• Home
  • Tentang Penulis
  • Kontak
    • Category
    • Category
    • Category
  • Buku
  • Portofolio
facebook twitter instagram youtube goodreads

Reyhan Ismail






“Setiap kelompok berisi tiga orang. Terakhir penunjukan SPK (Surat Perintah Kerja) dua minggu, mulai hari ini.”

Begitulah pengantar yang diberikan Ibu Suba sebelum kami mulai mencari tempat Kerja Praktek. Nama lengkap Ibu Suba adalah Ibu Subaidah.

KP atau Kerja Praktek Perencanaan adalah magang yang berfungsi untuk menambah pengalaman kerja mahasiswa arsitek dengan terjun langsung di kantor konsultan perencanaan arsitektur. Mulainya semester 6.

Semua mahasiswa mulai sibuk mencari kelompok yang bermutu demi menyelamatkan dirinya masing-masing. Dalam proses mencari kelompok seperti ini, mahasiswa pintar dan rajin biasanya cepat laku, sedangkan mahasiswa yang terkenal malas dan kurang pintar biasanya harap-harap cemas mencari kelompok secepat mungkin. Dan yang paling parah adalah mahasiswa  goblok yang tidak tahu diri. Biasanya kalo momen rebut-rebutan teman kelompok seperti ini mereka cuman diam dan sok jual mahal, nunggu dipanggilin atau menunggu di kasihani.



Saya dengan sigap, mulai mencari-cari teman yang diperkirakan belum punya kelompok namun cerdas nan rajin, supaya bisa saling melengkapi. Tanpa merendahkan kualitas diri dan tetap jual mahal, mata saya langsung mencari Ulla. Orang yang termasuk pintar dan rajin di angkatan.

“Ehm, bro, kau sudah punya kelompok kah?”
“Iya rey, sudah ada, saya satu kelompok sama Aziz dan Aris”
“Oh, sudah cukup 3 berarti”
“Coba tanya Agus, dia belum punya teman kelompok kayaknya”

Ulla benar-benar tidak tau bagaimana si Agus. Satu kelompok dengan dia sama saja dengan bunuh diri. Dia memang ramah dan bersahabat, kalo sampai di kampus dia selalu menyapa “Selamat pagi” pada teman-teman. Walaupun hari sudah sore.

Ditambah saya yang cepat terpengaruh dengan pergaulan. Kalo kita satu kelompok, mungkin yang datang ke kantor cuman harapan yang menunggu kepastian.

Selesai kuliah saya langsung berjalan menuju jurusan sambil meneriman kenyataan bahwa semua teman sudah punya kelompok. Bahkan si Agus katanya juga sudah punya. 

Tunggu dulu. Kelompok dermawan mana yang mau menerima si Agus?.

Sambil berjalan menuruni tangga, saya bertanya ke group angkatan. Barangkali masih ada teman yang belum dapat kelompok. Tiba-tiba pesan masuk. Dari Tiwi.

Tiwi : Kita satu kelompok saja.
Rey : Satunya siapa lagi?
Tiwi : Satunya Masrurah. Cukup kan bertiga?
Rey : Oiya, kalo begitu saya masuk dikelompokmu.

Satu kelompok dengan Tiwi dan Masrurah bukanlah ide yang buruk. Walaupun cuman saya yang cowok. Tapi setidaknya mereka berdua termasuk teman yang rajin.
Seminggu berlalu, berbekal google maps dan link dari senior, saya sudah hampir mendatangi lima kantor yang ada di list. Diantaranya adalah ;

1.      PT. Terserah Kamu
Saya dapat kontak kantor ini dari salah satu senior. Kantor ini adalah prioritas utama. Karna katanya, bos yang ada diperusahaan ini baik sekali, karna walaupun tidak pernah masuk kantor, bosnya tetap kasih nilai A buat mahasiswa yang magang disana. Sungguh kantor idaman orang seperti Agus.

2.      PT. Konsultan Geografis
Ini salah masuk kantor…

3.      PT. Punya Teman Om
Saya dapat kantor ini dari Om yang kebetulan punya banyak teman konsultan perumahan. Katanya proyeknya banyak. Perumahan. Anggarannya besar-besar semua. Tapi sampai sekarang belum ada kabar. Kayaknya proyeknya perumahan wallet.

4.      PT. Jangan Main-Main
Kantor ini pernah ditempati juga sama senior. Saya dapat alamatnya juga langsung dari senior. Waktu itu saya datang sendiri. Pas habis ketuk-ketuk pintu, tiba-tiba om-om keluar dari garasi mobil sambil menelpon.

“Iya, kenapa?”
“Saya mau tanya om, di sini PT. Jangan Main-Main ya?”
Tangan om itu langsung menggeleng-geleng. Memberi isyarat ‘bukan’.
“Oiya, makasih om”

Tangan om itu masih menggeleng-menggeleng. Saya baru mengerti waktu dia menunjuk handphone di telinga kanannya dan bilang :

“Sorry, bukan kamu. Ini lagi nelpon”



Masih sambil menelpon, si om langsung menyuruh saya masuk lewat garasi kantor itu. 

Melewati koridor, saya sampai di kantor tempat kerjanya. Di ruangan kantor itu, semua orang pada sibuk, ada yang mendesain lewat komputer, sketsa gambar, menghitung RAB dan ada yang diskusi gambar. Sedangkan saya memperhatikan semuanya dari luar kantor sambil gemetaran. Ini saya belum memperkenalkan diri dan menjelaskan niat datang kesini, tiba-tiba langsung di suruh masuk.

“Kamu duduk di sini dulu, nanti saya panggilkan Pak Taufik”

Bermodalkan tekad dan rasa tidak punya malu yang tinggi, beberapa menit kemudian saya langsung disuruh bicara sama pemilik biro konsultan tersebut.

“Jadi, kamu anak yang mau magang di sini?” Saya heran, tiba-tiba Pak Taufik langsung tau maksud kedatangn saya ke sini, walaupun belum pernah saya kasih tau.

Belakangan, saya baru tau, ternyata anak magang yang di maksud Pak Taufik itu adalah Kak Adi dan Kak Johan, dua senior yang kebetulan mau magang di sana juga. Mereka yang lebih dulu menghubungi Pak Taufik secara langsung buat datang ke sana, minta izin. Tapi secara kebetulan yang datang secara membabi buta malah saya.

FYI, mata kuliah Kerja Praktek Perencanaan ini membatasi mahasiswanya magang minimal satu kelompok di satu biro konsultan. Lebih dari satu kelompok di satu biro konsultan tidak di perbolehkan. Bisa di simpulkan salah satu kelompok kami, yaitu kelompok saya dan kelompok Kak Johan harus mengalah salah satunya untuk bisa magang di tempat Pak Taufik. Pilihan ke duanya jika tidak ada yang mau mengalah adalah perang skill siapa yang lebih layak. Setelah dilihat-lihat ke dua teman kelompok saya (Tiwi dan Masrurah) ternyata tidak terlalu memiliki skill mumpuni, begitupun saya. Maka saya memilih opsi ketiga ; Bikin perusahaan sendiri.

Akhirnya kami memutuskan untuk tetap bertahan di tempat Pak Taufik, menunggu kelompok Kak Johan mengalah. Seminggu setelahnya saya mencium bau-bau keguguran dari kelompok kami. Masrurah di duga tidak memenuhi syarat untuk mengikuti Kerja Praktek Perencanaan ini, beberapa nilainya di vonis masih ada yang bermasalah. Sekarang tinggal ada saya dan Tiwi. Melihat kemampuan kami yang tidak seberapa dan dibayang-bayangi oleh pertanyaan Pak Taufik waktu itu

“Kamu bisa pake Sketchup sama AutoCad kan?
Dan dengan sombongnya saya berkata “Iya, bisa pak”
“Hitung anggaran bangunan bisa?”
Dengan sombongnya lagi saya berkata “Bisa, bisa pak. Di kampus sering belajar itu, hehe”
Kenyataannya nilai mata kuliah Manajemen Proyek ku waktu itu dapat nilai E.

Maka dengan itu, demi kemaslahatan kelompok. Saya sebagai ketua kelompok memutuskan dengan berat hati untuk membubarkan kelompok ini secara sepihak. Kemudian berkhianat ke kelompok Kak Johan. Ehehe.

