update hidup
menjelang tahun 2025 hidup saya resmi memasuki babak baru. saya merasa akan ada banyak keputusan-keputusan besar yang saya buat dalam episode ini. saya kira setelah menikah saya akan diberi kesempatan untuk sedikit istirahat dan menghirup nafas panjang sebelum berlari lebih jauh lagi. tapi nyatanya menjadi tulang punggung di dua keluarga itu tidak mudah.
berhadapan dengan seorang bapak yang tidak bisa berkompromi dengan pendapat anaknya itu rasanya berat sekali. tidak ada celah bagi saya untuk mempengaruhi dan memberi masukan terhadap keputusan-keputusan tolol yang sudah dia buat. keputusan yang bebannya ia lemparkan ke pundak saya.
orang bilang 'enak ya kamu, punya orang tua yang sudah punya banyak aset untuk diwariskan ke anak-anaknya'. awalnya saya juga mengira akan begitu. tapi setelah dijalani, rasanya lebih baik berdiri di kaki sendiri, lepas dari bayang-bayang orang tua yang merasa dirinya punya hak atas hidup anak-anaknya yang sudah bisa memilih jalan hidupnya sendiri. dengan menerima dan hidup atas semua aset yang dia teruskan kepada saya, rasanya seperti berenang di kolam air asam yang pelan-pelan mengikis kulit saya hingga ke tulang belulang.
belum lama ancaman akan pertikaian dengan saudara ketika kelak mereka beranjak dewasa. sering sekali terjadi ikatan persaudaraan antara kakak beradik pecah hanya karena memperebutkan warisan.
meneruskan usaha keluarga memang terlihat menyenangkan. usaha yang sudah besar dan dikenal serta sistem yang sudah jadi, saya memang hanya meneruskan dan membuat semuanya menjadi lebih baik lagi. tapi tetap saja, saya tidak pernah tenang.
kelihatannya ini semua mudah di awalnya saja. besok-besok mungkin hidup akan jauh lebih berat lagi.
pilihannya hanya pergi dengan rasa berdosa, atau tetap tinggal dengan hati yang terjajah.
kedua pilihan itu terdengar tidak ada yang masuk akal dikepala saya.
satu-satunya yang masuk akal hanya menghilang atau mati.


0 comments
Singgah ki' :)