Hai kids. This is ur dad.
Di saat orang-orang diluar sana sedang tren membuat konten seperti ini melalui video, Ayah minta maaf cuman bisa menyampaikannya lewat tulisan.
Hari ini tanggal 01 Januari 2024. Semalam orang-orang baru saja merayakan tahun baru melalui ledakan kembang api, perayaan makan-makan dan tiup terompet. Di malam yang riuh dan jalan-jalan yang ramai, entah kenapa Ayahmu ini memilih pulang ke rumah.
Beberapa jam sebelumnya Ayah berpindah dari tempat ramai satu ke tempat ramai lainnya. Ayah hanya merasa butuh teman. Berpikir bahwa berada di tengah-tengah keramaian akan membuat rasa kesepian itu pergi ternyata salah.
Ayah merasa seperti orang asing di antara sekumpulan orang-orang yang sedang bersuka cita merayakan pergantian tahun. Entah apa yang Ayah sedang cari malam itu.
Ledakan demi ledakan kembang api seperti penanda yang membuka pintu masa lalu. Mengingatkan Ayah akan tahun demi tahun yang ayah lewati dengan jalan sunyi dan perasaan yang sulit ayah definisikan.
Beberapa Minggu yang lalu Ayah melakukan kesalahan. Kesalahan yang Ayah pikir kecil tapi ternyata besar bagi Perempuan yang Ayah anggap akan jadi Ibumu
Saat ini Ayah sedang berdiri diantara jalan berhenti atau berjuang dengan keras kepala. Rasanya cukup melelahkan. Menebak-nebak perasaan orang itu seperti melukis diatas air. Tidak akan pernah selesai-selesai.
Ayah pikir, sepertinya negeri ini harus punya satu kurikulum yang khusus untuk mempelajari perasaan perempuan. Tapi setelah dipikir-pikir, rasanya percuma juga kalau kita tidak punya hubungan jelas seperti Ayahmu dan perempuan yang ayah anggap akan Ibumu itu.
Entah kenapa situasinya jadi benar-benar sesulit ini. Sudah dua minggu berlalu dan dia masih tetap saja begitu.
Ayah lupa kapan terakhir kali merayakan tahun baru dengan perasaan yang cukup. Selalu saja Ayah bersembunyi dibalik topeng riang gembira tapi diam-diam berharap kebahagiaan yang lebih dari hari kemarin.
Saat ini Ayah masih menulis cerita bagaimana Ayah bertemu dengan Ibumu. Sudah banyak draft cerita yang Ayah tulis, tapi endingnya selalu payah. Entah karena Ayah salah orang, entah karena konflik yang Ayah bingung mencari konklusinya, dll.
Di tahun 2024 ini, barangkali akan jadi tahun yang melelahkan. Ini adalah tahun yang mengerikan bagi Nenekmu. Saking mengerikannya Ia menghindarinya dengan cara pergi untuk selamanya.
Tapi ditengah rasa lelah itu, Ayah masih berharap 2024, akan menjadi tahun di mana Ayah akan bertemu Ibumu.