Iya, saya masuk ke kelompok Kak Johan yang kurang satu orang. Disitu saya merasa egois karna mememilih keputusan sepihak tanpa meminta persetujuan Tiwi. Terkadang kita memang harus memilih keputusan yang pahit karna cuman itu keputusan yang paling logis. Saya selalu berusaha berpikir logis dalam setiap mengambil keputusan. Seperti keadaan yang mengancam karir mahasiswa saya ini.

Hari-hari selama di kantor saya mengenal beberapa orang baru. Selain Pak Taufik, saya juga mengenal Kak Yudi dan Kak Fathur. Mereka berdua yang membimbing kami selama di sana. Selain itu ada juga Mba Yuni yang tidak lain adalah istri Pak Taufik, katanya asli orang Jogja. Ada juga Opa, saya tidak tau nama aslinya, yang jelas selama saya di sana, orang-orang hanya memanggilnya Opa. Umurnya sekitar 60-70-an. Selama di sana saya paling suka mendengar cerita-cerita Opa sewaktu masih muda. Dia dapat beasiswa S2 di Jerman, pernah bekerja di perusahaan Oil and Gas. Saya banyak dapat inspirasi dari Opa. Di umur yang begitu tua, dia masih tetap bekerja dan tidak mau menyusahkan orang lain, terutama anak dan cucunya.

Dan yang paling saya ingat adalah si Ade, anaknya Pak Taufik. Kalo tidak salah dia anak pertama dari dua bersaudara. Si Ade ini masih SMP. Badannya gendut. Saya perkirakan beratnya 60-70 Kg. Rambutnya keriting tidak terlalu panjang. Di minggu-minggu pertama saya masuk kantor, si Ade ini tanpa sungkan langsung menjabat tangan kami satu persatu dan bilang :

“Perkenalkan, saya Ade. Saya manajer di sini” dengan mulut berminyak sambil mengunyah pisang goreng.

Waktu itu saya langsung percaya dan langsung tunduk dan hormat sama Pak Ade ini sebelum satu hari di kantor saya menemui dirinya berseragam pake dasi dan celana panjang biru tua sambil main game dengan telinga tertutupi headset. Ternyata masih SMP!

Tahu si Ade ternyata masih SMP, saya tidak bisa langsung menaboknya begitu saja. Beliau masih saya hormati karna si Ade ini tetap anaknnya Pak Taufik. Bos kita semua. Hingga di minggu terakhir magang, saya di permalukan olehnya.

Sore itu beberapa hari sebelumnya saya tidak masuk kantor karna ada beberapa kesibukan di kampus. Setelah menghilang beberapa hari di kantor, saya mulai merasa canggung untuk datang ke sana lagi. Apalagi Kak Johan bilang saya di cari sama Pak Taufik beberapa hari terakhir. Hari itu saya memberanikan diri untuk datang ke kantor. Awalnya orang-orang kantor biasa-biasa saja dan tidak ada yang bertanya “Kemarin kamu kemana?” atau “Kok baru muncul?” bahkan Pak Taufik juga tidak bertanya apa-apa.

Hingga sore hari, dua jam sebelum pulang saya duduk di depan komputer sambil mengerjakan gambar yang ditugaskan. Tiba-tiba si Ade datang
“Wah, wah, wah. Ini nih” tangan panjang dan berlemaknya langsung nunjuk ke saya.

Saya berusaha dan pura-pura sibuk melihat computer.
“He! He! Pura-pura tidak liat lagi. Siapa lagi namanya ini?”

Sadar, daripada dia tambah ribut dan jadi perhatian orang satu ruangan saya langsung nengok ke dia

“Iya?”
“Kamu, kenapa baru datang? Kemarin-kemarin menghilang tidak ada kabar”
“Hahaha” Berusaha menahan malu.
“Ini, kemarin sibuk asistensi tugas di kampus, hehe”
“AH! Banyak alasan juga, sekalian saja besok-besok tidak usah datang (berhenti).” 
“Hehehe” waktu itu tidak tau mau ngomong apa lagi selain ngetawain diri sendiri, orang-orang satu ruangan langsung melirik ke saya. Saya malu setengah mati. Harga diri saya langsung rontok saat itu juga. Pulpen jatuh dibawah meja, saya pura-pura tunduk berlama-lama buat mengambilnya sambil menghilangkan efek ‘malu’ yang mendera. Kalo bisa sih nunduk aja terus, gak usah bangun-bangun.

Walaupun punya manajer yang ceplas ceplos seperti si Ade. Pada akhirnya kantor ini tetaplah kantor pertama dan terbaik yang pernah saya tempati. Dari semua kelompok mahasiswa yang Kerja Praktek, cuman kantor ini yang memberikan ‘uang saku’ perminggu buat mahasiswa magangnya.

KP Perencanaan, Reyhan Ismail, Magang, Arsitektur, Proyek
Salah satu mandor yang paling keren sedang berfoto di lokasi proyek.
Saya sangat berterima kasih kepada Pak Taufik karna sudah menghargai hasil kerja kami di sana. Tidak sekedar memanfaatkan tenaga anak magang untuk menyelesaikan semua pekerjaannya tanpa memberi pelajaran sesuai latar belakang pendidikannya (disuruh bikin kopi misalnya). Tidak banyak orang-orang seperti Pak Taufik ini diluar sana yang mau menghargai dan memahami arti sebuah desain. Kebanyakan orang-orang masih memandang sebelah mata dan menganggap desain itu adalah pekerjaan yang mudah.

Mereka hanya belum paham bagaimana rasanya mengkhianati teman kelompok sendiri dan dipermalukan anak SMP. T_T

-----

Sumber GIF : https://giphy.com/

Share
Tweet
Pin
Share
8 comments

Khaeriyah Nasruddin
Desain sampul depan
Judul Buku : Risalah Kunang-Kunang
Penulis : Khaeriyah Nasruddin
Penerbit : Penerbit Shofia
Editor /Penyelaras Kata : Fitrawan Umar
Desain cover : Wulan Nugrahaini
Tebal : 91 Halaman.

RINGKASAN BUKU

Buku ini berisi 11 kumpulan cerpen yang dominan didasari dengan latar belakang dan konflik kehidupan kunang-kunang dan pengalaman pribadi penulis. 11 cerpen yang ada dalam buku ini masing-masing berjudul.
  1. Kunang-kunang dalam cerita
  2. Memetik senyum kunang-kunang
  3. Kunang-kunang diujung malam
  4. Kunang-kunang yang mengincup
  5. Malaikat Kunang-kunang
  6. Mata Kunang-kunang
  7. Mimpi Kunang-kunang kecil
  8. Sepasang janji dan Kunang-kunang
  9. Rumah Kunang-kunang
  10. Musim Kunang-kunang
  11. Gadis Kunang-kunang

REVIEW

"Menarilah dalam gelap, karena kau adalah kegelapan itu. Bernyanyilah dalam sunyi, karena kesunyian itu adalah cinta. Mata kunang-kunang itu adalah sayap. Sayap yang membawanya pada pelataran cinta dalam pandang pertama"
Begitulah salah satu kutipan quote yang ditulis oleh Khaeriyah Nasruddin.
Sangat jarang saya menemukan sebuah buku yang mengambil objek kunang-kunang sebagai latar belakang, ide cerita, bahkan sebagai judul. Tentu ini juga menjadi nilai plus buku Risalah kunang-kunang yang membuat nilai nya berbeda dengan buku-buku lain. 

Jika dilihat pada sampul depannya, saya dapat menangkap sebuah makna harapan disana. Dengan warna yang dominan kuning dan orange memberi dorongan kepada pembaca untuk selalu semangat dalam membuka tiap lembarannya. Objek utama dalam sampul depan buku ini adalah sebuah toples yang biasaya dipakai manusia untuk menangkap kunang-kunang yang bercahaya. Memberi kesan segar dan sejuk.

Bagaimana dengan isinya?

Kesebelas kumpulan cerpen yang ada dalam buku ini menyimpan kejutan dan cerita yang berbeda-beda. Racikan kata-katanya yang puitis menjelma menjadi cahaya ditiap lembar kisah yang ditawarkan oleh penulis.

