• Home
  • Tentang Penulis
  • Kontak
    • Category
    • Category
    • Category
  • Buku
  • Portofolio
facebook twitter instagram youtube goodreads

Reyhan Ismail


bagaiamana cara kita tahu pilihan kita baik atau buruk ketika kita belum sampai pada jawabannya?

bagaimana kalau kita kandas sebelum tiba pada perhentian akhir?

bagaimana kita melihat kebahagiaan diujung sana, kalau dalam prosesnya saling melukai?

apa yang kita cari?

apakah hidup itu seperti naik gunung terjal?

apakah semua puncak itu indah?

apakah semua perjalanan itu melelahkan?

bagaimana jika puncak itu ternyata buruk?

bagaimana kalau kita buat perjalanannya menjadi indah dan menyenangkan?

kenapa kita tidak pernah benar-benar hidup untuk hari ini?

kenapa kita harus menunggu akhirat?

kenapa kita harus menunggu surga melalui kebaikan duniawi?

kenapa kita tidak bisa merasakannya dalam kebaikan?

dibanding berprasangka dan menjual imajinasi di akhir hayat.

saya lebih ingin melihat surga melalui kebaikan dan kebijaksanaan.

karena saya percaya, masing-masing dari kita membawa surga di hati kita masing-masing.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments


malam pukul satu pagi, setelah menyantap nasi dan mi goreng.

malam ini saya kenyang akan dua hal. makanan dan drama rumah tangga.

barangkali sisa hidup saya kedepan akan banyak menghadapi bumbu-bumbu semacam ini. tapi entah kenapa kali ini rasanya membuat saya lebih kesal.

mungkin karena bertepatan dengan kondisi keuangan yang sulit. baru saja pekerjaan yang membuat saya berada di zona nyaman berakhir.

perenungan ini membuat saya kembali mengingat perenungan yang dulu-dulu. entah kenapa dari dulu saya suka merenungi hidup saya kedepan. ketika gagal lolos sekolah favorit, gagal tes masuk universitas dan kali ini karena jobless.

pada akhirnya saya kembali pada perenungan tentang bagaimana saya akan menjalani hidup kedepan dan masa depan yang kembali tidak pasti.

dibalik jendela mobil yang sedang melaju, ditengah rintik hujan dan malam yang sunyi. pikiran saya melambung seiring dengan hembusan nafas yang seringkali baru saya sadari dalam keadaan seperti ini.

jantung saya berdetak. pikiran saya bekerja tanpa perintah.

apa itu sukses dan gagal di mata orang-orang? dan kenapa pendapat akan kata sukses itu makin penting di kepala saya? ambisi yang besar saja rasa-rasanya tidak cukup.

setiap langkah rasanya menjadi lebih berhati-hati karena saya dipaksa membawa kehormatan keluarga di sana.

cemas.

kenapa kita harus bertanggung jawab terhadap hidup seseorang?

kenapa uang dan harga diri sekarang jadi jauh lebih penting?

schopenhouer mungkin benar, bahwa setiap pilihan masig-masing memiliki konsekuensi. memilih atau tidak memilih pasti akan selalu ada penyesalan dibaliknya.

tapi pertanyaannya adalah, apakah kadar penyesalannya sama?
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

bagaimana rasanya tumbuh kembang dikelilingi orang tua yang suportif?
bagaimana rasanya ditemani orang tua di hari pernikahan?

bagaimana rasanya sukses atas pilihan yang kita pilih sendiri?

bagaimana rasanya hidup tanpa tuntutan siapapun?

bagaimana rasanya wisuda ditemani kedua orang tua?

bagaimana rasanya bangun pagi tanpa memikirkan kecemasan hari ini?

bagaimana rasanya didukung atas cita-citamu yang remeh itu?

bagaimana rasanya dikelilingi teman dan sahabat yang saling hormat dan mendukung satu sama lain?

bagaimana rasanya kaya raya tanpa memikirkan ketakutan akan takut gagal?

bagaimana rasanya lepas dari tanggungan orang tua?

bagaimana rasanya lebih sukses dan kaya dari orang tua?

bagaimana rasanya lepas dari kontrol si botak tua?

bagaimana rasanya punya rumah dan mobil hasil dari keringat sendiri?

bagaimana rasanya punya uang satu milyar direkening?

bagaimana rasanya jadi penyanyi dan penulis yang karyanya dikenal dan sukses?

bagaimana rasanya hidup di ibu kota?

bagaimana rasanya hidup abadi dalam karya-karya?

bagaimana rasanya membuktikan ke botak tua kalau saya bisa lebih sukses dari dia?

bagaimana rasanya berkelimpahan agar bisa membantu banyak orang?

bagaimana rasanya keliling dunia?

bagaimana rasanya naik haji dan umrah di makka?

bagaimana rasanya dekat dengan Tuhan?

bagaimana rasanya meyakinkan diri saya kalau saya bisa?
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
beberapa hari setelah saya meninggalkan usaha orang tua.

mobil nabrak. mulai jualan cold pressed juice lagi. buka kelas menulis (yang sampe sekarang belum ada pendaftar). mulai aktif cari info job mc. dan makin banyak ide-ide lain yang ingin saya kerjakan. jualan es kristal, dimsum, jadi supir grab, dll. peluangnya banyak. tinggal menunggu eksekusi saja dan liat mana yang berhasil.

akhir-akhir ini entah kenapa saya selalu merasa takut. takut gagal. takut keputusan yang saya buat kemarin membuat saya menyesal di kemudian hari. takut tidak bisa lebih besar usaha orang tua saya. saya benar-benar takut mengecewakan istri saya dan diri saya sendiri.

