• Home
  • Tentang Penulis
  • Kontak
    • Category
    • Category
    • Category
  • Buku
  • Portofolio
facebook twitter instagram youtube goodreads

Reyhan Ismail

 

Saya memulai menulis di blog ini kalo ngga salah tahun 2014. Tepat  6 tahun yang lalu. 

Udah lama juga ya. 

Dari sana saya melatih kemampuan menulis. Mulai dari menulis catatan harian, review film, sampai menulis puisi.

Dari blog saya mendapatkan banyak teman. dari Makassar bahkan sampai ke berbagai pulau di Indonesia. Dan sampai sekarang bahkan kami masih sering saling sapa walaupun melalui medsos. 

Blog adalah perjalanan awal saya dalam mencapai mimpi saya sebagai penulis. Sebuah langkah awal yang saya tempuh untuk mengasah diri dan berkolaborasi dengan teman-teman blogger di luar sana.

Walaupun sudah jarang apdet seperti dulu. Saya masih tetap mempunyai keinginan kembali aktif menulis yang telah membesarkan nama saya ini (Apaan dah, sejak kapan nama saya besar)

Sekarang saya lebih sering merintis karir di Twitter dan lagi sibuk-sibuknya merangkai kata demi kata untuk dijadikan buku. Doakan semoga cepat kelar ya.

Pokoknya, sejauh apapun media saya berkarya sekarang, blog adalah tempat semua perjalanan saya di mulai. Selamat hari blogger nasional. Semoga blogger-blogger di luar sana masih bisa menunjukkan eksisternsinya di jaman dengan arus informasi yang serba cepat ini. Bhayy!

Share
Tweet
Pin
Share
1 comments



Crowde, Reyhan Ismail, Petani, Petani kaya, Sawah, Investasi
Sumber : Dokumentasi Pribadi

Banyak yang beranggapan orang miskin itu orang yang bodoh, orang yang malas bekerja dan orang yang tidak mempunyai kempentesi. Orang miskin bukan berarti mereka bodoh dan malas bekerja. Tanpa di sadari, di sekeliling kita ada sistem dalam sebuah jaringan pekerjaan yang belum di kelola secara baik dan efektif. Sehingga sistem tersebut tidak berpihak pada masyarakat golongan kecil. Seperti itulah yang terjadi pada para petani yang ada di negeri kita. Indonesia.

Petani sampai sekarang masih dipandang sebagai pekerjaan yang identik dengan kemiskinan. Masih banyak dari masyarakat kita yang merasa tidak percaya diri dengan status mereka sebagai petani. Tidak heran, banyak dari para petani ini yang rela banting tulang mengumpulkan uang untuk menyekolahkan anak-anak mereka supaya tidak bernasib sama dengan orang tuanya.
Share
Tweet
Pin
Share
2 comments


Alkisah, ada seorang sahabat yang datang ke saya lalu bercerita tentang pengalaman pahit yang baru saja menimpanya. Sebut saja namanya Nain. Beberapa bulan yang lalu, pacarnya (kita sebut saja namanya Tina) memberi kabar bahwa seseorang telah datang melamar dirinya. 

Sialnya, orangtua Tina menerima lamaran tersebut. Alasannya karena faktor kedekatan orangtua dan kemapanan sang calon suami. Dan faktor kedua adalah; adat. Keluarga Tina berasal dari desa. Orangtuanya percaya bahwa tidak baik menolak lamaran seseorang. Jika sampai ditolak, maka tetangga akan memandang rendah mereka. Menganggap anaknya banyak mau, pemilih dan tidak tau bersyukur.
Share
Tweet
Pin
Share
9 comments



Reyhan Ismail, Wisuda, Sarjana, Skripsi, Universitas Muslim Indonesia, Arsitektur
Kalo saya sudah jadi raja Wakanda..

Setiap Ibu menelpon. Pasti pertanyaan itu selalu terselip di tengah-tengah atau diakhir pembicaraan. Pertanyaannya adalah :

“Jadi kamu kapan selesai?”

Kadang-kadang baru dua hari yang lalu dia nelpon buat bertanya hal itu, hari ini dia juga menanyakan hal yang sama. Dipikiran saya, mana ada sih orang yang mau lama-lama selesai? Jujur, saya juga sudah mulai bosan kuliah. Satu-satunya tujuan untuk datang ke kampus itu cuman satu. Yaitu : BUAT SELESAI KULIAH.

Semangat kuliah di awal-awal itu tidak seprti dulu. Kalo dulu, awal-awal semester kita
Share
Tweet
Pin
Share
10 comments


Reyhan Ismail, Jomblo
:)

Berbicara soal jomblo, seorang kawan pernah mengatakan pada saya bahwa :

"雷汉是最帅的, 雷汉是最帅的 雷汉是最帅的 雷汉是最帅的 "

Setelah merenungkan perkataannya selama berbulan-bulan, saya berpikir bahwa ada benarnya juga. Jomblo bukan berarti sendirian. Orang-orang jomblo alasannya, ya cuman memang tidak laku saja. 

Share
Tweet
Pin
Share
21 comments





“Setiap kelompok berisi tiga orang. Terakhir penunjukan SPK (Surat Perintah Kerja) dua minggu, mulai hari ini.”

Begitulah pengantar yang diberikan Ibu Suba sebelum kami mulai mencari tempat Kerja Praktek. Nama lengkap Ibu Suba adalah Ibu Subaidah.

KP atau Kerja Praktek Perencanaan adalah magang yang berfungsi untuk menambah pengalaman kerja mahasiswa arsitek dengan terjun langsung di kantor konsultan perencanaan arsitektur. Mulainya semester 6.

