KARNA LAKI BUTUH SERAGAM!
Ditengah perkembangan media sosial yang
sangat pesat ini, Dikenal sebuah istilah kencan; blind date, yang dimana ketika dua orang
melakukan kencan buta tanpa pernah bertemu sebelumnya.
Berbicara tentang blind date. Sampai saat ini, saya sudah melakukannya dua kali dan
kesimpulan yang saya temukan dalam sistem per-kencan-an yang laknat ini adalah
:
KUOTA JADI CEPAT HABIS!!!!
Selain itu, saya juga benci dengan
sistem ini. Karna diantara kedua blind date yang pernah saya lakukan. DUA-DUA nya tidak ada yang berhasil…
Jadi waktu itu, saya mengenalnya lewat
salah satu teman yang bernama Siti (nama samaran). Siti ini adalah teman SMA
saya dan kebetulan kami satu kampus. Siti punya teman yang cantik jelita yang
bernama Badriah (kok jadi Siti Badriah). Oke, ganti. Namanya Juwita.
Awalnya kami (baca: saya dan Juwita)
saling follow2-an di instagram. Lebih tepatnya saya yang follow duluan sambil berkomentar ‘F0lb4ck DoNg’ ‘Folback :)’. Dua minggu berlalu, kami sering chat2an.
Walaupun chat saya paling cepat dibalas dua jam. Paliing
lama, yaa…paling tiga hari.
Itupun kalo saya yang chat duluan. Atau
kalo tidak, saya ambil inisiatif untuk copas (Copy-Paste) chat sebelumnya. Sampai lima kali
saya copas tapi tak ada balasnya, saya chat lagi.
‘JARI KAMU PUTUS YA!?’
Dua bulan berlalu. Saya mulai bosan
dengan statistik chat-nya yang tidak mengalami peningkatan signifikan. Ini orang kayaknya tidak sadar kalo sebenarnya saya
ini GANTENG.
Demi menyadarkan betapa GANTENG-nya saya
ini. Saya mulai memberanikan diri mengajaknya ketemuan dengan modus berjudul
‘Nonton bioskop’. Awalnya dia takut kalo cuman diajak sendirian. Dia
mau ikut dengan syarat: teman saya si Siti juga diajak. Saya pun mengiyakan.
Syarat ini lumayan ringan dibanding
syarat awal yang dia tawarkan yaitu; Saya harus mengajak semua teman kelasnya
untuk ikut. Jumlah teman kelasnya lumayan banyak. Salah sedikit bisa membuat saya hidup dengan satu ginjal.
Singkat cerita kami ketemu di Cinema 21
Mall Panakukang (salah satu mall di Makassar). Dengan membawa satu teman
masing-masing. Iya, Saya akhirnya juga bawa teman, namanya Aan.
Saya membawa teman dengan alasan saya
takut tidak bisa mencairkan suasana. Dengan kehadiran Aan ini diharapkan semua
ke-keren-an terpusat pada saya.
Mengingat ini pertama kalinya saya
men-traktir seorang gebetan (iya, payah memang) saya mempersiapkan amunisi yang
digali dari celengan dan bantuan dari kantong Aan.
Setelah itu kami memesan tiket dengan
jadwal tayang jam 9 malam. Lewat dari rencana awal kami yang jadwalnya nonton
paling lambat jam 8. Soalnya kata Siti, Juwita dilarang pulang larut malam. Nasi sudah menjadi bubur. Mau
tidak mau dia harus pulang larut.
Sementara menunggu jam tayang, diluar dugaan kami diajak makan oleh mereka (baca: Siti dan Juwita). Ini diluar perencanaan anggaran yang akan saya keluarkan. Siklusnya Beli tiket – Beli Pop corn – Pulang. Menjadi, Beli tiket – Makan direstoran – Beli Pop corn – Pulang. Perasaan saya mulai tidak enak.
Sementara menunggu jam tayang, diluar dugaan kami diajak makan oleh mereka (baca: Siti dan Juwita). Ini diluar perencanaan anggaran yang akan saya keluarkan. Siklusnya Beli tiket – Beli Pop corn – Pulang. Menjadi, Beli tiket – Makan direstoran – Beli Pop corn – Pulang. Perasaan saya mulai tidak enak.
