Akhir-akhir ini saya sering kali
menjumpai beberapa slogan atau kutipan
dari beberapa orang di media sosial yang menyangkut tentang keamanan kota kita
tercinta ini. Iya, Makassar. banyak orang mengatakan bahwa keadaan di kota ini
sangat tidak aman, berhubung karena banyaknya kasus tentang perampokan dan
penikaman yang dilakukan oleh begal atau dikota ini biasa disebut dengan geng motor.
Masyarakat seakan menuntut kepada
pemerintah atau lembaga keamanan kota untuk mengamankan kota ini dari jaringan
geng motor. Dengan slogan #MakassarTidakAman yang beredar di media sosial,
membuat saya sebagai mahasiswa warga daerah yang melanjutkan pendidikan kekota
ini menjadi was-was untuk kembali ke Makassar. Namun saat saya kembali, keadaan
dikota ini cukup kondusif, tidak seperti yang saya bayangkan.
Masyarakat kota atau pengguna
media sosial seharusnya tidak perlu sibuk membuat status bahwa Makassar tidak
aman dengan begitu berlebihan, karena akan merugikan sendiri citra kota ini. Bahkan
yang tinggal dikota ini juga akan merasa ketakutan. Dan hasilnya hanya akan
menciptakan ketakutan bukan kewaspadaan.
Berharap kepada pemerintah dan
lembaga keamanan kota juga tidak terlalu banyak membantu. Karena itulah kita
sebagai masyakat yang mempunyai jumlah lebih besar seharusnya ikut campur
tangan membasmi dan mengamankan geng motor yang kerap meresahkan masyarakat
ini. Bukan dengan menulis slogan yang menimbulkan ketakutan, tetapi
mengawalinya dengan tindakan.
Menurut saya, tindakan yang perlu
dilakukan oleh warga Makassar adalah membentuk pos jaga ditiap-tiap daerah yang
rawan aksi geng motor, cara ini agar memperkecil ruang gerak pelaku.
Selain itu, kita harus saling
membantu dan peduli mana kala ada sesorang yang kita curigai diberhentikan atau
mulai diancam oleh pelaku dipinggir jalan atau tempat lain. Hal ini karena,
saya pernah melihat video cctv yang merekam aksi pelaku. Disana saya melihat si
korban ditikam, padahal dijalan masih banyak kendaraan yang lalu lalang hanya
melihat kejadian tersebut, saya kurang tau bahwa mereka melihat atau tidak,
tetapi yang saya sebutkan disini respon masyarakat melihat disekeliling, bukan
sikap tidak peduli sebagai pengguna jalan.
Mungkin dengan adanya campur
tangan dari masyarakat diharapkan dapat mencegah aksi-aksi yang tidak
diinginkan ketika dijalan. Pemerintah juga seharusnya tidak boleh lalai dalam
menjaga kemanan kota, hal ini supaya terjadi kerjasama yang kuat antara
pemerintah atau lembaga kemanan seperti polisi, TNI, dll dan masyarakat dapat
terjalin agar terciptanya kota Makassar yang aman dan sama-sama kita cintai
ini.
Saya akan menuliskan sedikit sajak puisi tentang kota ini, selamat membaca :)
Takut rembulan
Matahari berakhir menyibak terik
Gelap setelah melonjak naik
Mata badik bersiap hanya tertarik
Garis busur terkantung jadi budak awak
Mata badik bersiap hanya tertarik
Garis busur terkantung jadi budak awak
Berdarah darah dipinggir panggung
Dia ditikam dirampok perut kendaraannya
Oleh orang buta diberi bersuluh
Kemana daeng prajurit tengah malam
Yang menjaga jalan dari uang lapar
Aku tak tau siapa lawan teman jalan
Kota ini penuh keraguan dalam jalan rembulan
![]() | ||||||||||||
| Didepan tempat ini adalah tempat dibusurnya bos polisi |