beberapa kali kemarahan datang. ia selalu tertuju kepada si botak tua. saya benci ketika harus mengakui bahwa dia masih memiliki kendali penuh atas orang-orang rumah. dengan keadaan yang ketidak warasan yang makin hari, makin jadi. saya takut semuanya jadi hancur. ditambah lagi dengan adik saya yang sekarang jadi pengendali namun nalar nya dimatikan oleh rasa takut.

dari sini, saya masih sering memantau. beberapa keluhan mulai sering terdengar. namun lebih sering suara-suara yang meminta saya untuk bersikap dewasa dan kembali mengelola usaha.

keluarga mama saya mulai sulit memisahkan entitas antara mama saya dan usaha yang ia bangun. mereka melihat ketika saya meninggalkannya, berarti saya juga mengkhianati usaha mama saya. mereka takut ketika usaha yang dibesarkan oleh mama hancur.

selama si botak tua masih di sana, saya masih sulit melihat cahaya terang di ujung sana kecuali kabut gelap. di sisa umurnya yang makin sekarat, yang bisa saya lakukan hanya menunda kerusakan yang ia ciptakan semakin banyak.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments




baru saja saya membuat keputusan besar dalam hidup.

saya akhirnya berhenti melanjutkan usaha orang tua yang cukup mengekang dan memilih untuk berkarir di Makassar.

Rasanya?

Tidak ada satu perasaan yang menetap dalam hati saya. Semuanya campur aduk. Satu sisi saya sedih karena harus meninggalkan segala rutinitas saya selama mengelola usaha. Saya sedih harus meninggalkan pekerja dan orang-orang yang saya kenal selama lima tahun menjalankan usaha. Rutinitas saya mendadak berubah.

Saya juga takut. Takut memikirkan apa yang ada di depan saya. Jawaban dari hasil keputusan ini sebenarnya terletak di akhir cerita yang masih jadi misteri takdir. Kalau saya sukses (semoga dan saya pasti sukses) saya akan menganggap ini adalah keputusan terbaik seumur hidup saya. Tapi jika tidak, saya hanya takut menyesalinya. Satu hal yang perlu saya rayakan dari pilihan ini adalah saya berhasil melepaskan diri dari manipulasi dunia gelap si botak.

Selain itu saya juga merasakan kebebasan. Tidak lagi dikekang dan dituntut harus melaporkan segala laporan keuangan kepada si botak. Mimpi-mimpi yang dulu sempat saya kubur, sekarang pelan-pelan mulai terlihat kembali seperti matahari yang terbit di sela-sela bukit. Hasrat untuk berdiri diatas kaki sendiri itu kembali muncul lagi. Bahkan lebih besar seperti dendam yang harus saya buktikan. Bahwa saya bisa lebih besar dari apa yang si botak berikan. Dia mengira sedang memberikan saya perlindungan dan tempat yang aman. Padahal sebenarnya di sana saya merasa sedang berada dalam sangkar yang mengekang.

Hari ini saya keluar dari sangkar. Terbang bebas. Saya tidak tahu kemana hidup akan membawa saya. Satu hal yang pasti, saya akan terus berbuat baik dan mensyukuri apa yang Allah berikan kepada saya. Saya akan terus terbang.

Selama di sana cahaya masih terlihat, saya tidak peduli berapa kepak yang perlu saya ayunkan, saya akan menuju kesana.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

entah sudah berapa kali saya menulis tentang si botak tua ini.

semua persoalan hidup terberat saya saat ini rasanya berasal dari si botak tua.

dia meludahi saya dengan semua mimpi-mimpinya yang gagal terwujud.

sebagai orang yang harusnya mengarahkan saya sampai di ujung perhentian yang benar, malah menjadi orang yang selalu menyesatkan saya di tengah-tengah persimpangan antara jalan menetap atau pergi.

kali ini ceritanya berbeda, yang saya pertaruhkan bukan cuman diri saya sendiri. tapi istri dan masa depan rumah tangga saya. dari dulu saya tidak pernah menjerit, berteriak kesakitan kalau tubuh saya dikoyak habis. hati saya diracun oleh mulut berbisa nya pun saya hanya diam seperti bangkai yang sudah hilang nyawa.

terkadang saya melihat masa depan yang cerah dan lebih baik daripada tinggal menetap dan perlahan membusuk mendengar kemauan-nya yang berbau bangkai tikus.

setengah hidup saya, saya korbankan untuk berpura-pura menganggapnya bapak yang hebat. nyatanya tidak satu kali kematiannya saya jadikan fatamorgana.

beberapa hari yang lalu saya sering diperlihatkan oleh orang-orang yang rumahnya penuh dengan tumpukan emas tapi punya hati yang membumi. lalu saya melihat si botak tua dengan tumpukan emas yang hanya segenggam tapi egonya sungguh setinggi langit.

jika meminta dia dihilangkan dari bumi ini adalah dosa, maka bolehkah saya meminta agar saya saja yang pergi?

saya benar-benar capek. capek yang membuat saya berpikir bahwa kematian lebih masuk akal daripada hidup bersinggunan dengan si botak tua.

jika suatu saat saya pergi, sungguh dalam hidup ini dia tidak punya ikatan lagi dengan saya selain nama belakang.

saya bersumpah dengan nama Allah, ketika suatu hari saya pergi, saya akan pulang membawa segunung emas untuk menguburnya hidup-hidup.
Share
Tweet
Pin
Share
1 comments

 

hari ini hujan lagi.

hujan selalu turun bersama kerinduan akan hari sebelum kelahiran datang.

kadang-kadang kita menunggunya reda seperti menunggu kapan kematian memeluk.

hari itu saya singgah berteduh di teras rumah orang setelah bepergian entah kemana dengan motor.

sendirian.

entah kenapa saya selalu tersadar bahwa kita memang sendirian ketika hujan.

ya, kita memang sendirian.

tidak punya apa-apa untuk dipeluk selain kematian.

pencipta kehidupan menghamburkan sisa-sisa kebahagian.

manusia hidup hanya untuk memunguti kebahagiaan yang berserakan.

kadang yang kita temui kebahagiaan. kadang penderitaan.

seperti ayam yang menunggu untuk disembelih.

