• Home
  • Tentang Penulis
  • Kontak
    • Category
    • Category
    • Category
  • Buku
  • Portofolio
facebook twitter instagram youtube goodreads

Reyhan Ismail


minggu pagi. jualan jus di cfd. gesek mobil orang karena tukang parkir tolol. ladeni orang yang banyak tanya tapi tidak jadi beli. laku cuman beberapa botol. diusir karena tidak punya izin jualan. angkat barang yang lumayan berat. pulang-pulang kepala terbentur dua kali. di tempat helm dan kulkas.

capeknya luar biasa. pulang-pulang tepar langsung tidur.

kabar baiknya sisa jus tadi pagi diborong sama salah satu teman dan allhmadulillah lagi-lagi laku. siangnya lanjut ke maros arkeologi park.

hari minggu kemarin saya merasa mengawali pagi dengan buruk. menjelang siang tiba-tiba dapat kabar baik. kalau di ibaratkan candle stik saham, pagi saya dibuka dengan arb. siangnya langsung ara.

setelah ini, hari minggu mungkin akan jadi hari tersibuk dan melelahkan. rumah yang berbeda. rutinitas yang berubah. dan bapak yang masih terus menyebalkan.

kalau dipikir-pikir, rasanya lebih menyedihkan jadi orang tua yang gagal dibanding manusia yang gagal. manusia yang gagal tidak meninggalkan apa-apa selain kekalahan dan bangkai tubuh yang perlahan membusuk.

orang tua yang gagal, kegagalannya akan terus hidup dalam bentuk anak dan cucu yang dosa-dosa dan doanya akan terus mengikuti dan meminta pertanggung jawaban di akhirat.

saya ingin jadi orang sukses dan orang tua yang sukses. tapi sayangnya hidup kerap kali memaksa kita untuk memilih salah satunya.

kalau harus memilih salah satunya, semoga kesadaran ini akan terus tertinggal sampai saya mati; saya ingin menjadi orang tua yang sukses.

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Reyhan Ismail. Kali pertama

Saya suka makan donat. Kecuali bagian tengahnya (lucu ga?)

Dulu tiap sore, tukang penjual donat selalu lewat didepan rumah saya. Saya sering beli apalagi kalo lagi pengen (yaiyalah gblok, mana ada orang mau beli donat kalo lagi ga kepengen). Harganya macam-macam. Tapi rata-rata 1000-an. Rasanya macam-macam. Ada rasa meses coklat, strawberry, melon dan ada juga yang cuman pake gula.
Share
Tweet
Pin
Share
8 comments



Aliran listrik menggetarkan tubuh saya bersamaan ketika saya menyentuh kabel lampu taman yang telanjang itu. Telinga saya rasanya seperti tersumbat tidak mampu mendengarkan apa-apa. Pandangan saya kabur walaupun saya masih bisa melihat Nurul sepupu perempuan saya berteriak histeris. Saya spontan pipis di celana. Bukan, bukan karena saya memang suka ngompol di celana. Semuanya terjadi secara tiba-tiba.
Share
Tweet
Pin
Share
6 comments

Reyhan Ismail, Disunat

Cewek adalah salah satu makhluk yang punya banyak fase sakit dalam hidupnya. Berikut fase-fase sakit yang harus dilalui seorang cewek selama menjadi cewek :

Mens, sakit
Hamil, sakit
Melahirkan, sakit
Menyusui, sakit
Sudah dibikin sayang dan nyaman, tapi ditinggalin, sakit

Sungguh pengorbanan yang sangat luar biasa menjadi cewek. 

Bagaimana dengan para cowok-cowok bangsat ini? 
Share
Tweet
Pin
Share
14 comments

Reyhan Ismail, Batam

Siapa yang tidak tahu kota Batam?

Kota terbesar di Provinsi Riau yang terkenal karena katanya barang-barang elektronik di sana murah-murah. Kota yang katanya transaksi barang-barang ilegalnya cukup gmpang dan kota yang katanya bisnis prostitusinya sangat terjangkau. Terakhir sih, saya cek ada yang cuman 20.000. 

Anjaay. Itu bisnis prostitusi apa bisnis martabak markobar.

Pertama kali saya ke kota Batam waktu itu pas Kuliah Kerja Lapangan. Sehabis ke Malaysia dan Singapura, saya dan teman-teman angkatan yang berjumlah kurang lebih 50-an orang naik kapal laut menuju Batam pada sore harinya. Sampai Batam malam hari, kami langsung istirahat di hotel.

Share
Tweet
Pin
Share
14 comments

Reyhan Ismail, Magang, Mall Nipah Makassar

KKN versi anak teknik di kampus saya itu ada tiga pilihan, pertama KKN Reguler. Ini KKN versi yang sering kita liat. Di mana mahasiswanya disebar ke kampung-kampung terpencil untuk melakukan kegiatan pengabdian masyarakat.

Kedua, ada KKN PPMD. Saya lupa kepanjangannya apa. Hampir sama dengan KKN Reguler. Bedanya, daerah yang ditempati adalah daerah atau desa yang di bina oleh Universitas.

Terakhir, itu tadi yang saya maksud ; KKN Profesi. Kalo bahasa awamnya, magang. Magangnya di perusahaan-perusahaan atau biro arsitektur. Bisa perusahaan konsultan, bisa perusahaan kontraktor, yang jelas bukan di perusahaan jual beli followers.

Share
Tweet
Pin
Share
35 comments


Davincioners, KP Pelaksanaan, Kerja Praktek Pelaksanaan, Magang, Aristektur

Menuai kesuksesan dengan laporan yang paling cepat di-ACC di KP Perencanaan semester lalu, ditambah dengan satu-satunya satu-satunya kelompok yang dapat ‘uang saku’ di KP Pelaksanaan, maka saya tidak perlu mati-matian mencari teman kelompok lagi. Beberapa teman-teman diam-diam menghubungi saya, ada yang chat, ada yang kasih kode dan ada yang bersyukur kalo saya panggil satu kelompok. Termasuk Tiwi yang sekali lagi tidak kapok satu kelompok dengan saya, walaupun saya sudah mengkhianatinya di KP Perencanaan kemarin, Dan di KP Pelaksanaan kali ini, saya tetap melakukan hal yang sama.

Kali ini bukan karna tergoda untuk masuk di kelompok Kak Johan kembali. Lagian Kak Johan dan Kak Adi waktu itu juga sudah dapat kelompok. Tapi karna panggilan dua perempuan yang  di kucilkan dari pergaulan. Namanya Amel dan Dewi.

