Di ujung kursi sepapan itu
Aku bagai seorang pencuri
Pencuri waktu yang menatap binar wajahmu
Sesekali aku berbalik agar kau tak mengerti
Kulihat lagi
Matamu bulat
Sama seperti ibuku
Alismu melengkung hitam
Hingga aku berbalik lagi
Kulihat lagi
Kau masih memandang lapangan hijau itu
Tadi kaki ku juga berlari disana
Sesekali bola mata kita saling berhadapan
Tidak!
Mungkin kau tidak menatap bola mataku
Kau menatap seorang adam disampingmu
Tersenyum tipis
Rona wajahmu memerah
Bahkan kalian saling membalas tawa
Aku berbalik lagi
Mungkin sudah waktunya untuk pulang...
(Penulis: Muhammad Reyhan Ismail)
Aku bagai seorang pencuri
Pencuri waktu yang menatap binar wajahmu
Sesekali aku berbalik agar kau tak mengerti
Kulihat lagi
Matamu bulat
Sama seperti ibuku
Alismu melengkung hitam
Hingga aku berbalik lagi
Kulihat lagi
Kau masih memandang lapangan hijau itu
Tadi kaki ku juga berlari disana
Sesekali bola mata kita saling berhadapan
Tidak!
Mungkin kau tidak menatap bola mataku
Kau menatap seorang adam disampingmu
Tersenyum tipis
Rona wajahmu memerah
Bahkan kalian saling membalas tawa
Aku berbalik lagi
Mungkin sudah waktunya untuk pulang...
(Penulis: Muhammad Reyhan Ismail)









