• Home
  • Tentang Penulis
  • Kontak
    • Category
    • Category
    • Category
  • Buku
  • Portofolio
facebook twitter instagram youtube goodreads

Reyhan Ismail




2018

Halo. Ehm.
Saya kembali lagi. Hehe.
Ngga kerasa ya, sudah tahun 2019. Tulisan saya di blog tahun 2018 kalo dihitung-hitung ternyata cuman 10 biji. Kuantitas saya mengupdate blog ini makin lama makin menurun kalo diperhatikan.

Halah, kebanyakan alasan wkwkwk.

Kenapa ketawa saya jadi 'wkwkwkwk' ya.

Ada banyak poin resolusi yang sudah saya capai tahun kemarin. Tahun 2018 saya memang sengaja tidak terlalu fokus di blog. Ini pun untung-untungan bisa sampai 10 post. 

Berikut resolusi-resolusi itu :

Share
Tweet
Pin
Share
39 comments


Alkisah, ada seorang sahabat yang datang ke saya lalu bercerita tentang pengalaman pahit yang baru saja menimpanya. Sebut saja namanya Nain. Beberapa bulan yang lalu, pacarnya (kita sebut saja namanya Tina) memberi kabar bahwa seseorang telah datang melamar dirinya. 

Sialnya, orangtua Tina menerima lamaran tersebut. Alasannya karena faktor kedekatan orangtua dan kemapanan sang calon suami. Dan faktor kedua adalah; adat. Keluarga Tina berasal dari desa. Orangtuanya percaya bahwa tidak baik menolak lamaran seseorang. Jika sampai ditolak, maka tetangga akan memandang rendah mereka. Menganggap anaknya banyak mau, pemilih dan tidak tau bersyukur.
Share
Tweet
Pin
Share
9 comments



Reyhan Ismail, Wisuda, Sarjana, Skripsi, Universitas Muslim Indonesia, Arsitektur
Kalo saya sudah jadi raja Wakanda..

Setiap Ibu menelpon. Pasti pertanyaan itu selalu terselip di tengah-tengah atau diakhir pembicaraan. Pertanyaannya adalah :

“Jadi kamu kapan selesai?”

Kadang-kadang baru dua hari yang lalu dia nelpon buat bertanya hal itu, hari ini dia juga menanyakan hal yang sama. Dipikiran saya, mana ada sih orang yang mau lama-lama selesai? Jujur, saya juga sudah mulai bosan kuliah. Satu-satunya tujuan untuk datang ke kampus itu cuman satu. Yaitu : BUAT SELESAI KULIAH.

Semangat kuliah di awal-awal itu tidak seprti dulu. Kalo dulu, awal-awal semester kita
Share
Tweet
Pin
Share
10 comments

Reyhan Ismail
Sumber : Disini

Diluar hujan. Gerimis.

Saya duduk didalam kamar, makan biskuit sambil minum susu. 
.
Awalnya saya berpikir 'Apa yang dilakukan orang pas lagi makan biskuit sambil minum susu?' dan tiba-tiba gak tau kenapa saya kepikiran buat menulis.

Walaupun saya belum tau mau menulis apa, yang pasti diluar masih gerimis, biksuit dan susu saya juga belum habis. Bentar saya minum seteguk dulu.

Saya mengetik sambil mengunyah biskuit. Kress, kress, kress. Bunyinya saat dikunyah begitu. Sedangkan kalau minum susu, bunyinya Sruupp...., glekk....

Sampai sini saya mulai berpikir 'Enaknya menulis tentang apa ya?'

Bagaimana kalo review biskuit sama susu yang saya telan?

Ide bagus. 

Jadi biskuit yang saya makan namanya biskuit Nissin Crispy Crackers. Dibeli sendiri dengan uang orangtua dua hari yang lalu di alfmart. Sedangkan susu yang saya minum sekarang adalah, eh, bukan susu sih, lebih tepatnya Milo coklat panas yang ditaburi dua sendok gula dan setengah air panas diracik dengan tangan sendiri.

Bentar, saya ambil biskuit dulu.

Kayaknya itu saja. Oiya, disamping kiri saya ada buku Manifesto Komunis-nya Karl Marx yang tertumpuk dibawah buku Mein Kampf-nya Adolf Hitler. Sebelah kanan saya ada buku Zikir dan bacaan shalat yang bersampingan dengan buku Kitab lengkap EYD.

Kayak-nya cukup itu saja. Milo saya juga sudah mulai dingin dluar masih gerimis sedangkan biskuit masih banyak.

Dan terakhir, yang disamping kiri saya tadi adalah kebohongan besar, hehe :)
Share
Tweet
Pin
Share
18 comments



Semua ini mengingatkan ku kenangan wamil lima bulan yang lalu.
Vitruvius pernah mengatakan dalam dokumen arsip pribadinya tentang arsitektur bahwa ada tiga prinsip yang membentuk sebuah bangunan yaitu Firmitas, Utilitas dan Venustas. Dan diantaranya tidak berhubungan sama sekali dengan apa yang akan saya bahas ditulisan kali ini.

Oke, jadi ceritanya kadar konsistensi menulis blog saya mulai berkurang akhir-akhir ini. Entah kenapa. Tapi yang pastinya diumur saya yang ke 20 tahun ini, perasaaan saya mulai tidak enak. Saya mempunyai ekspektasi umur 20 tahun, dimana saya sudah menjadi apa yang saya inginkan, tapi nyatanya tidak dinyatakan oleh Tuhan.

Faktor kedua adalah saya bingung mau mulai dari mana. Dari blogwalking dulu atau menulis dulu? Dan akhirnya sampailah saya pada pada satu jawaban yg tidak ada penting-pentingnya sama sekali.

Share
Tweet
Pin
Share
20 comments


Tulisan ini diperuntukkan untuk merefleksi kembali tulisan-tulisan dan momen yang sempat saya abadikan ditahun 2016. Rencananya diposting minggu lalu, tapi dikarenakan akhir-akhir ini saya fokus mencari kekasih hati, postingan ini jadinya agak tertunda. Maafkan.

Oke, langsung saja. Mari kita memberikan penghargaan untuk tulisan-tulisan yang tidak bermartabat dibawah ini. 



-R-

1. TERHINA 


Tulisan terhina yang dimaksudkan disini adalah tulisan yang sukses merusak nama baik saya. Tulisan yang disambut dengan suka cita dan berbahagia oleh orang jahat yang membacanya. Dan tulisan yang saya tulis sepenuh hati dengan maksud hati ingin berbagi kesedihan. 