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

 

menjelang tahun 2025 hidup saya resmi memasuki babak baru. saya merasa akan ada banyak keputusan-keputusan besar yang saya buat dalam episode ini. saya kira setelah menikah saya akan diberi kesempatan untuk sedikit istirahat dan menghirup nafas panjang sebelum berlari lebih jauh lagi. tapi nyatanya menjadi tulang punggung di dua keluarga itu tidak mudah.

berhadapan dengan seorang bapak yang tidak bisa berkompromi dengan pendapat anaknya itu rasanya berat sekali. tidak ada celah bagi saya untuk mempengaruhi dan memberi masukan terhadap keputusan-keputusan tolol yang sudah dia buat. keputusan yang bebannya ia lemparkan ke pundak saya.

orang bilang 'enak ya kamu, punya orang tua yang sudah punya banyak aset untuk diwariskan ke anak-anaknya'. awalnya saya juga mengira akan begitu. tapi setelah dijalani, rasanya lebih baik berdiri di kaki sendiri, lepas dari bayang-bayang orang tua yang merasa dirinya punya hak atas hidup anak-anaknya yang sudah bisa memilih jalan hidupnya sendiri. dengan menerima dan hidup atas semua aset yang dia teruskan kepada saya, rasanya seperti berenang di kolam air asam yang pelan-pelan mengikis kulit saya hingga ke tulang belulang.

belum lama ancaman akan pertikaian dengan saudara ketika kelak mereka beranjak dewasa. sering sekali terjadi ikatan persaudaraan antara kakak beradik pecah hanya karena memperebutkan warisan.

meneruskan usaha keluarga memang terlihat menyenangkan. usaha yang sudah besar dan dikenal serta sistem yang sudah jadi, saya memang hanya meneruskan dan membuat semuanya menjadi lebih baik lagi. tapi tetap saja, saya tidak pernah tenang.

kelihatannya ini semua mudah di awalnya saja. besok-besok mungkin hidup akan jauh lebih berat lagi.

pilihannya hanya pergi dengan rasa berdosa, atau tetap tinggal dengan hati yang terjajah.

kedua pilihan itu terdengar tidak ada yang masuk akal dikepala saya.

satu-satunya yang masuk akal hanya menghilang atau mati.

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
hi kid. its ur dad.

hari ini ayah benar-benar merasa payah sekali dalam memilih dan menentukan pasangan hidup. seringkali keluarga harus turun tangan dalam menentukan siapa yg akan menjadi ibumu kelak.

dibantu oleh keluarga dalam mencari pasangan adalah hal yang paling memalukan. dalam hal pendidikan, pekerjaan dan kehidupan ayah pasrah menyerahkan semua pilihan itu diatur oleh keluarga. ini semua adalah resiko atas ketidakmampuan ayah dalam mencapai tujuan hidup yang ayah inginkan.

ketika ayah sudah berusaha, tapi kenyataan selalu tidak berjalan sesuai rencana. ayah hanya bisa memasrahkan diri atas takdir yang diluar kendali. atur sajalah bagaimana baiknya.

tapi perihal menentukan siapa yg akan menjadi ibumu nanti, entah kenapa ayah tidak rela orang lain ikut campur. biar saja mereka ikut campur tentang bagaimana ayah harus bekerja, bagaimana ayah harus berperilaku dan bagaimana ayah harus hidup. tapi untuk menentukan pasangan hidup, ayah ingin ceritanya berjalan sesuai skenario semesta. untuk kali ini saja, ayah ingin berjalan diatas jalan yg sudah ayah pilih sendiri.

manis, pahitnya, setidaknya itu pilihan ayah. baik, buruknya, setidaknya ayah yang akan bertanggung jawab atas pilihan ayah sendiri.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

 

Hai kid. Its ur dad. Ayah ingin menceritakan sebuah cerita yang sedikit pahit. Tapi barangkali bisa jadi pelajaran untukmu di masa depan.

Jangan pernah memberitahu orang tua atau keluargamu orang yang kamu suka sebelum kamu menjalin hubungan di tahap yang lebih serius dengan orang itu.

The sadness still going on. 

Bulan Januari kemarin hubungan Ayah dengan Mrs. Lemon Tea sudah berakhir. Masalahnya masih sama dengan postingan sebelum ini. Masalah yang ayah anggap kecil ternyata bisa jadi penyebab merenggangnya sebuah hubungan jika orangnya memang dari awal berniat menjauh. Sekeras apapun kita berusaha memperbaikinya, masalah tidak penting pun pasti akan dijadikan alasan untuk memberi batasan dalam sebuah hubungan.

Tidak mudah buat Ayah melewati semuanya. Beberapa kebiasaan-kebiasaan yang memacu hormon endorfin dan oksitosin saat menghabiskan waktu dengannya, terpaksa harus Ayah hilangkan secara paksa.

Tapi tulisan ini bukan tentang dia.

Bulan Februari kemarin, Ayah mengadopsi kucing. Namanya Miko. Untuk sejenak, Miko mengalihkan perhatian Ayah dari patah hati yang menyakitkan. Pulang mendadak menjadi bagian paling Ayah rindukan saat jauh dari rumah.

