi, mama beserta saudara dan kerabatnya ternyata tidak tahu juga kemana aslinya mereka akan berkunjung. Awalnya mereka semua hanya diberi tahu kalo tujuan ke Surabaya untuk liburan sekaligus berkunjung ke Masjid Sunan Ampel untuk sholat tahajjud disana.

Alhasil, kami menghabiskan waktu tiga jam diperjalanan dengan pertanyaan2 yang bahkan bulan dan bintang malam itu tak dapat menjawabnya. Bayangkan saja kami sampai dari bandara Juanda jam 12 malam dan langsung lanjut perjalanan darat selama tiga jam. 

Akhirnya sampai dilokasi yang entah dimana pukul 3 PAGI!!!!.

Satu persatu mobil yang menjemput kami tadi di bandara sudah sampai dilokasi. Kami semua turun dari mobil sambil saling menatap kebingungan, berdiri dan tinggal diam melihat2 sekitar sambil menerka2....jangan sampai kami dibawa ke padepokan Dimas Kanjeng...

Tempatnya seperti wisma, terus gerbang nya seperti pura atau candi-candi begitu. Pekarangan nya lumayan luas, hijau dan terparkir jelas mobil Alphard dan Hammer di pekarangan nya. 

Setelah berbicara dengan supir yang membawa kami tadi, ternayata kami ada di Kediri pemirsa. Dari yang katanya liburan ke Surabaya, berubah haluan ke Kediri. Seketika perasaan saya mulai gak enak.

Dan kata supir itu, ternyata lokasi tempat kami singgah ini bukan wisma, tapi tempat tinggal pak Bolon, rekan bisnis om Junaidi. Saya tidak mau mikirin lagi siapa pak Bolon itu, setidaknya ini bukan padepokan Dimas Kanjeng!!!!! itu yang pasti....

Sekarang pikiran saya hanya satu. CARI TEMPAT TIDUR!


-R-

Paginya kami dilayani dengan sangat baik walaupun sarapan nya agak sedikit telat. Iya, kita makan pagi jam 11, itupun merangkap makan siang. Makanan disana pun enak2, arsitektur rumah pak Bolon juga terkesan sangat mewah, luas, agak kental dengan arsitektur tradisional jawanya. Kami hari itu sarapan dipinggir kolam pak Bolon, kayak disinetron2 begitu.

Setelah sarapan, disinilah satu persatu pertanyaan tentang tujuan kami kesini terungkap.... 

Pak Bolon langsung mengambil jubah hitamnya papan tulis dan spidolnya.

Lama kelamaan, setelah melahap persentase demi persentase dari pak Bolon, saya akhirnya tiba pada satu kesimpulan bahwa,.. tujuan om Junaidi membawa kami kesini adalah......


------ UNTUK MENGIKUTI SEMINAR MLM ------


BBOOMMMMMM!!!!!!!!!!!!!!!!! 

Dari beberapa saudara mama saya, mereka semua sepakat untuk menolak penawaran pak Bolon untuk mengikuti seminar tesebut (termasuk saya). Rencana nya seminar itu diadakan di Trenggalek. Selesai makan sore, semuanya kompak mengemas barang untuk kembali ke Surabaya. Saya sngat bersyukur dan bahagia waktu itu, akhirnya kami semua tidak ikut :)

Selesai mengemas barang, saya memilih untuk berkeliling rumah pak Bolon yang sudah ramai dikunjungi peserta MLM nya yang sangat antusias. Termasuk pembicara mereka yang memberikan materi sistematis perMLM-an sambil memukul2 papan tulis dan berteriak2

“MAUUU KAYAAAAAA!!!!????”
“MAUUUUUU!!!!!”
“JADI KAYAK ORA USAH KERJA JADI PEGAWAI LAGI!!!!!, CUKUP MENGELUARKAN MODAL SEGINI (menunjuk papan tulis yang bertuliskan nominal uang pendaftaran MLM) BISA BELI MOBIL!, RUMAH! MOTOR! LAPTOP!!!!!! BETULLL???”
“BETULLL!!!!”
“TEPUK TANGAN UNTUK KITA SEMUA!!!!”

Lalu mereka semua bertepuk tangan seakan besok mereka sudah menjadi milyarder…..

Orang2 yang berkunjung ketempat itu bisa dibilang kebanyakan orang pengangguran dan ada juga dari kampung dan daerah2 tertentu. Bisnis ini pintar betul memanfaatkan orang2 yang putus asa.

Setelah berkeliling, saya kembali ke kamar dan terkejut....ternyata hanya sebagian dari kami yang diperbolehkan kembali ke Surabaya sore itu.

Sedangkan saya? disuruh tinggal disana untuk ikut ke Trenggalek mengikuti seminar...Saya tidak kebagian tumpangan karna mobil sudah tidak muat! 

DASAR BANGKAI BAKTERI!!!!!!



Menjelang maghrib kami baru berangkat menuju Trenggalek.

Tiba di Trenggalek kami sampai disalah satu rumah bak seperti istana orang2 turki. Rumahnya berkubah, besar, mewah, luas, ada kolamnya danmushollahnya menjulang tinggi seperti menara. 

