• Home
  • Tentang Penulis
  • Kontak
    • Category
    • Category
    • Category
  • Buku
  • Portofolio
facebook twitter instagram youtube goodreads

Reyhan Ismail

 beberapa waktu lalu, saya bertemu dengan teman kuliah saya di salah satu hotel di makassar. dua bulan lalu dia baru saja menikah. sebagai senior yang sudah lebih dulu menikah dua tahun, saya menanyakan bagaimana rasanya pernikahan. dia cerita bahwa sumber utama keributannya akhir-akhir ini selalu bersumber pada pembahasan soal mantan.

saya sempat terdiam saat dia bilang "kamu enak, tidak punya mantan. pasti tidak ada bahan yang bisa jadi objek keributan" sesaat kemudian saya bertanya kepada diri sendiri. iya juga ya, kok dulu saya tidak punya mantan? perasaan itu kemudian hadir kembali pada saat saya menulis tulisan ini.

waktu menurutku adalah sebuah konsep perjalanan hidup yang kerap kali mengambil dan mempertemukan manusia kepada banyak hal. diantara semua penemuan-penemuan modern, barangkali waktu adalah salah satu yang memakan umur kita namun sama sekali tidak pernah bisa kita sentuh.

ada perasaan aneh ketika saya membuka kembali riwayat chat facebook yang sudah hampir bertahun-tahun tidak pernah saya sentuh itu. obrolan-obrolan lama yang keluar dari kepala yang masih kosong. dan tentang banyaknya bunga-bunga yang terlewatkan.

ada banyak perasaan yang terbesit di hati saya setelah membaca semua obrolan-obrolan itu. kalau saja dulu perpektif dan kepekaan saya seperti sekarang, bisa jadi mereka tidak hanya lewat. tapi beberapa bisa saya pastikan singgah. barangkali diantara semua kemungkinan, ada yang menetap dan merubah jalan hidup saya sampai sekarang.

entah kenapa satu-satunya kesan yang tertinggal di ingatan saya tentang saya di masa lalu adalah jomlo, jelek dan tidak laku. sampai setelah saya membuka banyaknya obrolan dari orang satu ke orang yang lain, membuat saya berkesimpulan bahwa saya yang dulu adalah orang yang sok cakep, tidak peka, dan cuek. Beberapa kali diri saya yang hari ini membatin "SOK CAKEP LU ANJINGG"

mungkin akan ada banyak kemungkinan yang terbuka jika saya memilih sedikit lebih berani dan membuka diri. tapi saya juga bingung, entah apa yang membuat saya bersikap se=sok cakep itu? kurang bergaul kah? kurang pengalaman? atau masih polos?

saya sempat kaget, ternyata ada yang pernah mengaku bahwa dia mengidolakan saya. ada juga yang diam-diam memotret saya dari jauh, lalu mengoleksi foto saya. sumpah, ini sedikit memperbaiki pandangan saya tentang memori saya di masa lalu bahwa saya jelek dan tidak laku. ada juga yang setiap hari menyapa, namun sayangnya tidak pernah saya respon. ternyata saya tidak se worth it yang saya kira.

kalau ditanya apakah ujung dari cerita ini adalah penyesalan? jawabannya adalah tidak sama sekali. saya hanya merasa penasaran. penasaran, kenapa pada waktu itu saya bersikap seperti itu. penasaran, kenapa saya sangat cuek dan menutup diri. penasaran, yang ada di kepala saya waktu itu apa?

per hari ini, beberapa diantara mereka saya lihat sudah menikah. 

mungkin, kalau saya mau melihat dari sudut pandang yang lebih menenangkan, jawabannya begini ; saya berperilaku seperti itu, bisa jadi untuk menyelamatkan mereka untuk tidak salah menjatuhkan hati kepada orang yang ternyata bukan jodoh mereka. kalau saja saya bisa sedikit lebih peka dan menerima mereka, barangkali keberanian itu hanya akan berakhir pada gejolak hasrat yang sementara dan buang-buang waktu.

dan ya, saya perlu bersyukur untuk makna yang terakhir ini; dengan bersikap seperti itu di masa lalu, saya tidak perlu membuat daftar mantan yang pada akhirnya jadi bahan keributan dengan istri saya hari ini.

