biasanya orang kalo makan di tempat umum pasti memperhatikan etika, penampilan dan sopan santun. saya adalah tipikal orang yang kalo makan kayak orang yg tidak pernah makan dua hari. kalo makan dirumah rasanya tidak lengkap kalau tidak sambil standar kaki sambil ngecap.
beda lagi kalau makan di tempat umum kayak di kafe atau di restoran. beberapa makanan di restoran untungnya menyediakan alat makanan yg menunjang pengunjungnya agar tetap slay. makan nasi goreng disediain sendok/ garpu. makan kentang goreng disediain tisu. sejauh ini saya masih bisa menahan jiwa kerakusan saya dengan alat2 semacam itu.
malam ini situasinya berbeda. saat tulisan ini ditulis, saya sedang berkunjung ke kafe sendirian. dengan sotoynya saya memesan minuman soft drink dan burger. sebelumnya saya sudah pernah makan burger dan gagal terlihat slay. keliatannya lebih berantakan dan amburadul. saat saya menggigit tepian burger, di tepian lainnya isinya malah berhamburan. saya tidak pernah berhasil menggigit burger dengan sempurna. pasti ada2 saja isian yg berhamburan.
tangan saya berantakan, penuh saus. sudut bibir penuh dengan mayo. kesan kampungannya sungguh sangat tidak terhindarkan.
situasinya tidak pernah serumit ini sebelumnya. saya biasanya makan burger di rumah, it means tidak ada yg memperhatikan. saya tidak pernah mempertimbangkan sebelumnya bagaimana rasanya makan burger dengan style seperti itu ditengah2 banyak orang di kafe sendirian.
di sebelah kiri kanan saya banyak perempuan, di depan saya sekumpulan laki2 duduk berhadapan dengan saya.
sampai saat tulisan ini ditulis, saya masih memikirkan strategi yang tepat untuk melahap burger ini dengan tetap slay tanpa berhamburan kemana-mana.
saya benar2 tidak bisa membayangkan ditengah orang2 'gaul' ini, ada saya yg sedang makan burger berhamburan kayak orang yg tidak pernah makan dua hari.