Well, saya langsung mencolek Aan, mengingat rasa-rasanya
uang saya kayaknya cuman cukup buat beli secangkir Iced Tea with Yellow Lemon bajing*an itu.
Sementara kedua perempuan itu berjalan
didepan kami. Perlahan saya berbisik sama Aan.
‘Eh, uang mu berapa disitu?’
‘Tenang, cukup ji uangku disini’ dalam
hati saya mengucap hamdalah. Tidak rugi saya memanggil pabrik uang satu ini.
Saya lanjut bertanya
‘Bdw, uang yang kau bawa memangnya
berapa?’
’50 ribu…..’
MAMPUS!
MAMPUS!
Pada akhirnya sampailah kami ditempat
makan yang bernama Tong Tji. Usaha saya ditengah perjalanan dengan cara menunjuk-nunjuk tempat makan yang lebih murah sia-sia.
Kami duduk berhadapan, saya menghadap ke
Juwita dan Aan menghadap ke Siti. Ah, kemesraan ini janganlah cepat berlalu.
Demi memangkas pengeluaran yang berlebih,
saya dan Aan waktu itu cuman memesan minuman, sedangkan mereka pesan makan dan
minuman. Sungguh, kedua perempuan ini sama sekali tak menawarkan buat makan
sepiring berdua.
Saat itu, Aan menahan gempuran rasa
laparnya dengan melihat-melihat foto makanan di instagram yang sedang dia buka (sabar
kawan, dua jam lagi. Bertahanlah!)
Selesai makan, kami cerita2. Siti teman
SMA saya tanpa saya duga sangat agresif menyerang Aan dengan berbagai
pertanyaan. Sedangkan saya cuman memandang Juwita. Dan Juwita memandang smartphone
nya.
Ketika pelayan datang membawa bill, dengan sigap saya mencolek Aan.
Kami mengotak-atik kantong celana masing-masing. Dibawah meja, kami
mengumpulkan uang. Aan memperlihatkan uang 50 ribunya. Saya memperlihatkan uang
7 ribu kepada
Aan. Kami saling menatap sejenak lalu menahan tawa. TOLONG KAMI YA ALLAH!
Disitu saya langsung ke plan B, yaitu
BSS (Bayar Sendiri-Sendiri). Kalo kami tidak bisa mentraktir mereka, setidaknya
kami bisa menyelamatkan harga diri kami sebagai lelaki yang pernah hidup dimuka
bumi.
Setelah uang kami bersatu ditangan Aan.
Aan lalu mengangkat gumpalan tangannya untuk membayar, tetapi langsung dipotong
oleh Siti bagai petir dipagi hari….
‘SEMUANYA SUDAH SAYA BAYAR……’
-R-
Kami selesai nonton jam 11 malam. Saya
mengantar Juwita pulang naik motor sedangkan Siti pulang dengan mobilnya dan
Aan ikut dengan saya sebagai tumbal jika nantinya ada begal.
Ditengah perjalanan mengantar Juwita
saya ingin banyak mengobrol soal film Hangout yang tadi kami tonton. Tapi
nasib. Sepanjang perjalanan itu juga dia membangun tembok besar dengan modus
‘menelpon’ entah siapa. Lagi-lagi usaha
saya dirusak oleh sebatang gadget.
-R-
Dua bulan setelah pertemuan laknat itu.
Keadaan berubah 315 derajat. Aan yang sudah mulai menyukai Siti semenjak
pertemuan itu, perasaannya perlahan tercabik-cabik setelah mengetahui kenyataan
pahit bahwa: Siti telah MENIKAH.
Ketika
Nasi telah menjadi bubur dan bubur menjadi karbohidrat.
Bagaimana dengan saya?
Ya, tentu. Dengan modal mentraktir
seorang gebetan untuk nonton tidak menjamin seseorang itu akan suka sama kita, kecuali kalo kita sewa sekalian satu studio.
Semenjak pertemuan itu, Juwita jadi tambah jarang membalas chat saya. Kadang chat saya satu paragraf, dibalas cuma satu kata. Vn cuman dibalas emoticon. DDari sikap yang dia tunjukkan, kemungkinannya cuman dua. Dia tidak suka sama saya atau dia depresi ngeliat muka saya.