Miko selalu riang berlari menyambut Ayah di saat sampai di rumah. Kadang-kadang bau tainya cukup menyebalkan. Tapi rutinitas itu cukup membuat Ayah sibuk dan lupa bahwa kemarin hati Ayah hancur berkeping-keping.

Diam memandang Miko bermain adalah hal yang paling menyenangkan yang bisa Ayah habiskan sendirian di rumah. Akhirnya Ayah punya pelarian dari rasa kesepian.

Namun sayangnya semua hanya berlabgsubg sementara. Akhir Februari, Miko meninggal karena terkena virus Panleukimia.

The sadness still going on.

Sekali lagi hati Ayah patah. Anehnya kali ini bukan karena perempuan. Tapi karena kucing. Ayah tidak menyangka kehilangan kucing, bisa semenyakitkan ini. Ayah seperti kehilangan teman dan keluarga. Satu-satunya yang perlahan Ayah sayangi dan selalu ada pergi meninggalkan Ayah.

Hanya sebulan. Ayah hanya diberi waktu satu bulan bersama Miko untuk ditinggal pergi selamanya.

Saat itu Ayah merasa seperti tidak di izinkan untuk mencintai dan menyayangi apapun. Di saat Ayah menyukai seorang perempuan, ada-ada saja jalannya untuk pergi. Di saat Ayah belajar mencintai dan merawat kucing, kucingnya malah mati.

Tapi tulisan ini bukan tentang Miko.

Setelah melewati perpisahan-perpisahan yang cukup menguras perasaan. Ayah mencoba membuka hati dan belajar mencintai dari awal lagi.

Kali ini Ayah berusaha untuk membuatnya lebih masuk akal. Ayah belajar mencintai pilihan keluarga. Dan ya, Ayah berhasil.

Dengan senang hati, Ayah menunjukkannya di depan Kakekmu. Padahal Ayah belum kenal bahkan bertemu saja tidak pernah. Tapi di sinilah letak masalahnya.

Mendadak informasi itu menyebar ke keluarga besar tanpa Ayah minta. Responnya sangat baik. Mereka menerima bahkan mendukung. Pembicaraan mulai mengarah ke hal yang serius. Ayah ikut terbawa arus.

Harusnya ini menjadi kabar baik.

Kali ini Ayah berharap jalannya akan berakhir dengan baik. Beberapa kali Ayah bermimpi menikah dengan dia. Keluarga sudah setuju dan mendukung. Tapi yang jadi masalah, apakah dia mau?

Selepas lebaran, Ayah berusaha mensiasati lahirnya perasaan itu. Segala daya dan upaya Ayah lakukan untuk mencari celah di mana hubungan ini bisa berlanjut ke arah yang lebih serius.

But, the sadness still going on..

Kabar buruknya, baru saja, tanpa sengaja Ayah bertemu dengannya di sebuah kafe bersama seorang pria. Belakangan Ayah baru tahu kalau dia sudah punya pasangan. Itu pertemuan pertama dan yang paling menyakitkan.

Pahit? entahlah. Ayah hanya merasa capek. Capek mencoba dan memaksakan diri. Ayah takut ceritanya hanya akan menambah bekas luka lagi.

Ditengah angan dan harapan yang sedang ayah perjuangkan, selalu saja berakhir dengan cara yang tidak Ayah inginkan. 

Bulan ini, tepatnya bulan April, beberapa teman dekat Ayah akan segera melangsungkan acara pernikahan. Ada kebahagiaan. Ada juga kekosongan.

Ayah bahagia, akhirnya mereka semua berhasil melangkah ke jenjang yang lebih serius. Di saat yang bersamaan, Ayah merasa kekosongan itu makin terasa.

Terkadang kesunyian adalah obat di saat kepala Ayah mulai berisik. Tapi kali ini, kesunyian mulai menggerogoti kehidupan Ayah. Menyisakan lubang kesepian yang kian menganga.

Ditengah perjalanan ini, Ayah selalu membayangkan bagaimana Ayah dan Ibumu akan dipertemukan. Di mana kah dia sekarang? Apakah saat ini dia juga merasakan kecemasan dan kesepian yang sama? ataukah saat ini Ibumu sedang berada dipelukan orang yang salah? 

Untuk saat ini, barangkali Ayah mungkin tidak perlu mencari. Ayah hanya perlu mempersiapkan diri. Menikmati sepi dan mencukupkan hati.

2024 baru berjalan beberapa bulan tapi Ayah sudah banyak merasakan kehilangan dan kepahitan. 

Beberapa hari yang lalu Ayah mendengar seorang ustad dalam sebuah podcast berkata "Apa yang hilang darimu akan digantikan dengan sesuatu yang jauh lebih baik"

Ayah jadi teringat kata Napoleon Hill "Setiap kemalangan akan mendatangkan mudarat dan kebaikan yang setara atau jauh lebih besar"

Ayah curiga, habis ini hidup Ayah akan dibombardir oleh rejeki dan kebahagiaan.

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Hai kids. This is ur dad. 

Di saat orang-orang diluar sana sedang tren membuat konten seperti ini melalui video, Ayah minta maaf cuman bisa menyampaikannya lewat tulisan.

Hari ini tanggal 01 Januari 2024. Semalam orang-orang baru saja merayakan tahun baru melalui ledakan kembang api, perayaan makan-makan dan tiup terompet. Di malam yang riuh dan jalan-jalan yang ramai, entah kenapa Ayahmu ini memilih pulang ke rumah.

