Film ini berkisah tentang seorang pemuda Bugis-Makassar, Anca (Ikram Noer) yang baru pulang dari perantauan untuk mencari kerja di kota Makassar dan tiba-tiba bertemu kembali dengan mantan kekasihnya Risna ( Nur Fadillah).
Setelah beberapa tahun berpisah, akhirnya mereka berdua saling jatuh cinta lagi. Anca dengan kondisinya yang masih mencari kerja dengan dibantu kedua sahabatnya Tumming dan Abu, mendadak dimintai oleh risna untuk dilamar.
![]() |
| Punyanya google. |
Pertanyaannya, apakah Anca berhasil memenuhi target “Uang panaik” tersebut?
Tentu saya akan menjawabnya seperti penulis review film yang sewajarnya.
“Silahkan nonton sendiri” :P
-R-
Untuk pertama kalinya saya memposting sebuah review film. Ada hal yang sangat menarik dalam fillm yang akan kita review dibawah ini.Mungkin dari kita ada yang bertanya-tanya apa arti dari judul film “Uang Panaik”? dalam adat atau tradisi bugis “Uang Panaik” atau “Doi pappenre” adalah uang yang diberikan kepada pihak orang tua dari mempelai perempuan sebagai ganti atau bayaran (harga) untuk meminang anaknya, orang2 biasa menyebutnya “Mahar”.
Baru2 ini salah satu kabupaten di Sulawaesi selatan, tepatnya kota kelahiran saya Pinrang, berhasil memecahkan rekor sebagai pernikahan dengan “Uang Panai'” atau mahar yang paling tinggi. Selengkapnya silahkan baca disini.
Maka dari itu, salah satu pihak rumah produksi dari sineas Makassar Makkita Cinema Production berinisiatif menuangkan isu tersebut kedalam sebuah film.
Sebelum membaca review, silahkan nonton trailernya dibawah ini terlebih dahulu.
REVIEW
Film karya local anak Makassar ini menurut saya berhasil membuat kita tercengang sekaligus six pack (akibat tertawa) dalam durasi dua jam lebih. Latar belakang setiap scene nya tergambar dari beberapa tempat di kota Makassar. Ada di pelabuhan, dilorong (samping bajiki’ store) dan di
Sesuai judulnya, film ini sukses mengkritik tradisi dalam adat bugis yang telah melekat dalam kebudayaan orang bugis dan tentunya bagi sebagian pria yang ingin melamar perempuan bugis patut berpikir dua kali.
![]() | ||
Punyanya Halaman Facebooknya Makkita Cinema
|
Adapun tokoh utama pria Anca (Ikram Noer), berperan sangat bijak, dewasa dan menekankan jiwa siri’ (malu) dalam dirinya. Berpasangan dengan Risna yang bersifat ke-ibuan, berambisi dan berani.
![]() |
| Punyanya Halaman Facebooknya Makkita Cinema |
![]() |
| Awweh, bilang ka samaji sumbernya. |
Orang tua Anca berperan sangat lucu, Berbeda dengan orang tua Risna yang selalu membawa ketegangan dalam film. Just info, Sebenarnya ibu dari Anca dalam kehidupan nyata adalah Ibu dari Tumming, tak mau kalah dengan anak nya, ibu dari Tumming juga punya akun instagram bernama mama_tumming.
Alhasil Ibu Anca dalam film "Uang panaik" ini berhasil membuat penonton terbahak2 dengan komedinya yang absurd dan bahasa aliennya. Memang buah jatuh tak jauh dari pohonnya.
Tak kalah dengan pemeran pendukungnya. Salah satu pemeran pendukungnya adalah Cahya Ary Nagara yang cukup terkenal dikalangan anak muda Makassar, salah satu filmnya yang cukup terkenal adalah Hijau Kotak kotak. Selain Cahya, masih banyak lagi pemeran pendukung yang akan mengejutkan penonton diakhir film.
![]() |
| Yang kiri Cahya, kanan Risna. Tengah saya, jadi bakteri dihanduk. |
![]() |
| Janganmi ditanya' |
Sangat natural, menyentuh dan tenang. Kesannya sangat melakonlis, lagu ini juga dibawakan oleh salah satu band lokal Makassar Dheandra yang berjudul Sendiri, bagi teman-teman yang mau dengar silahkan klik video dibawah ini. Sediakan tisu, mic sama recorder sapatau bisa sekalian cover lagunya, hahah.
Bagaimana? kesannya bisa ditulis dikolom komentar dibawah yaa...
PESAN MORAL
Ada banyak quote-quote menarik dalam film ini, tapi saya hanya merasakan pesan moral yang tersirat dan menancap dalam sanubari ku yang paling dalam, salah satunya yaitu:
Mulai sekarang waktunya kumpul uang panai’ 100 juta untuk menikah nanti!Saya kira begitulah pesan moral yang saya rasakan.
Adapun quote yang saya ingat, salah satunya pas si Anca lagi down dan diberi semangat dengan kata ini:
"Kopi boleh pahit, hidup mu jangan. Semangat !"
KEKURANGAN
Hanya saja, sewaktu saya nonton di bioskop kesayangan saya, ada beberapa hal yang sedikit mengganggu dan mengurangi efek kejutan dan visual dalam film.
Pertama, ada segerombolan orang yang sama memakai baju film “uang panai'” entah mereka tim atau kru dalam film. Mereka duduk dibelakang saya dan ketika film berlangsung selalu menceloteh2 singkat kelanjutan dari tiap bagian film.Bisa dibilang penonton spoiler lah. Hal ini tentunya mengurangi efek kejutan dalam film karna mereka membocorkan nya dibelakang.
Kedua, dalalm segi visual, menurut pandangan saya sebagai penikmat film, setiap perpindahan scene atau transisi dari film sangat monoton dan terlalu cepat. Seperti kita menonton film superhero, belum puas kita melihat superhero menghajar lawan nya, adegan nya sudah berpindah, coba bayangkan kalo adegan itu dilakukan terlalu sering? Geregetan kan?
-R-
Overall , Saya sebagai orang yang berdarah bugis menyarankan teman-teman baik di sulawesi ataupun di luar sulawesi, pokoknya semua wajib untuk menonton film ini! FILMNYA PECCCCAAAHHHH! KOMEDI? ADA. DRAMA? ADA. PERSAHABATAN? ADA. Yang tidak ada itu jodoh, iya, disini tidak ada jodoh!
Kalo teman-teman mau tau kenapa “Uang panai’” itu sangat sakral dalam setiap lamaran orang bugis, pergi meki’ nonton filmnya (baca: silahkan pergi nonton filmnya). Eiitsss, nonton dibioskop kesayangan bareng kesayangan yang masih disayang-sayang.
INGAT! FILM INI BEKAL UNTUK LAMARAN NANTI!
Waktunya menabung uang panai' Jonnnnssss!!!!


















