• Home
  • Tentang Penulis
  • Kontak
    • Category
    • Category
    • Category
  • Buku
  • Portofolio
facebook twitter instagram youtube goodreads

Reyhan Ismail



di sisa umurnya yang menunggu mati

yang ia lakukan hanya merawat emas dan api kemarahan

dibanding merawat kenangan di kebun anak-anaknya

dendam dan kebencian, ia sulut agar kelak anaknya juga menjadi api yang membakar diri sendiri.

kadang, rumah rasanya seperti tungku yang menyala beberapa kali dalam sehari.

ia tidak sedang memasak apa-apa selain kegagalannya dalam menjadi seorang bapak.

yang keluar dalam mulutnya hanya kotoran binatang

serta nasehat dan ajaran yang sudah terlambat

anaknya kini sudah bisa belajar berdiri sendiri

menghapus air mata sendiri

membahagiakan diri sendiri

menemukan makna hidup sendiri


sungguh menjadi tua semenyedihkan itu

tiap hari ia merapalkan kiat-kiat mantra agar dapat menjadi manusia materialistik pengejar emas

tapi sayangnya,

yang sampai hanya

rasa kasihan.


di sisa umurnya dan pengarainya

yang bisa saya lakukan hanya mengasihi nya..
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

 

hari ini hujan lagi.

hujan selalu turun bersama kerinduan akan hari sebelum kelahiran datang.

kadang-kadang kita menunggunya reda seperti menunggu kapan kematian memeluk.

hari itu saya singgah berteduh di teras rumah orang setelah bepergian entah kemana dengan motor.

sendirian.

entah kenapa saya selalu tersadar bahwa kita memang sendirian ketika hujan.

ya, kita memang sendirian.

tidak punya apa-apa untuk dipeluk selain kematian.

pencipta kehidupan menghamburkan sisa-sisa kebahagian.

manusia hidup hanya untuk memunguti kebahagiaan yang berserakan.

kadang yang kita temui kebahagiaan. kadang penderitaan.

seperti ayam yang menunggu untuk disembelih.

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

 

menjelang tahun 2025 hidup saya resmi memasuki babak baru. saya merasa akan ada banyak keputusan-keputusan besar yang saya buat dalam episode ini. saya kira setelah menikah saya akan diberi kesempatan untuk sedikit istirahat dan menghirup nafas panjang sebelum berlari lebih jauh lagi. tapi nyatanya menjadi tulang punggung di dua keluarga itu tidak mudah.

berhadapan dengan seorang bapak yang tidak bisa berkompromi dengan pendapat anaknya itu rasanya berat sekali. tidak ada celah bagi saya untuk mempengaruhi dan memberi masukan terhadap keputusan-keputusan tolol yang sudah dia buat. keputusan yang bebannya ia lemparkan ke pundak saya.

orang bilang 'enak ya kamu, punya orang tua yang sudah punya banyak aset untuk diwariskan ke anak-anaknya'. awalnya saya juga mengira akan begitu. tapi setelah dijalani, rasanya lebih baik berdiri di kaki sendiri, lepas dari bayang-bayang orang tua yang merasa dirinya punya hak atas hidup anak-anaknya yang sudah bisa memilih jalan hidupnya sendiri. dengan menerima dan hidup atas semua aset yang dia teruskan kepada saya, rasanya seperti berenang di kolam air asam yang pelan-pelan mengikis kulit saya hingga ke tulang belulang.

belum lama ancaman akan pertikaian dengan saudara ketika kelak mereka beranjak dewasa. sering sekali terjadi ikatan persaudaraan antara kakak beradik pecah hanya karena memperebutkan warisan.

meneruskan usaha keluarga memang terlihat menyenangkan. usaha yang sudah besar dan dikenal serta sistem yang sudah jadi, saya memang hanya meneruskan dan membuat semuanya menjadi lebih baik lagi. tapi tetap saja, saya tidak pernah tenang.

kelihatannya ini semua mudah di awalnya saja. besok-besok mungkin hidup akan jauh lebih berat lagi.

pilihannya hanya pergi dengan rasa berdosa, atau tetap tinggal dengan hati yang terjajah.

kedua pilihan itu terdengar tidak ada yang masuk akal dikepala saya.

satu-satunya yang masuk akal hanya menghilang atau mati.