terima kasih, rey. kamu membuat kemungkinan rasa cemburu di rumah tangga menjadi sedikit lebih kecil. walaupun konflik kadang masih terjadi, tapi saya rasa itu hal biasa. sisanya biarkan saya yang bertanggung jawab :)

Share
Tweet
Pin
Share
No comments


agak sulit rasanya menjalin komunikasi dengan orang yang tidak bisa membedakan diskusi dan berdebat.
setiap ruang perbedaan pendapat selalu dianggap arena ring untuk mencari siapa yang menang dan siapa yang kalah.

mungkin memang agak susah kalau objek pembahasannya adalah area sensitif yang menyangkut siapa yang diuntungkan.
tapi bukan berarti tidak bisa kan? kalau areanya masih abu-abu, kenapa kita tidak perjelas dengan diskusi dan negosiasi yang tenang tanpa melibatkan emosi?

bukannya menjalin hubungan itu tentang saling mengerti satu sama lain?

idealisme dan prinsip hidup hanya menjadi objek parafernalia yang menguntungkan diri sendiri.
kalau merugikan diri, pendiriannya sekonyong-konyong dilupakan.

kata hindia semua orang itu hipokrit.
barangkali ada benarnya juga. dibanding takut dosa, kita lebih takut berbeda dari orang-orang terdekat kita. solat hanya seminggu sekali, bukan karena taat. tapi hanya karena semua laki-laki  yang dikenalnya hari itu solat jumatnya di masjid. ada ketakutan yang aneh ketika saya sendiri tidak ke masjid saya solat jumat. ketakutan seperti dianggap pendosa dan orang jahat. padahal tolak ukur kebaikan orang, saya kira bukan karena dia taat solat jumat.

sama halnya; memasak untuk orang rumah, bukan karena ingin berbakti pada suami. tapi karena semua teman yang menjadi istri memasak untuk suaminya.

apakah sebenar-benarnya bentuk kebenaran itu? 
cuman karena ide itu dianut dan diamiini oleh keluarga dan orang-orang terdekat kita, apakah itu adalah sebuah kebenaran? 
apakah halal hukumnya menghakimi orang yang tidak sepaham dengan kita?
yang paling meresahkan adalah penghakiman orang-orang. dibanding takut neraka, kebanyakan dari kita barangkali lebih takut menjadi musuh masyarakat.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

kabar baik minggu ini :

pertama akhirnya dapat pekerjaan di salah satu studio perencana interior tempat kawan saya bekerja. gajinya cukuplah untuk kebutuhan pokok sehari-hari.

kedua naskah film pendek saya dipilih untuk dikerjakan di project kelas kampus lingkar. saya menjadi penulis skenario dan suprisingly juga ditunjuk menjadi sutradara.

ketiga, saya dapat job mc lagi. dipercayakan untuk memandu event running di pare-pare.

keempat, usaha jus saya dan istri masih tetap berjalan karena masih ada orderan.

semoga apa yang saya lakukan hari ini berujung baik dan besar pada akhirnya. banyak sekali mimpi-mimpi yang ada di kepala yang ingin saya wujudkan. satu-satunya mimpi yang tidak bisa hanya mimpi melihat Mama saya lagi. 

walau akhir-akhir ini entah kenapa dia makin sering datang dalam bentuk mimpi yang memanggil ingatan di masa lalu. saya bahkan sudah hampir lupa bagaimana kehiudpan keluarga saya dulu. setelah berkeluarga, ingatan saya tentang mereka seakan-akan mulai hilang. ikatannya pelan-pelan pudar.

saya rindu dengan rumah saya dulu, di mana masih ada mama di dalamnya. saya rindu keadaan ketika bapak tidak seperti sekarang. saya rindu hening yang tenang dan aman bersama mereka. 
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

pulang ke pinrang. kondangan ke nikahan beebrapa teman dan keluarga. ketemu teman-teman komunitas, kadang rindu juga nongkrong sambil cerita-cerita kosong dengan mereka. balik lagi nge-mc setelah beberapa lama vakum.

