Beberapa hari terakhir ini, timeline tiktok saya dipenuhi konten seorang perempuan dengan rambut panjang kering, pipi merah dengan eyeshadow tebal yang kontras, jualan gorden sambil nyanyi dan joget-joget, 10 gelombang kiri, 10 gelombang kanan dengan suara nyaring.
Saat orang-orang terhibur nonton konten-konten seperti itu, saya malah takut. Ini penyihir Azkaban kok bisa-bisanya jadi penjual gorden? Apa karena voldemort udah mati?
Kok orang-orang seperti itu bisa viral di tiktok? Beberapa kali saya menonton videonya untuk menemukan value entertaining-nya dan mencoba memahami kenapa orang ini viral. Tapi tetap saya justru malah takut
| Kak Jill saat diundang ke Brownies |
Saya tidak tahu kenapa makin kesini konten-konten viral di Tiktok jusru malah makin aneh. Sebelum Kak Jill viral, ada sebuah dukun yang sudah viral duluan karena mencoba membuktikan ilmu kebal di depan khalayak media.
Saya sih bodo amat dan tidak peduli. Mau dia kebal atau tidak, tapi kalo dia falling in love with people we cant have, pasti rasanya sakit juga.
'Istilah kata' tidak ada orang yang bisa benar-benar kebal dari patah hati. Rasa sakit itu pasti selalu menemukan cara lain untuk masuk ke diri kita. Jika rasa sakit fisik tidak mempan, maka rasa sakit psikis yang akan bekerja.
Walaupun begitu, saya justru senang kalo makin banyak orang-orang seperti mereka viral. Mereka adalah bahan baku/ bahan mentah untuk kreator meme, standup comedy-an dan para konten kreator di Indonesia untuk dijadikan konten-konten yang menghibur.
Kalo dipikir-pikir, mereka juga sama sekali tidak merugikan masyarakat Indonesia (Lebih ke mempermalukan diri sendiri sih). Daripada yang banyak viral malah koruptor yang merugikan pajak APBD ratusan ribu masyarakat Indonesia?
Teman-teman pilih mana?