Dari seluruh cerpen yang ada pada buku tersebut saya menyeleksi tiga cerpen favorit versi saya sendiri. Kita mulai dari favorit menuju ke yang paling favorit.


Diurutan ke-tiga saya menempatkan "Rumah kunang-kunang" awalnya saya mengira bagian ini adalah cerita horror versi kunang-kunang. Tapi setelah saya baca untuk kedua kalinya saya masih mengira ini tulisan horror, setelah membaca untuk ketiga kalinya, saya menyimpulkan bahwa ini adalah tulisan yang paling unik dari Khaeriyah Nasruddin. 


Menghadirkan yang sudah tidak ada seakan menjadi ada. Terdengar agak mistis memang. Tapi percayalah, cerita ini memang mistis sangat unik jika dipandang dari sudut pandang yang berbeda. Saya menangkap sebuah ikatan persahabatan yang kuat, sebuah pesan dari seseorang teman yang telah pulang ke "rumah" duluan. Sama dengan "Kunang-kunang diujung malam" twist-nya juga terdapat pada bagian akhir.

Diurutan kedua ada "Malaikat kunang-kunang". Berbeda dengan "Kunang-kunang diujung malam", Malaikat kunang-kunang lebih menunjukkan pesan tentang makna sebuah kebaikan sejati. Dicerita ini saya bahkan tidak tahu siapa nama kunang-kunang yang ada dalam cerita tersebut. 

Memakai sudut pandang orang pertama dan kunang-kunang yang ingin mengakhiri hidupnya, hanya dua orang tokoh yang terlibat konflik dalam cerita kali ini. Tapi makna dan pesan moral yang disajikan sangat dalam, tentang esensi sebuah kebaikan dan pengorbanan. Patut dibaca untuk kalian yang ingin tahu arti sebuah pengorbanan.


Cerita favorit saya yang menduduki peringkat pertama adalah "Kunang-kunang diujung malam". Tokoh utama dalam cerita ini adalah seekor kunang-kunang betina yang bernama Elmira. Dia mempunyai kekasih yang sudah sejak lama pergi meninggalkannya. Sejak sepeninggalan kekasihnya, yang dia lakukan hanya menunggu surat kekasihnya yang dibawa kakek tua petugas pos dipagi hari sambil menghitung butiran embun yang jatuh dideaunan. 


Nah, percakapan Elmira dan kakek petugas pos inilah yang nantinya akan membawa pembaca pada kejutan yang tak terduga. Intinya cerita "Kunang-kunang diujung malam" ini tentang perpisahan, pertemuan, dan kesetiaan.

Sebenarnya semua cerpen yang ada dalam buku ini memiliki keunikan nya masing-masing, hanya saja yang lebih menarik perhatian saya hanya tiga cerpen yang sudah saya uraikan diatas tadi.

Dibeberapa cerpen lainnya, terdapat konflik yang terlalu sederhana, sehingga diakhir paragraf hanya melahirkan sebuah kalimat tanya. Butuh dua atau tiga kali saya membaca tulisan tersebut untuk mengetahui jawabannya. Itupun kalau dapat. Jika tidak, pertanyaan itu saya biarkan menggelinding dipikiran setelah itu saya memilih melanjutkan membaca halaman berikutnya.

Overall, apa yang sudah diracik teman SMA saya ini sangat membuat saya kagum. Sejak duduk dibangku sekolah SMA, dia memang sudah menorehkan sejumlah prestasi tingkat Nasional di bidang tulis-menulis. Oiya, saat ini Khaeriyah Nasruddin juga aktif di FLP (Forum Lingkar Pena) Ranting UIN Alauddin Makassar.

Bagi saya buku "Risalah kunang-kunang" ini adalah awal yang bagus untuk Khariyah Nasruddin melebarkan sayap kunang-kunangnya di dunia kepenulisan. Oiya, ini pendapat saya setelah membaca buku "Risalah kunang-kunang".

"Setelah membaca Risalah kunang-kunang, sepertinya kita patut belajar dari kehidupan seekor kunang-kunang yang masih bersinar walaupun dikekang".
Mungkin hanya itu pendapat yang dapat saya sampaikan untuk buku ini dan untuk Khaeriyah Nasruddin, terus berkarya! Saya sebagai pembaca menunggu buku-buku kamu terpajang di rak bestseller!  Ditunggu karya selanjutnya :)
Share
Tweet
Pin
Share
34 comments

Kemarin, tepatnya bulan lalu saya sempat meng-agendakan menulis pengalaman pertama saya masuk ketempat dugem2 atau bar. Skira waktunya skitar bulan `Februari dan di post itu banyak yang penasaran dan menunggu supaya saya menulisnya dengan segera. Kalo gak percaya klik di post ini "Tulisan orang sibuk"

Dari permintaan komentar didalam post itu saya akan mencritakan nya dipost kali ini. Gmana? Sudah siap? Pasang sabuk pengaman dulu deh? sudah? Minum susu sudah? Oke mari kita tidur!. Hahahh, gak lah.

So, here we go.
-R-


Welcome to jungle! (Sumber)


Saya melihat jam di sudut Handphone menunjukkan pukul 23.45. Katanya jam-jam seperti ini adalah "jam-jam kecil" untuk tempat malam yang sperti itu, bagi saya di "jam-jam kecil" ini paling enak mnyumbangkan stetes iler untuk bantal kesayangan. Saya memandang kaca didepan mobil, sepi.

"gluk, gluk, ahh..." Ical meracuni pendengaran saya dengan suara nafsu habis meneguk satu botol "Guiness" seperti berkata "segarnya minum ini". Di bangku depan ada **** dan yang meyetir Dudi, wajar karna dia yang punya mobil, kami berempat didalam mobil. Sebelum ke sana kita menyempatkan beli menuman dewasa, krna katanya mnuman disana sangat mahal.

Setelah itu kami bertemu dengan teman ****, katanya temannya itu mngajak kita ke bar lain. Berbeda dngan tempat yang ingin kami kunjungi, berharap tmpatnya lebih kren dari tmpat yang ingin kami kunjungi. Smpai dsana, nama tempatnya Barcode trus diatas nya ada simbol barcode. 

Diluar sdah bnyak mobil  terparkir, perempuan seksi berjalan2 masuk dan keluar dengan rapi. Hingga mobil terparkir dan saya keluar mobil sudah jelas sejauh mata memandang perempuan brtubuh molek, cantik dan seksi berjalan kemobil "Gila, perempuan kayak bgini nih yang kalo jlan di Mall banyak mata yang mlotot mmandangi" Trnyata perempuan kyak bgitu bnyak disini. Kami berdiri dkat mobil beberapa saat mnunggu teman **** datang. Ah ribet bnget, mari kita sbut saja teman ****, Boboho dkk, krna dia sdikit gendut dan punya teman dua, tiga orang. 

Setlah ktemu kami bersamaan msuk ktempat itu.

Pas, masuk suara dj yang keras skali mulai mmbuat tlinga dan jantung bergetar, gelap, banyak lampu2 dan cweknya, gak prlu ditanya lagi "Seksi cuyy" ada yang duduk di dpan bar, ada yang lagi ngerokok smbil minum dan ada yang lgi bicara sama cwok. 

Dalam hati, ga saya tdak punya hati malam itu. Mata gw melotot kmana2. Ditempat ini cwek seksi, cantik, putih, rambutnya "salonan" banyak sekali. Ga jarang t*te nya sdikit lagi mau kliatan. Paha mulus mnjuntai dengan indahnya. Pokoknya klo kalian mau pergi kondangan bukan disini tmpatnya.

Tak lama kami berjalan, saya baru sadar trnyata tmpatnya penuh. Akhirnya kami mmtuskan untuk pamit dengan si Boboho dkk untuk ketempat tujuan semula dngan alasan saya dan Ical yang kuliah mnta dpulangkan krna bsok ada ujian. Agak aneh memang mengingat besok adalah hari Minggu dan lebih gobloknya lagi si Boboho dkk mlah percaya entah krna mabok atau kebnyakan mkan kuaci.