Setelah menimbang dan menganalisis dengan cermat. Saya memilih tulisan yang berjudul :

- MENJADI YANG TERHINA DI GROUP WEREWOLF TELEGRAM -


Silahkan dibaca bagaimana netizen zaman sekarang sukses merusak masa depan pemuda penerus bangsa seperti saya.

2. VIEWERS TERBANYAK


Untuk kategori yang satu ini, saya bisa menulisnya dengan hati yang gembira. Suatu pencapaian yang luar biasa buat saya pribadi ditahun 2016. Tulisan yang paling banyak dibaca tahun ini dengan viewers sampai saat ini sebanyak 5362 yang berjudul :

- REVIEW FILM UANG PANAI' -

Dari tulisan ini untuk pertama kalinya, saya bisa merasakan bagaimana dinginya suhu dipuncak page one. Yaa...selain keyword "Reyhan Ismail" atau "Davincioners".


3. KOMENTAR TERBANYAK


Tulisan dengan nama belakang terbanyak lagi-lagi diraih oleh tulisan yang membahas tentang review film dengan judul :


- REVIEW FILM ATHIRAH -

Sepertinya memang banyak yang mencari tulisan review-review film sebagai referensi sebelum menonton ya. Saya curiga jangan-jangan mereka yang baca review ini adalah penonton yang takut rugi. Takut kalo film nya tidak sebanding dengan harga tiketnya, hehe.


4. TERACUHKAN

Bisa dibilang tulisan ini adalah tulisan yang jarang dijamah dan kurang dapat perhatian. Berdebu dan membusuk. Bahkan saya sendiri malas membahasnya disini karna memang tidak penting. Bagi khalayak ramai yang tertarik membacanya bisa diklik dibawah ini :

- TULISAN ORANG SIBUK -

Kalo gak kuat, acungkan tangan ke diri sendiri.

5. TERBANGGAKAN

Satu-satunya hal yang dapat saya banggakan dari tulisan satu ini, karna untuk pertama kalinya dalam hidup saya berhasil memberantas mafia-mafia asmara di hari valentine. Tidak percaya? simak kisah heroiknya ditulisan ini :

- TUGAS KAMI SEBAGAI JOMBLO DIMALAM VALENTINE -

6. TERMEMALUKAN

Tulisan yang terpilih di kategori ini adalah tulisan yang seharusnya tidak tertulis. Tulisan yang membuat saya depresi dan malu amat sangat. Sungguh tulisan yang benar-benar tidak diharapkan ada keberadaanya. Dan tulisan yang saya harapkan tidak pernah terjadi malah terjadi ditahun 2016 ini. Judulnya adalah :

- KARENA YANG SPONTAN ITU MEMALUKAN -

TIDAK UNTUK DI SHARE! 
Tapi kalo maksa, bisa juga sih. Itung2 buat nambah viewers. Muehehe.

7. TERSEDIH

Seperti kehidupan. Hidup tak selamanya bahagia. Kadang kita harus meratapi kesedihan yang berlarut-larut, walaupun terkadang kesedihan saya ditertawakan. Saya tidak tahu, apakah muka saya tidak cocok untuk sedih atau saya terlalu cakep untuk bersedih. Saya tidak tahu. Yang pastinya ditulisan sedih ini, saya benar-benar sedih, huhuhu T_T

- TENTANG HARI ESOK -

Membaca tulisan diatas dapat membuat waktu anda terbuang dengan sangat sia-sia. Bijaklah dalam memilih bahan bacaan. Tulisan diatas sungguh tidak penting.

8. TERDOSA

Saya sudah tidak bisa berucap apa-apa lagi untuk tulisan satu ini. Tulisan yang terpilih dalam kategori ini adalah tulisan yang mencerminkan kejadian yang menghasilkan dosa besar buat saya sendiri dan mempengaruhi pembaca lainnya untuk membuat dosa yang sama. Judulunya adalah :

- VIDEO CALL SAMA CEWEK TAK DIKENAL -

Boleh dibaca. Tapi jangan dicoba!

9. TERPANCING

Tulisan yang masuk dalam kategori ini adalah tulisan teman-teman blogger yang terpancing untuk menyia-nyiakan halaman blognya untuk menistakan nama saya. Saya sangat mengapresiasi keberanian mereka yang menyinggung2 nama baik saya yang sudah dikenal didunia deep web ini. Sepertinya mereka semua ini sudah tidak sayang lagi dengan akun blog mereka sendiri. Keberanian yang patut diacungi jempol.

Berikut tulisan orang-orang berani yang sudah terpancing tersebut :

- NGE-BF BARENG REYHAN ISMAIL : SWISS ARMY MAN -
(Tulisan Ichastasya)

- MARI SELAMATKAN REY DARI KEJOMLOAN-
(Tulisan Niki Setiawan)

- HEADSET-
(Tulisan Haris Firmansyah)

Sebenarnya masih banyak postingan2 yang menyangkut tentang pencemaran nama baik saya. Cuman karna pencemaran nama baiknya tidak total, jadi saya agak mempertimbangkan kredibilitasnya. Lain kali kalo mau mencemarkan nama baik harus total, apalagi ini sudah tahun 2017.

10. TERBAIK

Untuk tulisan yang terpilih dikategori tulisan TERBAIK ini saya benar-benar mempertimbangkan nya sematang dan sebaik mungkin. Dan pilihan saya jatuh pada tulisan :

- KOMENTAR-KOMENTAR PEMBACA -

YAP! Tidak ada tulisan yang paling memberikan kesan selain komentar-komentar pembaca blog saya. Saya sangat berterima kasih kepada siapapun yang menyempatkan waktunya untuk membaca ataupun berkomentar diblog ini selama tahun 2016 yang tentunya tidak dapat saya sebut satu persatu.

Saya selalu punya prinsip, bagaimanapun komentarnya (nyambung atau tidak) saya pasti selalu menyempatkan waktu untuk membalasnya ataupun menghapusnya. 

Karna menurut saya dunia blog ini adalah sebuah ruang untuk berbagi kesepian yang mencerminkan perspektif diri sendiri. Dari tulisan dihalaman ini kita bisa diperhatikan dan kita bisa tahu bahwa kita tidak sendiri.

So, sekali lagi saya mengucapkan terima kasih buat tomorrow landing yang dissana. Semoga tahun ini saya bisa lebih produktif lagi untuk memproduksi tulisan-tulisan yang bermutu, ehe, ehe.