Share
Tweet
Pin
Share
26 comments


Alkisah, ada seorang sahabat yang datang ke saya lalu bercerita tentang pengalaman pahit yang baru saja menimpanya. Sebut saja namanya Nain. Beberapa bulan yang lalu, pacarnya (kita sebut saja namanya Tina) memberi kabar bahwa seseorang telah datang melamar dirinya. 

Sialnya, orangtua Tina menerima lamaran tersebut. Alasannya karena faktor kedekatan orangtua dan kemapanan sang calon suami. Dan faktor kedua adalah; adat. Keluarga Tina berasal dari desa. Orangtuanya percaya bahwa tidak baik menolak lamaran seseorang. Jika sampai ditolak, maka tetangga akan memandang rendah mereka. Menganggap anaknya banyak mau, pemilih dan tidak tau bersyukur.
Share
Tweet
Pin
Share
9 comments





“Setiap kelompok berisi tiga orang. Terakhir penunjukan SPK (Surat Perintah Kerja) dua minggu, mulai hari ini.”

Begitulah pengantar yang diberikan Ibu Suba sebelum kami mulai mencari tempat Kerja Praktek. Nama lengkap Ibu Suba adalah Ibu Subaidah.

KP atau Kerja Praktek Perencanaan adalah magang yang berfungsi untuk menambah pengalaman kerja mahasiswa arsitek dengan terjun langsung di kantor konsultan perencanaan arsitektur. Mulainya semester 6.

Semua mahasiswa mulai sibuk mencari kelompok yang bermutu demi menyelamatkan dirinya masing-masing. Dalam proses mencari kelompok seperti ini, mahasiswa pintar dan rajin biasanya cepat laku, sedangkan mahasiswa yang terkenal malas dan kurang pintar biasanya harap-harap cemas mencari kelompok secepat mungkin. Dan yang paling parah adalah mahasiswa  goblok yang tidak tahu diri. Biasanya kalo momen rebut-rebutan teman kelompok seperti ini mereka cuman diam dan sok jual mahal, nunggu dipanggilin atau menunggu di kasihani.



Saya dengan sigap, mulai mencari-cari teman yang diperkirakan belum punya kelompok namun cerdas nan rajin, supaya bisa saling melengkapi. Tanpa merendahkan kualitas diri dan tetap jual mahal, mata saya langsung mencari Ulla. Orang yang termasuk pintar dan rajin di angkatan.

“Ehm, bro, kau sudah punya kelompok kah?”
“Iya rey, sudah ada, saya satu kelompok sama Aziz dan Aris”
“Oh, sudah cukup 3 berarti”
“Coba tanya Agus, dia belum punya teman kelompok kayaknya”

Ulla benar-benar tidak tau bagaimana si Agus. Satu kelompok dengan dia sama saja dengan bunuh diri. Dia memang ramah dan bersahabat, kalo sampai di kampus dia selalu menyapa “Selamat pagi” pada teman-teman. Walaupun hari sudah sore.

Ditambah saya yang cepat terpengaruh dengan pergaulan. Kalo kita satu kelompok, mungkin yang datang ke kantor cuman harapan yang menunggu kepastian.

Selesai kuliah saya langsung berjalan menuju jurusan sambil meneriman kenyataan bahwa semua teman sudah punya kelompok. Bahkan si Agus katanya juga sudah punya. 

Tunggu dulu. Kelompok dermawan mana yang mau menerima si Agus?.

Sambil berjalan menuruni tangga, saya bertanya ke group angkatan. Barangkali masih ada teman yang belum dapat kelompok. Tiba-tiba pesan masuk. Dari Tiwi.

Tiwi : Kita satu kelompok saja.
Rey : Satunya siapa lagi?
Tiwi : Satunya Masrurah. Cukup kan bertiga?
Rey : Oiya, kalo begitu saya masuk dikelompokmu.

Satu kelompok dengan Tiwi dan Masrurah bukanlah ide yang buruk. Walaupun cuman saya yang cowok. Tapi setidaknya mereka berdua termasuk teman yang rajin.
Seminggu berlalu, berbekal google maps dan link dari senior, saya sudah hampir mendatangi lima kantor yang ada di list. Diantaranya adalah ;

1.      PT. Terserah Kamu
Saya dapat kontak kantor ini dari salah satu senior. Kantor ini adalah prioritas utama. Karna katanya, bos yang ada diperusahaan ini baik sekali, karna walaupun tidak pernah masuk kantor, bosnya tetap kasih nilai A buat mahasiswa yang magang disana. Sungguh kantor idaman orang seperti Agus.

2.      PT. Konsultan Geografis
Ini salah masuk kantor…

3.      PT. Punya Teman Om
Saya dapat kantor ini dari Om yang kebetulan punya banyak teman konsultan perumahan. Katanya proyeknya banyak. Perumahan. Anggarannya besar-besar semua. Tapi sampai sekarang belum ada kabar. Kayaknya proyeknya perumahan wallet.

4.      PT. Jangan Main-Main
Kantor ini pernah ditempati juga sama senior. Saya dapat alamatnya juga langsung dari senior. Waktu itu saya datang sendiri. Pas habis ketuk-ketuk pintu, tiba-tiba om-om keluar dari garasi mobil sambil menelpon.

“Iya, kenapa?”
“Saya mau tanya om, di sini PT. Jangan Main-Main ya?”
Tangan om itu langsung menggeleng-geleng. Memberi isyarat ‘bukan’.
“Oiya, makasih om”

Tangan om itu masih menggeleng-menggeleng. Saya baru mengerti waktu dia menunjuk handphone di telinga kanannya dan bilang :

“Sorry, bukan kamu. Ini lagi nelpon”



Masih sambil menelpon, si om langsung menyuruh saya masuk lewat garasi kantor itu. 

Melewati koridor, saya sampai di kantor tempat kerjanya. Di ruangan kantor itu, semua orang pada sibuk, ada yang mendesain lewat komputer, sketsa gambar, menghitung RAB dan ada yang diskusi gambar. Sedangkan saya memperhatikan semuanya dari luar kantor sambil gemetaran. Ini saya belum memperkenalkan diri dan menjelaskan niat datang kesini, tiba-tiba langsung di suruh masuk.

“Kamu duduk di sini dulu, nanti saya panggilkan Pak Taufik”

Bermodalkan tekad dan rasa tidak punya malu yang tinggi, beberapa menit kemudian saya langsung disuruh bicara sama pemilik biro konsultan tersebut.