Setelah itu sampailah kami di tempat tujuan awal, namannya Zona, kata Dudi tempat itu yang paling bagus di Makassar. Kliatannya dari luar agak besar memang, berada disamping jalan besar. Waktu sdah mnunjukkan pukul 01.13, masih di "jam-jam kecil"

Kami masuk, pintunya kaca, lebih besar dari Barcode tadi dsamping kiri ada loket untuk membeli tiket. Hrganya skitar 70 ribu-an. Setelah dibayar sama **** tangan kami dstempel dengan stmpel Hologram yang tdak kliatan oleh bpak penjaga berbaju srba hitam kyak orang lgi mau latihan kungfu.

Habis di stempel, kami masuk dilorong yang ujungnya ada dua belah pintu kaca besar dan saat **** membuka pintunya sama persis di adegan film Raditya Dika "Single", tau gak, yang waktu pandji buka pintu msuk ke kelab malam? 

Suasananya langsung menghipnotis. Saya melangkahkan kaki masuk. Tempatnya gelap, susah ngeliat muka dngan jelas dan memang tempatnya sngat luas kyak lapangan bola dan objek nya cuma yang didepan "orang main dj" dengan layar bacground yang menyala2 kyak diagram musik bgitu dan panggung yang bsar. Orang yang didalm sangat banyak. Musiknya keras bnget lbih keras dari tmpat pertama, jantung dan lantai bhkan sesekali ikut bergetar. Luar biasa. "Beginilah dunia malam" kata Dudi yang lbih berpengalaman dari saya dan Ical.



Ini nih tempatnya! tapi tidak se-sepi ini. RAME!
(Sumber)
Jangan tanya perempuan nya. Biar saya deskripsikan. Perempuan disana bajunya ketat dan tidak berlengan jadi keteknya menjuntai kemana2, celana nya pendek, tinggi, blahan dada dimana2 dan kulitnya putih. Kebanyakan dari mereka mnurut saya adalah perempuan2 metropolitan yang kaya2, perempuan2 kelas atas. Gila.

Laki2 dsana juga kebanyakan brmata sipit. Ada yang botak, tua, muda, om-om, dan yang pacaran. Ada. Tak lupa pula seorang perempuan disamping nya.

Disana saya hanya duduk menonton performing dj. Disamping saya Si Ical, Dudi dan **** tenggelam dalam kerasnya mnuman dewasa. Beberapa mnit kemudian Ical mulai joget2 ga jelas, triak2 "Aseekkk!!!" Saya yang duduk kalem akhirnya terpancing untuk joget juga, lumayan untuk mengurangi stres. Lama kelamaan Ical pergi ke wc, kyknya dia sdah mabok brat, dia mnum hmpir dua cawan kaca besar. Tidak jarng juga kak Dudi mnawarkan saya mnuman keras. Tapi saya mnolak. Sumpah. Sya hanya mnum sekaleng coca-cola.

Slain joget2, dan minum coca-cola smpe mabok, krjaan saya cuma cari pmandangan scara tidak sengaja. Trkadang pas lagi kalem2 nya duduk, ada2 saja cewek mbok yang nyenggol, pegang pundak saya. Aduh, iman saya di uji coba disini. Cweknya seksi skali lagi.

Lama kelamaan iman sya mulai goyah, gw pun memutskan berjalan2 disekeliling orang2 yang joget smbil cari pemndangan scara tdak sngaja. Tak lupa pula gw mmasang kuda2, "Octopus ass", jadinya kyak cumi2 berjalan, ini berfungsi supaya klo ada cwek yang lewat disamping kita apalagi dia mabok, kita bisa menyentuh pan***nya secara tdak sengaja. Gaya "Octopus ass" saya temukan prtama kali di tempat itu. Bgini caranya!


NB: Gaya ini tidak cocok dilakukan di tempat kondangan, pasar ataupun didepan mantan.
Pokoknya jangan.
Dan gaya itu terbukti berhasil, banyak cwek mbok yang hmpir berpelukan dngan sya gra2 tabrakan krna bnyak nya orang, gw jdi gak tau bgian apa saja yg gw sntuh, "ampuni hamba ya Allah" ini diakibatkan krna padatnya orang. Bukan kemauan gw, wlaupun awalnya rencana gw. Trnyata jadi lbih ekstrim. Hufffttt.

Akhirnya stelah jalan dgn tknik "Octopus ass" gw memutuskan untuk duduk joget mnikmati dj saja dngan ical, Kak Dudi dan ***** bgitu smpe berjam2, Ical juga sdah mulai bekeringat mngkin krna cpek dan mbok. Skali2 dia mbaringkan kpalnya di meja bar. Kak dudi trlihat santai saja dan **** Juga kliatannya agak mbuk krna dikasih mnuman yang beralkohol tinggi sma sesorang.


Tempat duduk kami persis disini.
(Nb: Garis2 kuning adalah tmpat saya mlakukan "Octopus ass tehnique")

Sekitar pukul empat sebelum sholat subuh, kami pun pulang. "Tidak baik kalo bersenang2 ditengah2 orang yang lagi shalat subuh" kata ******.

Setelah itu saya pun pulang bersama tiga orang mabok dan sebuah pengalaman yang tdak pernah trpikirkan sbelumnya. Baru kali ini saya msuk ke "Dunia malam" (bukan dunia lain), baru kali ini saya mlihat bnyak perempuan2 seksi lagi mrokok dan mbok dan baru kali ini gw mbok gara2 coca-cola. Gak-gak, mabok krna coca-cola ga kren, mngkin wktu itu gw mbok krna guncangan mobil. 

Nanti pas smpai rumah gw mau cuci tangan pke air zam-zam. TANGAN INI KOTOR YA ALLOH!" sambil ngupil.

-R-

Itulah tadi pengalaman saya di tempat orang dewasa. Bagi kalian yang masih dibawah umur jngan ditiru yah, biarkan jenggot kalian tumbuh dulu, baru bisa.

Oke, klo gitu, mngkin itu saja untuk malam ini. **** sudah dtang nnti ketahuan klo saya post tulisan ini
Share
Tweet
Pin
Share
19 comments


Post yang telat dua minggu, yoweslah lanjut saja, krna post ini saya jadi g bisa move on. ASLI!

****

Yooo, salam.
Subuh ini saya  sedikit mau mengungkapkan kekecewaan yang terjadi terhadap makhluk yang bernama mahasiswa arsiktek. Tolong jangan remehkan arti sebuah liburan bagi kaum kami terutama mahasiswa arsitektur yang jones (silahkan angkat tangan kawan2)

Jadi ceritanya begini...

Sumber: Klik disini

Semua bermula ketika rapat yang membicarakan tentang "Studi ekskusi" yang akan diadakan oleh salah satu mata kuliah yang bernama "Perkembangan arsitektur 2" yang rencananya akan dilakukan di pantai dewata bali. Yeaaaayyyy. 

Momen ini adalah momen yang ditunggu2 bagi kaum kami, sangat ditunggu2. Terutama saya sendiri. Kemana2, dimana2 dan sampai mana, ketika dipanggil untuk refreshing baik itu ke pantai, mendaki, karaoke atau mendaki sambil karaoke, saya selalu menolak dengan alasan mau mnyelesaikan tugas secepat mungkin supaya bisa melampiaskan  hasrat dan nafsu bejat liburan nntinya ketika studi ekskusi di Bali (gw sangat berharap. SANGAT!)

Berhubung kami (angkatan 2014 arsitektur) sedang menjalani proses untuk menjadi bangkai hidup yang berjalan (dibaca; smester 3)  kami sangat antusias ketika rapat2 yg membahas tntang studi ekskusi ini, terutama rapat pembentukan panitia yang terdiri dari Ktua panitia; Sekertaris; Bendahara dan Babu-babu yang minta nyusu (Nah itu gue).

Sebelum itu kami tentunya mencari orang yang bisa menunjukkan, mengarahkan dan meng- service kami disana. Tidak lain dan tidak bukan terlebih dahulu kami harus mencari travel yang tepat dan bersahaja dalam segi uang dan pelayanan.