Beberapa jam sebelumnya Ayah berpindah dari tempat ramai satu ke tempat ramai lainnya. Ayah hanya merasa butuh teman. Berpikir bahwa berada di tengah-tengah keramaian akan membuat rasa kesepian itu pergi ternyata salah.

Ayah merasa seperti orang asing di antara sekumpulan orang-orang yang sedang bersuka cita merayakan pergantian tahun. Entah apa yang Ayah sedang cari malam itu.

Ledakan demi ledakan kembang api seperti penanda yang membuka pintu masa lalu. Mengingatkan Ayah akan tahun demi tahun yang ayah lewati dengan jalan sunyi dan perasaan yang sulit ayah definisikan.

Beberapa Minggu yang lalu Ayah melakukan kesalahan. Kesalahan yang Ayah pikir kecil tapi ternyata besar bagi Perempuan yang Ayah anggap akan jadi Ibumu

Saat ini Ayah sedang berdiri diantara jalan berhenti atau berjuang dengan keras kepala. Rasanya cukup melelahkan. Menebak-nebak perasaan orang itu seperti melukis diatas air. Tidak akan pernah selesai-selesai.

Ayah pikir, sepertinya negeri ini harus punya satu kurikulum yang khusus untuk mempelajari perasaan perempuan. Tapi setelah dipikir-pikir, rasanya percuma juga kalau kita tidak punya hubungan jelas seperti Ayahmu dan perempuan yang ayah anggap akan Ibumu itu.

Entah kenapa situasinya jadi benar-benar sesulit ini. Sudah dua minggu berlalu dan dia masih tetap saja begitu.

Ayah lupa kapan terakhir kali merayakan tahun baru dengan perasaan yang cukup. Selalu saja Ayah bersembunyi dibalik topeng riang gembira tapi diam-diam berharap kebahagiaan yang lebih dari hari kemarin.

Saat ini Ayah masih menulis cerita bagaimana Ayah bertemu dengan Ibumu. Sudah banyak draft cerita yang Ayah tulis, tapi endingnya selalu payah. Entah karena Ayah salah orang, entah karena konflik yang Ayah bingung mencari konklusinya, dll.

Di tahun 2024 ini, barangkali akan jadi tahun yang melelahkan. Ini adalah tahun yang mengerikan bagi Nenekmu. Saking mengerikannya Ia menghindarinya dengan cara pergi untuk selamanya.

Tapi ditengah rasa lelah itu, Ayah masih berharap 2024, akan menjadi tahun di mana Ayah akan bertemu Ibumu.

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

 

Haloo, apa kabar old friend? kalau saya update di blog ini, berarti kemungkinannya cuman dua. pertama, karena saya ingin cerita. Kedua, karena saya lagi kesepian.

Khusus untuk update kali ini, alasannya karena saya lagi kesepian aja dan ngga tau mau cerita ke siapa hahaha. tisu, mana tisu.

So, here we go again.

Mau cerita sedikit soall kejadian-kejadian seru di tahun 2022.

Menurutku tahun 2022 ini adalah tahun yang cukup produktif bagi saya sih. Walaupun masih banyak goals yang belum sempat saya kejar tahun ini. Tapi at least, ada beberapa yang berhasil saya wujudkan.


1. Punya lagu/ Band baru!



Diantara rencana-rencana di tahun 2022. Sebenarnya ini tidak direncakan. Prosesnya sempat saya ceritakan di postingan ini.

Saat tulisan ini ditulis, kami baru saja menyelesaikan proses rekaman single ke-dua. Rencananya untuk bulan depan sih bakal rilis. Untuk tahun ini, mau buat album. Mari kita lihat progresnya tahun 2023.

2. Launching buku ke-2; Jomlo 020



Selang setahun setelah buku Architecture 034 lahir. Buku kedua saya Jomlo 020 akhirnya menyusul kakak pertamanya. 

Kedua buku ini bibitnya lahir dari blog ini. Beberapa cerita saya kutip lalu masukkan ke naskah. Jadi kalau dulu saya tidak aktif menulis di blog ini, bisa jadi buku-buku itu tidak akan pernah lahir.

Untuk tahun 2023, saya sedang menyiapkan kandungan untuk buku ke-3 seri diary komedi. Kalau tidak ada halangan menerjang, juga akan terbit setahun setelah buku kedua terbit. Semoga lancar, dan yang paling penting, laku!

3. Kursus bahasa inggris


Jadi sebenarnya setelah wisuda tahun 2019 lalu, saya sudah berencana untuk ikut kursus bahasa inggris di Kediri. Tapi sayangnya banyak hal yang tidak sesuai rencana. Tiba-tiba pandemi datang, Mama sakit dan musibah demi musibah berdatangan satu  persatu. 

Makanya tahun 2022 kemarin, saya baru menyempatkan untuk ikut kelas kursus bahasa inggris online di jagobahasa.com (bukan promosi).

Kalau tidak salah, saya ikut mulai dari bulan Agustus sampai sekarang. Itu sudah berapa bulan ya? 5 bulan kalo nda salah.

Kalau dibandingkan dengan kursus offline, tentu lebih maksimal dan lebih bagus. Cuman karena kesibukan dan kerjaan, ini saja sudah bersyukur sekali sudah menyempatkan curi-curi waktu untuk ikut kursus.

4. Tamatin Naruto



Sebagai fans sejati Naruto sejak kecil, saya terakhir ngikutin serienya sewaktu masih SD di Global Tv. Setelah episodenya diulang-ulang  terus sama Global tv sampe bikin saya muak dengan kelanjutannya.