hari ini keluar rumah tiba-tiba jadi hobi saya. sejak rumah jadi tempat mencekam.

dulu saya benci pulang ke kota ini. tapi semenjak saya terbiasa membuatnya jadi menyenangkan, bertemu dengan teman-teman yang sefrekuensi, teman-teman komunitas, rasanya ada rindu-rindunya.

kemarin siang, saya iseng membuka dokumentasi nikahan. melihat teman-teman saya yang datang. ternyata saya punya begitu banyak teman. bodohnya saya yang selalu berpikir teman saya hanya sedikit. imam bilang beberapa teman saya datang. saya saja yang kadang lupa menyadarinya.

sekarang saya makin punya alasan untuk tetap semangat lagi. berlari lebih kencang lagi. kalau sedih datang, saya tinggal lihat foto-foto teman saya yang datang ke nikahan lalu sadar; teman saya banyak.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

beberapa kali kadang saya merasa pesimis dengan keberuntungan keluarga ini. 
rejekinya sepertinya sudah habis di kepala. 
dari leher ke ekor jalannya tidak akan sama lagi seperti sebelumnya. 

kami seperti benih yang tidak dipupuk maksimal. 
tumbuh harus belajar melawan hama. 
berkenalan dengan hujan dan badai. 
setelah dewasa, saya tersadar saya tumbuh dengan riskan.

melawan kemarau mungkin tidak akan lama.
melawan hujan mungkin tidak akan sanggup.
di kiri dan kanan, semua orang bertumbuh dengan akar yang kuat.
sedang kami tumbuh di percabangan batang pohon di tubuh orang tua kami.

mereka seperti pohon mangga yang kokoh tumbuh berpuluh tahun.
buahnya menjadi manfaat untuk orang banyak
kami pun ikut kena getahnya

mereka kira mungkin kami akan baik-baik saja.
yang mereka tidak tahu adalah
di saat mereka mati
kami juga.

sesaat saya berpikir bahwa orang tua harusnya menjadi 
tanah dan matahari untuk anak-anaknya.
yang memeluk akar 
agar kokoh tumbuh meneduhkan kehidupan
yang menyinari tubuh 
seperti rumah yang menanti kepulangan.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
perhari ini saya masih banyak terkejutnya melihat bagaimana hidup ini bekerja. beberapa orang datang membawa rejeki, beberapa lainnya membawa tragedi.

mungkin forrest gump benar, hidup ini seperti membuka sekotak coklat. kita tidak pernah tahu apa yang akan kita dapatkan.

hari esok masih menjadi pertanyaan besar dikepala saya akhir-akhir ini. terlalu banyak yg berubah. arah hidup pun sedikit bergeser. beberapa penyesuaian dilakukan. hingga hari ini, satu-satunya yg saya miliki adalah kewarasan dan harapan untuk membuat hidup sedikit lebih baik dari hari ini.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Cukup menakutkan juga membayangkan untuk memilih jalur tanpa kepastian. Saya rasa industri kreatif itu bensinnya popularitas. Semakin banyak kita dikenal, semakin besar potensi untuk bertahan lama. Banyak yang sudah berjudi di jalur ini. Ada yg besar dan tidak sedikit juga yang mati.

Menariknya justru ketidakpastian ini yg bikin saya tertantang untuk terus jalan mencari jawaban. Jalurnya mungkin ada banyak. Tapi ketakutannya juga lebih banyak.

Saya merasa seperti berada di dunia di mana popularitas itu seperti panggung. Jumlahnya tidak berubah. Perhatian kita terbatas. Bahkan sekaramg spektrumnya semakin spesifik. Setiap panggung memiliki peminatnya sendiri2. Tidak semua dari kita punya energi untuk peduli pada banyak hal.

Pelaku kreatif bekerja keras untuk dapat giliran tampil di panggung khusus bidangnya masing2. Kalau bagus, penonton pasti ingat dan mau kita tampil lagi atau tampil lebih lama. Begitupun kalau kita tidak perform.