“Jadi, kamu anak yang mau magang di sini?” Saya heran, tiba-tiba Pak Taufik langsung tau maksud kedatangn saya ke sini, walaupun belum pernah saya kasih tau.

Belakangan, saya baru tau, ternyata anak magang yang di maksud Pak Taufik itu adalah Kak Adi dan Kak Johan, dua senior yang kebetulan mau magang di sana juga. Mereka yang lebih dulu menghubungi Pak Taufik secara langsung buat datang ke sana, minta izin. Tapi secara kebetulan yang datang secara membabi buta malah saya.

FYI, mata kuliah Kerja Praktek Perencanaan ini membatasi mahasiswanya magang minimal satu kelompok di satu biro konsultan. Lebih dari satu kelompok di satu biro konsultan tidak di perbolehkan. Bisa di simpulkan salah satu kelompok kami, yaitu kelompok saya dan kelompok Kak Johan harus mengalah salah satunya untuk bisa magang di tempat Pak Taufik. Pilihan ke duanya jika tidak ada yang mau mengalah adalah perang skill siapa yang lebih layak. Setelah dilihat-lihat ke dua teman kelompok saya (Tiwi dan Masrurah) ternyata tidak terlalu memiliki skill mumpuni, begitupun saya. Maka saya memilih opsi ketiga ; Bikin perusahaan sendiri.

Akhirnya kami memutuskan untuk tetap bertahan di tempat Pak Taufik, menunggu kelompok Kak Johan mengalah. Seminggu setelahnya saya mencium bau-bau keguguran dari kelompok kami. Masrurah di duga tidak memenuhi syarat untuk mengikuti Kerja Praktek Perencanaan ini, beberapa nilainya di vonis masih ada yang bermasalah. Sekarang tinggal ada saya dan Tiwi. Melihat kemampuan kami yang tidak seberapa dan dibayang-bayangi oleh pertanyaan Pak Taufik waktu itu

“Kamu bisa pake Sketchup sama AutoCad kan?
Dan dengan sombongnya saya berkata “Iya, bisa pak”
“Hitung anggaran bangunan bisa?”
Dengan sombongnya lagi saya berkata “Bisa, bisa pak. Di kampus sering belajar itu, hehe”
Kenyataannya nilai mata kuliah Manajemen Proyek ku waktu itu dapat nilai E.

Maka dengan itu, demi kemaslahatan kelompok. Saya sebagai ketua kelompok memutuskan dengan berat hati untuk membubarkan kelompok ini secara sepihak. Kemudian berkhianat ke kelompok Kak Johan. Ehehe.

Iya, saya masuk ke kelompok Kak Johan yang kurang satu orang. Disitu saya merasa egois karna mememilih keputusan sepihak tanpa meminta persetujuan Tiwi. Terkadang kita memang harus memilih keputusan yang pahit karna cuman itu keputusan yang paling logis. Saya selalu berusaha berpikir logis dalam setiap mengambil keputusan. Seperti keadaan yang mengancam karir mahasiswa saya ini.

Hari-hari selama di kantor saya mengenal beberapa orang baru. Selain Pak Taufik, saya juga mengenal Kak Yudi dan Kak Fathur. Mereka berdua yang membimbing kami selama di sana. Selain itu ada juga Mba Yuni yang tidak lain adalah istri Pak Taufik, katanya asli orang Jogja. Ada juga Opa, saya tidak tau nama aslinya, yang jelas selama saya di sana, orang-orang hanya memanggilnya Opa. Umurnya sekitar 60-70-an. Selama di sana saya paling suka mendengar cerita-cerita Opa sewaktu masih muda. Dia dapat beasiswa S2 di Jerman, pernah bekerja di perusahaan Oil and Gas. Saya banyak dapat inspirasi dari Opa. Di umur yang begitu tua, dia masih tetap bekerja dan tidak mau menyusahkan orang lain, terutama anak dan cucunya.

Dan yang paling saya ingat adalah si Ade, anaknya Pak Taufik. Kalo tidak salah dia anak pertama dari dua bersaudara. Si Ade ini masih SMP. Badannya gendut. Saya perkirakan beratnya 60-70 Kg. Rambutnya keriting tidak terlalu panjang. Di minggu-minggu pertama saya masuk kantor, si Ade ini tanpa sungkan langsung menjabat tangan kami satu persatu dan bilang :

“Perkenalkan, saya Ade. Saya manajer di sini” dengan mulut berminyak sambil mengunyah pisang goreng.

Waktu itu saya langsung percaya dan langsung tunduk dan hormat sama Pak Ade ini sebelum satu hari di kantor saya menemui dirinya berseragam pake dasi dan celana panjang biru tua sambil main game dengan telinga tertutupi headset. Ternyata masih SMP!

Tahu si Ade ternyata masih SMP, saya tidak bisa langsung menaboknya begitu saja. Beliau masih saya hormati karna si Ade ini tetap anaknnya Pak Taufik. Bos kita semua. Hingga di minggu terakhir magang, saya di permalukan olehnya.

Sore itu beberapa hari sebelumnya saya tidak masuk kantor karna ada beberapa kesibukan di kampus. Setelah menghilang beberapa hari di kantor, saya mulai merasa canggung untuk datang ke sana lagi. Apalagi Kak Johan bilang saya di cari sama Pak Taufik beberapa hari terakhir. Hari itu saya memberanikan diri untuk datang ke kantor. Awalnya orang-orang kantor biasa-biasa saja dan tidak ada yang bertanya “Kemarin kamu kemana?” atau “Kok baru muncul?” bahkan Pak Taufik juga tidak bertanya apa-apa.

Hingga sore hari, dua jam sebelum pulang saya duduk di depan komputer sambil mengerjakan gambar yang ditugaskan. Tiba-tiba si Ade datang
“Wah, wah, wah. Ini nih” tangan panjang dan berlemaknya langsung nunjuk ke saya.

Saya berusaha dan pura-pura sibuk melihat computer.
“He! He! Pura-pura tidak liat lagi. Siapa lagi namanya ini?”