Share
Tweet
Pin
Share
32 comments

Sumber bacground
Jadi awalnya saya ikut karna melihat dua orang teman jurusan saya adalah alumni dari audisi tersebut dan gayanya lumayan keren2 dan gaoool-gaool semenjak ikut. Sebut saja dia Amel dan Puput, mereka adalah angkatan audisi tahun lalu dan kebetulan tahun ini audisi seleksinya dibuka lagi. 

Kebetulan kemarin saya sempet tulis kegiatan ini di postingan Woohoooo! Setelah puasa nulis 4 Bulan (Semuanya ada disini!)

Puput seringkali mempromosikan audisi yang telah membesarkan namanya di jagad Kecamatan ini di group angkatan saya, ada sih beberapa yang katanya mau ikut, tapi pada akhirnya hanya dua orang yang mewakili angktan saya yang bergabung, yaitu saya dan Nadia, yup, dia perempuan dan salah satu angktatan kami di arsitektur dan Universitas yang sama.

Kenapa memutuskan untuk ikut dalam audisi tersebut, karna panggilan alam, hehehe. 

Entahlah, hari itu saya kira seleksi audisinya sudah berakhir tetapi Puput bilang belum dan terus menerus mengajak saya untuk ikut, mungkin krna dia melihat ada potensi dalam wajah saya yang mirip Jason Mraz, muehehe...

Dengan hati yang hitam putih akhirnya saya memutskan untuk ikut audisi di hari terakhir. Pas sampai di RRI saya ketemu Puput yang berperan sebagai guru sekaligus bekingan saya. Kami kemudian memasang nomor urut yang ditempel didada. Sampai pada waktu yang membuat saya lumayan gugup,

ANTRI.

Dalam antrian menunggu nama dan nomor urut dipanggil untuk di tes, saya disapa sama salah satu peserta namanya Firman. Bukan. Ini bukan Firman-Kehilangan. Ini Firman peserta juga.

“Nomor urut berapaki’?”

“ Iya?”


“Nomor?”


“Oo, saya nomor 10262”


“Pilih lagu apa?”


“Lagunya Anji, Tentang rasa”


“Beuh, kebanyakan laki2 yang ikut pilih lagu ini, nadanya lumayan tinggi”


Ketika dia bilang nadanya lumayan tinggi disitu saya memberikan tatapan Jason Mraz. Sambil memasang headset lagi, tiba2 salah seorang peserta yang habis tes keluar dari ruangan, sebut saja namanya Jupain karna dia juga berkacamata mukanya pucat dan bekeringat. Penasaran Firman bertanya

“Bagaimana didalam?”

“Lumayan, setelah menynyikan lagu wajib, kita disuruh nynyikan lagu yang kita suka dan bisa”


Saya yang pura2 tidak dengar percakapan mereka ikut menyimak.

“Tapi lolos jeki?” Kata Firman

“Tidak….”


Awalnya, saya yang santai dan optimis lolos tiba2 kaget dan tambah gugup. Si Jupain saja yang gayanya keliatan oke tidak lolos, bagaimana saya yang modal style anak2 yang baru pulang dari kampus sambil pake sandal bisa lolos? Pikiran saya tmbah campur aduk ketika ada salah satu panitia yang bilang ke saya kalo kita tidak boleh pake sandal masuk kedalam ruang audisi. Saya bingung mau ambil sepatu dimana, mau pulang juga pasti tidak kesampaian, mau pinjam juga gengsi. Masa Jason Mraz pinjam sepatu ke Jupain. Akhirnya saya tetap tenang tidak melakukan apa-apa dan fokus dengar lagunya Anji, tentang rasa di Headset, berharap jurinya nnti bilang “Muka kamu mirip Jason Mraz, gak usah pake sepatu, kamu cocok pake sandal, topi “tompi” sama pake sarung”

Akhirnya nomor saya dipanggil. Saya masuk diruangan yang orangnya lumayan banyak. Didepan ada kursi juri. Dibelakang kursi juri ada tiga sofa yang diduduki mentor2 dari tiga kelompok yang siap melatih peserta yang lolos nantinya. Disana ada Amel teman yang saya sebut di awal paragraph tadi, dia jadi mentor, ada Puput yang jadi panitia dan satu lagi Dewi (kalo ini tidak tau siapa) teman satu angktan kami juga yang ikut nonton dan mungkin fans sama saya. Hueheheh.

Didalam ruangan Puput menanyakan sepatu. Saya bingung. Tapi akhirnya sebagai teman yang baik Puput memnjamkan sepatu salah seorang teman panitia nya. Allhmadulillah, disitu saya merasa bersyukur, terima kasih puput, kalo kamu membaca tulisan ini mohon dishare ke temanmu.

Setelah pake sepatu, saya menuju panggung, pas menghadap ke penonton mereka semua tertawa. Saya bingung apa yang mereka tertawakan, saya sudah pake sepatu, pasang nomor urut di dada. Ataukah mungkin wajah saya yang mirip Jason Mraz yang mereka tertawai? Selidik demi selidik ternyata Panggung nya dibelakang saya, saya pikir itu bukan panggung karna tingginya Cuma 10 atau 7 cm dari tegel dimana saya berdiri sekarang.

Oke, saya sudah mundur menaiki panggung mini, sekarang waktunya kita bilang It’s show time!! Sambil mengecek mic. Setelah siap, saya ditanya dulu sama juri lagunya apa yang akan dibawakan. Saya bilang dengan pede, Anji, tentang rasahhh (rasa nya didesahin supaya ala2 Syahrini) “oke”

Musik pun mengalun indah bersamaan dengan lantunan suara saya yang membawa bencana tsunami dan tanah longsor – Tamat

Tidak-tidak. Ini bukan cerita horror. Setelah menyanyi. Seperti dugaan saya juri menyuruh saya menyanyikan lagu yang saya sering nyanyikan, sayapun memilih lagunya Guns n Roses yang judulnya akan membuat kalian biasa-biasa saja yaitu Sweet child O mine. Biasa saja kan? Saya sudah memikirkan lagu ini ketika mendengar si Jupain tadi. Awalnya saya agak ragu2 bisa membawakan lagu ini dengan bagus, terakhir saya menyanyikan lagu ini ditempat karoke dn besoknya tempat karoke nya bangkrut.

