• Home
  • Tentang Penulis
  • Kontak
    • Category
    • Category
    • Category
  • Buku
  • Portofolio
facebook twitter instagram youtube goodreads

Reyhan Ismail


bagaimana rasanya tumbuh kembang dikelilingi orang tua yang suportif?
bagaimana rasanya ditemani orang tua di hari pernikahan?

bagaimana rasanya sukses atas pilihan yang kita pilih sendiri?

bagaimana rasanya hidup tanpa tuntutan siapapun?

bagaimana rasanya wisuda ditemani kedua orang tua?

bagaimana rasanya bangun pagi tanpa memikirkan kecemasan hari ini?

bagaimana rasanya didukung atas cita-citamu yang remeh itu?

bagaimana rasanya dikelilingi teman dan sahabat yang saling hormat dan mendukung satu sama lain?

bagaimana rasanya kaya raya tanpa memikirkan ketakutan akan takut gagal?

bagaimana rasanya lepas dari tanggungan orang tua?

bagaimana rasanya lebih sukses dan kaya dari orang tua?

bagaimana rasanya lepas dari kontrol si botak tua?

bagaimana rasanya punya rumah dan mobil hasil dari keringat sendiri?

bagaimana rasanya punya uang satu milyar direkening?

bagaimana rasanya jadi penyanyi dan penulis yang karyanya dikenal dan sukses?

bagaimana rasanya hidup di ibu kota?

bagaimana rasanya hidup abadi dalam karya-karya?

bagaimana rasanya membuktikan ke botak tua kalau saya bisa lebih sukses dari dia?

bagaimana rasanya berkelimpahan agar bisa membantu banyak orang?

bagaimana rasanya keliling dunia?

bagaimana rasanya naik haji dan umrah di makka?

bagaimana rasanya dekat dengan Tuhan?

bagaimana rasanya meyakinkan diri saya kalau saya bisa?
Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Tahun yang baru dan kamu.
Semuanya tampak biasa saja.
Tak ada bedanya.

Selalu dinantikan lalu tergantikan.
-
Muhammad Reyhan Ismail
1 Januari 2017



Share
Tweet
Pin
Share
28 comments

Sumber
Entah atas dasar apa saya menulis tulisan tentang perempuan ini. Tidak penting sebenarnya. Saya belum memiliki pengalaman yang kuat tentang menyakiti perasaan perempuan. Karna jujur, saya sendiri belum pernah sekalipun mencoba berurusan dengan ikatan status "pacar" dengan mereka.

Jadi, ketika saya berbicara tentang perempuan, pandangan saya tentang perempuan selalu tertuju pada satu orang. Dia adalah Ibu saya. Perempuan terbaik sejagad raya.

Jika bisa dibayangkan, menjadi perempuan itu sulit. Bahkan sebelum jadi ibu.

Bagi saya. Perempuan itu lebih berharga dari makhluk yang lain. Salah satu makhluk yang harus dijaga perasaan nya, dilindungi, pantas diberi kebahagiaan dan dipeluk ketika mereka bersedih.

Saya memiliki beberapa teman laki-laki bajingan yang sudah mempunyai kekasih.

Saya selalu merasa heran ketika melihat perempuan yang sifatnya baik dan cantik seperti ini bagaimana bisa tahan dengan perlakuan teman saya yang seperti itu?

Sebut saja teman saya ini Mario. Mereka bertengkar hampir tiap malam.  Kadang Mario bilang anjing, sialan, bangsat dan saudara-saudaranya. Kadang juga sayang-sayangan, Itupun sangat jarang.

Saya kurang tahu apakah semua pasangan begitu. 

Kenapa perempuan itu jika dicaci maki dengan kata-kata kasar, mereka masih bisa  membalasnya dengan tersenyum? Masih bisa tertawa? Apakah mereka sudah menganggap nya biasa saja? atau mereka mengaggap itu semua “perhatian” dari seorang kekasih?.

