si botak tua dan amarahnya

by - December 15, 2025



di sisa umurnya yang menunggu mati

yang ia lakukan hanya merawat emas dan api kemarahan

dibanding merawat kenangan di kebun anak-anaknya

dendam dan kebencian, ia sulut agar kelak anaknya juga menjadi api yang membakar diri sendiri.

kadang, rumah rasanya seperti tungku yang menyala beberapa kali dalam sehari.

ia tidak sedang memasak apa-apa selain kegagalannya dalam menjadi seorang bapak.

yang keluar dalam mulutnya hanya kotoran binatang

serta nasehat dan ajaran yang sudah terlambat

anaknya kini sudah bisa belajar berdiri sendiri

menghapus air mata sendiri

membahagiakan diri sendiri

menemukan makna hidup sendiri


sungguh menjadi tua semenyedihkan itu

tiap hari ia merapalkan kiat-kiat mantra agar dapat menjadi manusia materialistik pengejar emas

tapi sayangnya,

yang sampai hanya

rasa kasihan.


di sisa umurnya dan pengarainya

yang bisa saya lakukan hanya mengasihi nya..

You May Also Like

0 comments

Singgah ki' :)