beberapa waktu lalu, saya bertemu dengan teman kuliah saya di salah satu hotel di makassar. dua bulan lalu dia baru saja menikah. sebagai senior yang sudah lebih dulu menikah dua tahun, saya menanyakan bagaimana rasanya pernikahan. dia cerita bahwa sumber utama keributannya akhir-akhir ini selalu bersumber pada pembahasan soal mantan.
saya sempat terdiam saat dia bilang "kamu enak, tidak punya mantan. pasti tidak ada bahan yang bisa jadi objek keributan" sesaat kemudian saya bertanya kepada diri sendiri. iya juga ya, kok dulu saya tidak punya mantan? perasaan itu kemudian hadir kembali pada saat saya menulis tulisan ini.
waktu menurutku adalah sebuah konsep perjalanan hidup yang kerap kali mengambil dan mempertemukan manusia kepada banyak hal. diantara semua penemuan-penemuan modern, barangkali waktu adalah salah satu yang memakan umur kita namun sama sekali tidak pernah bisa kita sentuh.
ada perasaan aneh ketika saya membuka kembali riwayat chat facebook yang sudah hampir bertahun-tahun tidak pernah saya sentuh itu. obrolan-obrolan lama yang keluar dari kepala yang masih kosong. dan tentang banyaknya bunga-bunga yang terlewatkan.
ada banyak perasaan yang terbesit di hati saya setelah membaca semua obrolan-obrolan itu. kalau saja dulu perpektif dan kepekaan saya seperti sekarang, bisa jadi mereka tidak hanya lewat. tapi beberapa bisa saya pastikan singgah. barangkali diantara semua kemungkinan, ada yang menetap dan merubah jalan hidup saya sampai sekarang.
entah kenapa satu-satunya kesan yang tertinggal di ingatan saya tentang saya di masa lalu adalah jomlo, jelek dan tidak laku. sampai setelah saya membuka banyaknya obrolan dari orang satu ke orang yang lain, membuat saya berkesimpulan bahwa saya yang dulu adalah orang yang sok cakep, tidak peka, dan cuek. Beberapa kali diri saya yang hari ini membatin "SOK CAKEP LU ANJINGG"
mungkin akan ada banyak kemungkinan yang terbuka jika saya memilih sedikit lebih berani dan membuka diri. tapi saya juga bingung, entah apa yang membuat saya bersikap se=sok cakep itu? kurang bergaul kah? kurang pengalaman? atau masih polos?
saya sempat kaget, ternyata ada yang pernah mengaku bahwa dia mengidolakan saya. ada juga yang diam-diam memotret saya dari jauh, lalu mengoleksi foto saya. sumpah, ini sedikit memperbaiki pandangan saya tentang memori saya di masa lalu bahwa saya jelek dan tidak laku. ada juga yang setiap hari menyapa, namun sayangnya tidak pernah saya respon. ternyata saya tidak se worth it yang saya kira.
kalau ditanya apakah ujung dari cerita ini adalah penyesalan? jawabannya adalah tidak sama sekali. saya hanya merasa penasaran. penasaran, kenapa pada waktu itu saya bersikap seperti itu. penasaran, kenapa saya sangat cuek dan menutup diri. penasaran, yang ada di kepala saya waktu itu apa?
per hari ini, beberapa diantara mereka saya lihat sudah menikah.
mungkin, kalau saya mau melihat dari sudut pandang yang lebih menenangkan, jawabannya begini ; saya berperilaku seperti itu, bisa jadi untuk menyelamatkan mereka untuk tidak salah menjatuhkan hati kepada orang yang ternyata bukan jodoh mereka. kalau saja saya bisa sedikit lebih peka dan menerima mereka, barangkali keberanian itu hanya akan berakhir pada gejolak hasrat yang sementara dan buang-buang waktu.
dan ya, saya perlu bersyukur untuk makna yang terakhir ini; dengan bersikap seperti itu di masa lalu, saya tidak perlu membuat daftar mantan yang pada akhirnya jadi bahan keributan dengan istri saya hari ini.
terima kasih, rey. kamu membuat kemungkinan rasa cemburu di rumah tangga menjadi sedikit lebih kecil. walaupun konflik kadang masih terjadi, tapi saya rasa itu hal biasa. sisanya biarkan saya yang bertanggung jawab :)