Tapi dengan niat ingin menjadi yang berbeda dari peserta yang lain saya pun keluar dari zona nyaman dan mencoba peruntungan dengan lagu ini. Intro lagu ini pun mulai mengguncang perlahan, dan saya mulai masuk………. ke rumah sakit, kejang2. Maksudnya masuk ke bait pertama dan hasilnya semua orang tepuk tangan dan teriak, termasuk nenek saya yang masih dikampung.

Sampai di akhir lagu semua orang bertepuk tangan. Didepan, saya melihat Puput, Amel dan Dewi juga ikut tepuk tangan, ada rasa bangga juga sih, setidaknya saya tidak mempermalukan mereka termsuk Puput yang sudah meminjamkan saya sepatunya , terima kasih puput, kalo kamu membaca tulisan ini mohon dihack.


Tiket STUVO18
Tiket EMAS!
Finally , saya dinyatakan lolos oleh ketiga juri, saya diberi tiket untuk kebabak selanjutnya dan Puput, Amel dan Dewi mendekati saya lalu kami ritual sikap lilin bersama2 kemudian roll kedepan keluar ruangan sampai kerumah masing2. Maksudnya, mereka memberi selamat sebagai teman yang sangat baik.

Setelah mnyimpan tiket ke dalam tas saya pun pulang dengan perasaan bahagia. Pas dikoridor RRI saya mendegar trtawaan lagi, entahlah mungkin hanya imajinasi saya. Tapi pas keluar dari RRI saya diteriaki ……. ternyata saya lupa mengembalikan sepatu pinjaman tadi. Hedeehhh.

PS : Sampai tulisan ini diterbitkan saya mundur dipertengahan jalan, saat tiga babakan sudah saya lewati demi menyeimbangkan kegiatan yang sangat padat.

Oiya, bagi teman2 yang mau dengar suara saya yang tidak seberapa ini, putar dibawah :)



Punya soundcloud juga? bagi linknya dong! silahkan tulis dikolom komentar dibawah gaes!


Share
Tweet
Pin
Share
40 comments


Lagi hormat
Mohon maaf atas keterlambatan nya komandan pembaca setia! :D
Terhitung sejak hari Sabtu 26 Maret 2016, tulisan yang berjudul Re-Write Puisi hampir saja menutup rutinitas saya menulis di dinding layar yang kalian tatap sekarang ini. Berlumut, banyak jaring laba2nya dan banyak rindu yang tak tersampaikan dari pembaca2 setia blog ini.

Setelah beberapa jam beradaptasi kembali sambil mengecek2 perkembangan blog hasilnya dalam 4 bulan yang kosong tanpa tulisan yang terbit satu pun, pengunjung yang dihasilkan diluar dari ekspektasi saya. Luar biasa. 

Saya tidak menyangka bahwa komentar di blog saya meningkat menjadi DUA komentar!!! (hikss). Dalam empat bulan yang komentar cuma dua, itupun salah satunya jual obat hipertensi :(.

Bagaimana dengan pengunjung?


Ini termasuk kemajuan atau kemunduran ya?

Deropp. Sekali naik tetap menurun. Sepertinya blog saya memegang erat hukum gaya gravitasi -_-.


-R-

Saya absen menulis selama 4 BULAN lebih bukan nya tanpa alasan. Selain mood yang KALANG (kadang hilang) dan blog yang terlupakan. Kegiatan yang dimulai dari akhir Februari sampai minggu kemarin sangat padat! sepadat bulu ketiak samson betawi!

Selain menyebabkan saya lupa nulis, kegiatan2 biadab ini juga menyebabkan saya tidak pulang ke kampung halaman pas liburan semester. Disaat teman2 yang lain bersuka ria mengungkap rindu di kampung halaman dan keluarga masing-masing, saya tetap bertahan di kota. Sendiri. Lapar dan Membusuk. :v

Kenapa saya menyibukkan diri disaat libur semester? 

Salah satu alasan nya karna 2 Februari kemarin adalah hari kelahiran saya yang ke 19 tahun dan saya sadar umur saya semakin tua dan ketika merenung dalam kesendirian, saya selalu berfikir, apa yang telah saya capai diumur 19 tahun ini? apakah saya sudah cukup membanggakan orang tua saya dengan kondisi saya yang sekarang? bagaimana caranya supaya saya bisa menghashilkan uang sendiri? apa yang dapat saya lakukan untuk meraih mimpi saya?,

Pertanyaan2 itu terus berkutat didalam pikiran saya. Sementara itu waktu tanpa komando selalu berputar tak pandang bagaimana kondisi manusia sekarang. Bertambah dan terus bertambah mengurangi waktu untuk berproses. Sampai tiba pada saatnya kita akan berpikir untuk melakukan sesuatu, sesuatu yang mungkin berpengaruh besar terhadap hidup kita atau menambah ilmu dan skill kita terhadap apa yg ingin kita capai.

Ah, sudah cukup basa-basinya. Tulisan diatas adalah dasar dari alasan saya untuk selalu menyibukkan diri. Alasan sederhana nya, diwaktu umur saya 18 tahun, saya mempunyai target supaya bisa menghasilkan uang sendiri di umur 20 tahun nanti, nah makanya, saya mencoba beberapa pintu ini untuk mengetahui apa yang bisa saya lakukan terhadap hidup saya ini. 

Singkat cerita, dibawah ini adalah beberapa kegiatan dan rutinitas baru saya di bulan lalu sekaligus biang kerok kenapa saya lupa nulis, hehe. Yo, check this out!

-R-

1. Jadi Bendahara panitia HMI


(Sumber: Google)

    Kegiatan ini adalah awal dari kesibukan dilibur semester kemarin. Ceritanya saya kekampus untuk urusan kampus (iyalah!) karna rencananya besok saya sdah mau pulang ke kampung halaman (Pinrang). Tapi ada satu waktu pada hari itu saya ditarik untuk ikut rapat pembentukan panitia raker dan pelantikan HMI Komisariat Teknik secara mendadak. Sebelumnya saya sndiri juga tidak tau kalo ada rapat hari itu. Pada akhirnya saya ditunjuk jadi Bendahara panitia pelaksana, itung2 belajar jadi bendahara lagi karna sebelumnya sya sdah pernah jadi bendhara sewaktu masih SMP. huehehe

Dari sini saya belajar bahwa:
  a. Bendahara harus selalu siap siaga di markas panitia dan disisi ketua paniia                                                            (dibaca:Sekretariat)
  b. Pengeluaran dan pemasukan kegiatan harus jelas kemana arahnya. (dicatatat!)
  c. Selalu berikan pesan "Minta kwitansinya!" ke pada yang memakai uang panitia 
  d. Basahi jarimu ketika memegang dan menghitung uang.
  e. Usahakan hafal berapa uang bendahara yang kita pegang tiap hari. (antisipasi kalo ditanya)
  f. Terkadang kita mendapati uang siluman yang entah darimana asalnya. (dari situ saya juga tidak tau pelajaran apa yang saya dapat)
  g. Siapkan kantong celana tersendiri untuk uang bendahara.
  h. Kuncinya, ada diatas kulkas, jangan lupa dikunci kembali kalo mau keluar.