Belakangan sepotong hati-ku ditemukan tewas membusuk akibat 99 tusukan didada setelah melihat layar foto instagram Juwita bersama seorang lelaki berseragam.
Semenjak pertemuan itu, Juwita jadi tambah jarang membalas chat saya. Kadang chat saya satu paragraf, dibalas cuma satu kata. Vn cuman dibalas emoticon. DDari sikap yang dia tunjukkan, kemungkinannya cuman dua. Dia tidak suka sama saya atau dia depresi ngeliat muka saya.
Belakangan sepotong hati-ku ditemukan tewas membusuk akibat 99 tusukan didada setelah melihat layar foto instagram Juwita bersama seorang lelaki berseragam.
Disepotong kisah yang gagal kesekian
kalinya ini, saya belajar bahwa Perempuan butuh seseorang yang menjamin
kehidupannya layak dimasa depan. Laki-laki yang bisa menjamin rumah bagi calon istrinya dan laki-laki yang bisa memimpinnya menuju surga.
Mungkin itulah biasanya kebanyakan
perempuan lebih suka dengan lelaki yang berseragam, selain karna ganteng dan
gagah, lelaki berseragam katanya memiliki masa depan yang cerah dan terjamin
oleh Negara.
Kasihan juga ya, Mahasiswa. Dengan
harapan dan masa depan yang tak pasti. Apalagi kalo berbicara tentang
penderitaan skripsi. Berjuang sarjana, demi masa depan sang calon istri.
Saya jadi ingat salah satu dialog di
novel Sabtu Bersama Bapak karya Adhitya Mulya.
Ketika itu Ibu dari Cakra salah satu
tokoh di novel Sabtu Bersama Bapak berkata.
‘Ka (Cakra), Istri yang baik gak akan keberatan diajak melarat’
‘Iya, sih. Tapi Mah, suami yang baik tidak akan tega mengajak istrinya untuk melarat’






60 comments
Itu Juwita Bahar kah Mas? hehe
ReplyDeleteTerkadang untuk tampil gaya dan bisa nelaktir si doi butuh perjuangan, seperti bobok celengan (yang seharusnya digunakan untuk nikah :D), kalau kurang pasti pinjam, ya si Aan itu ibarah malaikat penolong ya..haha
Tapi memang itu yang buatku sedih juga, Mas. Chat panjang-panjang, layaknya cerpen, eh, dibales cuma satu kata. Kadang pengen banting gadget, tapi sayang, belum lunas ^_^
Dipertengahan aku baca ini, sampe lupa. Satu hal yang selalu nemenin pas baca postingan di blog ini, yakni lagunya mas Rey..hehe
Gak tau, rasanya kalau ditemenin lagu gimana gitu. Pas aja.. aku cek di soundcloud ternyata suka nyanyi nih.. Berarti salah satu tanda, tak selamanya orang yang tak berseragam itu tidak mempunyai masa depan yang cerah.
Asalkan mau berusaha, berdoa tentu bisa. Lah, wong dia juga bisa kenapa kita gak. Semoga doa dan cita-cita kita semua Allah mudahkan, dan tercapai satu persatu.
Niatnya mau gulung selimut, istirahat. Malah liat post baru, ya dah tak mampir dulu. Tak istirahat dulu ah, siapa tahu besok udah banyak yang komen disini :)
The longest comment ever, hahahh.
DeleteSalah satu saingan komentar terpanjang nya icha nih.
Yg mana ndi'? yang mirip Juwita bahar? yang pengantin atau yang satunya lagi?
Iya. Kalau tidak ada Aan, saya mungkin gk bisa bayar pesanan sendiri juga. Harga diriku tak terselamatkan.
Cwek kayak gitu enaknya diapain nih ndi? Dipacarin kyaknya lebih enak. Hahahh
Zaman sekarang gadget memang bisa jadi mempermudah, bisa jadi juga mempersulit komunikasi. Aneh saja rasanya, pas jauh, fungsi gadget rasanya sangat bermanfaat menghubungkan komunikasi. Tpi kadang pas udah dekat, kayak kerasa jauh karna gadget ini.