Sadar, daripada dia tambah ribut dan jadi perhatian orang satu ruangan saya langsung nengok ke dia

“Iya?”
“Kamu, kenapa baru datang? Kemarin-kemarin menghilang tidak ada kabar”
“Hahaha” Berusaha menahan malu.
“Ini, kemarin sibuk asistensi tugas di kampus, hehe”
“AH! Banyak alasan juga, sekalian saja besok-besok tidak usah datang (berhenti).” 
“Hehehe” waktu itu tidak tau mau ngomong apa lagi selain ngetawain diri sendiri, orang-orang satu ruangan langsung melirik ke saya. Saya malu setengah mati. Harga diri saya langsung rontok saat itu juga. Pulpen jatuh dibawah meja, saya pura-pura tunduk berlama-lama buat mengambilnya sambil menghilangkan efek ‘malu’ yang mendera. Kalo bisa sih nunduk aja terus, gak usah bangun-bangun.

Walaupun punya manajer yang ceplas ceplos seperti si Ade. Pada akhirnya kantor ini tetaplah kantor pertama dan terbaik yang pernah saya tempati. Dari semua kelompok mahasiswa yang Kerja Praktek, cuman kantor ini yang memberikan ‘uang saku’ perminggu buat mahasiswa magangnya.

KP Perencanaan, Reyhan Ismail, Magang, Arsitektur, Proyek
Salah satu mandor yang paling keren sedang berfoto di lokasi proyek.
Saya sangat berterima kasih kepada Pak Taufik karna sudah menghargai hasil kerja kami di sana. Tidak sekedar memanfaatkan tenaga anak magang untuk menyelesaikan semua pekerjaannya tanpa memberi pelajaran sesuai latar belakang pendidikannya (disuruh bikin kopi misalnya). Tidak banyak orang-orang seperti Pak Taufik ini diluar sana yang mau menghargai dan memahami arti sebuah desain. Kebanyakan orang-orang masih memandang sebelah mata dan menganggap desain itu adalah pekerjaan yang mudah.

Mereka hanya belum paham bagaimana rasanya mengkhianati teman kelompok sendiri dan dipermalukan anak SMP. T_T

-----

Sumber GIF : https://giphy.com/

Share
Tweet
Pin
Share
8 comments


Oke, tulisan ini akhirnya dibuat setelah beberapa kali terusik oleh kamu, perempuan yang terjebak dalam pria yang salah dan untuk kamu pria yang takut kehilangan jawaban ketika ditanya "Si anu, mana?".


Sebenarnya saya sudah terusik dengan hal ini beberapa tahun terakhir. Semenjak saya tinggal serumah dengan teman laki-laki yang menurut pandangan saya, sama sekali tidak menghargai perempuan. Tulisannya saya tulis disini.

Dua minggu terakhir, sesuatu seperti ini (tanpa saya minta) datang dan kembali mengusik saya. Saya sebagai orang yang tidak pernah merasa ‘memiliki sesorang’ sepertinya layak untuk mempertanyakan hal ini kepada kamu yang pernah merasakannya. Saya tahu cinta itu buta, saya tahu jatuh cinta itu ‘tai kucing bisa rasa coklat’ tapi ya, tidak begini juga.
Share
Tweet
Pin
Share
7 comments


Reyhan Ismail, Kolokium, Universitas Muslim Indonesia, Arsitektur


Hari itu saya sangat ingat, hari Rabu 4 Oktober 2017. Hari dimana-Kita sebut saja namanya- Pak Bambang menerima judul “calon” tugas akhir saya dengan perasaan yang penuh dengan apresiasi.

Share
Tweet
Pin
Share
21 comments


Reyhan Ismail, Davincioners
Sumber : Google
Persaingan buka puasa antar masjid di kecamatan saya akhir2 ini sangat sengit. 

Ada yang buka dengan takjil + nasi padang. Ada yang buka pake takjil + buah-buahan dan ada masjid yang menyediakan buka pake tiga minuman sekaligus (susu, es buah,  dan air) plus berbagai macam takjil, ini kalo diperut, jadi es campur.

Semakin bertambahnya tahun, semakin berkualitas pula hidangan-hidangan buka puasa yang ada di masjid kecamatan saya ini. Besok-besok tidak menutup kemungkinan ada yang buka pake Steak + Anggur. 

Jangan salah. Masjid-masjid seluruh dunia bisa jadi lima tahun kedepan disinyalir membutuhkan jasa seorang traveller masjid. Pekerjaan ini bisa menjadi pekerjaan potensial yang akan menghasilkan pundi-pundi dollar. Tidak percaya?

Suatu saat. Beginilah salah satu email yang (kelak) akan saya terima.

Share
Tweet
Pin
Share
14 comments


Malaikat maut pun punya seragam.
Ditengah perkembangan media sosial yang sangat pesat ini, Dikenal sebuah istilah kencan; blind date, yang dimana ketika dua orang melakukan kencan buta tanpa pernah bertemu sebelumnya.

Berbicara tentang blind date. Sampai saat ini, saya sudah melakukannya dua kali dan kesimpulan yang saya temukan dalam sistem per-kencan-an yang laknat ini adalah :

KUOTA JADI CEPAT HABIS!!!!

Selain itu, saya juga benci dengan sistem ini. Karna diantara kedua blind date yang pernah saya lakukan. DUA-DUA nya tidak ada yang berhasil…

Ditulisan kali ini saya akan menuliskan tentang peristiwa blind date, yang terakhir saya alami.

Share
Tweet
Pin
Share
60 comments

Beberapa bulan yang lalu saya sempat berniat untuk kembali konsisten untuk menulis lewat postingan saya satu ini. Sampe sekarang masih sekedar wacana yang tak terealisasikan (pengaruh pilkada Jakarta)

Saking lamanya gk menulis. Saya jadi lupa gmana caranya buat nulis lagi, haha.

Tanpa berlama2 dan tak mengumbar janji buat konsisten menulis lagi, izinkan Raja Salman untuk membuka pidato ini dengan membaca Basmalah.


Share
Tweet
Pin
Share
26 comments



Semua ini mengingatkan ku kenangan wamil lima bulan yang lalu.
Vitruvius pernah mengatakan dalam dokumen arsip pribadinya tentang arsitektur bahwa ada tiga prinsip yang membentuk sebuah bangunan yaitu Firmitas, Utilitas dan Venustas. Dan diantaranya tidak berhubungan sama sekali dengan apa yang akan saya bahas ditulisan kali ini.

Oke, jadi ceritanya kadar konsistensi menulis blog saya mulai berkurang akhir-akhir ini. Entah kenapa. Tapi yang pastinya diumur saya yang ke 20 tahun ini, perasaaan saya mulai tidak enak. Saya mempunyai ekspektasi umur 20 tahun, dimana saya sudah menjadi apa yang saya inginkan, tapi nyatanya tidak dinyatakan oleh Tuhan.