Kadang ada yang membuat saya selalu bertanya-tanya tentang siapa yang lebih dulu membentuk mindset bahwa, perempuan tidak boleh lebih dulu mengungkapkan perasaan nya kepada laki-laki? Sebenarnya siapa yang membentuk pola pikir perempuan jika kerjanya itu harus menunggu laki-laki menyatakan cinta padanya? Kenapa mereka dilarang menyatakan cinta? Kenapa harus menunggu?

Apakah untuk menjadi perempuan yang feminim harus begitu? Jika, iya.Maka kebebasan mencintai dan memiliki berhak diberikan pada laki-laki sepenuhnya. Bukan begitu?

Kembali ke teman saya Mario dan kekasihnya. 

Dia selalu tidak pernah absen memberikan perhatian kepada kekasihnya. Mungkin pertanyaan2 ini bisa mewakili definisi perhatian menurut Mario.

“Kamu sudah makan?”
“Kamu pergi mandi dulu”
“Kamu minum obat sayang, supaya cepat sembuh”
“Sudah sholat belum?”
“Kamu mau jalan sama siapa?”
Dan diakhiri dengan ucapan "Aku sayang kamu".

Pertanyaannya adalah. Apakah perhatian itu lebih berharga dari sebuah kepastian?

Sebagian dari kita berpacaran untuk mendapatkan perhatian yang lebih dari seorang, supaya punya teman telpon-telponan sebelum tidur, supaya punya seseorang yang bisa melindungi, supaya bisa menikmati malam minggu dengan orang yang dia cintai, supaya ada yang mengucapkan "selamat pagi" saat dia bangun, supaya ada yang memberi kado dihari ulang tahun dan beberapa hal bulllshitttt lain nya.

Oiya, terkadang, impian mereka juga diatur.

Laki-laki selalu mempunyai kriteria pekerjaan dan pendidikan untuk perempuan yang mereka impikan, supaya bisa dibanggakan pada teman-teman nya. Ini fakta.

Ini salah satu alasan kenapa impian perempuan bisa diatur oleh laki-laki. 

Dan anehnya, Mereka nurut! Bahkan mempertaruhkan mimpi demi orang yang belum pasti menjadi kekasihnya pun mereka sanggup!

Saya juga heran, kenapa pria yang punya mobil selalu sulit ditolak oleh seorang perempuan? Apalagi pria itu gayanya rapi, harum dan namanya cukup dikenal didunia pergaulan jagad sosial media.

 Kalo dipikir-pikir mobil, parfum, smartphone dan semua miliknya hasil pemberian orang tua nya kan? Jadi kenapa?

Apakah perempuan iseng-iseng menerima mereka supaya bisa merasakan bagaimana romantisnya pacaran diatas mobil? ataukah kalian mau membanggakan mobil pacar kalian dengan teman-teman sepergaulan? ataukah kalian capek berpanas-panasan naik motor saat ingin berpergian kemana-mana?

Trust me, Sebagian laki-laki berpendapat bahwa masa muda itu waktu yang tepat untuk menghabiskan waktu dengan bersenang-senang, melakukan apa yang mereka belum pernah coba, jadi jangan heran jika mereka juga ingin mencoba hal baru dengan kalian, Contohnya silahkan tulis dikomentar.

Hmm.

Saya punya pesan untuk perempuan-perempuan yang sedang dalam pelukan diluar sana.

Untuk perempuan yang sedang dalam pelukan..
Kau lebih berharga dari sekedar perhatian atau kendaraan.

Untuk perempuan yang sedang dalam pelukan..
Kamu bebas bermimpi setinggi mungkin. Pergilah ke Paris, Tokyo, London, pergilah kemanapun kau mau dan lihat betapa dunia ini tidak sebesar angan-angan kekasihmu. Kamu bebas dicintai oleh siapa saja, tapi hatimu bukan untuk siapa saja.