Semua mahasiswa mulai sibuk mencari kelompok yang bermutu demi menyelamatkan dirinya masing-masing. Dalam proses mencari kelompok seperti ini, mahasiswa pintar dan rajin biasanya cepat laku, sedangkan mahasiswa yang terkenal malas dan kurang pintar biasanya harap-harap cemas mencari kelompok secepat mungkin. Dan yang paling parah adalah mahasiswa  goblok yang tidak tahu diri. Biasanya kalo momen rebut-rebutan teman kelompok seperti ini mereka cuman diam dan sok jual mahal, nunggu dipanggilin atau menunggu di kasihani.



Saya dengan sigap, mulai mencari-cari teman yang diperkirakan belum punya kelompok namun cerdas nan rajin, supaya bisa saling melengkapi. Tanpa merendahkan kualitas diri dan tetap jual mahal, mata saya langsung mencari Ulla. Orang yang termasuk pintar dan rajin di angkatan.

“Ehm, bro, kau sudah punya kelompok kah?”
“Iya rey, sudah ada, saya satu kelompok sama Aziz dan Aris”
“Oh, sudah cukup 3 berarti”
“Coba tanya Agus, dia belum punya teman kelompok kayaknya”

Ulla benar-benar tidak tau bagaimana si Agus. Satu kelompok dengan dia sama saja dengan bunuh diri. Dia memang ramah dan bersahabat, kalo sampai di kampus dia selalu menyapa “Selamat pagi” pada teman-teman. Walaupun hari sudah sore.

Ditambah saya yang cepat terpengaruh dengan pergaulan. Kalo kita satu kelompok, mungkin yang datang ke kantor cuman harapan yang menunggu kepastian.

Selesai kuliah saya langsung berjalan menuju jurusan sambil meneriman kenyataan bahwa semua teman sudah punya kelompok. Bahkan si Agus katanya juga sudah punya. 

Tunggu dulu. Kelompok dermawan mana yang mau menerima si Agus?.

Sambil berjalan menuruni tangga, saya bertanya ke group angkatan. Barangkali masih ada teman yang belum dapat kelompok. Tiba-tiba pesan masuk. Dari Tiwi.

Tiwi : Kita satu kelompok saja.
Rey : Satunya siapa lagi?
Tiwi : Satunya Masrurah. Cukup kan bertiga?
Rey : Oiya, kalo begitu saya masuk dikelompokmu.

Satu kelompok dengan Tiwi dan Masrurah bukanlah ide yang buruk. Walaupun cuman saya yang cowok. Tapi setidaknya mereka berdua termasuk teman yang rajin.
Seminggu berlalu, berbekal google maps dan link dari senior, saya sudah hampir mendatangi lima kantor yang ada di list. Diantaranya adalah ;

1.      PT. Terserah Kamu
Saya dapat kontak kantor ini dari salah satu senior. Kantor ini adalah prioritas utama. Karna katanya, bos yang ada diperusahaan ini baik sekali, karna walaupun tidak pernah masuk kantor, bosnya tetap kasih nilai A buat mahasiswa yang magang disana. Sungguh kantor idaman orang seperti Agus.

2.      PT. Konsultan Geografis
Ini salah masuk kantor…

3.      PT. Punya Teman Om
Saya dapat kantor ini dari Om yang kebetulan punya banyak teman konsultan perumahan. Katanya proyeknya banyak. Perumahan. Anggarannya besar-besar semua. Tapi sampai sekarang belum ada kabar. Kayaknya proyeknya perumahan wallet.

4.      PT. Jangan Main-Main
Kantor ini pernah ditempati juga sama senior. Saya dapat alamatnya juga langsung dari senior. Waktu itu saya datang sendiri. Pas habis ketuk-ketuk pintu, tiba-tiba om-om keluar dari garasi mobil sambil menelpon.

“Iya, kenapa?”
“Saya mau tanya om, di sini PT. Jangan Main-Main ya?”
Tangan om itu langsung menggeleng-geleng. Memberi isyarat ‘bukan’.
“Oiya, makasih om”

Tangan om itu masih menggeleng-menggeleng. Saya baru mengerti waktu dia menunjuk handphone di telinga kanannya dan bilang :

“Sorry, bukan kamu. Ini lagi nelpon”



Masih sambil menelpon, si om langsung menyuruh saya masuk lewat garasi kantor itu. 

Melewati koridor, saya sampai di kantor tempat kerjanya. Di ruangan kantor itu, semua orang pada sibuk, ada yang mendesain lewat komputer, sketsa gambar, menghitung RAB dan ada yang diskusi gambar. Sedangkan saya memperhatikan semuanya dari luar kantor sambil gemetaran. Ini saya belum memperkenalkan diri dan menjelaskan niat datang kesini, tiba-tiba langsung di suruh masuk.

“Kamu duduk di sini dulu, nanti saya panggilkan Pak Taufik”

Bermodalkan tekad dan rasa tidak punya malu yang tinggi, beberapa menit kemudian saya langsung disuruh bicara sama pemilik biro konsultan tersebut.

“Jadi, kamu anak yang mau magang di sini?” Saya heran, tiba-tiba Pak Taufik langsung tau maksud kedatangn saya ke sini, walaupun belum pernah saya kasih tau.

Belakangan, saya baru tau, ternyata anak magang yang di maksud Pak Taufik itu adalah Kak Adi dan Kak Johan, dua senior yang kebetulan mau magang di sana juga. Mereka yang lebih dulu menghubungi Pak Taufik secara langsung buat datang ke sana, minta izin. Tapi secara kebetulan yang datang secara membabi buta malah saya.

FYI, mata kuliah Kerja Praktek Perencanaan ini membatasi mahasiswanya magang minimal satu kelompok di satu biro konsultan. Lebih dari satu kelompok di satu biro konsultan tidak di perbolehkan. Bisa di simpulkan salah satu kelompok kami, yaitu kelompok saya dan kelompok Kak Johan harus mengalah salah satunya untuk bisa magang di tempat Pak Taufik. Pilihan ke duanya jika tidak ada yang mau mengalah adalah perang skill siapa yang lebih layak. Setelah dilihat-lihat ke dua teman kelompok saya (Tiwi dan Masrurah) ternyata tidak terlalu memiliki skill mumpuni, begitupun saya. Maka saya memilih opsi ketiga ; Bikin perusahaan sendiri.