2. Ikut Adusi Nyanyi di RRI
     
Stuvo 18 adalah salah satu audisi vokal yang diadakan oleh RRI Makassar
(Sumber: Alam bawah sadar Google)
Entah darimana niat yang membuat saya masuk untuk ikut dalam audisi ini. Bermodalkan suara yang bagus dan keren (Buuuooooooohhh) dan ajakan dari salah satu teman. Saya memutuskan mengadu nasib disini, walaupun kegiatan dikampus juga sedang sibuk2nya. Tapi Allhmdulillah saya bisa lolos seleksi tes dan bertahan sampai babak selanjutnya. Diaudisi satu ini saya belajar banyak hal tentang kepercayaan diri diatas panggung, cara berpakaian rapi, cara menguasai panggung ketika bernanyi dan tentunya hal paling penting cara pegang mic!

Di audisi ini saya tidak terlalu punya banyak teman, entahlah mungkin ada paham atau gaya hidup mereka yang kurang menarik bagi saya, sampai sekarang saya baru punya satu teman, itupun dia adlah teman yang mengajak saya dari awal. Saya berharap bisa bertahan disini, minimal juara 1 lah... :v. 


STUVO 18
Ini salah satu foto saya yang paling putih. Yang keliatan agak gosong sdikit itu saya.
Foto ini diambil pas babakan Dangdut, saya waktu itu dapat lagunya Ridho roma - Menunggu
Babakan yang sudah saya lalui setelah lolos seleksi adalah babakan Up-Beat (POP), Dangdut dan Rock, hingga sekarang saya masih bertahan. Oiyaa, tiap babakan atau penampilan nya kami tampil di panggung besar Auditorium RRI Makassar juga disiarkan di Radio RRI 96,8 MHz Loh! jadi ada rasa bangga juga. Walaupun tidak smpai masuk TV, setidaknya ada suara tidak ada gambar hehe, adapun lagu2 yang saya bawakan mulai dari seleksi sampai sekarang adalah:

1. Tes/ Seleksi             : Anji - Tentang rasa & Guns N Roses - Sweet child O Mine
2. Babakan POP         : Adera - Lebih Indah
3. Babakan Dangdut   : Ridho roma - Menunggu
4. Babakan Rock         : Bon Jovi - Always

Babakan nya diadakan sekali sebulan, jadi ada waktu sekitar 3 minggu untuk latihan wajib, itupun seminggu sekalli, belum termasuk latihan tambahan.  

3. Jadi Sekertaris panitia  kegiatan HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) Arsitektur


Ini nih logonya!!!..
(Sumber: Laptop sendiri)

     Kalo kegiatan satu ini waktunya sangat panjang. Puncak acaranya ada pada bulan September! kegiatannya juga ada berbagai macam dan merangkai! keseluruhan ada enam kegiatan sampai bulan September! (kejang2). Selama hidup saya belum pernah jadi sekertaris sebelumnya. Yang saya tau sewaktu LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan) pas SMA, Sekertaris adalah panitia yang paling sibuk dari Ketua panitia dan panitia yang lain. Peran nya sangat vital dalam kepanitiaan dan terbukti saya tidak terlalu sibuk. Huehehee. Kesibukan sya hanya berkutat pada surat, surat dan surat. Kebanyakan rumit nya terletak pada susunan surat yang saya buat dan kelemahan saya kemarin adalah sulit untuk bangun pagi!.

Padahal ada beberapa surat yang harus di tanda tangani sama Ketua Jurusan, Ketua Panitia, Pengurus Himpunan atau Wakil Dekan 3! dan beberapa diantara mereka sngat sulit untuk ditemukan keberadaan nya dan datang nya pagi sekitaran jam 9 - 11. Disitulah cobaan terberat ketika harus bangun jam segitu -,-.

Kedua, jarang berkonsultasi ke senior pengurus himpunan. Saya memang orangnya pemalu apalagi kalo tidur, suka malu2. 


-R-

Dan jadilah kegiatan nya selesai begitu saja, saya sdah lupa detailnya, oiya, tulisan diatas tadi trakhir sya tulis bulan Mei sekarang bulan Juni baru Update lagi -,- huaaaahhh.....lagi2 disibukkan. Kali ini sibuk karna tugas kuliah.... Mohon maaf komandan!

Langsung saja fotonya sya upload 


Festival Arsitektur dan Edukasi 2016 Universitas Muslim Indonesia
Bukan, bukan.
Ini bukan pas lagi makan mic, yang ini pas penampilan akustik persembahan dari panitia FASAD34.

Festival Arsitektur dan Edukasi HMA UMI 2016
Menghayati lagu.
Pas buka mata "Mas, mas udah sampai cibubur mas"

Reyhan Ismail
Nah, disini, tepatnya pas Festival adalah pengalaman pertama saya menjadi MC kekinian.
Bermodalkan kepercayaan diri, keberanian dan kebiasaan diatas panggung waktu audisi nyanyi RRI



Himpunan Mahasiswa Arsitektur UMI 2016
Disni saya belajar, kalo MC itu kebanyakan bilang "Iya, betul sekali", "Apa itu mba/mas?", dan teriakin nama tim orang secara bersamaan.


HMA UMI mengadakan kegiatan Festival Arsitektur di Auditorium Al-Jibra
Ini semua panita festival yang sudah bekerja keras selama kegiatan berlangsung. Mohon jangan ditanya kami sudah mandi atau belum. :)

Oiya, kegiatannya sempat ditunda sehari karna sesuatu masalah teknis dan masalah konspirasi hati. Tapi overall semuanya berjalan lancar dan kompak. 

Setelah festival, besoknya dilanjutkan dengan kegiatan Talkshow tentang arsitektur sekaligus pengumuman lomba di acara Festival kemarin, saya nginap dikampus dan iya! saya tidak mandi2. Berikut salah satu fotonya :


Talkshow ini diadakan tahun 2016 di Auditorium Al Jibra
Ini kami sedang berada di acara Talkshow "Hitam -  Hitam Hijau Lumut" Adapun jargonya adalah "Kalo gak Hitam? Gak lumuttt!!!!"