Oiya, saya gk kepikiran masukin lagu di postingan ini mas, haha. Soalnya sya gk tau lagu yg pas.
Aamiin, smoga ya ndi.
Makasih loh ndi, sudah memberikan effort yang lebih buat membaca postingan ini. Ya, walaupun isinya sama sekali gk mendidik, tapi semoga bisa brmanfaat :)
Dijual Baygon rasa stroberi, original, kualitas terjamin, rasa enak, murah meriah
ReplyDeleteHubungi saya jika berminat
Agennya Njus nih pasti.
DeleteMenurut saya Mass, kamu harusnya cari anak kelas 1 SMA ajahh, selagi nggak memandang seragam, dan merek muka. Mereka hanya ingin ini dan itu, Saran saya sihh ituu Mass rey, Dunia ini dan itu!!! Hahahh
ReplyDeleteMau anak SMA, SMP, SD atau TK, permasalahannya cuman satu. Mau atau tidak?
DeleteBahkan lewat didepan anak TK/ TPA, saya dikencingin mas.
Kali ini aku bacanya sambil mukulin lutut sendiri, Rey. Kejadian di tempat makan Tong Ji Tong Fang itu paling bikin ngakak. Lucu banget sih ini. Walaupun pas terakhirnya kayak ditampar petir di pagi hari. Huhuhuhuhuhu.
ReplyDeleteRey jangan sedih ya. Nggak semua perempuan kok butuh yang berseragam. Ada juga perempuan yang nggak muluk-muluk, butuh tangannya selalu digenggam. Maksudnya, selalu ditemani, didampingi, dan dikuatkan. Setiap laki-laki punya kekuatannya masing-masing untuk menggaet perempuannya. Tetap semangat mengejar cinta, Reeeeey!
Btw, kamu sama Aan jadinya sama-sama patah hati gitu ya. Huhuhuhu. So sweeet deh. Jadi saling memahami gitu. Nggak kepikiran buat jadian aja sama Aan, Rey? HUAHAHAHAHAHAHAHA.
*kabur naik buraq*
Dari nutupin mulut pake jilbab berubah jadi mukulin lutut sendiri. Hmm, ini sebuah peningkatan gk sih cha? Sekarang mungkin mukulin lutut sendiri, besok2 bisa jadi mukulin lutut orang atau lutut yang mukul orang.
DeleteDan entah kekuatan saya terletak dimana. Mungkin harus nunggu meteor tiba2 jatuh dimuka saya cha'. Payah ya Mr. gRey versi dunia nyata ini. Apakah saya harus nunggu mahasiswi jrusan sastra datang buat mewawancarai di apartemen?
Kok malah jadi sama Aan? Bhahaha.
Sayangnya dia udh saya tolak dua kali cha'.
Ngocek receh di tanggal tua.
ReplyDeleteBeli ciki dapat undian.
Di gosok penuh harapan.
...
...
"Anda kurang beruntung, silahkan coba lagi"
Tidak "Masak air" dulu? Yaa, biar matang...
DeleteBdw, makasih sajaknya sodara. Bukan saya yg kurang beruntung. Tapi...
Waktu yang belum tepat (SAVAGE!)
Rey, yang nggak pakai seragam yang akan mengubah dunia.
ReplyDeleteYeah. Walaupun dunia yang ada dalam pikiran nya sendiri.
Deleteyang berseragam hidupnya dijamin Bro. dijamin pas-pasan
ReplyDelete*komentar orang yang tidak punya seragam*
DeleteDasar Jomblo, wkwkwk
ReplyDeleteYaampun Rey, ternyata begitu menyakitkan baca postinganmu.
HEH! JOMBLO SHAMING!
DeleteKok sakit ya dikatain "Dasar Jomblo". T_T
DeleteSemakin lama tinggal di Indonesia, jiwa2 para jomblo semakin sulit untuk bisa diselamatkan.
Bisa nggak, nulis komentar diselingi kata2 motivasi?
@Icha : Jomblo shaming itu maksudnya apa cha'?
DeleteSelamat malam dan salam kenal Sob, sangat menarik ceritanya,saya jadi terbawa suasana membaca Artikelnya karena kebetulan saya juga dulu pernah Kuliah di Makassar UNM Jurusan PGSD dan tempat yang paling sering saya kunjungi adalah MP Makassar. Saya ijin follow blognya ya Sob.