Akhirnya kami memutuskan untuk tetap bertahan di tempat Pak Taufik, menunggu kelompok Kak Johan mengalah. Seminggu setelahnya saya mencium bau-bau keguguran dari kelompok kami. Masrurah di duga tidak memenuhi syarat untuk mengikuti Kerja Praktek Perencanaan ini, beberapa nilainya di vonis masih ada yang bermasalah. Sekarang tinggal ada saya dan Tiwi. Melihat kemampuan kami yang tidak seberapa dan dibayang-bayangi oleh pertanyaan Pak Taufik waktu itu

“Kamu bisa pake Sketchup sama AutoCad kan?
Dan dengan sombongnya saya berkata “Iya, bisa pak”
“Hitung anggaran bangunan bisa?”
Dengan sombongnya lagi saya berkata “Bisa, bisa pak. Di kampus sering belajar itu, hehe”
Kenyataannya nilai mata kuliah Manajemen Proyek ku waktu itu dapat nilai E.

Maka dengan itu, demi kemaslahatan kelompok. Saya sebagai ketua kelompok memutuskan dengan berat hati untuk membubarkan kelompok ini secara sepihak. Kemudian berkhianat ke kelompok Kak Johan. Ehehe.

Iya, saya masuk ke kelompok Kak Johan yang kurang satu orang. Disitu saya merasa egois karna mememilih keputusan sepihak tanpa meminta persetujuan Tiwi. Terkadang kita memang harus memilih keputusan yang pahit karna cuman itu keputusan yang paling logis. Saya selalu berusaha berpikir logis dalam setiap mengambil keputusan. Seperti keadaan yang mengancam karir mahasiswa saya ini.

Hari-hari selama di kantor saya mengenal beberapa orang baru. Selain Pak Taufik, saya juga mengenal Kak Yudi dan Kak Fathur. Mereka berdua yang membimbing kami selama di sana. Selain itu ada juga Mba Yuni yang tidak lain adalah istri Pak Taufik, katanya asli orang Jogja. Ada juga Opa, saya tidak tau nama aslinya, yang jelas selama saya di sana, orang-orang hanya memanggilnya Opa. Umurnya sekitar 60-70-an. Selama di sana saya paling suka mendengar cerita-cerita Opa sewaktu masih muda. Dia dapat beasiswa S2 di Jerman, pernah bekerja di perusahaan Oil and Gas. Saya banyak dapat inspirasi dari Opa. Di umur yang begitu tua, dia masih tetap bekerja dan tidak mau menyusahkan orang lain, terutama anak dan cucunya.

Dan yang paling saya ingat adalah si Ade, anaknya Pak Taufik. Kalo tidak salah dia anak pertama dari dua bersaudara. Si Ade ini masih SMP. Badannya gendut. Saya perkirakan beratnya 60-70 Kg. Rambutnya keriting tidak terlalu panjang. Di minggu-minggu pertama saya masuk kantor, si Ade ini tanpa sungkan langsung menjabat tangan kami satu persatu dan bilang :

“Perkenalkan, saya Ade. Saya manajer di sini” dengan mulut berminyak sambil mengunyah pisang goreng.

Waktu itu saya langsung percaya dan langsung tunduk dan hormat sama Pak Ade ini sebelum satu hari di kantor saya menemui dirinya berseragam pake dasi dan celana panjang biru tua sambil main game dengan telinga tertutupi headset. Ternyata masih SMP!

Tahu si Ade ternyata masih SMP, saya tidak bisa langsung menaboknya begitu saja. Beliau masih saya hormati karna si Ade ini tetap anaknnya Pak Taufik. Bos kita semua. Hingga di minggu terakhir magang, saya di permalukan olehnya.

Sore itu beberapa hari sebelumnya saya tidak masuk kantor karna ada beberapa kesibukan di kampus. Setelah menghilang beberapa hari di kantor, saya mulai merasa canggung untuk datang ke sana lagi. Apalagi Kak Johan bilang saya di cari sama Pak Taufik beberapa hari terakhir. Hari itu saya memberanikan diri untuk datang ke kantor. Awalnya orang-orang kantor biasa-biasa saja dan tidak ada yang bertanya “Kemarin kamu kemana?” atau “Kok baru muncul?” bahkan Pak Taufik juga tidak bertanya apa-apa.

Hingga sore hari, dua jam sebelum pulang saya duduk di depan komputer sambil mengerjakan gambar yang ditugaskan. Tiba-tiba si Ade datang
“Wah, wah, wah. Ini nih” tangan panjang dan berlemaknya langsung nunjuk ke saya.

Saya berusaha dan pura-pura sibuk melihat computer.
“He! He! Pura-pura tidak liat lagi. Siapa lagi namanya ini?”

Sadar, daripada dia tambah ribut dan jadi perhatian orang satu ruangan saya langsung nengok ke dia

“Iya?”
“Kamu, kenapa baru datang? Kemarin-kemarin menghilang tidak ada kabar”
“Hahaha” Berusaha menahan malu.
“Ini, kemarin sibuk asistensi tugas di kampus, hehe”
“AH! Banyak alasan juga, sekalian saja besok-besok tidak usah datang (berhenti).” 
“Hehehe” waktu itu tidak tau mau ngomong apa lagi selain ngetawain diri sendiri, orang-orang satu ruangan langsung melirik ke saya. Saya malu setengah mati. Harga diri saya langsung rontok saat itu juga. Pulpen jatuh dibawah meja, saya pura-pura tunduk berlama-lama buat mengambilnya sambil menghilangkan efek ‘malu’ yang mendera. Kalo bisa sih nunduk aja terus, gak usah bangun-bangun.