Himpunan Mahasiswa Arsitektur UMI
Ini dia, para pemenang lomba akustik di festival kemarin, dari kiri ke kanan, yang pake jilbab Juara 1 dengan nama band kutil-kutil (lupa, pokokonya ada kutilnya), sebelahnya Juara 2 dengan nama band Gank sekolah, yang kemeja biru Juara 3 Perwakilan dari Unhas dan yang terakhir juara favorit, nama bandnya Nenekku seorang kapiten.
Masih banyak lagi foto yang belum sempat di upload, cuma kalo diupload semua, nannti kayak LPJ. 



4. Ikut lomba paduan suara antar Fakultas


Perwakilan Fakultas Teknik UMI
Ada yang liat saya dimana?
Iya, demi melanjutkan eksistensi di dunia tarik ulur suara, saya dipanggil oleh teman seangkatan di Arsitektur untuk mewakili Fakultas teknik dalam lomba yang diadakan oleh kampus.  

Awallnya agak ribet, kadang seminggu kami hanya latihan 1 kali kadang tidak sama sekali. Bahkan kami tidak pernah latihan dengan anggota yang lengkap. Latihan full anggota hanya terjadi waktu  H-1 penampilan,  Ribet kan?

Akhirnya, kami memanfaatkan hari terakhir latihan tersebut dengan bermalam semalaman di satu rumah. Oiya, ada hal yang tidak biasa dimalam ketika saya tidur, dimana saya diperkosa secara biadab oleh teman saya sendiri!!!

Kebetulan waktu itu kami (laki-laki) tidur dibagian ruang tamu, dan ceweknya di kamar yang  punya rumah (Amel), nah, kebetulan juga saya yang paling cepat ngorok, biasa lah ya, disiplin waktu untuk tampil besok. 

Tapi ditengah2 perjalanan dalam mimpi, tiba2 saya terbangun dengan gaya tengkurap dengan bok*ng terangkat sekitar 70 cm. Dialah Chaidir yang telah melakukan kekerasan seksual terhadap saya :( Dengan muka yang tak bersalah dia melakukan gerakan memperkosa dngan gaya yang tidak keren. Selain itu saya juga mndngar suara trtawaan dari tman2 yang lain (mungkin gue digilir ye?). Namun sbagai laki belia yang ga tau apa2 saya tetap tidur.

Besok paginya baru si Chaidir mengakui perbuatan bejatnya dan akan mempertanggung jawabkan kalo aku hamil :(. 

Oke, kita lupakan tragedi cinta satu malam yang dilakukan oleh si bejat Chaidir. Besoknya kami tampil dengan memakai seragam adat Toraja yang disponsori oleh Fakultas Teknik UMI. Oiya, makan siang nya juga disponsori oleh dosen kami Pak Andas. Terima kasih pak. Berikut fotonya:


Paduan suara arsitektur UMI
Yang ini foto sebelum tampil di depan jurusan, bersama dekan 3 Fakultas Teknik

Maaf, Saykoji sama Bruno Mars mau foto

Juala lomba paduan suara UMI 2016
Yang ini setelah tampil dan Allhmdulillah kami mendapat juara harapan 1

Hari itu bisa saja, kami yang jadi juara 1, namun dikarenakan adanya beberapa kesalahan formasi yang kami lakukan, mempengaruhi nilai dari juri, mungkin lain waktu akan saya ceritakan yang pasti kesalahan ini cukup menggelitik. But, prestasi ini cukup membanggakan bagi kami, mengingat wktu latihan yang sedikit, tapi piala ini sudah maksimal

5. Ikut lomba akustik 

Biar gak basa basi, langsung saja saya upload cuplikan video nya, di lomba ini kami tidak dapat juara, hanya pengalaman yang sangat luar biasa!


-R-

Dan sampailah saya pada titik ini, akhirnya saya bisa menyelesaikan tulisan ini dengan khidmat seperti upacara bendera peringatan hari kemerdekaan Indonesia kemarin. 

Salah satu fakta dari tulisan ini adalah, tulisan ini ditulis tersendat-sendat dan sangat dipengaruhi oleh yang namannya mood. Awalnya saya menulis tulisan ini bulan Mei, lalu sempat terlupakan, kemudian teringat lagi pas bulan Juni, lalu terlupakan lagi, begitu seterusnya sampai bulan ini. Agustus. Judulnya pun sempat berubah2 angka dan kegiatan nya ada yang saya tambahkan. 

Kedua, tulisan ini pertama dibuat pas libur setelah semester 3 dan terakhir ditulis pas liburan setelah semester 4, jadi bisa dibilang tulisan ini dibuat selama satu semester!

Ketiga, Banyak perkembangan2 dari kegiatan diatas yang tidak saya tulis karna waktunya belum kejadian waktu itu. Jadi saya memilih untuk menceritakan nya di post yang akan datang.

Keempat, masih banyak kesibukan2 kecil yang tidak sya tulis. Kegiatan diatas hanya kegiatan yang penting.

Untuk teman2 blogger yang lain, beginilah contoh kalo kita nulis pake mood. Tulisan yang bisa ditulis sebentar,  jadi panjang dan lama klo kita pake mood, sebuah pelajaran berharga untuk saya, semoga juga untuk kalian. 

Ingat, selalu luangkan waku untuk menulis, sesibuk apapun itu agar kita smua bisa menjadi penulis yang produktif. 

Sekian dari saya, semoga bermanfaat :)
Share
Tweet
Pin
Share
16 comments

Halo, apa kabar? mdah2an masih baik ya :D
Bagi kabarnya yang tidak baik, istirahat lah dulu, tidak perlu memaksakan mmbaca tulisan orang yang bukan siapa2 ini :)  

(fikir-fikir dulu mau tulis apa)

Semenjak punya banyak teman blogger, saya merasa tidak sendiri. Rasanya seperti, ada-ada saja yang mau meluangkan waktunya dari kesibukan dunia luar yang serba ribet demi memperhatikan dan saling menyemangati tulisan blogger satu sama lain. Saya sangat salut degan dunia blogger personal ini.

Setiap orang punya alur cerita masing2. Entah mereka yang diciptakan pemalu, pemberani, baik hati, sombong, iri hati, kaya, miskin, tampan, jelek (kayak penulis ini, tapi sedikit ganteng juga sih), yang merasa sempurna ataupun yang ditindas. Semua cerita mempunyai tujuan hingga saling berkolaborasi mmbentuk satu layar film yang disebut kenangan.