Tapi Allhmdulillah, sekarang saya baru berhasil menamatkan keseluruhan episodenya tahun 2022 kemarin. Banyak momen mengharukan yang bikin ingat masa kecil. Di lain tulisan akan saya bahas.

5. Goodreads Reading Challengen 2022


Terhitung sejak tahun 2016 sampai hari ini, saya sudah aktif mengikuti reading challaenge di goodreads. Enam tahun! waktu benar-benar tidak terasa cepat berlalu.

Tahun 2022 kemarin saya cuman menargetkan membaca sedikit buku dengan ketebalan yang lebih banyak dibanding challange sebelumnya. Kalau dilihat statistiknya saya cuman berhasil menyelesaikan 16 buku dan salah satu buku yang paling tebal itu Sapiens karya Yuval Noah Harari.

6. Punya tab baru

Entah ini pencapaian atau bukan. Tapi saya senang sekali tahun 2022 saya akhirnya bisa beli gadget dengan hasil jerih payah sendiri. Hehehe.

Seumur hidup baru kali ini saya beli gadget baru. Biasanya cuman bekas. Rencananya tab ini mau saya pakai untuk bikin-bikin konten di instagram. Biar ada rasa tanggung jawab juga buat terus produktif.

7. Mendirikan media musik

Sama seperti lahirnya band Suaraya. Ini juga diluar dari perencanaan saya, Hahaha.

Semuanya berangkat dari spontanitas akan kebutuhan media musik di kota kelahiran saya. Makanya jadilah Pinrang Indie.

Semoga media ini bisa jadi penggerak dan kedepannya memantik teman-teman di Pinrang untuk menghasilkan karya mereka sendiri.

Sebenarnya masih banyak lagi kejadian-kejadian seru di tahun 2022 yang ingin saya ceritakan. Di tahun ini saya dipertemukan dengan banyak teman-teman yang seru dan sefrekuensi. Selain itu, tahun 2022 saya belajar banyak hal yang baru, salah satunya musik.

Mungkin sampai sini saja dulu. Tidak sabar ingin menceritakan cerita-cerita menarik di tahun 2023!. Sampai ketemu tahun depan!


Share
Tweet
Pin
Share
No comments

 

Beberapa hari terakhir ini, timeline tiktok saya dipenuhi konten seorang perempuan dengan rambut panjang kering, pipi merah dengan eyeshadow tebal yang kontras, jualan gorden sambil nyanyi dan joget-joget, 10 gelombang kiri, 10 gelombang kanan dengan suara nyaring. 

Saat orang-orang terhibur nonton konten-konten seperti itu, saya malah takut. Ini penyihir Azkaban kok bisa-bisanya jadi penjual gorden? Apa karena voldemort udah mati?

Kok orang-orang seperti itu bisa viral di tiktok? Beberapa kali saya menonton videonya untuk menemukan value entertaining-nya dan mencoba memahami kenapa orang ini viral. Tapi tetap saya justru malah takut


Kak Jill saat diundang ke Brownies

Saya tidak tahu kenapa makin kesini konten-konten viral di Tiktok jusru malah makin aneh. Sebelum Kak Jill viral, ada sebuah dukun yang sudah viral duluan karena mencoba membuktikan ilmu kebal di depan khalayak media.

Saya sih bodo amat dan tidak peduli. Mau dia kebal atau tidak, tapi kalo dia falling in love with people we cant have, pasti rasanya sakit juga. 

'Istilah kata' tidak ada orang yang bisa benar-benar kebal dari patah hati. Rasa sakit itu pasti selalu menemukan cara lain untuk masuk ke diri kita. Jika rasa sakit fisik tidak mempan, maka rasa sakit psikis yang akan bekerja.




Orang-orang seperti ini sepertinya memang tidak akan pernah habis di Indonesia. Saya bisa mengatakan bahwa selain kaya dengan sumber daya alam. Indonesia juga kaya dengan sumber daya orang aneh-nya.

Walaupun begitu, saya justru senang kalo makin banyak orang-orang seperti mereka viral. Mereka adalah bahan baku/ bahan mentah untuk kreator meme, standup comedy-an dan para konten kreator di Indonesia untuk dijadikan konten-konten yang menghibur.

Kalo dipikir-pikir, mereka juga sama sekali tidak merugikan masyarakat Indonesia (Lebih ke mempermalukan diri sendiri sih). Daripada yang banyak viral malah koruptor yang merugikan pajak APBD ratusan ribu masyarakat Indonesia?

Teman-teman pilih mana?

Share
Tweet
Pin
Share
7 comments
biasanya orang kalo makan di tempat umum pasti memperhatikan etika, penampilan dan sopan santun. saya adalah tipikal orang yang kalo makan kayak orang yg tidak pernah makan dua hari. kalo makan dirumah rasanya tidak lengkap kalau tidak sambil standar kaki sambil ngecap.
beda lagi kalau makan di tempat umum kayak di kafe atau di restoran. beberapa makanan di restoran untungnya menyediakan alat makanan yg menunjang pengunjungnya agar tetap slay. makan nasi goreng disediain sendok/ garpu. makan kentang goreng disediain tisu. sejauh ini saya masih bisa menahan jiwa kerakusan saya dengan alat2 semacam itu.

malam ini situasinya berbeda. saat tulisan ini ditulis, saya sedang berkunjung ke kafe sendirian. dengan sotoynya saya memesan minuman soft drink dan burger. sebelumnya saya sudah pernah makan burger dan gagal terlihat slay. keliatannya lebih berantakan dan amburadul. saat saya menggigit tepian burger, di tepian lainnya isinya malah berhamburan. saya tidak pernah berhasil menggigit burger dengan sempurna. pasti ada2 saja isian yg berhamburan.