Walaupun punya manajer yang ceplas ceplos seperti si Ade. Pada akhirnya kantor ini tetaplah kantor pertama dan terbaik yang pernah saya tempati. Dari semua kelompok mahasiswa yang Kerja Praktek, cuman kantor ini yang memberikan ‘uang saku’ perminggu buat mahasiswa magangnya.

KP Perencanaan, Reyhan Ismail, Magang, Arsitektur, Proyek
Salah satu mandor yang paling keren sedang berfoto di lokasi proyek.
Saya sangat berterima kasih kepada Pak Taufik karna sudah menghargai hasil kerja kami di sana. Tidak sekedar memanfaatkan tenaga anak magang untuk menyelesaikan semua pekerjaannya tanpa memberi pelajaran sesuai latar belakang pendidikannya (disuruh bikin kopi misalnya). Tidak banyak orang-orang seperti Pak Taufik ini diluar sana yang mau menghargai dan memahami arti sebuah desain. Kebanyakan orang-orang masih memandang sebelah mata dan menganggap desain itu adalah pekerjaan yang mudah.

Mereka hanya belum paham bagaimana rasanya mengkhianati teman kelompok sendiri dan dipermalukan anak SMP. T_T

-----

Sumber GIF : https://giphy.com/

Share
Tweet
Pin
Share
8 comments


Kuliah jurusan arsitektur, Reyhan Ismail, Rumah minimalis, Desain rumah minimalis, sarjana arsitektur, wisuda, skripsi


Ditulisan ini saya sama sekali tidak bermaksud menjelek-jelekkan jurusan dan fakultas lain. Ini hanya dari hasil pengamatan saya selama dua menit, dalam membanding-bandingkan jurusan arsitektur dengan jurusan dan fakultas lain. Sungguh, tidak ada maksud untuk mengatakan bahwa jurusan lain lebih mudah menjalani kuliahnya daripada jurusan kami. Saya menulis ini hanya untuk menghindari orang awam yang menyamakan semua jurusan dimuka bumi dengan bertanya “Si Mukidi (anak ekonomi) sudah selesai – 4 tahun – kamu kok belum?”, “Si Ciwang (anak hukum) sudah selesai – 3,5 tahun – kamu kapan?”, “Si Doel (anak betawi asli) sudah selesai, kamu jangan malas-malas kuliahnya dong”

Share
Tweet
Pin
Share
13 comments


Oke, tulisan ini akhirnya dibuat setelah beberapa kali terusik oleh kamu, perempuan yang terjebak dalam pria yang salah dan untuk kamu pria yang takut kehilangan jawaban ketika ditanya "Si anu, mana?".


Sebenarnya saya sudah terusik dengan hal ini beberapa tahun terakhir. Semenjak saya tinggal serumah dengan teman laki-laki yang menurut pandangan saya, sama sekali tidak menghargai perempuan. Tulisannya saya tulis disini.

Dua minggu terakhir, sesuatu seperti ini (tanpa saya minta) datang dan kembali mengusik saya. Saya sebagai orang yang tidak pernah merasa ‘memiliki sesorang’ sepertinya layak untuk mempertanyakan hal ini kepada kamu yang pernah merasakannya. Saya tahu cinta itu buta, saya tahu jatuh cinta itu ‘tai kucing bisa rasa coklat’ tapi ya, tidak begini juga.
Share
Tweet
Pin
Share
7 comments


Reyhan Ismail, Kolokium, Universitas Muslim Indonesia, Arsitektur


Hari itu saya sangat ingat, hari Rabu 4 Oktober 2017. Hari dimana-Kita sebut saja namanya- Pak Bambang menerima judul “calon” tugas akhir saya dengan perasaan yang penuh dengan apresiasi.

Share
Tweet
Pin
Share
21 comments


Salah satu tempat yang sering dijadikan lahan tempat parkir.
Lokasi : Jl. Boulevard Panakukang Makassar

Dalam postingan kali ini, saya akan membahas beberapa hal menyangkut etika dalam ber-arsitektur yang sering saya temui di Makassar.

Di kota-kota besar seperti Makassar, dijalan-jalan umum yang terdapat bangunan komersil disisinya, kerap kali saya menemukan sebuah ruang tempat parkir dimana tempat parkir tersebut tidak tertata dengan baik. Akibatnya seringkali ruang yang tidak tertata ini sering menimbulkan kemacetan di jam-jam yang padat lalu lintas.

Satu titik yang bisa menjadi contoh tempat parkir liar di Makassar yaitu di Jl. Boulevard (samping Mall Panakukang). Di jalan bahu ini bisa kita temui maraknya terjadi parkir liar yang mengganggu arus lalu lintas di jalan tersebut apalagi dipagi dan sore hari, dimana biasanya orang-orang berangkat dan pulang dari aktifitasnya sehari-hari.

Selain mengganggu arus lalu lintas, tempat semacam ini juga bisa dibilang sangat mengganggu pemandangan karna tempatnya biasa berada didepan ruko pedagang.

Kenapa parkir liar bisa terjadi?

Share
Tweet
Pin
Share
10 comments


Tulisan ini diperuntukkan untuk merefleksi kembali tulisan-tulisan dan momen yang sempat saya abadikan ditahun 2016. Rencananya diposting minggu lalu, tapi dikarenakan akhir-akhir ini saya fokus mencari kekasih hati, postingan ini jadinya agak tertunda. Maafkan.

Oke, langsung saja. Mari kita memberikan penghargaan untuk tulisan-tulisan yang tidak bermartabat dibawah ini. 



-R-

1. TERHINA 


Tulisan terhina yang dimaksudkan disini adalah tulisan yang sukses merusak nama baik saya. Tulisan yang disambut dengan suka cita dan berbahagia oleh orang jahat yang membacanya. Dan tulisan yang saya tulis sepenuh hati dengan maksud hati ingin berbagi kesedihan. 

Setelah menimbang dan menganalisis dengan cermat. Saya memilih tulisan yang berjudul :

- MENJADI YANG TERHINA DI GROUP WEREWOLF TELEGRAM -


Silahkan dibaca bagaimana netizen zaman sekarang sukses merusak masa depan pemuda penerus bangsa seperti saya.