Sebulan sebelum keberangkatan, kami sdah menemukan travel yang tepat untuk menemani kaum kami ketika disana (Bali). Rincian yang membuat kami setuju dengan travel tersebut adalah :

1. Jumlah pembayaran keseluruhan dari travel tersebut adalah Rp. 1.900.000 (sudah               termasuk uang naik elang. Gak lah pake pesawat Garuda (pulang pergi), makan, Bus           dan hotel (salah satu hotel di Jl Legian Bali) selama 4 Hari 3 Malam.
2. Pihak travel adalah kenalan dari keluarga kaum kami. Jadi 80% kami percaya lah.
3. Sebagian dari kaum kami lebih tergiur dengan harga miring dari travel tersebut.
4. Uang Rp. 1.900.000 itu juga sudah termasuk baju Studi ekskusi supaya kami selaras.

Hari demi hari, tugas demi tugas dan penderitaan tiada henti terjadi di semester 3 kemarin, Hingga sampai tulisan ini diterbitkan bayang2nya tetap mengitari otak ini (tsahh). Pembayaran juga telah kami lakukan sesuai nominal yang ada diatas dan tak lupa pula kumpul KTP, cuci kaki, minum susu trus tidur skalian..

Dan tepatnya seminggu sebelum pemberangkatan, setelah final. Lahirlah informasi dari ketua panitia bahwa kami (Angktan 2014 yang digabung dengan angkatan 2013) akan berangkat pada tanggal 10 Februari subuh pukul 06.00 dan 06.40. (dua keberangkatan).

Tiga hari sebelum keberangkatan saya sudah membuat mind map untuk segala sesuatu yng perlu disiapkan. Kalo g percaya silahkan liat dibawah ini.


Saya buat ini dengan tempo yang sesingkat-singkatnya.
(2 jam stengah, sepetiga wage)


And then, Sehari sebelum hari pemberangkatan, kami melakukan rapat lagi untuk membrikan panitia kesempatan menyampaikan jadwal tour kami ketika smpai disana, agenda kegiatan penelitian dan proses pengambilan data. yang juga dihadiri oleh dosen pembimbing mata kuliah tersebut.

Dalam rapat tersebut ketua panitia bilang "Baju nnti malam sudah selesai dan sudah bisa diambil" Kami pun menyambut kabar tersebut dengan suka cita sambil berpelukan satu sama lain lalu perasaan saling suka mncul, kami pun jadian dan hidupp bahagia (The end continue)

Hm. Setelah rapat, tekad kami semakin kuat untuk berlibur dengan suka ria di Pantai dewata Bali. Yeaaayyyy!!!

Sekira di sore hari tepatnya malam ini, kau rindukan aku...(nyanyi). Serius, tepatnya disore hari berwarna biru, sebiru hatiku (lagi). Sorry saya terlalu depresi mengingat kejadian sore itu.

Hm, Okaoke. Teptanya sore itu di group line angkatan kaum kami mncul obrolan seperti dibawah ini.

Itu artinya keberangkatan kami ditunda. Karna elang nya lagi hamil 2 stengah kliwon.

Setlah mendegar kabar miring dari harga miring tersebut. slah satu teman saya mengupload foto dari tmannya yg bekerja di maskapai tmpat kami mmsan tiket. 



Ya Allah.
Jadi ceritanya si travel ini uangnya dibawa lari sama pihak ketiga yg ia percayakan untuk memesan tiket pesawat (cerita dari versi yg saya dngar dari teman)

 Setelah itu malamnya sama2 kami berkumpul di wrkop. berdiskusi begaimana peneyelesaian nya bersama pihak travel, itupun tanpa sepengetahuan dosen bahwa keberangkatan ditunda. 

Diwarkop tersebut di putuskan bahwa keberangkatan kami yang awalnya hari Rabu, tanggal 10 Februari 2016 dipindahkan sehari setelahnya atau besoknya dihari Kamis tanggal 11 Februari 2016 dengan jadwal yang sama. Dengan catatan dosen diberangkatkan pada tnggal 10 itu. 

Ya mau bagaimana lagi nasi sudah jadi karbohidrat. Keputusan itu didasari oleh ketakutan kami kepada dosen yang sudah menyiapkan barangnya dan pamit dngan istri, anak. nenek moyang trus besoknya tidak jadi, mau dibawa kemana wajah kami? akhirnya setelah menelpon sbgaian dosen yg ramah kami mnginformasikan bahwa ada msalah dipihak travel dan mereka dberangkatkan lebih dulu. Walaupun ada juga dosen di keadaan yg gnting bgini tetap memnita layanan berkualitas "Oke, kalo begitu, tapi saya tidak mau kalo tidak naik maskapai g**uda" Wtf? Minta yg pling mewah lagi, padahal cuma naik L*on.mntanya itu.

Paginya mereka sudah berangkat dengan snang hati, walaupun tidak didampingi oleh kami.
Saya pun sedikit lega karna tetap berangkat kebali setelah sebelumnya degdugan takut g jadi berangkat. Paginya saya tertidur dngan damai, mengumpulkan tenaga untuk besok. Siangnya saya bangun mengecek kelengkapan tas dan barang bawaan , tmbah sana, tambah sini. Sambil mengecek group angkatan,menunggu informasi tntang tiket dan baju.

Maju ke sore hari, tetap mengecek cnda gurauan tman krna hampir g jadi berngkat. Setelah maghrib gw ttap setia menunggu angin membawa kabar. Jam 7, 8, 9 kok nyamuk yang datang, aku langsung (sorry, nyanyi dikit). Dan pada jam 9 perasaan gw mulai g enak. Entah panita sedang sibuk urus tiket malam itu atau ada masalah lagi, saya tdak tau. Tpi informasinya tk knjung mncul padahal besok pagi2 skali kita sudah berangkat, berangkat, berangkat, berangkat (bergema)

Dengan sisa2 harapan yang sjak kemarin sya kmpulkan, saya masih menunggu. Sampe jam stengah 11 malam pemirsa! info tiket dn baju masih tak knjung dtang hingga akhirnya....


Kabarnya sudah tidak miring. Fix Bali kini tinggal hanya angan semata :( 
Saya malu setengah mati. Orang2 drumah tntunya sebagai manusia normal ktawa2. Trima kasih trtawaan nya. Tpi dlam hati kcil saya masih brharap bisa brangkat. Dan cerita dua hari ssudahnya tepat hari senin panitia lagi2 mengadakan rapat akhir penentuan, bersama dosen yg tadinya ada dibali pulng kembali mndengar kabar kami tidak jadi menyusul.

Disana kami dimarahi stengah mati. Bacot sana bacot sini ditengah2nya pulau jawa. Malamnya, setelah maghrib, ibu2 travel baru dtang untuk mmpertanggung jwbkan apa yg ia perbuat. Awalnya ada ide dri dosen untuk ttap mmbrangkatkn kami demi mnanggung malu. Tapi saat ktua jrusan dtang, ia mmbawa kabar bhwa "Tidak boleh ada lagi Studi ekskusi ke Bali, ini teguran langsung dari Dekan" Maka berakhirlah smua. Dan lebih parahnya lagi, ternyata tmpat travel yg kami percayakan ini mnggu lalu masuk koran karena kasus pnipuan! bedanya sebgian korban sbelumnya tdak jadi brngkat ke Thailand.



Padahal semua barang sudah siap :(

Sekarang yang ada dibenak saya adalah bgaimana uang keBali bisa kembali 100%. Setelah rapat selesai, hasilnya:

Sertifikat rumah jadi jaminan pemirsa
Hasilnya sampe sekarang saya msih mnunggu pelunasan uang yg katanya smpe tnggl 5 Maret. Gara2 itu juga saya msih ttap stay di Makassar (tidak pulang kampung) mngkin di post selanjutnya akan sya critakan.

Hingga pada akhirnya smpe skarang saya blum prnah liburan atau semcamnya, paling cuma drumah baca buku, makan, tidur, rapat organisasi, ngeBlog, latihan mngetik 10 jari dan bermalam minggu ria (sendirian).

Tapi dibalik itu semua saya percaya smua ini pasti ada hikmahnya, mngkin saja kami dilarang untuk kesana krna satu alasan yang tlah ditntukan oleh Tuhan, krna jujur saja seblum hari kberangktan, perasaan saya selalu tidak enak, entahlah. 

