Menuai kesuksesan dengan laporan yang paling cepat
di-ACC di KP Perencanaan semester lalu, ditambah dengan satu-satunya
satu-satunya kelompok yang dapat ‘uang saku’ di KP Pelaksanaan, maka saya tidak
perlu mati-matian mencari teman kelompok lagi. Beberapa teman-teman diam-diam
menghubungi saya, ada yang chat, ada yang kasih kode dan ada yang bersyukur
kalo saya panggil satu kelompok. Termasuk Tiwi yang sekali lagi tidak kapok
satu kelompok dengan saya, walaupun saya sudah mengkhianatinya di KP
Perencanaan kemarin, Dan di KP Pelaksanaan kali ini, saya tetap melakukan hal
yang sama.
Kali ini bukan karna tergoda untuk masuk di kelompok
Kak Johan kembali. Lagian Kak Johan dan Kak Adi waktu itu juga sudah dapat
kelompok. Tapi karna panggilan dua perempuan yang di kucilkan dari pergaulan. Namanya Amel dan
Dewi.