2. VIEWERS TERBANYAK


Untuk kategori yang satu ini, saya bisa menulisnya dengan hati yang gembira. Suatu pencapaian yang luar biasa buat saya pribadi ditahun 2016. Tulisan yang paling banyak dibaca tahun ini dengan viewers sampai saat ini sebanyak 5362 yang berjudul :

- REVIEW FILM UANG PANAI' -

Dari tulisan ini untuk pertama kalinya, saya bisa merasakan bagaimana dinginya suhu dipuncak page one. Yaa...selain keyword "Reyhan Ismail" atau "Davincioners".


3. KOMENTAR TERBANYAK


Tulisan dengan nama belakang terbanyak lagi-lagi diraih oleh tulisan yang membahas tentang review film dengan judul :


- REVIEW FILM ATHIRAH -

Sepertinya memang banyak yang mencari tulisan review-review film sebagai referensi sebelum menonton ya. Saya curiga jangan-jangan mereka yang baca review ini adalah penonton yang takut rugi. Takut kalo film nya tidak sebanding dengan harga tiketnya, hehe.


4. TERACUHKAN

Bisa dibilang tulisan ini adalah tulisan yang jarang dijamah dan kurang dapat perhatian. Berdebu dan membusuk. Bahkan saya sendiri malas membahasnya disini karna memang tidak penting. Bagi khalayak ramai yang tertarik membacanya bisa diklik dibawah ini :

- TULISAN ORANG SIBUK -

Kalo gak kuat, acungkan tangan ke diri sendiri.

5. TERBANGGAKAN

Satu-satunya hal yang dapat saya banggakan dari tulisan satu ini, karna untuk pertama kalinya dalam hidup saya berhasil memberantas mafia-mafia asmara di hari valentine. Tidak percaya? simak kisah heroiknya ditulisan ini :

- TUGAS KAMI SEBAGAI JOMBLO DIMALAM VALENTINE -

6. TERMEMALUKAN

Tulisan yang terpilih di kategori ini adalah tulisan yang seharusnya tidak tertulis. Tulisan yang membuat saya depresi dan malu amat sangat. Sungguh tulisan yang benar-benar tidak diharapkan ada keberadaanya. Dan tulisan yang saya harapkan tidak pernah terjadi malah terjadi ditahun 2016 ini. Judulnya adalah :

- KARENA YANG SPONTAN ITU MEMALUKAN -

TIDAK UNTUK DI SHARE! 
Tapi kalo maksa, bisa juga sih. Itung2 buat nambah viewers. Muehehe.

7. TERSEDIH

Seperti kehidupan. Hidup tak selamanya bahagia. Kadang kita harus meratapi kesedihan yang berlarut-larut, walaupun terkadang kesedihan saya ditertawakan. Saya tidak tahu, apakah muka saya tidak cocok untuk sedih atau saya terlalu cakep untuk bersedih. Saya tidak tahu. Yang pastinya ditulisan sedih ini, saya benar-benar sedih, huhuhu T_T

- TENTANG HARI ESOK -

Membaca tulisan diatas dapat membuat waktu anda terbuang dengan sangat sia-sia. Bijaklah dalam memilih bahan bacaan. Tulisan diatas sungguh tidak penting.

8. TERDOSA

Saya sudah tidak bisa berucap apa-apa lagi untuk tulisan satu ini. Tulisan yang terpilih dalam kategori ini adalah tulisan yang mencerminkan kejadian yang menghasilkan dosa besar buat saya sendiri dan mempengaruhi pembaca lainnya untuk membuat dosa yang sama. Judulunya adalah :

- VIDEO CALL SAMA CEWEK TAK DIKENAL -

Boleh dibaca. Tapi jangan dicoba!

9. TERPANCING

Tulisan yang masuk dalam kategori ini adalah tulisan teman-teman blogger yang terpancing untuk menyia-nyiakan halaman blognya untuk menistakan nama saya. Saya sangat mengapresiasi keberanian mereka yang menyinggung2 nama baik saya yang sudah dikenal didunia deep web ini. Sepertinya mereka semua ini sudah tidak sayang lagi dengan akun blog mereka sendiri. Keberanian yang patut diacungi jempol.

Berikut tulisan orang-orang berani yang sudah terpancing tersebut :

- NGE-BF BARENG REYHAN ISMAIL : SWISS ARMY MAN -
(Tulisan Ichastasya)

- MARI SELAMATKAN REY DARI KEJOMLOAN-
(Tulisan Niki Setiawan)

- HEADSET-
(Tulisan Haris Firmansyah)

Sebenarnya masih banyak postingan2 yang menyangkut tentang pencemaran nama baik saya. Cuman karna pencemaran nama baiknya tidak total, jadi saya agak mempertimbangkan kredibilitasnya. Lain kali kalo mau mencemarkan nama baik harus total, apalagi ini sudah tahun 2017.

10. TERBAIK

Untuk tulisan yang terpilih dikategori tulisan TERBAIK ini saya benar-benar mempertimbangkan nya sematang dan sebaik mungkin. Dan pilihan saya jatuh pada tulisan :

- KOMENTAR-KOMENTAR PEMBACA -

YAP! Tidak ada tulisan yang paling memberikan kesan selain komentar-komentar pembaca blog saya. Saya sangat berterima kasih kepada siapapun yang menyempatkan waktunya untuk membaca ataupun berkomentar diblog ini selama tahun 2016 yang tentunya tidak dapat saya sebut satu persatu.

Saya selalu punya prinsip, bagaimanapun komentarnya (nyambung atau tidak) saya pasti selalu menyempatkan waktu untuk membalasnya ataupun menghapusnya. 

Karna menurut saya dunia blog ini adalah sebuah ruang untuk berbagi kesepian yang mencerminkan perspektif diri sendiri. Dari tulisan dihalaman ini kita bisa diperhatikan dan kita bisa tahu bahwa kita tidak sendiri.