Faktor kedua adalah saya bingung mau mulai dari mana. Dari blogwalking dulu atau menulis dulu? Dan akhirnya sampailah saya pada pada satu jawaban yg tidak ada penting-pentingnya sama sekali.

Share
Tweet
Pin
Share
20 comments


Siapa bilang spontanitas itu ciri-ciri orang kreatif?

-R-

Lomba akustik diadakan malam itu. Dan kami termasuk salah satu peserta yang terdaftar didalamnya. Kebetulan panitia dari lomba adalah teman kami sendiri. Namanya Rizal dan Fauzan. Dua orang yang berasal dari daerah yang sama, karna lomba ini memang diadakan oleh Organisasi Daerah mereka. Sinjai.

Waktu itu latihan lengkap cuman sehari. Selebihnya kami mengandalkan improvisasi.

Sebelum itu saya akan memperkenalkan nama Band akustik kami.

Kebetulan semua anggotanya adalah teman angkatan saya di Arsitektur jadi namanya Sloef Band.  Band ini berdiri pada tahun 2016 dan Insya Allah akan bubar pada tahun yang sama.

Kenapa Sloef band? Pertanyaan yang tidak bagus!
Sloef band itu adalah bagian dari struktur bangunan. Tepat diatas pondasi. Bentuknya seperti ini

Ini namanya Sloef, tapi di Google namanya Sloof.
(Sumber)
Kenapa namanya bukan pondasi? 

Pertanyaan yang buruk!

Karna pondasinya adalah agama kami. Jadi tolong, jangan ditanya-tanya lagi. 

Baik. Sekarang saya akan memperkenalkan setiap personilnya. Dimulai dari saya sebagai vokal dan anggota-anggota lainnya sebagai berikut.

GITARIS


Reyhan Ismail, Zain
Zain, dengan senyumnya yang manja 
Nama    : Zain
Tempat/ tanggal lahir     : Timor leste/ 1,5 Agustus 1996
Genre   : Dangdut koplo, Dangdut Pantura, dan Kopi dangdut.
Posisi     : Gitaris merangkap penggulung kabel.

Zain ini termasuk personil yang super disiplin. Selalu datang tiap ada latihan dan tidak datang setiap tidak ada latihan. Luar biasa.

Sampai sekarang diduga Zain ini belum membayar uang patungan untuk mendaftar lomba akustik. Sungguh diluar dugaan.


BASSIST


Reyhan Ismail, Muhammad Haris
Ini salah satu foto Haris dengan celana robek kesayangannya
Nama    : Haris
Tempat/ tanggal lahir     : Bulusipong/ 1437 Hijriyah
Genre   : Japan rock, Japan dangdut, pokoknya semua yang berbau jepang
Posisi     : Bisa bermain bass dengan gitar dan bermain drum dengan cajon.

Seorang personil yang dengan ikhlas menawarkan rumahnya sebagai tempat latihan. Juga seorang personil yang melayani tamunya dengan secangkir teh dan kopi tubruk. Sangat terobsesi dengan musik-musik keras, seperti lagu Kiliing me inside – Biarlah yang dicover menjadi versi scream dan metal. Juga sering bingung dalam segala hal. Luar biasa


CAJON

Andhika Dwi, Reyhan Ismail
"Aduh, leherku..." 
Nama    : Andika Kangen Band
Tempat/ tanggal lahir     : Alam bawa sadar/ Abad ke-21 Masehi
Genre   : Sampai sekarang masih belum diketahui
Posisi     : Bek tengah sekaligus peminum kopi tubruk Haris

Personil yang memiliki wawasan yang luas tentang perkembangan musik diwilayah tempat tinggalnya. Orangnya sangat santai, termasuk kalo tidur biasanya sangat santai dan rileks. Pribadi yang sangat misterius, kadang hilang kadang ada. Warna favoritnya hitam tosca.

-R-

Jadi malam itu sebelum berangkat ke Under Café (tempat lomba akustik) kita semua berkumpul dirumahnya Haris untuk latihan sekali terus berangkat bersama-sama.

Sampai dilokasi, kami langsung memarkir motor didepan kafe, dari sana sudah kelihatan penontonnya lumayan banyak, diluar ekspektasi kami yang mengira ini lomba kecil-kecilan.

Acaranya juga belum dimulai. Sebelum masuk kafe, masing-masing dari kami memperbaiki penampilan. Setelah itu kami masuk ke Kafe, saya melihat penampilan semua peserta sepertinya dibawah rata-rata. Hanya penampilan kami yang sedikit high class didalam kafe tersebut.

-R-

Acarapun dimulai oleh MC yang luar biasa. MC nya Rizal, teman kami sendiri. Setelah itu ia pun memanggil Band pertama untuk tampil, seingat saya namanya Kelapa Gading, mungkin semua personilnya berasal dari Kelapa Gading, saya tidak tahu. Pokoknya band ini yang berhasil menggertak kami diawal penampilan. Mereka membawakan lagunya Chrisye, saya lupa judulnya, terus lagu kedua Kopi dangdut yang dibikin versi Jazz yang sukses membuat Zain meminta izin untuk pulang.

Setelah Kelapa Gading, band kedua yang dipanggil adalah Kreasi Band. Kedengaran dari namanya, sepertinya orang-orangnya suka berkreasi, contonya berkreasi membuat telur dadar, telur mata sapi atau telur gantung. 

Saya lupa lagu pertama mereka yang jelas vokalisnya perempuan dan lagu kedua mereka Guns n Roses – Sweet Child O Mine, dilagu kedua tidak berjalan mulus, senar gitar salah satu dari mereka putus dibagian intro. Sebuah tragedi yang sangat kami harapkan.

Sesudah mereka tampil, diluar dugaan, ternyata Band yang tampil diurutan 3,4, dan 5 tidak hadir dan akhirnya didiskualifikasi. Itu pertanda diurutan penampilan ketiga langsung lompat ke kami yang awalnya diurutan ke enam. Sungguh kabar yang membuat kami kencing maraton di toilet. Bahkan Haris sempat menawarkan jalur menuju rawa-rawa didekat toilet untuk lari dari kenyataan, sungguh kemampuan yang dapat diandalkan. 