Jadi pecundang? siapa takut!. Sumber disini

Diantara karakter diatas, saya bisa digolongkan dikategori seorang "pecundang". Iya, saya seorang pecundang. Krakter fisik yang normal tidak menguatkan hati dan mental saya sebagai seorang jagoan yang selalu dikagumi, di elu-elukan, dicintai banyak perempuan dan punya segalanya.

Sejak kecil saya terbiasa mengalah. Karna teman. Tidak banyak orang yang rela jadi yang paling belakang demi teman2nya. 

Kalo mengingat masa kecil, saya senang ketika main petak umpet, teman2 tertawa bersama mnikmati permainan ini saat yang "jadi" tidak pernah diganti. Saya sangat jarang mnjadi orang yang "sembunyi". Tman2 yang lain terlihat mnikmati jika ada diantara kami yang diejek2 karna tdak prnah mnjadi orang yang "sembunyi" dan itulah saya. Tidak jarang saya menangis krna ditertawakan, berkelahi? setiap minggu saya berkelahi, tidak pndang umur lawannya siapa, tapi mau apalagi? tidak banyak diantara mereka yang mau mengakui kekalahan, biasanya klo bgitu, bnyak yang brtengkar, permainan jadi tidak seru dan tidak asyik. Mkanya saya senang "kalah" demi mnghindari prtengkaran hanya krna sbuah prmainan. (taukah kalian? hidup  juga seperti itu)


Wajah orang ganteng
Wajah2 bocah habis kencingin diri sendiri.

Bgitupun permainan lain. Saya sdah terbiasa ditertawakan apalagi di Bully, bgitu seterusnya sampai saya beranjak dewasa dan berjanji tdak akan pernah berkelahi lagi, trakhir saya berkelahi dan di Bully pas lulus SD.

Soal cinta?

Hahahh, saya tidak bisa berbicara banyak tentang "itu". Saya tidak pernah pacaran smpai sekarng. Bahkan sampai sekarang saya tidak pernah berani mengungkapkan perasaan pada seorang perempuan yang saya cinta sejak kelas 4 SD. Lucu rasanya mengingat dulu stiap hari semasa SD hanya bisa memandangi dia dari jauh, hasilnya pelajaran Matematika saya juga selalu paling belakang, hehee.

Ceritanya waktu itu dia selalu gonta-ganti pacar dan orang yang pacaran sama dia lebih dominan laki2 jagoan atau terkenal, punya mobil dan ganteng, intinya populer lah.
Jika dibandingkan dengan saya, hahahh. "Apalah daya seorang pria pengecut yang berbicara soal cinta jika brucap "Hai?" atau skedar membalas senyum pun hanya diadukan pada secarcik kertas dan sepotong bulan." Saya selalu merasa minder jika membandingkan mantan2nya dngan kepopuleran saya sndiri. Ibarat ikan badut dan ikan hiu.

Mengungkapkan perasaan itu sulit pada orang yg benar2 kita cintai. sama halnya dengan "Mencintai setulus hati hampir sama dengan mempcundangi diri sendiri".


Bagaimana dengan pergaulan?

Jujur, dari dulu smpe skarang saya tidak suka bergaul dngan teman yang gayanya paling "High class", seperti mereka yang naik mobil ksana kemari, nongkrong ditempat2 kekinian yang tidak jelas, orang2 populer, penguasa (yang kerjaan nya ngajak berkelahi), orang egois ataupun orang kurang percaya diri. Kenapa? Alasannya ada banyak. 

Pertama, memamerkan dan menyombongkan benda2 pemberian orang tua bukan gaya saya. Bahkan smpai skarang saya slalu brusaha untuk tidak banyak minta sama orng tua. Keadaan bgitu bisa memaksa saya brfikir kreatif "Bagaimana caranya supaya saya bisa menghsilkan uang sndiri sedini mungkin?" hasilnya pas SD saya bisa mnghsilkan uang lewat gambar anime yang dipesan lalu dijual ke teman2. SMA saya menjual Papercraft atau mainan dari kertas yang hasilnya dibelikan baju laricci Pramuka yang jrang anak pramuka yang punya waktu itu. "Bagi saya, selalu ada kepuasan trsendiri jika berhsil membeli barang yang diimpikan dengan uang sendiri."



Ini nih, yang namanya Papercraft. Hrganya waktu itu djual mulai 20-50 ribu. Lumayan. Hehe. (fotonya masih tersimpan)



Kelas 12 IPA 2 SMANSA Angkatan 2014
Yang saya pake itu namanya baju "laricci" kain nya tbel, Dibelinya dipesan dulu. Harganya 250 ribu kalo ga salah

Kedua, menunjukkan kehebatan dengan cara berkelahi bukan cara saya. Kehebatan tolak ukur nya ada di prestasi. Sehebat apapun kita berkelahi, membuat orang nangis smpe takut dengan kita, sama saja dengan nol. "Kita hidup, bukan untuk ditakuti, tapi untuk mencari eksistensi lewat prestasi". Dengan alasan itu baru masuk SMA saya gencar masuk banyak organisasi mulai dari Pramuka, pencak silat, Paskibraka (tidak lolos), IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah), dan KPA (Kelompok Pecinta Alam) Kompas celebes. Tujuannya, mencari jati diri, prestasi dan belajar mengelola organisasi. Bgitupun sekarang, didunia kampus. Kemarin baru seminggu lebih menjadi MABA saya sudah masuk HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) dan beberapa bulan brikutnya mergabung di UKM Seni (Unit Kegiatan Mahasiswa). Mungkin dipost selanjutnya akan saya ceritakan.

Saya lebih suka bersahabat daripada berteman, karna sekali lagi satu sahbat lebih berarti daripada ribuan teman dan mereka tak beda pecundang nya dngan saya. Tidak populer, tidak tampan rupawan, bukan idola dan beberapa bujangan (jomblo) saya jadi ingat sajak Aan mansyur.

"Aku senang berada di antara orang-orang yang patah hati. Mereka tidak banyak bicara, jujur, dan berbahaya. Mereka tahu apa yang mereka cari. Mereka tahu dari diri mereka ada yang telah dicuri."

Sama seperti yang Aan mansyur katakan. Mereka berbahaya. Apa yang ingin mereka capai selalu dilakukan dengan kerja keras atas dendam pembuktian bahwa pecundang2 seperti mereka juga bisa berada diatas puncak kesuksesan. Tak jarang dari mereka berucap "Gunakan uang sebaik mungkin, kasihan orang tua dikampung".