So, sekali lagi saya mengucapkan terima kasih buat tomorrow landing yang dissana. Semoga tahun ini saya bisa lebih produktif lagi untuk memproduksi tulisan-tulisan yang bermutu, ehe, ehe.



Share
Tweet
Pin
Share
32 comments



Tidak ada yang menarik dari tahun ini. Tidak ada yang dapat dibanggakan. Tidak ada harapan yang tercapai. Dan tidak ada kasih yang sampai. 

Semuanya tampak biasa saja. 

Tidak ada yang patut dirayakan menjelang pergantian tahun 2016. Hanya pertanyaan-pertanyaan yang saling beradu menunggang babi. Orang-orang yang tak kumengerti. Perempuan mawar yang singgah dan kunanti. Tak ada bedanya. Aku tahu mereka semua berduri. Aku memang tak mengerti. Bagaimanapun hadirnya, aku sudah tidak peduli.

Tahun 2016 memberiku kesempatan untuk memulai pengalaman baru. Memulai mengembangkan apa yang kubisa. Dan mungkin hanya itu yang kubisa. Tanpa klimaks. Tanpa apapun. Tanpa terkecuali. Tanpa titik.

Anyway, sampai jumpa tahun 2016. Kau tetap memberi kesan. Setidaknya aku berterima kasih, kau masih memberikanku kesempatan untuk terus hidup, termasuk kedua orang tuaku (ku harap begitu sampai mereka sadar bahwa mereka punya anak yang dapat dibanggakan), dan untuk teman-teman yang juga mengerti bagaimana sakitnya hidup ini. Semoga nyala api dan lentera kita tak padam hingga akhir.

Selamat datang untuk tahun 2017. 
Semoga selalu bersahabat dengan orang-orang payah.

PS : Lagunya The Beatles - I Want To Hold Your Hand keren!, Let it be juga. Eh, jangan lupa dengar Love me do juga!
Share
Tweet
Pin
Share
24 comments


Masa muda kalo kata Rhoma Irama adalah masa yang berapi-api.

Menurut saya itu salah.

Masa muda adalah masa yang penuh dengan tanda tanya. Sama seperti yang Rangga katakan "Lihat tanda tanya itu, tidak sesuai dengan aturan EYD, tolong direvisi" - Rangga (Asisten dosen)

Dan sekarang, diumur yang ke-19 tahun ini, saya mulai memasuki fase dimana saya selalu bertanya-tanya "Sebenarnya saya ini hidup untuk jadi apa?", "Kenapa kita bisa bernafas pake paru-paru? kenapa kita tidak pake ingsang?", "Kenapa kita harus punya agama, kulit, bahasa dan suku yang berbeda-beda? kenapa Tuhan tidak menciptakan kita semua sama?" dan tentunya pertanyaan yang paling berpengaruh dan menimbulkan depresi yang amat sangat mendalam bagi saya. 

Yaitu "Kenapa saya tak kunjung merasakan bagaimana rasanya pacaran yaa Allah!??" :'(.

Selama saya lahir didunia yang brengsek ini SAYA BELUM PERNAH SAMA SEKALI merasakan bagaimana rasanya menjalin hubungan "pacaran" dengan seorang perempuan.

Dan Sekarang umur saya sudah 19 tahun, itu berarti tahun depan saya sudah berumur 20 tahun! dan itu artinya "SAYA ADALAH JOMBLO HINA BERUMUR 20 TAHUN YANG TIDAK PERNAH MERASAKAN PACARAN SEUMUR HIDUP!!!"

Mahakarya anak2 WWF.

Sumpah. Saya mulai depresi memikirkan ini. 

Sepertinya spesies seperti saya ini sudah sangat langka. Dan jika memang ditemukan, mereka pasti akan dikeroyok, dibakar, dan dijambak sama keluarga sendiri. 

Setelah mati saudara mereka akan mengumpulkan bola naga, terus menghidupkannya kembali, lalu dikeroyok, dibakar, dan dijambak kembali sampe mati, siklusnya begitu terus, sampe tulisan ini jadi page one di google.

Pertanyaan mama juga terkadang membuat saya diam tanpa kata. Kadang dia bertanya "Kamu sudah punya pacar belum, nak?" disitu saya ingin berkata jujur  tapi saya takut, jangan sampai saya mempermalukan nama baik keluarga, terus saya tidak lagi dianggap sebagai anak .

Standar yang dipatok mama saya juga lumayan tinggi. Dia maunya saya cari anak jurusan Kedokteran yang muka' nya sama kayak Nabilah JKT48.... 

Ya Allah, tolong sadarkan orang tua saya.

Kalo disuruh milih, lebih baik saya kawin dengan siluman belut dengan wujud manusia seperti Isyana daripada cari anak Kedokteran yang mirip sama Nabilah JKT48. 

Kecuali kalo dijodohkan sama Nabilah, terpaksa saya mau. Walaupun sedikit 

((TERPAKASA))

Saya menjomblo sampai sekarang, bukan nya tanpa usaha. aya baru jatuh cinta dua kali. Satu hanya terpendam dalam hati, satunya lagi diungkap lima tahun yang lalu tapi sampe sekarang belum dijawab-jawab. Saya memang orangnya tidak gampang untuk jatuh di cinta, biasanya cuman jatuh dimuka' :'(

Dimana saya jatuh cinta sama seorang perempuan disana selalu ada persaingan yang ketat dari cowok-cowok idola se-antero sekolah. Bahkan sampe sekarang mantan cowok-cowok idola saingan saya itu terbilang mempunyai masa depan yang cerah. Ada yang masuk STAN, AKPOL, Sekolah Industri, dll. Sedangkan saya? saya juga tidak mau kalah. 

Saya adalah........

