• Home
  • Tentang Penulis
  • Kontak
    • Category
    • Category
    • Category
  • Buku
  • Portofolio
facebook twitter instagram youtube goodreads

Reyhan Ismail





baru saja saya membuat keputusan besar dalam hidup.

saya akhirnya berhenti melanjutkan usaha orang tua yang cukup mengekang dan memilih untuk berkarir di Makassar.

Rasanya?

Tidak ada satu perasaan yang menetap dalam hati saya. Semuanya campur aduk. Satu sisi saya sedih karena harus meninggalkan segala rutinitas saya selama mengelola usaha. Saya sedih harus meninggalkan pekerja dan orang-orang yang saya kenal selama lima tahun menjalankan usaha. Rutinitas saya mendadak berubah.

Saya juga takut. Takut memikirkan apa yang ada di depan saya. Jawaban dari hasil keputusan ini sebenarnya terletak di akhir cerita yang masih jadi misteri takdir. Kalau saya sukses (semoga dan saya pasti sukses) saya akan menganggap ini adalah keputusan terbaik seumur hidup saya. Tapi jika tidak, saya hanya takut menyesalinya. Satu hal yang perlu saya rayakan dari pilihan ini adalah saya berhasil melepaskan diri dari manipulasi dunia gelap si botak.

Selain itu saya juga merasakan kebebasan. Tidak lagi dikekang dan dituntut harus melaporkan segala laporan keuangan kepada si botak. Mimpi-mimpi yang dulu sempat saya kubur, sekarang pelan-pelan mulai terlihat kembali seperti matahari yang terbit di sela-sela bukit. Hasrat untuk berdiri diatas kaki sendiri itu kembali muncul lagi. Bahkan lebih besar seperti dendam yang harus saya buktikan. Bahwa saya bisa lebih besar dari apa yang si botak berikan. Dia mengira sedang memberikan saya perlindungan dan tempat yang aman. Padahal sebenarnya di sana saya merasa sedang berada dalam sangkar yang mengekang.

Hari ini saya keluar dari sangkar. Terbang bebas. Saya tidak tahu kemana hidup akan membawa saya. Satu hal yang pasti, saya akan terus berbuat baik dan mensyukuri apa yang Allah berikan kepada saya. Saya akan terus terbang.

Selama di sana cahaya masih terlihat, saya tidak peduli berapa kepak yang perlu saya ayunkan, saya akan menuju kesana.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

entah sudah berapa kali saya menulis tentang si botak tua ini.

semua persoalan hidup terberat saya saat ini rasanya berasal dari si botak tua.

dia meludahi saya dengan semua mimpi-mimpinya yang gagal terwujud.

sebagai orang yang harusnya mengarahkan saya sampai di ujung perhentian yang benar, malah menjadi orang yang selalu menyesatkan saya di tengah-tengah persimpangan antara jalan menetap atau pergi.

kali ini ceritanya berbeda, yang saya pertaruhkan bukan cuman diri saya sendiri. tapi istri dan masa depan rumah tangga saya. dari dulu saya tidak pernah menjerit, berteriak kesakitan kalau tubuh saya dikoyak habis. hati saya diracun oleh mulut berbisa nya pun saya hanya diam seperti bangkai yang sudah hilang nyawa.

terkadang saya melihat masa depan yang cerah dan lebih baik daripada tinggal menetap dan perlahan membusuk mendengar kemauan-nya yang berbau bangkai tikus.

setengah hidup saya, saya korbankan untuk berpura-pura menganggapnya bapak yang hebat. nyatanya tidak satu kali kematiannya saya jadikan fatamorgana.

beberapa hari yang lalu saya sering diperlihatkan oleh orang-orang yang rumahnya penuh dengan tumpukan emas tapi punya hati yang membumi. lalu saya melihat si botak tua dengan tumpukan emas yang hanya segenggam tapi egonya sungguh setinggi langit.

jika meminta dia dihilangkan dari bumi ini adalah dosa, maka bolehkah saya meminta agar saya saja yang pergi?

saya benar-benar capek. capek yang membuat saya berpikir bahwa kematian lebih masuk akal daripada hidup bersinggunan dengan si botak tua.