Saya jadi ingat kata motivasi dari buku Napoleon Hill yang berjudul Menjadi kaya dengan kedamaian pikiran

"Setiap kemalangan, setiap kegagalan, setiap rasa sakit hati pasti membawa benih keberuntungan yang setimpal atau bahkan lebih besar"  -Napoleon Hill
.
Mngkin skarang waktunya menunggu keberuntungan yang setimpal atau bahkan lebih besar. Siapa yang tau? :)



Share
Tweet
Pin
Share
19 comments

Langsung aja kali ya? 
Gimana? 
Gmana klo langsung aja?

Ehm.

Langsung aja ya?
Kalo langsung gimana?
Langsungnya aja ya?

Kelangsungan apa nih?
Kelangusngan malam Valentine kita berdua, ciuuuuuttt, ciuuuttt (dibaca; BANTAL!)

Jadi, entah ini malam valentine atau tidak. But, Tepatnya 13 Februari kemarin saya berhasil menjalankan amanah saya sebagai seorang jomblo sejati (yeaahh, i'm the real jomblo!!!!) Mungkin skarang gw bisa dipanggil jombloMan kali ya? atau Super Jomblo? Nanti kita bahas.

Di cerita kali ini saya akan menyamarkan semua nama (karna agak sedikit berbau aib), tapi percayalah. Kisah ini bukan fiktif belaka dan saya ada didalamnya, tepatnya didalm laci, menyendiri dan membusuk.. Bukan2, tepatnya silahkan ditebak sndiri, nnti jwabanya tnya dikomentar saja . Now listen to me.


Sumber gambar disini



****
Jadi kejadiannya bermula tepat pukul 13.15 siang si Jons baru bangun dari tidur panjangnya, dengan iler yang menjuntai dengan liarnya.
"Kak, bangun2 sana pergi makan" 
Vale sepupu perempuan Jons dtang membangunkan. Setelah bangun Jons langsung turun makan pagi disiang hari (ga pake cuci muka, tangan atau bersihin mata) Dibawah sudah ada Vale, Si Boy (teman serumah Jons) dan Kak Han  (kakak ipar Jons dan Vale) yang sudah mau pulang kekampung halaman, berhubung hari ini adalah hari Sabtu, hari libur kantoran. Setelah semua slesai makan dan sdikit bercanda. kak Han pun pulang dijemput dngan mobil sewanya dan Boy sudah sedari tadi berangkat kekampus dengan temannya.

Kini tinggal Jons,dan Vale. 
Sebgai seorang mkhluk yg selesai makan, Jons ingin melanjutkan kodratnya untuk tidur, sebelum tidur terlebih dahulu ia cek2 HP mnunggu ada perempuan yang mnembak nya di bbm dan lngsung mngajak nikah.

"Kak, kalau mau mandi silahkan mandi duluan, air baknya sudah mau penuh" 
Kepala Vale tiba2 muncul di samping kusen kayu pintu kamar yg ditempati Jons.
"Silahkan kamu dulu yang mandi, saya msih blum" Sambil mluruskan tulang ekornya dengan manja.
"Kak Jons saja dulu, nnti teman saya mau datang, takutnya g ktemu"
"Ah, malas" Sambil guling2

Tak lama kemudian tnpa printah si Jons langsung ke kamar mandi untuk mandi, ya iyalah, mandi!!!!, masa main smack down.. Saat keluar kamar mnuju kmar mandi Jons masih melihat Vale duduk nnton tv.

Setelah mandi Jons melihat sebuah motor diluar rumah. Sambil nyanyi2 lagunya When i'm Gone dari Anna Kendrick supaya terlihat kekinian dimata teman Vale, Jons naik kekamarnya. Setelah turun gnti baju,  Jons tidak mlihat teman Vale yang diharapkannya perempuan, Jons kecewa dan berhenti nyanyi.
"Temanmu mana?" Kata jons penuh harap.
"Sudah pergi sama teman tadi"
"Tapi kok motornya ada disini?"
"Iya, dia izin tadi titip motornya disini"
"Ooiya" Lap2 rambut pake handuk.

Beberapa jam kemudian Boy datang dari kampus dengan motor ninjanya, alias dibonceng dngan motor bebek jantan.

Tepat setelah maghrib (memasuki malam valentine) Jons merasa sendiri, padahal memng sendiri dan tak punya tambatan hati. Tiba2 Boy berkata.
"Ayo kita ke mall, saya mau beli boxer, besok juga saya sudah pulang".
"Iya, saya terserah" Mata jons berkaca2, akhirnya Perjaka terakhir turut mermaikan malam valentine.

Mendengar itu, Vale turun dari kamar dengan buru2.
"Kalian mau ke mall?" pnuh antusias, 
"Iya, mau ikut?" kata jons, berharap.
"Tidak, cuma kalo mau keluar klian dulu saja yg pergi, aku juga mau keluar, nnti aku saja yg pegang kunci, msalhanya aku takut klo lbih dulu pulang. Takut sendiri."
Pernyataan yg tidak  masuk akal dikepala kedua pria ini tiba2 ditarik oleh tangan vale yang menyuruh Boy mandi dan Jons makan. Begitu bergantian.

Saat mereka mulai bersiap2 Vale langsung naik kekamarnya. Dua menit turun lagi. Tiga menit naik lagi, begitu seterusnya. Hingga ia naik lagi dan Boy keluar dari kamar mandi dan melihat Jons yang lagi makan dengan biadabnya menghabisi ikan goreng masakan kemarin sambil duduk stengah, kaki satunya terlipat keatas satunya kesamping kayak huruf L didepan TV. 

Jons mengangkat kedua alisnya hingga dahinya mengerut sambil masih mengunyah ikan goreng masakan kemarin seakan memberi isyarat ke boy. Semacam curiga.

Boy membalas dengan senyuman lebar dan kemudian mereka berdua jadian lalu ciuman dimalam valentine. Gak lah, bcanda. Boy tersenyum lebar sambil menunjuk keatas kamar Vale. Mereka berdua seperti tau sesuatu, tapi entah apa.

Setelah mereka berdua telah bersiap2 dikamar sambil sisiran dan parfuman didepan cermin. Tiba2 Jons nyelutuk ke Boy. Vale masih diatas, kamarnya.
"Ehh, kayaknya pacarnya Vale nanti datang menjemput kesini deh" Rapiin baju.
"Iya, itu yang aku curiga dari tadi, kok dia suruh kita buru2 kluar"
"Kayaknya dia malu, atau pacarnya kalo kita liat dia" Rebut2an didepan cermin sama Boy.
"Pokoknya kita pantau nanti dari luar, setelah itu baru ke Mall, takutnya nanti rumahmu ini jadi tempat pacaran. Apalagi ini kan malam Valentine" Ngasih minyak rambut bau mint ke rambut panjangnya tepatnya bagian belakang (kayak ekor kuda).
"Iya yah, awas saja kalo ketahuan pacaran dirumah ini, kalo bertamu sih g pp, yg penting bawa makanan, hehe" Nyengir kayak bencong dapat duit.

Tiba2 suara kaki Vale turun dari tangga terdengar, mereka sontak keluar dari kamar.
"Sudah mau keluar?" 
"Iya, kunci rumah saya ambil satu yah" Kata Jons
"Oke"
Setelah menaiki motor
"Kalo begitu saya duluan" Kata Jons yang dibonceng Boy dengan motor.
"Oke,oke" sambil nunjukin jempol, RCTI Okeeee...Tapi badan nya tetap didalam rumah, cuma kepalanya yg ngintip keluar dari pintu, pas roda motor mereka mulai maju, ia menutup pintu rumah dengan perlahan.

Setelah berputar kompleks sekali. Jons dan Boy kembali kerumah mengintip. Tiba2 ada sebuah motor yg datang ke rumah Jons. Seorang lelaki! Motornya Scoopy!

"Boy sama Jons ada?" Kata Lelaki Bermotor Scoopy
"Ooo, baru2 tadi keluar" Ucap seorang perempuan di halaman rumah. Sepertinya Vale.
Lelaki Bermotor Scoopy pun berbalik dan keluar kompleks.

Boy dan Jons yang diselimuti kegelapan dan nyamuk terheran2, entah siapa gerangan yg mencari mereka berdua. Siapapun dia, sepertinya dia adalah teman seperjuangan (dibaca: Jomblo) Mereka berdua pun mengikuti Lelaki Bermotor Scoopy itu. 