Untuk perempuan yang sedang dalam pelukan... 
Tak ada yang lebih berharga dari seorang pria yang rela mendukung mimpi mu, berjuang bersama-sama meraih kebahagiaan sejati denganmu, selalu memberikan suntikan semangat setiap hari padamu dan mempertaruhkan masa tuanya berdua bersamamu.

Untuk perempuan yang sedang dalam pelukan... 
Hatimu bukanlah ruang tamu yang bebas dimasuki siapa saja. Lebih dari itu, hatimu ibarat harta karun yang bersembunya di samudra yang paling dalam.

Sementara itu... 
Jangan lupakan kebahagiaan lain disisi orang tua mu. Hangatkan kembali ruang meja makan itu dengan menebarkan senyum. Wujudkan dongeng yang berakhir bahagia itu sebelum mereka tidur. 

Selagi waktu berputar, habiskan kebahagiaan itu di sisa hidup mereka.

Setelah itu. 
Kau berhak mengajarkan hal sebaliknya pada anakmu kelak….

Bahwa perempuan itu lebih dari sekedar mencari perhatian...

PS : Tulisan ini terinspirasi dari lagu Payung Teduh - Untuk perempuan dalam pelukan.


Share
Tweet
Pin
Share
41 comments

Reyhan Ismail
Foto legendaris yang mewarnai dinding2 kamarku.
Foto diatas adalah awal mula petaka dan bencana yang merusak citra karirku di group WWF telegram yang berisi orang2 yabg berbakat dalam hal menghina….

Awal mula bergabung di group WWF sesat itu, saya memilih memasang foto profil wajah yang ganteng maksimal sekaligus terlihat hebat dan berprestasi, hal ini saya lakukan supaya saya kelihatan hebat dan dipuja-puja nantinya ketika saya masuk. Contohnya begini…

Bena : Mas rey, fotonya ganteng banget…AAAKKKKKK!!!!! (ngirim vn teriak histeris)
Rey : Hehe, makasih :)
Icha : BAJINGAKK!!! BAJIGUUR!!!! Yaa AMPUN!!!! Udah ganteng berprestasi lagi!!!!! Aku jadi ngefans sama rey <3
Rey : Ah, biasa aja kok :)
Hana : ADUHHHH!!!! MIRIP ADAM LAVINE!!!!! Jadi meleleh sama Rey!!!!!!
Rey : Hehe :)
Yul : Ya Allah, tolong buat akun telegram Son Agia terhack supaya aku bisa ngedekatin Rey!!!!!
Rey : Ah, gk perlu kok, nanti saya yang hack sendiri :)
Mia : AAAAAAKKKKK!!!!! LUCU!!!! Aku suka pria jantan yang bisa adzan trus pake seragam tari kayak kamu!!!!!!!
Rey : Ini namanaya baju adat Toraja Mia, slam kenal :)
Jaimbum : Astgfirullahaladzim….aku gak pernah ngeliat makhluk seganteng mas Rey ini….
Justin : SOO HANDSOME GUY!!!!!
Rey : Hehe, makasih2, ini nomor hp saya *******
Putri salju : Engkaukah pangeran yang akan menjemputku dari tidur lelapku rey?
Rey: Iya putri…aku pangeran yang akan mewarnai hari-harimu :)
Erina : Aku tak bisa bernafas tanpamu…
Rey : Sama…aku juga… :)
Dian : Aku juga tak bisa bernafas tanpamu
Rey : Bukan nya kamu laki'?
Dian : Oiya'...lupa (mukul jidat)

Dan kami semua pun menikah…lalu anak2 yang kami hasilkan diberi nama sesuai karakter dalam permainan Werewolf…..Ah, sungguh indahnya hidup…

Itulah percakapan yang saya impi-impikan sejak awal bergabung group WWF….