tangan saya berantakan, penuh saus. sudut bibir penuh dengan mayo. kesan kampungannya sungguh sangat tidak terhindarkan. 

situasinya tidak pernah serumit ini sebelumnya. saya biasanya makan burger di rumah, it means tidak ada yg memperhatikan. saya tidak pernah mempertimbangkan sebelumnya bagaimana rasanya makan burger dengan style seperti itu ditengah2 banyak orang di kafe sendirian.

di sebelah kiri kanan saya banyak perempuan, di depan saya sekumpulan laki2 duduk berhadapan dengan saya. 


sampai saat tulisan ini ditulis, saya masih memikirkan strategi yang tepat untuk melahap burger ini dengan tetap slay tanpa berhamburan kemana-mana.

saya benar2 tidak bisa membayangkan ditengah orang2 'gaul' ini, ada saya yg sedang makan burger berhamburan kayak orang yg tidak pernah makan dua hari.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

 

akhir-akhir ini entah kenapa saya sering mikir soal hal-hal yang menyangkut pernikahan. 

mikirnya saja sudah bikin perut saya mules.

gatau ya, tapi dalam waktu dekat ini saya sama sekali tidak berencana untuk menikah. mau menikah tahun ini juga sebenarnya belum ada rencana karena memang belum ada pasangannya.

kemarin saya sempat membayangkan, bagaimana jika tahun ini saya menikah. berimajinasi benar-benar menjadi hal yang seru dilakukan untuk uji coba bagaimana kesiapan mental kita saat ini. walaupun dari segi finansial saya masih belum mampu untuk menikah, tapi dengan berimajinasi terlebih dahulu, saya jadi punya gambaran bagaimana perasaan saya ketika sudah menikah.

dan anehnya saya justru merasa takut!

saya takut dengan konfliknya. saya takut membayangkan ketika saya harus berada satu kamar dengan orang yang sama seumur hidup. saya takut pembagian peran dalam rumah tangga yang sudah tertanam di otak saya sejak kecil, membuat saya berharap lebih terhadap pasangan saya. saya takut jika beban dan masalah hidup saya justru bertambah ketika saya sudah menikah.

saya takut saya tidak bisa terbiasa hidup dengan pasangan.


Share
Tweet
Pin
Share
No comments

kadang saya beberapa kali berpikir bahwa saya tidak butuh siapa-siapa selain diri saya sendiri di dunia ini. saya ingin menjadi mad rockata (mad max fury road), jon snow (game of thrones) atau hugh glass (revenant). berkelana seorang diri. memilih jalan hidup dan menentukan takdir dari pilihan kita sendiri.

berharap dengan seseorang itu menyakitkan. manusia selalu mengharapkan imbalan dari apa yang mereka lakukan. bahkan kebaikan selalu memiiki modus dibaliknya. tidak ada orang yang murni berbuat baik. bahkan kebaikan dari orang yang paham agama pun setidaknya masih mengharapkan balasan dari penciptanya.

kenapa orang harus berbuat baik? apakah itu perbuatan baik? bisa ngga ya kita berbuat baik tanpa mengharapkan penghargaan dari orang lain agar kita dianggap orang baik?

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Sehari yang lalu, tanggal 14 Februari hari tepat hari Valentine. Saya beli coklat di sebuah minimarket. Rencananya mau ngasih (sebut saja namanya) Fira. Seorang perempuan yg ngga tau kenapa hobi nanem benih buka mawar di kepala saya akhir-alhir ini. Kadang dia sering datang dalam bentuk harapan buat nyiram bunga-bunga mawar di kepala saya.

Saya pikir Fira sudah dapat coklat dari banyak cowok. Pukul 20.21 dia ngepost story yg intinya ngomong kalo dia belum dapet coklat dari siapapun. Saya inisiatif mau ngasih coklat buat dia. Tapi sayangnya pas sampai rumahnya, saya ngga tau rumah dia yang mana.

Saya nyari informasi ke temen2nya tapi slow respon. Pukul 22.30 hampir tengah malam. belum ada kabar dari siapapun. Barangkali ketiduran. Saya akhirnya pulang, dengan coklat di tangan. Saya mau ngasih coklat ini besok aja, kata saya dalam hati.

Esok hari, saya chat Fira. Tapi dia malah ngomong "Ngga usah kak, saya lagi perawatan gigi, ngga makan coklat"

"Ga papa, kasih orang rumah aja"

"Ngga usah kak, makasih 🙏"

Akhirnya, coklatnya saya makan sendiri. Rasanya? 

Pait.

***

Akhir-akhir ini saya ngerasa semesta kayak lagi banyak bercanda pas saya lagi ngedeketin seseorang. Contohnya beberapa Minggu lalu, pas abis launching buku Architecture 034 di sekitaran pantai Akkarena. Saya ngajak Inis ke pinggir pantai buat ngobrol-ngobrol doang. Inis itu salah satu junior di kampus yang kebetulan jadi panitia juga pas acara launching.

Waktu itu sekitar pukul tujuh malam. Lampu-lampu pinggir pantai Akkarena begitu syahdu. Saya jalan-jalan sendirian. Ngeliat debur ombak, cahaya bulan dan beberapa perempuan foto-foto di tulisan love di dermaga.

"Siapa yg sampai di ujung duluan, jodohnya Taehyung" perempuan-perempuan itu lomba lari sampai ke ujung dermaga.

Saya masih terus jalan sambil menghirup udara dingin malam itu. Dermaga pantai Akkarena banyak disinari lampu-lampu hias. Cocok sekali buat spot foto-foto malam hari. Di ujung dermaga, saya duduk dan berpikir seru kali ya kalo ada temen ngobrol.