Setelah itu kami pun mengikuti seminar dengan pemateri yang spektakuler (hampir merusak papan tulis) mengapa tidak, mereka membawakan materi dengan teriak-teriak sambil memukul2 papan tulis, ini kalo pematerinya lagi sidang skripsi, pasti pengujinya juga mau ikutan bisnis nya dia ini.

Setelah mengikuti seminar yang tidak sedikitpun merubah keputusan kami untuk tidak bergabung malam itu juga tanpa istirahat sedikit pun kami langsung menuju Bandara Juanda Surabaya kemudian bertemu kembali dengan anggota kelompok yang lain untuk kembali ke Makassar. TANPA ISTIRAHAT!!!!!




Kami (baca: korban PHP) pun tiba di Makassar pukul 10 pagi. Dengan keadaan letih, lesu, lemas dan lelah. Otak saya saat itu penuh dengan materi MLM. Kalo ketemu orang bawaanya mau menjelasin dua ke kiri dua ke kanan dapat 8 juta....


Pesan Moral : Jika diajak liburan, selalu sediakan pertanyaan 5W 1H!
Setelah kejadian itu, saya sangat trauma dengan ajakan orang lain untuk liburan kemanapun dan dimanapun. Lebih baik liburan dirumah saja, bersama kenangan masa lalu....


-R-

Bdw, minggu ini tepatnya lusa hari rabu saya diajakin liburan lagi. Tempatnya di Bali - Lombok. semoga diliburan kali ini tidak ada lagi seminar2 MLM, kalo ada, terpaksa saya...........

bergabung..... 

atau kalau tidak lebih baik pulang ke Sulawesi sambil berenang...

Semoga saja liburan disana besok sesuai ekspektasi...Doakan ya :)
Share
Tweet
Pin
Share
54 comments
Older Posts

Tentang Reyhan Ismail

About Me

Seorang penulis blog yang bercita-cita menjadi Hokage

Follow Reyhan Ismail

  • goodreads
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • pinterest
  • youtube

Jumlah Reylovers

Categories

#curhat (17) Arsitektur (19) Award (2) Blog (13) Buku (2) Cerpen (6) chord (1) Curhat (14) Film (3) Kampus (7) Kesialan (18) Lagu (2) Liburan (4) Medsos (1) Opini (27) Pengalaman Pertama (7) Puisi (8) Review (8) Reyhan Ismail (43) Standup Comedy (1) Tips dan Trik (5)

Arsip Blog

  • ▼  2026 (14)
    • ▼  July 2026 (3)
      • waktu
      • free
      • lethologica
    • ►  June 2026 (2)
    • ►  May 2026 (7)
    • ►  April 2026 (2)
  • ►  2025 (3)
    • ►  December 2025 (2)
    • ►  September 2025 (1)
  • ►  2024 (3)
    • ►  April 2024 (2)
    • ►  January 2024 (1)
  • ►  2023 (1)
    • ►  January 2023 (1)
  • ►  2022 (15)
    • ►  November 2022 (1)
    • ►  October 2022 (1)
    • ►  August 2022 (1)
    • ►  July 2022 (1)
    • ►  June 2022 (2)
    • ►  May 2022 (2)
    • ►  March 2022 (1)
    • ►  February 2022 (3)
    • ►  January 2022 (3)
  • ►  2021 (10)
    • ►  October 2021 (1)
    • ►  September 2021 (4)
    • ►  August 2021 (1)
    • ►  July 2021 (1)
    • ►  March 2021 (1)
    • ►  January 2021 (2)
  • ►  2020 (6)
    • ►  December 2020 (1)
    • ►  October 2020 (2)
    • ►  August 2020 (2)
    • ►  January 2020 (1)
  • ►  2019 (10)
    • ►  October 2019 (1)
    • ►  September 2019 (3)
    • ►  August 2019 (2)
    • ►  June 2019 (1)
    • ►  February 2019 (1)
    • ►  January 2019 (2)
  • ►  2018 (10)
    • ►  October 2018 (1)
    • ►  September 2018 (1)
    • ►  August 2018 (2)
    • ►  July 2018 (2)
    • ►  April 2018 (1)
    • ►  March 2018 (2)
    • ►  February 2018 (1)
  • ►  2017 (10)
    • ►  November 2017 (1)
    • ►  July 2017 (1)
    • ►  June 2017 (2)
    • ►  May 2017 (3)
    • ►  February 2017 (1)
    • ►  January 2017 (2)
  • ►  2016 (31)
    • ►  December 2016 (4)
    • ►  November 2016 (6)
    • ►  October 2016 (5)
    • ►  September 2016 (4)
    • ►  August 2016 (2)
    • ►  March 2016 (4)
    • ►  February 2016 (3)
    • ►  January 2016 (3)
  • ►  2015 (17)
    • ►  December 2015 (2)
    • ►  November 2015 (5)
    • ►  October 2015 (6)
    • ►  September 2015 (1)
    • ►  August 2015 (1)
    • ►  March 2015 (2)
  • ►  2014 (2)
    • ►  July 2014 (2)

Tulisan yang viral

  • Video Call sama cewek tak dikenal
  • REVIEW FILM UANG PANAI' ; MAHAR(L)
  • My first "Dugem-dugem" (+18)

Tim Sukses

Baca buku skuy

2022 Reading Challenge

2022 Reading Challenge
Reyhan has read 1 book toward his goal of 25 books.
hide
1 of 25 (4%)
view books

Created with by ThemeXpose