Si Lelaki Bermotor Scoopy berhenti dilampu merah. Ternyata dia adalah TemanG (beneran namanya TemanG). Teman SMK si Boy, Jons juga kenal karna dia sering berkunjung kerumah, dia juga pernah bersembunyi dari pelarian nya dalam menjalani proses taruna di pelayaran. Dilain kesempatan akan penulis ceritakan. Ehm, back to the topic...

"Eh, TemanG!!!!" Seru Jons, tangannya melambai memanggil.
"Kesini dulu TemanG!!!" kata Boy menyusul
Setelah motor mereka singgah dipinggir jalan.
"Ah, sialan kalian berdua, ternyata kalian disini!"
"Kau yang kerumah tadi?" Kata jons
"Iyya, kenapa?"
"Didepan rumah tadi kau lihat siapa?" Boy menyambut.
"Ada laki2 naik motor sama perempuan, sya liat tadi perempuannya baru mau keluar sama itu laki2"
"AHH!! aku bilang tadi apa, benar kan!?" Kata Boy
"Ga papa, yg jelas mereka tidak berdua2an dirumah" Balas Jons.
"Iya, tapi kalo pulang kan bisa saja berdua2an, atau bisa lebih parah"
"Nanti kita liat, eh, TemanG kamu mau ikut ke Mall tidak, cari2 baju?"
"Ah, kalo cari baju malas aku, kayak cwek aja"
"Sekalian saya juga mau cari2 buku disana, mau gk, lo kayak punya pacar aja, sok sibuk dimalam kyak gini, mau ikut ga?
"Okedeh, kalo cari buku gue juga ikut"

Akhirnya mereka berdua berangkat. Sampai Mall, mereka tetap berdiskusi tentang kejadian tadi sambil mengumpulkan bukti2 yang ada.
"Sbenarnya itu cwek tadi siapa sih?" TemanG membuka percakapan
"Sepupuku" Jawab Jons.
"Ooo, brarti laki2 tadi itu pacarnya" kata TemanG
"Ya iyalah" Boy Membentak TemanG

Akhirnya mereka sampai di eskalator.
"Ehh Jons, tdi sore ada motor di depan rumah, itu motor siapa?" Kata boy melanjutkan pembicaraan.
"Oo, itu motornya teman `Vale, katanya dia titip dirumah, temannya mau ke Malino liburan"
"Oo, saya curiganya, itu motornya pacarnya. Dugaan saya pas sore pacarnya yang datang trus Vale suruh pacarnya naik kekamarnya supaya tidak ada yang tau, artinya pacarnya sudah ada dirumah sejak tadi sore" Boy menjelaskan sambil jalan2.
"Iya juga sih, soalnya pas temannya datang saya tidak liat karna saya ada didalam kamar mandi. Ehh tiba2 motornya sudah ada didepan rumah" Usap2 dagu.
"HAA!!! Kasus ini jadi semakin menarik" Seru TemanG, seperti mencurahkan ide.
Jons dan Boy sama2 berbalik ngeliat TemanG.
"Ehm, maksud gue, bisa jadi" suara TemanG jadi kalem.

Memasuki Toko baju, pembicaraan mereka sudah semakin dalam dan Jons sudah mulai terlihat emosi, sama seperti Boy.
"Oiya! Tadi sore kan kita mau perbaiki atap yg bocor diatas rumah, tapi Vale bela2in kita untuk tidak masuk kekamarnya,ga kayak kemarin2" Kata Jons menambahkan.

 Mereka berdua memang selalu naik atap lewat jendela di kamarnya Vale
"Ohh, iya yaa!, brarti sudah jelas, pacarnya tadi sudah ada di kamarnya sejak tadi sore!"
"Kalo memang seperti itu, berarti kita kecolongan!, bisa2nya pacarnya masuk rumah tanpa izin sama saya!, apalagi masuk kamarnya Vale!!!" Si Jons kesal
"Nanti kalo sampe rumah, trus motor yang tadi sore itu masih ada, ga usah pikir panjang, lngsung naik saja kekamarnya Vale, dobrak pintunya, kita hajar pacarnya!" Kata Boy
"Pasti itu!" jawab Jons.

Di toko buku tiba2 Vale menelpon Boy ia meminta Boy untuk membelikan Vale Es krim di mall itu. "Spertinya ia coba mmperlambat situasi" cerutu Boy

****

Sampai rumah mereka bertiga tidak melihat motor yang tadi sore terparkir didepan rumah.
"Sudah tidak ada Boy"
"Hmm, peramainan amatir! pacarnya pasti smbunyikan motor, pasti dia masih ada diatas!"

Jons kemudian keatas kamar Vale untuk memberikan es krim yang ia pesan tadi.
Tokk, tokk,tokk "Vale ini es krim mu"
"Oke tunggu" grtakk, grtakk (suara kunci pintu) lima menit begitu terus
"Maaf kuncinya rusak2" masih berusaha membuka pintu.
Jons tetap didepan pintu. Curiga.

Vale kemudian membuka pintu sempit sekali, lalu mengintip.
"Mana esnya?"
"Ini" mencoba mengintip kedalam.
Setelah mengambil esnya Vale memberi Jons uang ganti. Jons pun langsung turun kebawah, tambah curiga.

"Sepertinya betul, pacarnya masih ada diatas" memberitahukan Boy dan TemanG
Akhirnya mereka berdisukusi bagaimana mencari alasan supaya masuk ke kamar Vale dan memekrisa apa yg ada didalam.

****

Pukul 23.25 Jons naik kemar Vale dan mengetuk pintunya.
"Val?"
"Mmm, Iya" suaranya sperti baru bangun
"buka dulu pintunya, saya mau ambil palu2 sama terpal yang ada diatap tadi ketinggalan waktu perbaiki atap"
(Beberapa menit tak terjawab)
"Val?"
"Iyaa?"
"Buka dulu pintunya saya mau masuk ambil palu2"
"Aii, bsok saja, aku capek sekali malam ini"
"Besok subuh Boy sudah pulang ke kampung, makanya saya mau angkat memang terpalnya keluar, takut bsok g ada yg bantu"
"Besok pi jee" mulai merengek
"Tidak bisa, boy besok sudah pulang"
"Besok biar Vale yg bantu"
"Ah, tendanya diatas itu besar, ayolah, buka saja, kan cuma sebentar, g perlu makan banyak tenaga"
(Beberapa menit tak terjawab)
"Val?"
"Hmmmm, aku mengantuk sekali"
"Sebentar saja!"
(Beberapa menit tak terjawab)
"Kalo begitu kakak turun dulu Vale mau pake baju"
Dalam hati Jons seakan brkata apa hbungannya saya turun kan g bkal kliatan juga, pintunya saja blum terbuka -,-

"Sudah?" tanya Jons.
"Dulu" jawab Vale
Boy kliatan sudah bersiap dibawah menerima panggilan Jons saat diatas nanti, sedangkan TemanG berjaga2 diluar rumah.

Sejenak Jons naik menuju dpan kamar Vale lalu mndekatkan kupingnya, terdengar seperti suara orng berbisik. Jons masih ragu2, mendekatkan tlinganya lagi dan Krekk, krekk!!.
Pintu mulai terbuka. Jons pura2 turun kebawah, lalu naik lagi.
"Sudah?"
"Iya, tapi ambilkan vale air dingin dulu, vale haus"
"Boy, ambilkan Vale air es!!!" Jons tidak mninggalkan kamar Vale, dia hanya mnatap kebawah tangga smbil berteriak

Jons mulai masuk. Matanya liar menatap ke kasur, lemari, tv dan smua barang yng brpotensi mnjadi tempat persembunyian dan akhirnya smpai ke jendela.
"Ini airnya esnya" Boy tiba di depan kamar Vale. Dan vale masih didekat pintu.
"Boy ambil dulu kursi saya mau panjat jendela" Jons berbalik ke arah Vale dan Boy.
Boy berdiri pas dijalan masuk kamar dan vale berdiri dibelakang pintu.