Zain juga kelihatannya sangat menyesal memanggil pacarnya datang, sedangkan Andika terlihat tenang-tenang saja walaupun mukanya agak pucat. Saya sendiri masih ragu dengan lirik lagu pertama, lagu itu adalah Peterpan – Cobalah mengerti. Perlahan namun pasti kami pun dipanggil untuk naik.

“Ya’, berhubung peserta diurutan ketiga, keempat dan kelima tidak hadir, maka kami memutuskan untuk mendiskualifikasi dan langsung saja kita sambut penampilan diurutan keenam, Sloef band!!!!”

Tepuk tangan langsung menyamput setelah MC memanggil kami. Kami pun segera naik. Sebelum naik saya mengajak mereka berdoa dulu “Eh, ayo berdoa dulu” sambil memegang pundak mereka sungguh mulia etikad baik saya waktu itu, tapi Haris bilang “Ah, anak rock tidak pake berdo'a” dalam hati saya “Iya juga ya, kita kan anak Rock” kami pun langsung naik dengan lidah yang terjulur.

Tapi pas diatas panggung, entah kenapa semua penonton tertawa. Bukan. Bukan karna lidah kami yang terjulur. Bukan juga karna penampilan kami yang sudah oke. Tiba-tiba Rizal menegur saya dari samping panggung.“Eh, Rey! Tasmu jangan dibawa naik keatas panggung!” Ternyata saya lupa melepas tas Palazzo saya sodara-sodara.

Setelah melepas tas, terlebih dahulu saya sebagai vokalis memperkenalkan personil dari Sloef band. Setelah itu mulai lah lagu pertama yang saya ragu-ragukan. Peterpan – Cobalah untuk mengerti.

Sesuai dugaan. Saya lupa lirik T_T

Bahkan ada salah satu lirik yang saya ulang-ulangi supaya bagian itu tidak kedengaran kalo lupa lirik. Tapi dengan modal percaya diri, saya mengakhiri bait itu dengan teriakan “Wouuwww!” atau “Semuanya!”  tanpa rasa bersalah. Sungguh vokalis yang keji.

Dilagu kedua, setidaknya semuanya berjalan lancar tanpa banyak kesalahan. Kalo tidak percaya silahkan lihat lanjutan cerita dan penampilan lagu kedua divideo ini.


Menurut kalian kami pantas untuk dapat juara atau tidak? Jawabannya ada diakhir video. Silahkan diungkap  :)

Setelah tampil kami semua bernafas lega dan tanpa beban lagi. Kecuali saya. Tiba-tiba saja, tanpa perencanaan terlebih dahulu,  Rizal sebagai MC waktu itu menyuruh saya untuk naik sekali lagi. Bukan. Bukan untuk bernyanyi terus lupa lirik lagi. Tapi untuk Stand up comedy. BOOM!

Saya awalnya menolak, tapi dia menjebak dengan mendaftarkan nama saya tanpa meminta izin terlebih dahulu. Sungguh tak berperi-comic-an.

Akhirnya sayapun menyetujui paksaan itu. Berhubung malam itu saya sudah terlanjur hina, maka sungguh tidak baik jika hinanya tidak total. Tanpa materi dan persiapan sebelumnya saya naik keatas  panggung bermodalkan pengalaman Standup Comedy yang baru satu kali saya lakukan ditulisan ini. Itupun gagal total! Akhirnya begini lah jadinya, sama dengan muka saya. SEADANYA.



Yang mau menghina atau mencaci maki, silahkan tulis dikolom komentar dibawah, daripada menistakan agama, lebih baik menistakan diri sendiri ☺

PS : Akhir-akhir ini tugas mulai membabi buta. Besok2 menjelang pergantian tahun mungkin akan menjadi hari yang sibuk. Doakan, semoga semester ini berjalan dengan lancar, semoga bisa aktif blogwalking lagi dan semoga bisa meramaikan group WWF lagi :))

Bdw, playlist musik saya sekarang juga dipenuhi lagu-lagu Barasuara, dan saya mulai suka dengan lagu-lagu mereka. Genrenya ala-ala Folk-Rock begitu, pokoknya keren! Termasuk Asteriska :)

Cukup segitu PS-nya, huehuee. See ya!


Share
Tweet
Pin
Share
36 comments

Reyhan Ismail
Foto legendaris yang mewarnai dinding2 kamarku.
Foto diatas adalah awal mula petaka dan bencana yang merusak citra karirku di group WWF telegram yang berisi orang2 yabg berbakat dalam hal menghina….

Awal mula bergabung di group WWF sesat itu, saya memilih memasang foto profil wajah yang ganteng maksimal sekaligus terlihat hebat dan berprestasi, hal ini saya lakukan supaya saya kelihatan hebat dan dipuja-puja nantinya ketika saya masuk. Contohnya begini…

Bena : Mas rey, fotonya ganteng banget…AAAKKKKKK!!!!! (ngirim vn teriak histeris)
Rey : Hehe, makasih :)
Icha : BAJINGAKK!!! BAJIGUUR!!!! Yaa AMPUN!!!! Udah ganteng berprestasi lagi!!!!! Aku jadi ngefans sama rey <3
Rey : Ah, biasa aja kok :)
Hana : ADUHHHH!!!! MIRIP ADAM LAVINE!!!!! Jadi meleleh sama Rey!!!!!!
Rey : Hehe :)
Yul : Ya Allah, tolong buat akun telegram Son Agia terhack supaya aku bisa ngedekatin Rey!!!!!
Rey : Ah, gk perlu kok, nanti saya yang hack sendiri :)
Mia : AAAAAAKKKKK!!!!! LUCU!!!! Aku suka pria jantan yang bisa adzan trus pake seragam tari kayak kamu!!!!!!!
Rey : Ini namanaya baju adat Toraja Mia, slam kenal :)
Jaimbum : Astgfirullahaladzim….aku gak pernah ngeliat makhluk seganteng mas Rey ini….
Justin : SOO HANDSOME GUY!!!!!
Rey : Hehe, makasih2, ini nomor hp saya *******
Putri salju : Engkaukah pangeran yang akan menjemputku dari tidur lelapku rey?
Rey: Iya putri…aku pangeran yang akan mewarnai hari-harimu :)
Erina : Aku tak bisa bernafas tanpamu…
Rey : Sama…aku juga… :)
Dian : Aku juga tak bisa bernafas tanpamu
Rey : Bukan nya kamu laki'?
Dian : Oiya'...lupa (mukul jidat)

Dan kami semua pun menikah…lalu anak2 yang kami hasilkan diberi nama sesuai karakter dalam permainan Werewolf…..Ah, sungguh indahnya hidup…

Itulah percakapan yang saya impi-impikan sejak awal bergabung group WWF….