Saya bukan siapa-siapa...Uhuuuhuhuhuhuhuhuuu :'((((

Saya memang jomblo paling hina didunia dan akhirat, huhuhuhuuu :'((

Bagaimana kalo saya mati tanpa merasakan yang namanya pacaran?. Akankah arwah saya akan gentayangan terus mengganggu orang-orang pacaran? Mungkinkah kisah saya dijadikan film horror dengan judul "Titisan Jomblo Abadi" ? " atau "Arwah Jomblo Gentayangan" ? Apapun judul filmnya, semoga dapat menginspirasi jomblo-jomblo diluar sana.


-R-

Terlepas dari semua sebab dan akibat kenapa saya belum pernah pacaran. Saya sadar, selera saya sepertinya lumayan tinggi. Saya selalu mencari pasangan yang sempurna, entah itu dari fisik, hati dan pikirannya. Padahal tidak semuanya mempunyai ketiga keunggulan itu. Ada yang cantik tapi sakit jiwa, ada yang pintar tapi kasar, ada yang baik tapi tidak cantik dan ada yang cantik, pintar, dan baik hati tapi namanya Niki Setiawan. 

Hidup memang tidak sempurna, gaes...

Dititik ini terkadang saya merasa putus asa. Kalo begini ceritanya, saya mulai berpikiran untuk berubah haluan menjadi seonggok homo. :'(. Itupun, saya masih ragu, laku atau tidak. 

Perempuan dan perasaan jatuh cinta itu terlalu sulit untuk dimengerti.

Anyway, sekarang resolusi terakhir saya yang harus tercapai adalah dapat pasangan untuk pertama kalinya sebelum memasuki umur 20 tahun. Walaupun kedengarannya sulit bagi jomblo hina seperti saya. Mungkin akan mudah jika kita mengesampingkan ego dalam mencintai, lebih membuka hati dan keluar dari zona kesendirian dengan gagah berani.

At last. Sebenarnya mendapatkan pacar atau tidak bukanlah perkara yang paling penting. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa menghargai dan memahami apa arti mencintai dan dicintai tanpa menanggung perih.

SADAAAP....



Share
Tweet
Pin
Share
24 comments



Saya sebenarnya juga bingung tentang persepsi orang-orang tentang “munafik”. Mari kita definisikan dari perkataan orang-orang bajingan ini….

“Kamu pasti mau kan? Bilang aja gak usah munafik jadi orang!”

Pernah dengar kata-kata ini? Ini pernyataan paling bangsat sekaligus menggoda bagi sebagian orang. Mari kita buat suasana seakan kalian yang diajukan kata-kata demikian oleh lawan jenis dan kata “mau” artinya mau “ena'-ena'”. Dan jika kamu bilang tidak, maka kamu akan di cap sebagai orang yang munafik.

Bagi laki-laki jika menolak pernyataan ini dari perempuan maka selamat kalian akan dipandang homo seumur hidup dan dikucilkan dari pergaulan.

So, apa masalahnya?

Masalahnya disini adalah, definisi munafik itu sendiri. Saya sendiri sangat takut kalau dibilang sebagai orang munafik. Sumpah. Neraka paling bawah itu ditempati oleh orang-orang munafik. Sebagaimana tertulis pada QS. An-Nisa' [4] : 145.

إِنَّ ٱلْمُنَٰفِقِينَ فِى ٱلدَّرْكِ ٱلْأَسْفَلِ مِنَ ٱلنَّارِ وَلَن تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا

"Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka."

Jadi apa yang harus kita lakukan? Yaa… bagi sebagian orang mereka menerima tawaran “ena-ena” itu…Karna mereka memang sudah suami-istri. Sebagian nya lagi menolak dengan resiko dipandang homo seumur hidup atau disebut orang yang munafik.

Dari permasalahan pemahaman yang kurang tepat tentang kata “munafik” ini, banyak orang-orang yang menganggap bahwa semua orang didunia ini munafik. Mereka didepan banyak orang terlihat sok baik, jaga imej, memperlihatkan kepolosan demi kepolosan demi terlihat istimewa dimata orang lain dan aslinya, sangat bertolak belakang dengan apa yang mereka tunjukkan.

Kita biasa menyebutnya “berwajah dua”.

Bukan. Dia bukan Hudson. 

“Berwajah dua” hanyalah sebuah pribahasa (alaaahhh, bgitu aja gak paham). Seperti mempunyai sisi baik dan sisi buruk. Karna itu banyak orang-orang menghindari sebutan “munafik”, ada yang main perempuan (tidak munafik dengan hawa nafsu nya) dan ada yang ke diskotik/ kelab malam yang katanya dunia anti munafik..

Definisi anti-munafik ibarat dunia kebebasan dimana kita mengikuti hawa nafsu dan kemauan sendiri sehingga fu*k pencitraan (nunjukin jari tengah).

Didunia anti-munafik, kita tidak boleh berperilaku baik atau menyebar motivasi atau inspirasi untuk orang lain, kita harus menuruti apa yang kita mau dan kita senangi. Kalau mau seks bebas, seks bebas. Mau narkoba, narkoba. Mau tattoan, tattoan. Mau berpakaian seksi, pakaian seksi. Mau jadi young lex dan awkarin, bisa jadi penuh dosa. Intinya fu*k pencitraan (nunjukin jari tengah lagi).

Jadi apa sebenarnya munafik itu? Menurut pandangan orang suci seperti saya… J

Kali ini saya tidak akan menyimpulkan definisi sebenarnya dari kata “munafik” yang sudah disalah artikan oleh orang-orang yang katanya “penuh dosa” karna saya sendiri bukan agamawan dan belum terlalu paham.

Saya hanya memberikan satu pertanyaan. Pertanyaan nya adalah.

“APA JADINYA DUNIA. JIKA SEMUA ORANG TIDAK MUNAFIK?”

Tolong dijawab sesuai pernyataan dan fakta-fakta yang sudah saya jelaskan diatas.