TAPI SEMUANYA DIRUSAK OLEH HINAAN PARA LELAKI YANG ADA DI GROUP!!!!!!!!!!!!!!!!

Foto yang awalnya memancarkan aura poligami, seketika RUSAK DAN TAK BERNYAWA LAGI…

Reyhan Ismail
Pangeran Anonymoux
Reyhan Ismail
AKU TIDAK PERNAH MENDERITA! :(
Reyhan Ismail
Ini waktu terjadi gempa bumi
Reyhan Ismail, Davincioners
Ini waktu difoto sambil sikap lilin
Reyhan Ismail
Kalo yang ini waktu juara 1 nge-Hack blog kelurahan sukamaju
Bukan hanya itu, foto2 diakun sosial mediaku yang lain juga tak luput dari keganasan dan kebinalan mereka…contohnya seperti yang ada pada gambar dibawah ini…

Group werewolf Telegram Reyhan Ismail
Pertandingan final dikira rebutan barisan deket kipas angin pas sholat tarwih.... :(
Group werewolf Telegram Reyhan Ismail
Saya suka dengan nama jurusnya..! :D

Group werewolf Telegram Reyhan Ismail
Yang ini....memang benar sih..

Reyhan Ismail
Donald duck dari gua hantu...

Reyhan Ismail
Yeaayyyyy! dapat piala Oscar!

Group werewolf Telegram Reyhan Ismail
Ini waktu razia pasangan homo mesum di bukit khatulistiwa
Saya sebagai korban hinaan yang ada dalam group tersebut menyarankan jangan pernah memasang foto profil yang sok ganteng walaupun kalian ganteng ketika join di group…pokoknya jangan pernah sekali2 mencoba hal tersebut…

Jika kalian memasang nya…sungguh…setiap helaan nafas kalian didunia nyata akan penuh hinaan yang nista dan nestapa…

Sebagian orang yang tak kuat, memilih untuk left lalu bunuh diri dengan cara teriak “AAAUUUUUUUUU………………..” sampai nafas mereka habis…

Pokoknya jangan pernah coba2…

Selain kalian dihina setengah mati dalam group tersebut…memasang foto profil yang sangat amat ganteng atau cantik akan mengakibatkan kalian menjadi yang ter-mati, se-mati-mati-nya, setelah mati akan ada mati-mati selanjutnya sebagaimana mati-mati yang hina di kematian matinya…

Setiap kalian join dalam permainan…apapun peran yang kalian dapatkan baik itu menjadi Tuhan sekalipun, endingnya akan seperti dibawah ini…

Group werewolf Telegram
:(
MATI DILEMPARI DENGAN BATU…ATAU MATI KARNA DISURUH MAKAN CABE KERITING SATU KERANJANG!!!!!!!!!

Pokoknya jangan pernah coba2…

-R-

Oiyaa, terkadang mereka juga menghina saya dengan panggilan Junot mungkin karna saya mirip Herjunot Ali. Silahkan nilai sendiri dari foto dibawah ini...

Reyhan Ismail, Herjunot Ali, Davincioners
Mudah2an tidak mirip...karna level saya dibawah Herjunot Ali
Selain menghina...kadang mereka juga memuji pekerjaan saya sebagai admin dan hacker deepweb di situs pertukaran homo diseluruh dunia. 

Mereka membuat kan saya sebuah karya karikatur seperti dibawah ini...

Reyhan Ismail
Sebuah karya yang patut diapresiasi. (Karya desainer Udafanz) :)

-R-

Selain dihina…

Saya juga pernah menang dalam percakapan dI group tersebut. Saya membuat mereka kesel se-kesel2nya karna memberikan mereka harapan yang palsu nan cerdas…

Waktu itu berawal dari kekesalan saya yang tak pernah sekalipun menang dalam 24 jam…
Maka hari itu juga saya menjanjikan pada mereka, jika saya menang, saya akan adzan se-khusyu2nya.