ReplyDeleteWah, pernah kuliah di Makassar juga?
DeleteSemoga tulisan saya bisa bermanfaat ya, ehehe.
Iya, silahkan difollow :)
Aduh, blind date kok rasanya buat gue rada aneh gitu, ya. Gak biasa dikenal-kenalin untuk soal asmara, sih. Hehe. Pernahnya cuma blind date sama temen biasa. Yang tadinya sebatas kenal dunia maya, terus ketemuan. Tapi ya cukup temenan aja kaminya. :D
ReplyDeleteBuku Sabtu Bersama Bapak emang bagus, ya. :)) Jadi ngerti kehidupan seorang pria yang ingin menikah dan persoalan dalam pernikahan. :D
Kayaknya gak harus berseragam, sih, Rey. Pengusaha yang bajunya bebas gitu juga bisa, kok, menjamin hidup istrinya. :)
Ini opsi terakhir yog. Opsi nge-Date jomblo2 yang sedang putus asa.
DeleteSaya juga sebenarnya sama yog. Ngerasa aneh gitu, tapi tetep sih. Alasannya karna penasaran pngen ketemu langsung. Soal jadian atau temenan urusan dari dampak pertemuan tadi.
Iya yog. Saya bnyak belajar dari buku itu. Apalagi soal prinsip hidup. Adhitya mulya memang terbaik!
cinta nggak selamanya perihal harta kok, tergantung cewek yang tepat aja sih.. eheheh. Ah, apalah arti seragam. Satpam pun berseragam, ber'jas' mungkin lebih menentukan :))
ReplyDeleteApalagi kalo berseragam sambil pake jas.
Deletesalut buat usahanya, gagal mah biasa...sampai akhirnya menemukan yang diciptakan buat kita & tentram bersamanya, Amiin
ReplyDeleteAamiin...
Delete*bantu aminkan*
si Aan jelek ya?
ReplyDeletesi siti tajir ya?
wkwk
setuju! "Perempuan butuh seseorang yang menjamin kehidupannya layak dimasa depan. Laki-laki yang bisa menjamin rumah bagi calon istrinya dan laki-laki yang bisa memimpinnya menuju surga"
"si Aan jelek ya?" dia nggk jelek mbak, cuman... kurang tampan aja.
DeleteSiti juga nggk tajir mbak, cuman...kurang miskin aja.
Nah, kan.
ahelah sama aja =))
Deletemana nih post terbarunya? apa lagi disiapin?
bukan soal si siti sama si aan lagi kan? wkwk
Bwahaha. Kalo itu sih ceritanya udah The End.
DeleteYa kecuali pacarnya si Siti ditikung sama si Aan.
eh rey, yang sabar ya
ReplyDeletemakanya sekarang fokus kuliah aja dulu sampe dapet kerjaan yang gajinya segunung, kali aja ntar cewe2 pada ngantri hihi
Kalo gaji saya sudah segunung, selera saya bukan kayak dia lagi mbak :')
Deleteoh my god, berarti yang kasian dia dong ya? :D
DeleteB)
Deletesaya pakai seragam dan tidak membanggakan seragam saya kok bang.
ReplyDeletetapi harus diakui banyak yang suka saya karena saya tampan mempesona sepanjang masa.
saya seragam dan saya tampan, maaf ya bang, jangan block saya gegara ini. kita tetap temenan. haha
semangat buat nyari gadis pujaan, pasti akan ada yang nempel nanti.
Komen ini kok ngeselin ya?
DeleteMAKASIH LOH.
ADA YANG BISA BAKAR SERAGAM ORANG INI GAK?
Yg sabar ya mas...ini ujian wkwkwk
ReplyDeleteIni namanya nasib mas.
Deletehahahhaa
ReplyDeletekok kasian amat siih mas..
sini2 saya kasih permen..
Canda maas canda..
Yang sabr yah mas
nanti juga pasti bakalan ketemu sama yang lebih baik kok..
:D
Makasih ya felic.
DeletePermennya nggk jadi dikasih nih?
heleh heleh meuni sedih makan-makan teh yang satu bawa 7 rebu satunya lagi bawa 50 rebu.