jika suatu saat saya pergi, sungguh dalam hidup ini dia tidak punya ikatan lagi dengan saya selain nama belakang.

saya bersumpah dengan nama Allah, ketika suatu hari saya pergi, saya akan pulang membawa segunung emas untuk menguburnya hidup-hidup.
Share
Tweet
Pin
Share
1 comments
Newer Posts
Older Posts

Tentang Reyhan Ismail

About Me

Seorang penulis blog yang bercita-cita menjadi Hokage

Follow Reyhan Ismail

  • goodreads
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • pinterest
  • youtube

Jumlah Reylovers

Categories

#curhat (17) Arsitektur (19) Award (2) Blog (13) Buku (2) Cerpen (6) chord (1) Curhat (13) Film (3) Kampus (7) Kesialan (18) Lagu (2) Liburan (4) Medsos (1) Opini (27) Pengalaman Pertama (7) Puisi (8) Review (8) Reyhan Ismail (43) Standup Comedy (1) Tips dan Trik (5)

Arsip Blog

  • ▼  2026 (9)
    • ►  May 2026 (7)
    • ▼  April 2026 (2)
      • dan sangkarnya pun terbuka
      • di persimpangan
  • ►  2025 (3)
    • ►  December 2025 (2)
    • ►  September 2025 (1)
  • ►  2024 (3)
    • ►  April 2024 (2)
    • ►  January 2024 (1)
  • ►  2023 (1)
    • ►  January 2023 (1)
  • ►  2022 (15)
    • ►  November 2022 (1)
    • ►  October 2022 (1)
    • ►  August 2022 (1)
    • ►  July 2022 (1)
    • ►  June 2022 (2)
    • ►  May 2022 (2)
    • ►  March 2022 (1)
    • ►  February 2022 (3)
    • ►  January 2022 (3)
  • ►  2021 (10)
    • ►  October 2021 (1)
    • ►  September 2021 (4)
    • ►  August 2021 (1)
    • ►  July 2021 (1)
    • ►  March 2021 (1)
    • ►  January 2021 (2)
  • ►  2020 (6)
    • ►  December 2020 (1)
    • ►  October 2020 (2)
    • ►  August 2020 (2)
    • ►  January 2020 (1)
  • ►  2019 (10)
    • ►  October 2019 (1)
    • ►  September 2019 (3)
    • ►  August 2019 (2)
    • ►  June 2019 (1)
    • ►  February 2019 (1)
    • ►  January 2019 (2)
  • ►  2018 (10)
    • ►  October 2018 (1)
    • ►  September 2018 (1)
    • ►  August 2018 (2)
    • ►  July 2018 (2)
    • ►  April 2018 (1)
    • ►  March 2018 (2)
    • ►  February 2018 (1)
  • ►  2017 (10)
    • ►  November 2017 (1)
    • ►  July 2017 (1)
    • ►  June 2017 (2)
    • ►  May 2017 (3)
    • ►  February 2017 (1)
    • ►  January 2017 (2)
  • ►  2016 (31)
    • ►  December 2016 (4)
    • ►  November 2016 (6)
    • ►  October 2016 (5)
    • ►  September 2016 (4)
    • ►  August 2016 (2)
    • ►  March 2016 (4)
    • ►  February 2016 (3)
    • ►  January 2016 (3)
  • ►  2015 (17)
    • ►  December 2015 (2)
    • ►  November 2015 (5)
    • ►  October 2015 (6)
    • ►  September 2015 (1)
    • ►  August 2015 (1)
    • ►  March 2015 (2)
  • ►  2014 (2)
    • ►  July 2014 (2)

Tulisan yang viral

  • Video Call sama cewek tak dikenal
  • REVIEW FILM UANG PANAI' ; MAHAR(L)
  • My first "Dugem-dugem" (+18)

Tim Sukses

Baca buku skuy

2022 Reading Challenge

2022 Reading Challenge
Reyhan has read 1 book toward his goal of 25 books.
hide
1 of 25 (4%)
view books

Created with by ThemeXpose