Permainan pun dimulai, mereka menanggapi nya dengan suka ria dan gembira. Seperti gurun pasir yang sangat kering, saya datang dengan harapan 500 ton air segar dengan bakat adzan yang saya miliki sejak lahir. Seperti dugaan, tidak seperti biasanya saya tidak langsung mati tercabik2 di awal permainan.

Dan akhirnya, saya baru tahu, jika tidak memilih dalam 2 role permainan, kita akan dianggap mati diculik alien…akhirnya saya mati karna dianggap tidak pernah memilih...hasilnya ekspresi mereka yang tadinya mengharapkan saya menang lalu adzan menjadi seperti dibawah ini..

Group Werewolf Telegram

Group Werewolf Telegram Reyhan Ismail

Selain membuat mereka kesel…

Di suatu hari saya hampir merealisasikan ekspektasi percakapan yang saya tulis diatas tadi…
Saat itu saya mengirimkan VN yang berisi musikalisasi puisi dalam group tersebut. Dengan bakat yang diturunkan oleh Kahlil Gibran “The Broken Wings” kepada saya….
Saya berhasil membuat sebagian dari mereka meleleh….

Group Werewolf Telegram Reyhan Ismail


Itu menandakan bahwa hati perempuan yang ada di group WWF, semuanya beku…tak peka jika hanya dengan mengandalkan foto profil yang ganteng maksimal atau bahkan dengan memamerkan sebongkah piala dan segudang prestasi…

Mungkin karena itu tidak ada yang peka terhadap prestasi dan kegantengan yang saya pancarkan dalam foto profil tersebut.

Buat wanita2 yang termasuk dalam group Werewolf telegram…Dengarlah jeritan hatiku…

Menembus Batas Manusia Serigala
Apakah aku harus menjadi korek api tokai agar dapat membuat kalian meleleh?
Apakah aku harus menjadi Bluestacks agar dapat mengakses kedalam jendela kalian?
Apakah aku mesti menjadi moderator game werewolf agar dapat kalian /join kedalam lubuk hatiku?

Jika jawaban nya iya…
Aku akan menjadi apa yang kalian minta…
Agar dapat hati kalian kudekap dengan penuh rasa…
Setidaknya tidak kalian minta…

Aku menjadi Mamad karburator yang suka merubah seseorang dengan belek artis lalu meledakkan pala’nya.
Atau menjadi Udafanz untuk menciptakan quote2 berkelas dari tokoh2 penting digroup WWF, tanpa memikirkan membuat quote dari dirinya sendiri…
Atau melebatkan kumis dan bulu dada laksana Haris Cumis? 
Atau menjadi Son Agia yang harus ditinggal nikah lebih dulu oleh mantan lalu menjadi tergila2 setiap menemui nama2 dengan awalan Yul atau Zain….
Atau menjadi Yoga agar dapat kubuatkan Es krim ber-Choco chips mata enam?
Atau menjadi Ilham dengan jurus memegang dagu dan tatapan sinis penuh misteri dengan kacamata Detektif Conan nya…
Atau menjadi Sultan Brunei Ardan agar dapat kalian ladeni setiap permintaan nya yang nista dan nestapa..
Ataukah mungkin aku harus menjadi Haris Hirawling dengan kuasa nya sebagai admin group lalu berhak mencintai sesama jenis atau lawan jenis didalamnya?

Jika kalian meminta aku menjadi salah satunya...
Aku sudah mencoba...
Tapi aku merasa..
Aku tak ingin sama..
Sebab diriku sendiri adalah...
Muadzin, hacker merangkap aktor di WWF...

-R-

Terakhir...

Alasan saya menulis tulisan tentang group WWF di telegram ini sebenarnya untuk memperingati satu bulan bergabungnya Terlahir Untuk Menang (dibaca: Reyhan Ismail) pada tanggal 22 Oktober 2016, sabtu lalu.