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

Tentang Reyhan Ismail

About Me

Seorang penulis blog yang bercita-cita menjadi Hokage

Follow Reyhan Ismail

  • goodreads
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • pinterest
  • youtube

Jumlah Reylovers

Categories

#curhat (11) Arsitektur (14) Award (2) Blog (13) Buku (2) Cerpen (6) chord (1) Curhat (11) Film (1) Kampus (7) Kesialan (17) Lagu (1) Liburan (4) Medsos (1) Opini (27) Pengalaman Pertama (7) Puisi (7) Review (8) Reyhan Ismail (43) Standup Comedy (1) Tips dan Trik (5)

Arsip Blog

  • ▼  2025 (3)
    • ▼  December 2025 (2)
      • si botak tua dan amarahnya
      • its rain again
    • ►  September 2025 (1)
      • update hidup
  • ►  2024 (3)
    • ►  April 2024 (2)
    • ►  January 2024 (1)
  • ►  2023 (1)
    • ►  January 2023 (1)
  • ►  2022 (15)
    • ►  November 2022 (1)
    • ►  October 2022 (1)
    • ►  August 2022 (1)
    • ►  July 2022 (1)
    • ►  June 2022 (2)
    • ►  May 2022 (2)
    • ►  March 2022 (1)
    • ►  February 2022 (3)
    • ►  January 2022 (3)
  • ►  2021 (10)
    • ►  October 2021 (1)
    • ►  September 2021 (4)
    • ►  August 2021 (1)
    • ►  July 2021 (1)
    • ►  March 2021 (1)
    • ►  January 2021 (2)
  • ►  2020 (6)
    • ►  December 2020 (1)
    • ►  October 2020 (2)
    • ►  August 2020 (2)
    • ►  January 2020 (1)
  • ►  2019 (10)
    • ►  October 2019 (1)
    • ►  September 2019 (3)
    • ►  August 2019 (2)
    • ►  June 2019 (1)
    • ►  February 2019 (1)
    • ►  January 2019 (2)
  • ►  2018 (10)
    • ►  October 2018 (1)
    • ►  September 2018 (1)
    • ►  August 2018 (2)
    • ►  July 2018 (2)
    • ►  April 2018 (1)
    • ►  March 2018 (2)
    • ►  February 2018 (1)
  • ►  2017 (10)
    • ►  November 2017 (1)
    • ►  July 2017 (1)
    • ►  June 2017 (2)
    • ►  May 2017 (3)
    • ►  February 2017 (1)
    • ►  January 2017 (2)
  • ►  2016 (31)
    • ►  December 2016 (4)
    • ►  November 2016 (6)
    • ►  October 2016 (5)
    • ►  September 2016 (4)
    • ►  August 2016 (2)
    • ►  March 2016 (4)
    • ►  February 2016 (3)
    • ►  January 2016 (3)
  • ►  2015 (17)
    • ►  December 2015 (2)
    • ►  November 2015 (5)
    • ►  October 2015 (6)
    • ►  September 2015 (1)
    • ►  August 2015 (1)
    • ►  March 2015 (2)
  • ►  2014 (2)
    • ►  July 2014 (2)

Tulisan yang viral

  • Video Call sama cewek tak dikenal
  • REVIEW FILM UANG PANAI' ; MAHAR(L)
  • My first "Dugem-dugem" (+18)

Tim Sukses

Baca buku skuy

2022 Reading Challenge

2022 Reading Challenge
Reyhan has read 1 book toward his goal of 25 books.
hide
1 of 25 (4%)
view books

Created with by ThemeXpose