Setiap industri punya panggungnya masing2. Tugas seniman adalah memberikan yg terbaik diatas panggung.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

bagaiamana cara kita tahu pilihan kita baik atau buruk ketika kita belum sampai pada jawabannya?

bagaimana kalau kita kandas sebelum tiba pada perhentian akhir?

bagaimana kita melihat kebahagiaan diujung sana, kalau dalam prosesnya saling melukai?

apa yang kita cari?

apakah hidup itu seperti naik gunung terjal?

apakah semua puncak itu indah?

apakah semua perjalanan itu melelahkan?

bagaimana jika puncak itu ternyata buruk?

bagaimana kalau kita buat perjalanannya menjadi indah dan menyenangkan?

kenapa kita tidak pernah benar-benar hidup untuk hari ini?

kenapa kita harus menunggu akhirat?

kenapa kita harus menunggu surga melalui kebaikan duniawi?

kenapa kita tidak bisa merasakannya dalam kebaikan?

dibanding berprasangka dan menjual imajinasi di akhir hayat.

saya lebih ingin melihat surga melalui kebaikan dan kebijaksanaan.

karena saya percaya, masing-masing dari kita membawa surga di hati kita masing-masing.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments


malam pukul satu pagi, setelah menyantap nasi dan mi goreng.

malam ini saya kenyang akan dua hal. makanan dan drama rumah tangga.

barangkali sisa hidup saya kedepan akan banyak menghadapi bumbu-bumbu semacam ini. tapi entah kenapa kali ini rasanya membuat saya lebih kesal.

mungkin karena bertepatan dengan kondisi keuangan yang sulit. baru saja pekerjaan yang membuat saya berada di zona nyaman berakhir.

perenungan ini membuat saya kembali mengingat perenungan yang dulu-dulu. entah kenapa dari dulu saya suka merenungi hidup saya kedepan. ketika gagal lolos sekolah favorit, gagal tes masuk universitas dan kali ini karena jobless.

pada akhirnya saya kembali pada perenungan tentang bagaimana saya akan menjalani hidup kedepan dan masa depan yang kembali tidak pasti.

dibalik jendela mobil yang sedang melaju, ditengah rintik hujan dan malam yang sunyi. pikiran saya melambung seiring dengan hembusan nafas yang seringkali baru saya sadari dalam keadaan seperti ini.

jantung saya berdetak. pikiran saya bekerja tanpa perintah.

apa itu sukses dan gagal di mata orang-orang? dan kenapa pendapat akan kata sukses itu makin penting di kepala saya? ambisi yang besar saja rasa-rasanya tidak cukup.

setiap langkah rasanya menjadi lebih berhati-hati karena saya dipaksa membawa kehormatan keluarga di sana.

cemas.

kenapa kita harus bertanggung jawab terhadap hidup seseorang?

kenapa uang dan harga diri sekarang jadi jauh lebih penting?

schopenhouer mungkin benar, bahwa setiap pilihan masig-masing memiliki konsekuensi. memilih atau tidak memilih pasti akan selalu ada penyesalan dibaliknya.

tapi pertanyaannya adalah, apakah kadar penyesalannya sama?
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

bagaimana rasanya tumbuh kembang dikelilingi orang tua yang suportif?
bagaimana rasanya ditemani orang tua di hari pernikahan?

bagaimana rasanya sukses atas pilihan yang kita pilih sendiri?

bagaimana rasanya hidup tanpa tuntutan siapapun?

bagaimana rasanya wisuda ditemani kedua orang tua?

bagaimana rasanya bangun pagi tanpa memikirkan kecemasan hari ini?

bagaimana rasanya didukung atas cita-citamu yang remeh itu?

bagaimana rasanya dikelilingi teman dan sahabat yang saling hormat dan mendukung satu sama lain?

bagaimana rasanya kaya raya tanpa memikirkan ketakutan akan takut gagal?

bagaimana rasanya lepas dari tanggungan orang tua?

bagaimana rasanya lebih sukses dan kaya dari orang tua?

bagaimana rasanya lepas dari kontrol si botak tua?

bagaimana rasanya punya rumah dan mobil hasil dari keringat sendiri?

bagaimana rasanya punya uang satu milyar direkening?

bagaimana rasanya jadi penyanyi dan penulis yang karyanya dikenal dan sukses?

bagaimana rasanya hidup di ibu kota?