Group werewolf telegram, Reyhan Ismail
Saya bergabung di group tersebut tanggal 22 September bulan kemarin
Maka untuk merayakan nya saya ingin mengukir kisah hinaan mereka terhadap saya kedalam blog ini. Agar kelak tidak tertiup oleh angin kenangan begitu saja dikemudian hari.

Kedua, tulisan ini bertujuan hanya untuk sekedar menghibur...Jika ada yang baper tolong di klarifikasi di kolom komentar dibawah...karna tidak ada maksud menghina kembali para objek2 terhina yang telah menghina dan membesarkan group ini dengan hinaan.

Ketiga, untuk membuat tulisan ini spesial...saya akan membocorkan sedikit rahasia.....

Sebuah rahasia yang hanya saya ungkap kedalam postingan kali ini...

Rahasianya adalah...
-
-
-
Selain menjadi aktor, hacker merangkap muadzin...sebenarnya saya juga adalah seorang KAPTEN yang berseragam melintasi samudra...

Reyhan ismail, davincioners
Kuharap Bena dan Mia tidak menyesal...

Sekian dari saya...

Semoga kita semua menjadi manusia yang Terlahir untuk menang, mulai hari ini hingga esok hari :)



Share
Tweet
Pin
Share
77 comments

Puisi, sajak, syair

Indera Kasih

Suka kadang membuat kita buta
Saat menatapmu
Aku tak sangggup menatap lebih lama
Bola matamu begitu tajam menampar wajahku

Sayang kadang membuat kita bisu
Mulutku tersumpal tak sanggup terbuka
Bahkan untuk sekedar menyapa 
Selengkung senyum ramah dibibir manismu
Selalu menyambutku lebih dulu.

Rindu kadang membuat kita tuli
Ketika senja berlalu dan malam memanggilku
Yang terlintas dibenakku hanya wajahmu
Ia tenggelam bersama sendu.

Cinta kadang membuat kita lumpuh
Saat tanganmu kepegang erat
Jemarimu menghangatkan tanganku
Tak dapat lagi kurasakan lain di tubuhku

Selain parasmu yang mendenyutkan hariku.


Makassar, 19 Oktober  2015

-R-

Saya tidak banyak tahu tentang sajak, puisi atau semacamnya. Tapi yang saya rasakan pada saat menulisnya adalah kebebasan. Tulisan itu tiba- tiba lepas, ia tahu alurnya sendiri dan tahu alasan mengapa ia tertulis. 
Share
Tweet
Pin
Share
33 comments

Halo, kabar - bagaimana - kalian? (suksunlah kalimat diatas sehingga mmbentuk kalimat yang baku). Cieee, yang hbis UAS. (uas atau un?)

Sudah lumayan lama tidak pernah memposting puisi. Padahal stok puisi di Notebook sudah numpuk Hehe. Jadi untuk postingan kali ini saya akan menulis ulang sebuah puisi yang ada di notebook saya. 

Saya terbiasa mnulis puisi kalo lagi sendiri, gelisah, galau, atau semacam nya. Bagi saya mnulis puisi disaat seperti itu sangat efektif untuk melepas stress apalagi kalo lagi sendiri, menulis puisi adalah salah satu tempatan curhatan yang baik selain curhat sama Allah SWT. Mengapa? karna selain melatih tata bahasa dan teknik kita dalam menulis bait per bait puisi hasilnya juga akan menjadi sebuah karya.

Bukan cuma di puisi, kalian jga bisa menuangkan nya menjadi cerpen atau novel, kalo ngotot, hehe. Jadi langsung saja, saya akan memindahkan puisi yang ada di notebook saya ke diary digiital saya ini dan membagikan nya ke kalian semua. So, ini puisi saya. 


-R-

Sumber
Bocah dewasa

Lewat...
Angka lahir ku sudah lewat 19 tahun.
Sudah lewat masa puber.
Mendekati masa dimana anak merpati wajib mngepakkan belahan sayapnya.