Sama seperti saya, mereka tidak suka menjilat atau memuji2 guru atau senior supaya mndapat kedudukan. Mereka tidak pandai dengan hal itu. Bergaul dengan yg tua (dibaca: senior, asisten dosen, dosen, dll) saja kami malu2 tak seperti mereka yang populer. Kami lebih banyk diam memperhatikan dan ikut tertawa jika disinggung.


Tapi dalam hal kerja, kami nomor satu. Kata "Talk less, do more" sepertinya lebih cocok pada kami yang tidak banyak bicara dan menjilat, tapi banyak kerja.

Kembali ke saya.

Bagaimana dengan keluarga?

Saya dibesarkan bisa dibilang dengan cara otoriter dengan orang tua saya. Kenapa? karna dari kecil saya tidak sngat jarang diberi kesempatan mengutarakan pendapat, apa yang orng tua bilang, itu yang harus saya lakukan. Mungkin karna pekerjaan mereka hanya punya sedikit waktu untuk saya. Selain anak sulung, smua adik saya juga laki2. Jadi bisa dibayangkan bagaimana kakunya situasi didalm rumah (post selanjutnya akan saya critakan). Smpe skarang saya sbagai anak laki2 skaligus anak sulung msih blum berani mengutarakan pndapat trhadap kdua orang tua saya. Bagaimana? pecundang kan?

Dari kesemua ke-pecundangan, saya berfikir bahwa semua kesenjangan ini, ke-ter-bawahan ini, secara tidak sadar membentuk mental saya, merubah mental dan sikap saya yang dulunya slembek pohon pisang menjadi sekuat phon kelapa.

Intinya jangan pernah sesali setiap bagian atau scene hidup mu, sepahit apapun itu, seburuk apapun itu, dan se-memalukan apapun itu. Percayalah lah siapapun dari kita yang hidup didunia ini berarti untuk orang lain ataupun untuk diri kita sendiri. 


Mengalah juga bukan masalah besar, kebanyakan orang melecehkan kebenaran universal demi mempertahankan ego nya masing2, mereka takut kalah dan menuntut kesempurnanaan trhadap dirinya sendiri. Tapi soerang pcundang brtindak apa adanya, jujur dan berani meredam egonya sendiri demi kebaikan orang banyak.

And then, smpailah saya pada satu titik balik dimana saya merasa menjadi pecundang adalah proses dan saya sadar sedang berada didalm proses itu. Hanya menunggu waktu dan benih keberanian untuk datang kembali dan mencabut buah dari hasil proses tersebut.

Proses dimana pecundang akan jadi pemenang!

From Loser to be a Victory! 


For the last, I'm proud to be a loser!
Share
Tweet
Pin
Share
25 comments
Older Posts

Tentang Reyhan Ismail

About Me

Seorang penulis blog yang bercita-cita menjadi Hokage

Follow Reyhan Ismail

  • goodreads
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • pinterest
  • youtube

Jumlah Reylovers

Categories

#curhat (17) Arsitektur (19) Award (2) Blog (13) Buku (2) Cerpen (6) chord (1) Curhat (14) Film (3) Kampus (7) Kesialan (18) Lagu (2) Liburan (4) Medsos (1) Opini (27) Pengalaman Pertama (7) Puisi (8) Review (8) Reyhan Ismail (43) Standup Comedy (1) Tips dan Trik (5)

Arsip Blog

  • ▼  2026 (14)
    • ▼  July 2026 (3)
      • waktu
      • free
      • lethologica
    • ►  June 2026 (2)
    • ►  May 2026 (7)
    • ►  April 2026 (2)
  • ►  2025 (3)
    • ►  December 2025 (2)
    • ►  September 2025 (1)
  • ►  2024 (3)
    • ►  April 2024 (2)
    • ►  January 2024 (1)
  • ►  2023 (1)
    • ►  January 2023 (1)
  • ►  2022 (15)
    • ►  November 2022 (1)
    • ►  October 2022 (1)
    • ►  August 2022 (1)
    • ►  July 2022 (1)
    • ►  June 2022 (2)
    • ►  May 2022 (2)
    • ►  March 2022 (1)
    • ►  February 2022 (3)
    • ►  January 2022 (3)
  • ►  2021 (10)
    • ►  October 2021 (1)
    • ►  September 2021 (4)
    • ►  August 2021 (1)
    • ►  July 2021 (1)
    • ►  March 2021 (1)
    • ►  January 2021 (2)
  • ►  2020 (6)
    • ►  December 2020 (1)
    • ►  October 2020 (2)
    • ►  August 2020 (2)
    • ►  January 2020 (1)
  • ►  2019 (10)
    • ►  October 2019 (1)
    • ►  September 2019 (3)
    • ►  August 2019 (2)
    • ►  June 2019 (1)
    • ►  February 2019 (1)
    • ►  January 2019 (2)
  • ►  2018 (10)
    • ►  October 2018 (1)
    • ►  September 2018 (1)
    • ►  August 2018 (2)
    • ►  July 2018 (2)
    • ►  April 2018 (1)
    • ►  March 2018 (2)
    • ►  February 2018 (1)
  • ►  2017 (10)
    • ►  November 2017 (1)
    • ►  July 2017 (1)
    • ►  June 2017 (2)
    • ►  May 2017 (3)
    • ►  February 2017 (1)
    • ►  January 2017 (2)
  • ►  2016 (31)
    • ►  December 2016 (4)
    • ►  November 2016 (6)
    • ►  October 2016 (5)
    • ►  September 2016 (4)
    • ►  August 2016 (2)
    • ►  March 2016 (4)
    • ►  February 2016 (3)
    • ►  January 2016 (3)
  • ►  2015 (17)
    • ►  December 2015 (2)
    • ►  November 2015 (5)
    • ►  October 2015 (6)
    • ►  September 2015 (1)
    • ►  August 2015 (1)
    • ►  March 2015 (2)
  • ►  2014 (2)
    • ►  July 2014 (2)

Tulisan yang viral

  • Video Call sama cewek tak dikenal
  • REVIEW FILM UANG PANAI' ; MAHAR(L)
  • My first "Dugem-dugem" (+18)

Tim Sukses

Baca buku skuy

2022 Reading Challenge

2022 Reading Challenge
Reyhan has read 1 book toward his goal of 25 books.
hide
1 of 25 (4%)
view books

Created with by ThemeXpose