Apa jadinya jika semua orang tidak berusaha berpura-pura baik? Apa jadinya jika semua orang mengikuti hawa nafsu sesuka hati mereka? Dan apa jadinya jika tidak ada yang rela berbuat baik demi orang lain? Semua orang pasti akan mementingkan dirinya sendiri, egois dan bergaya hidup individualis.

Hukum J.S Mill tentang hukum rimba juga dibenarkan, bahwa yang lemah akan mati kelaparan dan yang kuat dan berkuasa akan bertahan hidup. Mengasyikkan bukan? Silahkan bersenang-senang dengan apa yang kita mau.

Mari kita kaji lebih dalam lagi.

Saya akan langsung masuk ke pembahasan dasar agama. Kita sering mendengar tentang agama itu sendiri. Tapi tahukah teman2 apa definisi agama itu sendiri?

Menurut pemahaman saya, Agama itu terdiri dari A-G-A-M-A (Ehh, kok malah jadi kayak Abdel). Maksud saya Agama itu berasal dari bahasa Sangsekerta yang terdiri dari (a) dan (gama). (a) makdudnya tidak, (gama) artinya kacau. Jadi agama itu esensi nya agar kehidupan manusia tidak kacau.

Jadi kesimpulan nya apa dong?
                “Jika menjadi manusia yang munafik menjadikan hidup kita bermanfaat bagi orang lain, membuat hidup tidak kacau dan terhindar dari hal yang sia-sia. Saya lebih baik menjadi orang yang munafik.”

Itu kesimpuan saya. Setiap orang punya pandangan berbeda-beda. Saya tidak berhak memaksakan kehendak teman-teman tentang opini yang sudah saya tulis diatas. Sekarang adalah era demokrasi, silahkan berpendapat sesuai apa yang teman-teman pikirkan. Tenang. Tidak akan saya culik kok J

And then, Saya mau tahu bagaimana pendapat teman-teman tentang kata “Munafik” ini.  Kalau boleh, silahkan tulis pendapat kalian dikolom komentar dibawah supaya kita bisa menyamakan pendapat demi terhindarnya generasi kita dari orang-orang yang “penuh dosa”. J

Jadi. Apa jawaban teman-teman dari pertanyaan “Kamu pasti mau kan? Bilang aja gak usah munafik jadi orang!” ?


Share
Tweet
Pin
Share
36 comments
Older Posts

Tentang Reyhan Ismail

About Me

Seorang penulis blog yang bercita-cita menjadi Hokage

Follow Reyhan Ismail

  • goodreads
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • pinterest
  • youtube

Jumlah Reylovers

Categories

#curhat (17) Arsitektur (19) Award (2) Blog (13) Buku (2) Cerpen (6) chord (1) Curhat (14) Film (3) Kampus (7) Kesialan (18) Lagu (2) Liburan (4) Medsos (1) Opini (27) Pengalaman Pertama (7) Puisi (8) Review (8) Reyhan Ismail (43) Standup Comedy (1) Tips dan Trik (5)

Arsip Blog

  • ▼  2026 (14)
    • ▼  July 2026 (3)
      • waktu
      • free
      • lethologica
    • ►  June 2026 (2)
    • ►  May 2026 (7)
    • ►  April 2026 (2)
  • ►  2025 (3)
    • ►  December 2025 (2)
    • ►  September 2025 (1)
  • ►  2024 (3)
    • ►  April 2024 (2)
    • ►  January 2024 (1)
  • ►  2023 (1)
    • ►  January 2023 (1)
  • ►  2022 (15)
    • ►  November 2022 (1)
    • ►  October 2022 (1)
    • ►  August 2022 (1)
    • ►  July 2022 (1)
    • ►  June 2022 (2)
    • ►  May 2022 (2)
    • ►  March 2022 (1)
    • ►  February 2022 (3)
    • ►  January 2022 (3)
  • ►  2021 (10)
    • ►  October 2021 (1)
    • ►  September 2021 (4)
    • ►  August 2021 (1)
    • ►  July 2021 (1)
    • ►  March 2021 (1)
    • ►  January 2021 (2)
  • ►  2020 (6)
    • ►  December 2020 (1)
    • ►  October 2020 (2)
    • ►  August 2020 (2)
    • ►  January 2020 (1)
  • ►  2019 (10)
    • ►  October 2019 (1)
    • ►  September 2019 (3)
    • ►  August 2019 (2)
    • ►  June 2019 (1)
    • ►  February 2019 (1)
    • ►  January 2019 (2)
  • ►  2018 (10)
    • ►  October 2018 (1)
    • ►  September 2018 (1)
    • ►  August 2018 (2)
    • ►  July 2018 (2)
    • ►  April 2018 (1)
    • ►  March 2018 (2)
    • ►  February 2018 (1)
  • ►  2017 (10)
    • ►  November 2017 (1)
    • ►  July 2017 (1)
    • ►  June 2017 (2)
    • ►  May 2017 (3)
    • ►  February 2017 (1)
    • ►  January 2017 (2)
  • ►  2016 (31)
    • ►  December 2016 (4)
    • ►  November 2016 (6)
    • ►  October 2016 (5)
    • ►  September 2016 (4)
    • ►  August 2016 (2)
    • ►  March 2016 (4)
    • ►  February 2016 (3)
    • ►  January 2016 (3)
  • ►  2015 (17)
    • ►  December 2015 (2)
    • ►  November 2015 (5)
    • ►  October 2015 (6)
    • ►  September 2015 (1)
    • ►  August 2015 (1)
    • ►  March 2015 (2)
  • ►  2014 (2)
    • ►  July 2014 (2)

Tulisan yang viral

  • Video Call sama cewek tak dikenal
  • REVIEW FILM UANG PANAI' ; MAHAR(L)
  • My first "Dugem-dugem" (+18)

Tim Sukses

Baca buku skuy

2022 Reading Challenge

2022 Reading Challenge
Reyhan has read 1 book toward his goal of 25 books.
hide
1 of 25 (4%)
view books

Created with by ThemeXpose