Nyatanya...
Uang bapak masih terus menutup pendapatku.
Ibu seperti kemarin menarikku dari kebiasaan seorang pria dewasa.
Aku tidak merokok, minum minuman keras pun tak pernah.

Malam ini aku bingung.
Otakku penuh dengan obsesi.
Mau jadi inilah, itulah.
Bahkan bersujud padaNya pun tak becus.

Hatiku sendiri
Mataku dibelakang mereka.
Telingaku tak mau mendengar pujian untuk orang lain.
Sama halnya bibirku.
Tak mau mendengar pujian untuk orang lain.

Aku ingin berlari mengejar angan.
Dalam gelap dingin ego
Atau pahitnya sebuah keyakinan berbungkus sekolompok manusia keji
Sampai merasuk ke tulang dan jantung.

Jika mereka berbuah
Aku memilih membibt.
Jika mereka kelangit.
Biarkan aku membumi.
Karna kemanapun nafas berhembus.
Tuhanku selalu tahu kebenaran sebuah maksud

Sekarang....
Biarkan aku berbaring sejenak.
Memeluk guling, menarik selimut
Dari dinginnya hujan malam ini

Besok...
Mungkin aku sudah dewasa...

-R-

Bagaimana? kalian mengerti gak? hahahh..
Sebenarnya apa yang saya tulis diatas adalah apa yang perasaan saya rasakan pada satu kejadian, kenangan atau keresahan yang menyumbat pikiran saya. Jadi puisi ini semacam obat untuk mengeluarkan toksin (racun) yang menenangkan hati dan mengabadikan lisan.

Oiya, mungkin ini saja yang bisa saya tulis di postingan puisi kali ini, di kesempatan lain saya akan mempost puisi lainnya, karna kebanyakan blum di editing, masih tulisan kasar.
Jangan lupa komen, share atau sekedar dibaca. Mudah2an dapat menginspirasi kita semua. Ingat, setiap momen itu berharga, abadikan mereka. Tulis dan bagikan!

Gutten nacht! 



Share
Tweet
Pin
Share
18 comments

Malam ini sabtu malam
Malam yang tak ramah bagi kesendirian
Malam bertemunya dua insan
Yang saling mengungkap rindu

Didalam bilik aku masih duduk sendiri
Bersandarkan kursi karat
Dibungkus dengan gelap
Bermimpi masih banyak cahaya
Yang lebih dari lilin kecil ini

Menulis bait per bait harapan

Diluar sana orang bersenang-senang
Menghabiskan waktu dengan riang
Tangannya erat saling memegang

Makan malam yang lebih nikmat
Dari mi instan yang kusantap malam ini

Menghangatkan diri satu sama lain
Jauh lebih dari dinginku malam ini

Malam per malam sama saja
Baris per kata dari kesedihan ini
Tak tau harus singgah dimana

Bahkan bintang esok pagi
Tak tau harus mengadu kesiapa.


21 November 2015
Penulis : Muhammad Reyhan Ismail

(Sumber gambar : blog.horizonsuniversity.org)

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Di ujung kursi sepapan itu
Aku bagai seorang pencuri
Pencuri waktu yang menatap binar wajahmu
Sesekali aku  berbalik agar kau tak mengerti

Kulihat lagi


Matamu bulat

Sama seperti ibuku
Alismu melengkung hitam
Hingga aku berbalik lagi

Kulihat lagi


Kau masih memandang lapangan hijau itu

Tadi kaki ku juga berlari disana

Sesekali bola mata kita saling berhadapan


Tidak!


Mungkin kau tidak menatap bola mataku


Kau menatap seorang adam disampingmu

Tersenyum tipis 
Rona wajahmu memerah
Bahkan kalian saling membalas tawa

Aku berbalik lagi

Mungkin sudah waktunya untuk pulang...