Saya ngechat Inis, "Masih rapat?" 

Selesai acara, Inis dan teman-temanya memang lagi briefing di salah satu gedung pinggir pantai.

"Masih"

"Nanti kalo sudah selesai, ke sini ya. Bagus pemandangan langitnya" 

"Oh, iya kak"

Saya nunggu beberapa menit. Setelah itu Inis ngasi kabar, "Kak Rey di bagian mana?"

"Saya di dermaga yg banyak lampu hiasnya"

Dia akhirnya datang, pikir saya. Tapi sebelum sampai di dermaga dan chat itu terkirim. Seluruh lampu di pinggiran pantai Akkarena malah mati.

Gelap. 

Pantainya sudah tutup.

Saya cuman bisa ketawa dalam hati sambil ngomong ke Inis, "Kayaknya kita emang ngga ditakdirin buat ketemu deh"

***

Saya pulang dari pantai Akkarena sendiri. Sepanjang perjalanan cuman bisa ngeliatin jalan dan gedung-gedung tinggi. Momen kayak gitu biasanya menghadirkan perasaan-perasaan melankolis.

Kalo nginget kejadian tadi, Saya jadi inget momen beberapa tahun yg lalu. Kata beberapa orang, kalo lu ngga cakep dan ngga kaya, setidaknya jadilah laki-laki yg harum. Singkat cerita begini :

Saya ngedektin Ainun. Kami pdkt, basa-basi. Saya ngajakin dia jalan. Sebelum jalan sama dia, saya mesen parfum di shopee. 

Beberapa hari berlalu, Parfumnya belum sampai. Butuh waktu dua Minggu lebih, buat parfumnya sampai dirumah.

Pas parfumnya sudah sampai, Ainun akhirnya balikan sama mantannya. Akhirnya saya make parfumnya buat diri saya sendiri.

Baunya, bau-bau patah hati. Pait!


Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Older Posts

Tentang Reyhan Ismail

About Me

Seorang penulis blog yang bercita-cita menjadi Hokage

Follow Reyhan Ismail

  • goodreads
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • pinterest
  • youtube

Jumlah Reylovers

Categories

#curhat (17) Arsitektur (19) Award (2) Blog (13) Buku (2) Cerpen (6) chord (1) Curhat (14) Film (3) Kampus (7) Kesialan (18) Lagu (2) Liburan (4) Medsos (1) Opini (27) Pengalaman Pertama (7) Puisi (8) Review (8) Reyhan Ismail (43) Standup Comedy (1) Tips dan Trik (5)

Arsip Blog

  • ▼  2026 (14)
    • ▼  July 2026 (3)
      • waktu
      • free
      • lethologica
    • ►  June 2026 (2)
    • ►  May 2026 (7)
    • ►  April 2026 (2)
  • ►  2025 (3)
    • ►  December 2025 (2)
    • ►  September 2025 (1)
  • ►  2024 (3)
    • ►  April 2024 (2)
    • ►  January 2024 (1)
  • ►  2023 (1)
    • ►  January 2023 (1)
  • ►  2022 (15)
    • ►  November 2022 (1)
    • ►  October 2022 (1)
    • ►  August 2022 (1)
    • ►  July 2022 (1)
    • ►  June 2022 (2)
    • ►  May 2022 (2)
    • ►  March 2022 (1)
    • ►  February 2022 (3)
    • ►  January 2022 (3)
  • ►  2021 (10)
    • ►  October 2021 (1)
    • ►  September 2021 (4)
    • ►  August 2021 (1)
    • ►  July 2021 (1)
    • ►  March 2021 (1)
    • ►  January 2021 (2)
  • ►  2020 (6)
    • ►  December 2020 (1)
    • ►  October 2020 (2)
    • ►  August 2020 (2)
    • ►  January 2020 (1)
  • ►  2019 (10)
    • ►  October 2019 (1)
    • ►  September 2019 (3)
    • ►  August 2019 (2)
    • ►  June 2019 (1)
    • ►  February 2019 (1)
    • ►  January 2019 (2)
  • ►  2018 (10)
    • ►  October 2018 (1)
    • ►  September 2018 (1)
    • ►  August 2018 (2)
    • ►  July 2018 (2)
    • ►  April 2018 (1)
    • ►  March 2018 (2)
    • ►  February 2018 (1)
  • ►  2017 (10)
    • ►  November 2017 (1)
    • ►  July 2017 (1)
    • ►  June 2017 (2)
    • ►  May 2017 (3)
    • ►  February 2017 (1)
    • ►  January 2017 (2)
  • ►  2016 (31)
    • ►  December 2016 (4)
    • ►  November 2016 (6)
    • ►  October 2016 (5)
    • ►  September 2016 (4)
    • ►  August 2016 (2)
    • ►  March 2016 (4)
    • ►  February 2016 (3)
    • ►  January 2016 (3)
  • ►  2015 (17)
    • ►  December 2015 (2)
    • ►  November 2015 (5)
    • ►  October 2015 (6)
    • ►  September 2015 (1)
    • ►  August 2015 (1)
    • ►  March 2015 (2)
  • ►  2014 (2)
    • ►  July 2014 (2)

Tulisan yang viral

  • Video Call sama cewek tak dikenal
  • REVIEW FILM UANG PANAI' ; MAHAR(L)
  • My first "Dugem-dugem" (+18)

Tim Sukses

Baca buku skuy

2022 Reading Challenge

2022 Reading Challenge
Reyhan has read 1 book toward his goal of 25 books.
hide
1 of 25 (4%)
view books

Created with by ThemeXpose