Ga berasa.
Mungkin dua kata itu cukup buat mewakili tahun 2020 sampai akhir Desember ini. Ngga banyak yang bisa saya lakuin di tahun ini. Yang banyak cuman rencana yang tertunda. Naskah buku tertunda, rencana ke kampung inggris tertunda, rencana buat lanjut S2 tertunda dan masih banyak lagi.
Apa ya...Keknya ngga ada yang spesial deh.
Pertengahan tahun kemarin saya sempat mengisi waktu luang dengan nge-gym. Hasilnya ngga terlalu maksimal, soalnya cuman 8 bulanan. Abis itu ke Bali.
Ngga ada yang spesial. Satu-satunya achievment yang tercapai adalah reading challange 2020 saya memenuhi target. 25 buku.
Terus tahun ini saya bergabung di komunitas 1000 guru sebagai pengurus di bagian survey dan logistik. Belum sempat merasakan atmosfer yang menyenangkan. Karena dari proses rekrutmen sampai sekarang, kami masih belum pernah bertemu secara tatap mata. Setiap pertemuan cuman di lakukan via zoom.
Tahun 2020 makin gelisah.
Impian saya yang dari dulu pengen jadi penulis, tiba-tiba tahun ini diserang banyak keraguan. penghasilan dari jadi seorang penulis bisa bikin kita hidup ga ya? kira-kira kalo jadi penulis banyak duitnya ga ya? ntar kalo jadi penulis, bukunya bakal laku ga ya? apa ngga usah jadi penulis aja.
TIba-tiba saya sekarang pengen fokus di profesi arsitek yang sudah jadi konsen pendidikan di s1.
Rasanya cuman pengen realistis aja. Cari pekerjaan yang penghasilan dari jenjang karirnya jelas di masa depan. Menabung, investasi, memulai bisnis dan usaha. Habis itu menikah, punya anak dan jadi orang tua yang baik.
Sederhana banget sebenarnya. Ga perlu jadi kaya-kaya amat. Yang penting semuanya diperhitungkan dan terjamin.
Jadi, kira-kira bakal jadi penulis apa arsitek?
Gatau deh, kita liat aja jawabannya di tahun 2021.
Saya Reyhan Ismail, selamat tinggal 2020. Selamat datang 2021.

