sudah cukup setahun sudah Ibu saya meninggal. awalnya saya mengira satu tahun adalah waktu yang cukup untuk sembuh dari rasa kehilangan. nyatanya tidak sama sekali. kadang-kadang perasaan itu datang membawa luka yang menyesakkan dada.
sampai kapanpun waktu tidak akan pernah bisa membuat kita benar-benar sembuh. selalu ada momen yang membuat saya teringat kembali, yang membuat saya merindukan keberadaan ibu saya.
kadang-kadang saya merasa sendirian. satu-satunya sumber kasih sayang saya sudah hilang. mencarinya di perempuan lain pun saya selalu gagal. saya memang selalu payah dalam urusan yang menyangkut tentang perempuan. makanya dari kecil saya tidak ingin punya adik perempuan.
ohiya, 2022 sepertinya akan menjadi awal yang menyenangkan bagi rencana-rencana saya. beberapa mimpi saya satu persatu terwujud. menerbitkan buku dan membuat lagu pertama. barusan saya sudah mengirim naskah buku kedua ke penerbit.
banyak hal baik yang ingin saya wujudkan setelah ini. semoga tuhan memudahkan semuanya. kita ketemu ditulisan berikutnya.