Dibelakang Vale, Jons melihat sesosok orang, lebih tinggi dari Vale, Jons dan sosok itu bertatapan kemudian turun ke mata Vale. Jons berbalik lagi. Seluruh tubuhnya gemetar. Tanpa mengetahui sosok itu Boy datang dengan kursi. Jons lalu menaruh kursi tersebut dibawah jendela, manjat kemudian keluar lwat jendela dan disusul Boy. Vale, entah posisinya dimana.
"Kau lihat tadi!?" Kata Jons geregetan.
"Tidak, dimana tadi?" sambil melipat terpal
"Dibelakang Pintu!!!!, Akh! Sial!, pasti dia sudah turun. Lari dan pulang!"
Boy diam saja, lalu lanjut melipat terpal. Stelah itu mereka berdua keluar dari kamar vale. didepan pintu sudah ada vale bersiap mnutup pintu. Dibelakang pintu sudah tidak terlihat sosok itu. 
"Boy, kau turun dulu sebentar, Vale kau masuk kamar dulu ada yang mau saya bicarakan"
Boy kemudian turun, dan Vale masuk kekamar bersama Jons
"Siapa tadi itu di belakangmu?!" menggaruk2 kepala. Pusing
"Teman aku" jawab Vale, wajahnya pucat
"Ah, kamu bohong!, siapa tadi itu!?"
"Pacarku" menunduk
"Trus dia ada dimana sekarang?" 
"Dikamar sebelah sembunyi" 
Tiba2 suara Boy menggertak sambil memukul tembok dngan besi terdengar lantai bawah
"Woi, keluar kau. Kurang ajar!"
"Bukanji, dia itu dibawah dipukul sama boy"
"Aii, jangan..." Vale membuka pintu kamarnya lalu didpan kamarnya tepat dsamping tangga berdiri seorang pria tingginya sekitar 167 cm, memakai kaos polo dan kurus. Ternyata dia yang dilihat Jons tadi

Dengan kekesalan yang memuncak Jons menggertak pria itu sambil memukul2 pundaknya.
Disusul dengan boy dan TemanG yang naik keatas tangga.
"Aaaaa!!!! ini dia orangnya, kurang ajar!" Kata boy mendekati si pria itu, tapi ditahan oleh temanG.
"Orang bertamu punya tata krama bos, tidak begini caranya!, tidak ada bedamu dengan pencuri kalo begitu!" Jons menggertak lagi
"Sudah, saya yang salah, salah yag suruh dia bermalam disini" seru Vale menenangkan.
"Iya, saya tadi mau pulang, tapi ditahan sama Vale, katanya disni saja dulu" kata si pria.
"Ah, diam kau Vale! kau juga itu yang kau tempati kamar perempuan! mana bisa kau tidur disitu ******* *****kk"
"Iya, saya salah, maaf"
"Maaf, maaff, kurang ajar, masuk2 rumah ornng kayak pencuri" Boy kemudian mendorng pria itu keatas tangga. temanG masih tetap berusaha menahan Boy.

Pertengkaran terjadi skitar 15 menit hingga di klimaks Boy memukul wajah si pria kurus ini, disusul Vale yang nangis, mukanya memerah.
Dan akhirnya Jons mengajak pria ini untuk brmalam untuk smentara dirumahnya smbil menjelaskan apa sebenarnya yang terjadi.

Si pria kurus, meminta maaf telah lancang berbuat bgitu. Mereka berdua jujur tidak berbuat apa2 didalam kamar, kecuali tidur dan ketakutan. Vale tidur dikasur dan pria itu dibawah.

Mereka berdua mengaku baru melakukan perbuatan yang salah malam itu, karna takut sejak sore pacarnya datang Vale lngsung mmbawa pacarnya ke kamarnya. Ia takut, pacarnya tidak di izinkan masuk rumah. Mengingat kejantanan Boy dan Jons sebagai jones2 sadis.

Paginya si pria kurus pulang diantar temanG ke rumah tantenya naik motor, Boy pulang ke kampung dengan mobil sewa yang menjemputnya sedangkan seperti biasa jons tertidur pulas tak berbelas kasihan.

Pas bangun, disiang hari Jons merasa sndirian dirumah, tak ada orang. 
Beberapa menit kemudia Vale datang mengetuk pintu dan membawakan Jons ayam penyet
"Oiya pacarmu yg tadi malam kemana?"
"Itu tadi yang antar saya, dia sudah mau pulang" buka spatu
"Oo, kamu sudah makan?" menaruh ayam penyet nya diatas meja makan
"Iya, sama dia tadi"
"Ooo" dengan tersenyum bangga menyantap ayam penyet hasil permohonan maaf tersangka semalam. ~Sekian.


Siapa lagi yang mau malam valentine bareng pacar? sini biar jons, boy dan temanG yang menyelidiki. 

Jangan lupa ayam penyetnya......




Share
Tweet
Pin
Share
31 comments
Older Posts

Tentang Reyhan Ismail

About Me

Seorang penulis blog yang bercita-cita menjadi Hokage

Follow Reyhan Ismail

  • goodreads
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • pinterest
  • youtube

Jumlah Reylovers

Categories

#curhat (17) Arsitektur (19) Award (2) Blog (13) Buku (2) Cerpen (6) chord (1) Curhat (14) Film (3) Kampus (7) Kesialan (18) Lagu (2) Liburan (4) Medsos (1) Opini (27) Pengalaman Pertama (7) Puisi (8) Review (8) Reyhan Ismail (43) Standup Comedy (1) Tips dan Trik (5)

Arsip Blog

  • ▼  2026 (14)
    • ▼  July 2026 (3)
      • waktu
      • free
      • lethologica
    • ►  June 2026 (2)
    • ►  May 2026 (7)
    • ►  April 2026 (2)
  • ►  2025 (3)
    • ►  December 2025 (2)
    • ►  September 2025 (1)
  • ►  2024 (3)
    • ►  April 2024 (2)
    • ►  January 2024 (1)
  • ►  2023 (1)
    • ►  January 2023 (1)
  • ►  2022 (15)
    • ►  November 2022 (1)
    • ►  October 2022 (1)
    • ►  August 2022 (1)
    • ►  July 2022 (1)
    • ►  June 2022 (2)
    • ►  May 2022 (2)
    • ►  March 2022 (1)
    • ►  February 2022 (3)
    • ►  January 2022 (3)
  • ►  2021 (10)
    • ►  October 2021 (1)
    • ►  September 2021 (4)
    • ►  August 2021 (1)
    • ►  July 2021 (1)
    • ►  March 2021 (1)
    • ►  January 2021 (2)
  • ►  2020 (6)
    • ►  December 2020 (1)
    • ►  October 2020 (2)
    • ►  August 2020 (2)
    • ►  January 2020 (1)
  • ►  2019 (10)
    • ►  October 2019 (1)
    • ►  September 2019 (3)
    • ►  August 2019 (2)
    • ►  June 2019 (1)
    • ►  February 2019 (1)
    • ►  January 2019 (2)
  • ►  2018 (10)
    • ►  October 2018 (1)
    • ►  September 2018 (1)
    • ►  August 2018 (2)
    • ►  July 2018 (2)
    • ►  April 2018 (1)
    • ►  March 2018 (2)
    • ►  February 2018 (1)
  • ►  2017 (10)
    • ►  November 2017 (1)
    • ►  July 2017 (1)
    • ►  June 2017 (2)
    • ►  May 2017 (3)
    • ►  February 2017 (1)
    • ►  January 2017 (2)
  • ►  2016 (31)
    • ►  December 2016 (4)
    • ►  November 2016 (6)
    • ►  October 2016 (5)
    • ►  September 2016 (4)
    • ►  August 2016 (2)
    • ►  March 2016 (4)
    • ►  February 2016 (3)
    • ►  January 2016 (3)
  • ►  2015 (17)
    • ►  December 2015 (2)
    • ►  November 2015 (5)
    • ►  October 2015 (6)
    • ►  September 2015 (1)
    • ►  August 2015 (1)
    • ►  March 2015 (2)
  • ►  2014 (2)
    • ►  July 2014 (2)

Tulisan yang viral

  • Video Call sama cewek tak dikenal
  • REVIEW FILM UANG PANAI' ; MAHAR(L)
  • My first "Dugem-dugem" (+18)

Tim Sukses

Baca buku skuy

2022 Reading Challenge

2022 Reading Challenge
Reyhan has read 1 book toward his goal of 25 books.
hide
1 of 25 (4%)
view books

Created with by ThemeXpose