ReplyDeletekok sesek ya ending-nya. mungkin dua cewek itu kek gitu karena emang udah ada yang punya kali.
ah nggak semua cewek suka pake yang seragam. contohnya, anak-anak kpop suka sama cowok yang suka dance. hehehe :v
Pertama, kejadian makan di restoran itu adalah kejadian yang tidak terduga ris.
DeleteKedua, itu nggk mungkin Ris. Krna kami sdah memastikan dengan matang dan teliti dari fakta dan data yang kami temukan dilapangan bahwa, benar; Mereka masih jomblo.
Ketiga, oke, gw setuju. Kayaknya mulai hari ini harus belajar dance.
Jangan sedih tetap semangat bro
ReplyDeleteI will Inklocita.
DeleteDemi apa aku gak kuat nahan ketawa.. tapi prihatin..
ReplyDeleteSoal cowo berseragam butuh g butuh sih.. setidaknya gak buat anak orang kelaparan.. ya Alhamdulillah kalau ternyata mapan tanpa seragam.. haha
Nah, poin pentingnya itu sih, "setidaknya gak buat anak orang kelaparan", tapi entah kenapa kebanyakan larinya ke cowo itu.
DeleteSatu. jangan dengarkan kata2 Icha di atas. perempuannya memang nggak semua butuh lelaki yg berseragam, tapi orantuanya... ... masalahnya, kita kan ngelamar ama orgtuanya, kalo orgtuanya mau yg berseragam, kita bisa apaaa...
ReplyDeletedua. selamat mengenang lagi masa-masa patah hatinyaaaa... tak bisa memiliki yg dicinta itu skait, sih...
tiga. sayang semuanya.
Kayaknya orangtuanya icha nggk butuh yang berseragam, maunya yang suka Cnd. Klo orang tua cwek yg lain gk tau deh. Tapi saya juga SEPAKAT SAMA MAS HAW!!!
DeleteSkait, diatasnya sakit atau dibawahnya nih?
.....
Seragamku :3
ReplyDeleteBukan seragamnya.
DeleteIniiiiii... kenapa ini sedi banget ampun :'
ReplyDeleteHahaha bukan hal aneh, sih. Biasanya laki-laki berseragam itu ceweknya cantek-cantek loh, suwer deh *lah wkkww
Iya Feb. Cweknya kebanyakan cantik2 dan cwoknya kebanyakan kyak sirup marjan yg dicampur sama ketupat (gak nyambung).
Deletewahhhh bener banget tuh apalagi kalau ngelamar cewe trus cowonya pake seragam yang dinas dinas wuuaahhh langsung ada nilai tambahnya, waaahhh mantap lahh kalo bisa memilikinya :D
ReplyDeleteAPAAAN MANTAP, MANTAP KALO COWOK YANG PAKE SERAGAMNYA ITU BUKAN GUE!
DeleteGAK ADA MANTAP2NYA!
Nah, maka dari itu, gausah blind date lagi dong, ha ha ha.
ReplyDeleteGokil, ngakak pas dibagian di panggil makan, apalagi ga bawa uang pas jalan sama gebetan yang akhirnya ga jadi pacar. :))
Baru pertama kali kesini, salam kenal ya!
Oke andika, salam kenal.
DeleteWelcome to my daily life.
Semoga betah :)
Waduhhh... Tapi ya udah nggak apa2, Reyhan. Selesaikan dulu kuliah kamu ya, trus kerja, biar bisa nabung buat ngasih Uang Panai, hahahah... Berseragam atau enggak, yang penting ntar kamu jadi cowok banyak duit ya, haha... Dengan banyak duit, anak bini serta keluargamu nanti akan cukup gizi :D
ReplyDeleteWah, harus banyak duit gitu ya mbak Nit. Oke, baik, siap.
DeleteMungkin menurut dia, dengan dapat pasangan yg berseragam, hidupnya akan lebih baik.
ReplyDeleteTetap semangat, mungkin dia bukan jodoh mu. Haha
Gak paham dengan logika seperti itu. Bagaimanapun pasangan yang bersergam akan jelek pada waktunya. Tapi pasangan yang humoris akan tetap lucu selamanya.
DeleteSinggah ki' :)