TAPI SEMUANYA DIRUSAK OLEH HINAAN PARA LELAKI YANG ADA DI GROUP!!!!!!!!!!!!!!!!

Foto yang awalnya memancarkan aura poligami, seketika RUSAK DAN TAK BERNYAWA LAGI…

Reyhan Ismail
Pangeran Anonymoux
Reyhan Ismail
AKU TIDAK PERNAH MENDERITA! :(
Reyhan Ismail
Ini waktu terjadi gempa bumi
Reyhan Ismail, Davincioners
Ini waktu difoto sambil sikap lilin
Reyhan Ismail
Kalo yang ini waktu juara 1 nge-Hack blog kelurahan sukamaju
Bukan hanya itu, foto2 diakun sosial mediaku yang lain juga tak luput dari keganasan dan kebinalan mereka…contohnya seperti yang ada pada gambar dibawah ini…

Group werewolf Telegram Reyhan Ismail
Pertandingan final dikira rebutan barisan deket kipas angin pas sholat tarwih.... :(
Group werewolf Telegram Reyhan Ismail
Saya suka dengan nama jurusnya..! :D

Group werewolf Telegram Reyhan Ismail
Yang ini....memang benar sih..

Reyhan Ismail
Donald duck dari gua hantu...

Reyhan Ismail
Yeaayyyyy! dapat piala Oscar!

Group werewolf Telegram Reyhan Ismail
Ini waktu razia pasangan homo mesum di bukit khatulistiwa
Saya sebagai korban hinaan yang ada dalam group tersebut menyarankan jangan pernah memasang foto profil yang sok ganteng walaupun kalian ganteng ketika join di group…pokoknya jangan pernah sekali2 mencoba hal tersebut…

Jika kalian memasang nya…sungguh…setiap helaan nafas kalian didunia nyata akan penuh hinaan yang nista dan nestapa…

Sebagian orang yang tak kuat, memilih untuk left lalu bunuh diri dengan cara teriak “AAAUUUUUUUUU………………..” sampai nafas mereka habis…

Pokoknya jangan pernah coba2…

Selain kalian dihina setengah mati dalam group tersebut…memasang foto profil yang sangat amat ganteng atau cantik akan mengakibatkan kalian menjadi yang ter-mati, se-mati-mati-nya, setelah mati akan ada mati-mati selanjutnya sebagaimana mati-mati yang hina di kematian matinya…

Setiap kalian join dalam permainan…apapun peran yang kalian dapatkan baik itu menjadi Tuhan sekalipun, endingnya akan seperti dibawah ini…

Group werewolf Telegram
:(
MATI DILEMPARI DENGAN BATU…ATAU MATI KARNA DISURUH MAKAN CABE KERITING SATU KERANJANG!!!!!!!!!

Pokoknya jangan pernah coba2…

-R-

Oiyaa, terkadang mereka juga menghina saya dengan panggilan Junot mungkin karna saya mirip Herjunot Ali. Silahkan nilai sendiri dari foto dibawah ini...

Reyhan Ismail, Herjunot Ali, Davincioners
Mudah2an tidak mirip...karna level saya dibawah Herjunot Ali
Selain menghina...kadang mereka juga memuji pekerjaan saya sebagai admin dan hacker deepweb di situs pertukaran homo diseluruh dunia. 

Mereka membuat kan saya sebuah karya karikatur seperti dibawah ini...

Reyhan Ismail
Sebuah karya yang patut diapresiasi. (Karya desainer Udafanz) :)

-R-

Selain dihina…

Saya juga pernah menang dalam percakapan dI group tersebut. Saya membuat mereka kesel se-kesel2nya karna memberikan mereka harapan yang palsu nan cerdas…

Waktu itu berawal dari kekesalan saya yang tak pernah sekalipun menang dalam 24 jam…
Maka hari itu juga saya menjanjikan pada mereka, jika saya menang, saya akan adzan se-khusyu2nya.

Permainan pun dimulai, mereka menanggapi nya dengan suka ria dan gembira. Seperti gurun pasir yang sangat kering, saya datang dengan harapan 500 ton air segar dengan bakat adzan yang saya miliki sejak lahir. Seperti dugaan, tidak seperti biasanya saya tidak langsung mati tercabik2 di awal permainan.

Dan akhirnya, saya baru tahu, jika tidak memilih dalam 2 role permainan, kita akan dianggap mati diculik alien…akhirnya saya mati karna dianggap tidak pernah memilih...hasilnya ekspresi mereka yang tadinya mengharapkan saya menang lalu adzan menjadi seperti dibawah ini..

Group Werewolf Telegram

Group Werewolf Telegram Reyhan Ismail

Selain membuat mereka kesel…

Di suatu hari saya hampir merealisasikan ekspektasi percakapan yang saya tulis diatas tadi…
Saat itu saya mengirimkan VN yang berisi musikalisasi puisi dalam group tersebut. Dengan bakat yang diturunkan oleh Kahlil Gibran “The Broken Wings” kepada saya….
Saya berhasil membuat sebagian dari mereka meleleh….

Group Werewolf Telegram Reyhan Ismail


Itu menandakan bahwa hati perempuan yang ada di group WWF, semuanya beku…tak peka jika hanya dengan mengandalkan foto profil yang ganteng maksimal atau bahkan dengan memamerkan sebongkah piala dan segudang prestasi…

Mungkin karena itu tidak ada yang peka terhadap prestasi dan kegantengan yang saya pancarkan dalam foto profil tersebut.

Buat wanita2 yang termasuk dalam group Werewolf telegram…Dengarlah jeritan hatiku…

Menembus Batas Manusia Serigala
Apakah aku harus menjadi korek api tokai agar dapat membuat kalian meleleh?
Apakah aku harus menjadi Bluestacks agar dapat mengakses kedalam jendela kalian?
Apakah aku mesti menjadi moderator game werewolf agar dapat kalian /join kedalam lubuk hatiku?