bagaimana rasanya hidup abadi dalam karya-karya?

bagaimana rasanya membuktikan ke botak tua kalau saya bisa lebih sukses dari dia?

bagaimana rasanya berkelimpahan agar bisa membantu banyak orang?

bagaimana rasanya keliling dunia?

bagaimana rasanya naik haji dan umrah di makka?

bagaimana rasanya dekat dengan Tuhan?

bagaimana rasanya meyakinkan diri saya kalau saya bisa?
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

minggu pagi. jualan jus di cfd. gesek mobil orang karena tukang parkir tolol. ladeni orang yang banyak tanya tapi tidak jadi beli. laku cuman beberapa botol. diusir karena tidak punya izin jualan. angkat barang yang lumayan berat. pulang-pulang kepala terbentur dua kali. di tempat helm dan kulkas.

capeknya luar biasa. pulang-pulang tepar langsung tidur.

kabar baiknya sisa jus tadi pagi diborong sama salah satu teman dan allhmadulillah lagi-lagi laku. siangnya lanjut ke maros arkeologi park.

hari minggu kemarin saya merasa mengawali pagi dengan buruk. menjelang siang tiba-tiba dapat kabar baik. kalau di ibaratkan candle stik saham, pagi saya dibuka dengan arb. siangnya langsung ara.

setelah ini, hari minggu mungkin akan jadi hari tersibuk dan melelahkan. rumah yang berbeda. rutinitas yang berubah. dan bapak yang masih terus menyebalkan.

kalau dipikir-pikir, rasanya lebih menyedihkan jadi orang tua yang gagal dibanding manusia yang gagal. manusia yang gagal tidak meninggalkan apa-apa selain kekalahan dan bangkai tubuh yang perlahan membusuk.

orang tua yang gagal, kegagalannya akan terus hidup dalam bentuk anak dan cucu yang dosa-dosa dan doanya akan terus mengikuti dan meminta pertanggung jawaban di akhirat.

saya ingin jadi orang sukses dan orang tua yang sukses. tapi sayangnya hidup kerap kali memaksa kita untuk memilih salah satunya.

kalau harus memilih salah satunya, semoga kesadaran ini akan terus tertinggal sampai saya mati; saya ingin menjadi orang tua yang sukses.

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
beberapa hari setelah saya meninggalkan usaha orang tua.

mobil nabrak. mulai jualan cold pressed juice lagi. buka kelas menulis (yang sampe sekarang belum ada pendaftar). mulai aktif cari info job mc. dan makin banyak ide-ide lain yang ingin saya kerjakan. jualan es kristal, dimsum, jadi supir grab, dll. peluangnya banyak. tinggal menunggu eksekusi saja dan liat mana yang berhasil.

akhir-akhir ini entah kenapa saya selalu merasa takut. takut gagal. takut keputusan yang saya buat kemarin membuat saya menyesal di kemudian hari. takut tidak bisa lebih besar usaha orang tua saya. saya benar-benar takut mengecewakan istri saya dan diri saya sendiri.

beberapa kali kemarahan datang. ia selalu tertuju kepada si botak tua. saya benci ketika harus mengakui bahwa dia masih memiliki kendali penuh atas orang-orang rumah. dengan keadaan yang ketidak warasan yang makin hari, makin jadi. saya takut semuanya jadi hancur. ditambah lagi dengan adik saya yang sekarang jadi pengendali namun nalar nya dimatikan oleh rasa takut.

dari sini, saya masih sering memantau. beberapa keluhan mulai sering terdengar. namun lebih sering suara-suara yang meminta saya untuk bersikap dewasa dan kembali mengelola usaha.

keluarga mama saya mulai sulit memisahkan entitas antara mama saya dan usaha yang ia bangun. mereka melihat ketika saya meninggalkannya, berarti saya juga mengkhianati usaha mama saya. mereka takut ketika usaha yang dibesarkan oleh mama hancur.

selama si botak tua masih di sana, saya masih sulit melihat cahaya terang di ujung sana kecuali kabut gelap. di sisa umurnya yang makin sekarat, yang bisa saya lakukan hanya menunda kerusakan yang ia ciptakan semakin banyak.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments




baru saja saya membuat keputusan besar dalam hidup.

saya akhirnya berhenti melanjutkan usaha orang tua yang cukup mengekang dan memilih untuk berkarir di Makassar.

