Halo, kabar - bagaimana - kalian? (suksunlah kalimat diatas sehingga mmbentuk kalimat yang baku). Cieee, yang hbis UAS. (uas atau un?)
Sudah lumayan lama tidak pernah memposting puisi. Padahal stok puisi di Notebook sudah numpuk Hehe. Jadi untuk postingan kali ini saya akan menulis ulang sebuah puisi yang ada di notebook saya.
Saya terbiasa mnulis puisi kalo lagi sendiri, gelisah, galau, atau semacam nya. Bagi saya mnulis puisi disaat seperti itu sangat efektif untuk melepas stress apalagi kalo lagi sendiri, menulis puisi adalah salah satu tempatan curhatan yang baik selain curhat sama Allah SWT. Mengapa? karna selain melatih tata bahasa dan teknik kita dalam menulis bait per bait puisi hasilnya juga akan menjadi sebuah karya.
Bukan cuma di puisi, kalian jga bisa menuangkan nya menjadi cerpen atau novel, kalo ngotot, hehe. Jadi langsung saja, saya akan memindahkan puisi yang ada di notebook saya ke diary digiital saya ini dan membagikan nya ke kalian semua. So, ini puisi saya.
-R-
Bocah dewasa
Lewat...
Angka lahir ku sudah lewat 19 tahun.
Sudah lewat masa puber.
Mendekati masa dimana anak merpati wajib mngepakkan belahan sayapnya.
Nyatanya...
Uang bapak masih terus menutup pendapatku.
Ibu seperti kemarin menarikku dari kebiasaan seorang pria dewasa.
Aku tidak merokok, minum minuman keras pun tak pernah.
Malam ini aku bingung.
Otakku penuh dengan obsesi.
Mau jadi inilah, itulah.
Bahkan bersujud padaNya pun tak becus.
Hatiku sendiri
Mataku dibelakang mereka.
Telingaku tak mau mendengar pujian untuk orang lain.
Sama halnya bibirku.
Tak mau mendengar pujian untuk orang lain.
Aku ingin berlari mengejar angan.
Dalam gelap dingin ego
Atau pahitnya sebuah keyakinan berbungkus sekolompok manusia keji
Sampai merasuk ke tulang dan jantung.
Jika mereka berbuah
Aku memilih membibt.
Jika mereka kelangit.
Biarkan aku membumi.
Karna kemanapun nafas berhembus.
Tuhanku selalu tahu kebenaran sebuah maksud
Sekarang....
Biarkan aku berbaring sejenak.
Memeluk guling, menarik selimut
Dari dinginnya hujan malam ini
Besok...
Mungkin aku sudah dewasa...
-R-
Bagaimana? kalian mengerti gak? hahahh..
Sebenarnya apa yang saya tulis diatas adalah apa yang perasaan saya rasakan pada satu kejadian, kenangan atau keresahan yang menyumbat pikiran saya. Jadi puisi ini semacam obat untuk mengeluarkan toksin (racun) yang menenangkan hati dan mengabadikan lisan.
Oiya, mungkin ini saja yang bisa saya tulis di postingan puisi kali ini, di kesempatan lain saya akan mempost puisi lainnya, karna kebanyakan blum di editing, masih tulisan kasar.
Jangan lupa komen, share atau sekedar dibaca. Mudah2an dapat menginspirasi kita semua. Ingat, setiap momen itu berharga, abadikan mereka. Tulis dan bagikan!
Gutten nacht!
Oiya, mungkin ini saja yang bisa saya tulis di postingan puisi kali ini, di kesempatan lain saya akan mempost puisi lainnya, karna kebanyakan blum di editing, masih tulisan kasar.
Jangan lupa komen, share atau sekedar dibaca. Mudah2an dapat menginspirasi kita semua. Ingat, setiap momen itu berharga, abadikan mereka. Tulis dan bagikan!
Gutten nacht!