(Penulis: Muhammad Reyhan Ismail)




Share
Tweet
Pin
Share
1 comments
Older Posts

Tentang Reyhan Ismail

About Me

Seorang penulis blog yang bercita-cita menjadi Hokage

Follow Reyhan Ismail

  • goodreads
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • pinterest
  • youtube

Jumlah Reylovers

Categories

#curhat (17) Arsitektur (19) Award (2) Blog (13) Buku (2) Cerpen (6) chord (1) Curhat (14) Film (3) Kampus (7) Kesialan (18) Lagu (2) Liburan (4) Medsos (1) Opini (27) Pengalaman Pertama (7) Puisi (8) Review (8) Reyhan Ismail (43) Standup Comedy (1) Tips dan Trik (5)

Arsip Blog

  • ▼  2026 (14)
    • ▼  July 2026 (3)
      • waktu
      • free
      • lethologica
    • ►  June 2026 (2)
    • ►  May 2026 (7)
    • ►  April 2026 (2)
  • ►  2025 (3)
    • ►  December 2025 (2)
    • ►  September 2025 (1)
  • ►  2024 (3)
    • ►  April 2024 (2)
    • ►  January 2024 (1)
  • ►  2023 (1)
    • ►  January 2023 (1)
  • ►  2022 (15)
    • ►  November 2022 (1)
    • ►  October 2022 (1)
    • ►  August 2022 (1)
    • ►  July 2022 (1)
    • ►  June 2022 (2)
    • ►  May 2022 (2)
    • ►  March 2022 (1)
    • ►  February 2022 (3)
    • ►  January 2022 (3)
  • ►  2021 (10)
    • ►  October 2021 (1)
    • ►  September 2021 (4)
    • ►  August 2021 (1)
    • ►  July 2021 (1)
    • ►  March 2021 (1)
    • ►  January 2021 (2)
  • ►  2020 (6)
    • ►  December 2020 (1)
    • ►  October 2020 (2)
    • ►  August 2020 (2)
    • ►  January 2020 (1)
  • ►  2019 (10)
    • ►  October 2019 (1)
    • ►  September 2019 (3)
    • ►  August 2019 (2)
    • ►  June 2019 (1)
    • ►  February 2019 (1)
    • ►  January 2019 (2)
  • ►  2018 (10)
    • ►  October 2018 (1)
    • ►  September 2018 (1)
    • ►  August 2018 (2)
    • ►  July 2018 (2)
    • ►  April 2018 (1)
    • ►  March 2018 (2)
    • ►  February 2018 (1)
  • ►  2017 (10)
    • ►  November 2017 (1)
    • ►  July 2017 (1)
    • ►  June 2017 (2)
    • ►  May 2017 (3)
    • ►  February 2017 (1)
    • ►  January 2017 (2)
  • ►  2016 (31)
    • ►  December 2016 (4)
    • ►  November 2016 (6)
    • ►  October 2016 (5)
    • ►  September 2016 (4)
    • ►  August 2016 (2)
    • ►  March 2016 (4)
    • ►  February 2016 (3)
    • ►  January 2016 (3)
  • ►  2015 (17)
    • ►  December 2015 (2)
    • ►  November 2015 (5)
    • ►  October 2015 (6)
    • ►  September 2015 (1)
    • ►  August 2015 (1)
    • ►  March 2015 (2)
  • ►  2014 (2)
    • ►  July 2014 (2)

Tulisan yang viral

  • Video Call sama cewek tak dikenal
  • REVIEW FILM UANG PANAI' ; MAHAR(L)
  • My first "Dugem-dugem" (+18)

Tim Sukses

Baca buku skuy

2022 Reading Challenge

2022 Reading Challenge
Reyhan has read 1 book toward his goal of 25 books.
hide
1 of 25 (4%)
view books

Created with by ThemeXpose