Rasanya?

Tidak ada satu perasaan yang menetap dalam hati saya. Semuanya campur aduk. Satu sisi saya sedih karena harus meninggalkan segala rutinitas saya selama mengelola usaha. Saya sedih harus meninggalkan pekerja dan orang-orang yang saya kenal selama lima tahun menjalankan usaha. Rutinitas saya mendadak berubah.

Saya juga takut. Takut memikirkan apa yang ada di depan saya. Jawaban dari hasil keputusan ini sebenarnya terletak di akhir cerita yang masih jadi misteri takdir. Kalau saya sukses (semoga dan saya pasti sukses) saya akan menganggap ini adalah keputusan terbaik seumur hidup saya. Tapi jika tidak, saya hanya takut menyesalinya. Satu hal yang perlu saya rayakan dari pilihan ini adalah saya berhasil melepaskan diri dari manipulasi dunia gelap si botak.

Selain itu saya juga merasakan kebebasan. Tidak lagi dikekang dan dituntut harus melaporkan segala laporan keuangan kepada si botak. Mimpi-mimpi yang dulu sempat saya kubur, sekarang pelan-pelan mulai terlihat kembali seperti matahari yang terbit di sela-sela bukit. Hasrat untuk berdiri diatas kaki sendiri itu kembali muncul lagi. Bahkan lebih besar seperti dendam yang harus saya buktikan. Bahwa saya bisa lebih besar dari apa yang si botak berikan. Dia mengira sedang memberikan saya perlindungan dan tempat yang aman. Padahal sebenarnya di sana saya merasa sedang berada dalam sangkar yang mengekang.

Hari ini saya keluar dari sangkar. Terbang bebas. Saya tidak tahu kemana hidup akan membawa saya. Satu hal yang pasti, saya akan terus berbuat baik dan mensyukuri apa yang Allah berikan kepada saya. Saya akan terus terbang.

Selama di sana cahaya masih terlihat, saya tidak peduli berapa kepak yang perlu saya ayunkan, saya akan menuju kesana.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

entah sudah berapa kali saya menulis tentang si botak tua ini.

semua persoalan hidup terberat saya saat ini rasanya berasal dari si botak tua.

dia meludahi saya dengan semua mimpi-mimpinya yang gagal terwujud.

sebagai orang yang harusnya mengarahkan saya sampai di ujung perhentian yang benar, malah menjadi orang yang selalu menyesatkan saya di tengah-tengah persimpangan antara jalan menetap atau pergi.

kali ini ceritanya berbeda, yang saya pertaruhkan bukan cuman diri saya sendiri. tapi istri dan masa depan rumah tangga saya. dari dulu saya tidak pernah menjerit, berteriak kesakitan kalau tubuh saya dikoyak habis. hati saya diracun oleh mulut berbisa nya pun saya hanya diam seperti bangkai yang sudah hilang nyawa.

terkadang saya melihat masa depan yang cerah dan lebih baik daripada tinggal menetap dan perlahan membusuk mendengar kemauan-nya yang berbau bangkai tikus.

setengah hidup saya, saya korbankan untuk berpura-pura menganggapnya bapak yang hebat. nyatanya tidak satu kali kematiannya saya jadikan fatamorgana.

beberapa hari yang lalu saya sering diperlihatkan oleh orang-orang yang rumahnya penuh dengan tumpukan emas tapi punya hati yang membumi. lalu saya melihat si botak tua dengan tumpukan emas yang hanya segenggam tapi egonya sungguh setinggi langit.

jika meminta dia dihilangkan dari bumi ini adalah dosa, maka bolehkah saya meminta agar saya saja yang pergi?

saya benar-benar capek. capek yang membuat saya berpikir bahwa kematian lebih masuk akal daripada hidup bersinggunan dengan si botak tua.

jika suatu saat saya pergi, sungguh dalam hidup ini dia tidak punya ikatan lagi dengan saya selain nama belakang.