Jika jawaban nya iya…
Aku akan menjadi apa yang kalian minta…
Agar dapat hati kalian kudekap dengan penuh rasa…
Setidaknya tidak kalian minta…

Aku menjadi Mamad karburator yang suka merubah seseorang dengan belek artis lalu meledakkan pala’nya.
Atau menjadi Udafanz untuk menciptakan quote2 berkelas dari tokoh2 penting digroup WWF, tanpa memikirkan membuat quote dari dirinya sendiri…
Atau melebatkan kumis dan bulu dada laksana Haris Cumis? 
Atau menjadi Son Agia yang harus ditinggal nikah lebih dulu oleh mantan lalu menjadi tergila2 setiap menemui nama2 dengan awalan Yul atau Zain….
Atau menjadi Yoga agar dapat kubuatkan Es krim ber-Choco chips mata enam?
Atau menjadi Ilham dengan jurus memegang dagu dan tatapan sinis penuh misteri dengan kacamata Detektif Conan nya…
Atau menjadi Sultan Brunei Ardan agar dapat kalian ladeni setiap permintaan nya yang nista dan nestapa..
Ataukah mungkin aku harus menjadi Haris Hirawling dengan kuasa nya sebagai admin group lalu berhak mencintai sesama jenis atau lawan jenis didalamnya?

Jika kalian meminta aku menjadi salah satunya...
Aku sudah mencoba...
Tapi aku merasa..
Aku tak ingin sama..
Sebab diriku sendiri adalah...
Muadzin, hacker merangkap aktor di WWF...

-R-

Terakhir...

Alasan saya menulis tulisan tentang group WWF di telegram ini sebenarnya untuk memperingati satu bulan bergabungnya Terlahir Untuk Menang (dibaca: Reyhan Ismail) pada tanggal 22 Oktober 2016, sabtu lalu.

Group werewolf telegram, Reyhan Ismail
Saya bergabung di group tersebut tanggal 22 September bulan kemarin
Maka untuk merayakan nya saya ingin mengukir kisah hinaan mereka terhadap saya kedalam blog ini. Agar kelak tidak tertiup oleh angin kenangan begitu saja dikemudian hari.

Kedua, tulisan ini bertujuan hanya untuk sekedar menghibur...Jika ada yang baper tolong di klarifikasi di kolom komentar dibawah...karna tidak ada maksud menghina kembali para objek2 terhina yang telah menghina dan membesarkan group ini dengan hinaan.

Ketiga, untuk membuat tulisan ini spesial...saya akan membocorkan sedikit rahasia.....

Sebuah rahasia yang hanya saya ungkap kedalam postingan kali ini...

Rahasianya adalah...
-
-
-
Selain menjadi aktor, hacker merangkap muadzin...sebenarnya saya juga adalah seorang KAPTEN yang berseragam melintasi samudra...

Reyhan ismail, davincioners
Kuharap Bena dan Mia tidak menyesal...

Sekian dari saya...

Semoga kita semua menjadi manusia yang Terlahir untuk menang, mulai hari ini hingga esok hari :)



Share
Tweet
Pin
Share
77 comments
Older Posts

Tentang Reyhan Ismail

About Me

Seorang penulis blog yang bercita-cita menjadi Hokage

Follow Reyhan Ismail

  • goodreads
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • pinterest
  • youtube

Jumlah Reylovers

Categories

#curhat (17) Arsitektur (19) Award (2) Blog (13) Buku (2) Cerpen (6) chord (1) Curhat (14) Film (3) Kampus (7) Kesialan (18) Lagu (2) Liburan (4) Medsos (1) Opini (27) Pengalaman Pertama (7) Puisi (8) Review (8) Reyhan Ismail (43) Standup Comedy (1) Tips dan Trik (5)

Arsip Blog

  • ▼  2026 (14)
    • ▼  July 2026 (3)
      • waktu
      • free
      • lethologica
    • ►  June 2026 (2)
    • ►  May 2026 (7)
    • ►  April 2026 (2)
  • ►  2025 (3)
    • ►  December 2025 (2)
    • ►  September 2025 (1)
  • ►  2024 (3)
    • ►  April 2024 (2)
    • ►  January 2024 (1)
  • ►  2023 (1)
    • ►  January 2023 (1)
  • ►  2022 (15)
    • ►  November 2022 (1)
    • ►  October 2022 (1)
    • ►  August 2022 (1)
    • ►  July 2022 (1)
    • ►  June 2022 (2)
    • ►  May 2022 (2)
    • ►  March 2022 (1)
    • ►  February 2022 (3)
    • ►  January 2022 (3)
  • ►  2021 (10)
    • ►  October 2021 (1)
    • ►  September 2021 (4)
    • ►  August 2021 (1)
    • ►  July 2021 (1)
    • ►  March 2021 (1)
    • ►  January 2021 (2)
  • ►  2020 (6)
    • ►  December 2020 (1)
    • ►  October 2020 (2)
    • ►  August 2020 (2)
    • ►  January 2020 (1)
  • ►  2019 (10)
    • ►  October 2019 (1)
    • ►  September 2019 (3)
    • ►  August 2019 (2)
    • ►  June 2019 (1)
    • ►  February 2019 (1)
    • ►  January 2019 (2)
  • ►  2018 (10)
    • ►  October 2018 (1)
    • ►  September 2018 (1)
    • ►  August 2018 (2)
    • ►  July 2018 (2)
    • ►  April 2018 (1)
    • ►  March 2018 (2)
    • ►  February 2018 (1)
  • ►  2017 (10)
    • ►  November 2017 (1)
    • ►  July 2017 (1)
    • ►  June 2017 (2)
    • ►  May 2017 (3)
    • ►  February 2017 (1)
    • ►  January 2017 (2)
  • ►  2016 (31)
    • ►  December 2016 (4)
    • ►  November 2016 (6)
    • ►  October 2016 (5)
    • ►  September 2016 (4)
    • ►  August 2016 (2)
    • ►  March 2016 (4)
    • ►  February 2016 (3)
    • ►  January 2016 (3)
  • ►  2015 (17)
    • ►  December 2015 (2)
    • ►  November 2015 (5)
    • ►  October 2015 (6)
    • ►  September 2015 (1)
    • ►  August 2015 (1)
    • ►  March 2015 (2)
  • ►  2014 (2)
    • ►  July 2014 (2)

Tulisan yang viral

  • Video Call sama cewek tak dikenal
  • REVIEW FILM UANG PANAI' ; MAHAR(L)
  • My first "Dugem-dugem" (+18)

Tim Sukses

Baca buku skuy

2022 Reading Challenge

2022 Reading Challenge
Reyhan has read 1 book toward his goal of 25 books.
hide
1 of 25 (4%)
view books

Created with by ThemeXpose