saya bersumpah dengan nama Allah, ketika suatu hari saya pergi, saya akan pulang membawa segunung emas untuk menguburnya hidup-hidup.
Share
Tweet
Pin
Share
1 comments
Newer Posts
Older Posts

Tentang Reyhan Ismail

About Me

Seorang penulis blog yang bercita-cita menjadi Hokage

Follow Reyhan Ismail

  • goodreads
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • pinterest
  • youtube

Jumlah Reylovers

Categories

#curhat (17) Arsitektur (19) Award (2) Blog (13) Buku (2) Cerpen (6) chord (1) Curhat (14) Film (3) Kampus (7) Kesialan (18) Lagu (2) Liburan (4) Medsos (1) Opini (27) Pengalaman Pertama (7) Puisi (8) Review (8) Reyhan Ismail (43) Standup Comedy (1) Tips dan Trik (5)

Arsip Blog

  • ▼  2026 (14)
    • ▼  July 2026 (3)
      • waktu
      • free
      • lethologica
    • ►  June 2026 (2)
      • pulang
      • pohon
    • ►  May 2026 (7)
      • perhari ini
      • panggung
      • refleksi
      • sepiring mi dan pertanyaan
      • bagaimana rasanya?
      • orang tua sukses
      • pikiran-pikiran
    • ►  April 2026 (2)
      • dan sangkarnya pun terbuka
      • di persimpangan
  • ►  2025 (3)
    • ►  December 2025 (2)
    • ►  September 2025 (1)
  • ►  2024 (3)
    • ►  April 2024 (2)
    • ►  January 2024 (1)
  • ►  2023 (1)
    • ►  January 2023 (1)
  • ►  2022 (15)
    • ►  November 2022 (1)
    • ►  October 2022 (1)
    • ►  August 2022 (1)
    • ►  July 2022 (1)
    • ►  June 2022 (2)
    • ►  May 2022 (2)
    • ►  March 2022 (1)
    • ►  February 2022 (3)
    • ►  January 2022 (3)
  • ►  2021 (10)
    • ►  October 2021 (1)
    • ►  September 2021 (4)
    • ►  August 2021 (1)
    • ►  July 2021 (1)
    • ►  March 2021 (1)
    • ►  January 2021 (2)
  • ►  2020 (6)
    • ►  December 2020 (1)
    • ►  October 2020 (2)
    • ►  August 2020 (2)
    • ►  January 2020 (1)
  • ►  2019 (10)
    • ►  October 2019 (1)
    • ►  September 2019 (3)
    • ►  August 2019 (2)
    • ►  June 2019 (1)
    • ►  February 2019 (1)
    • ►  January 2019 (2)
  • ►  2018 (10)
    • ►  October 2018 (1)
    • ►  September 2018 (1)
    • ►  August 2018 (2)
    • ►  July 2018 (2)
    • ►  April 2018 (1)
    • ►  March 2018 (2)
    • ►  February 2018 (1)
  • ►  2017 (10)
    • ►  November 2017 (1)
    • ►  July 2017 (1)
    • ►  June 2017 (2)
    • ►  May 2017 (3)
    • ►  February 2017 (1)
    • ►  January 2017 (2)
  • ►  2016 (31)
    • ►  December 2016 (4)
    • ►  November 2016 (6)
    • ►  October 2016 (5)
    • ►  September 2016 (4)
    • ►  August 2016 (2)
    • ►  March 2016 (4)
    • ►  February 2016 (3)
    • ►  January 2016 (3)
  • ►  2015 (17)
    • ►  December 2015 (2)
    • ►  November 2015 (5)
    • ►  October 2015 (6)
    • ►  September 2015 (1)
    • ►  August 2015 (1)
    • ►  March 2015 (2)
  • ►  2014 (2)
    • ►  July 2014 (2)

Tulisan yang viral

  • Video Call sama cewek tak dikenal
  • REVIEW FILM UANG PANAI' ; MAHAR(L)
  • My first "Dugem-dugem" (+18)

Tim Sukses

Baca buku skuy

2022 Reading Challenge

2022 Reading Challenge
Reyhan has read 1 book toward his goal of 25 books.
hide
1 of 25 (4%)
view books

Created with by ThemeXpose