binatang
Hari ini kepala rasanya sakit. Mikirin pertanyaan-pertanyaan dan pilihan apa yang kelak akan saya ambil di masa depan. Disuruh ini. Disuruh itu. Kenapa kebanyakan orang tua terlalu suka memproyeksikan mimpi dan harapan mereka kepada anak-anaknya tanpa persetujuan ya.
Ngga ada gunanya Socrates nyiptain "diskusi" ke dalam peradaban. Toh manusia kalo sudah jadi orang tua juga jarang make tools itu buat mendengarkan dan memahami kemauan anaknya.
Makin ke sini saya jadi makin belajar bahwa kehidupan yang ideal tiap orang itu beda-beda. Ada yang pengen hidup seperti ini ada yang seperti itu. Its okey kalo kamu menaruh kehidupan ideal yang kamu yakini itu sebagai alasanmu untuk hidup. Tapi tolong jangan paksakan ide itu masuk ke dalam hidup orang lain tanpa persetujuan.
Itu sama saja kek kamu nganggap mereka binatang yang ga bisa berpikir mana yang baik dan mana yang buruk. Atau memang, saya selama ini cuman dianggap binatang?


1 comments
Sesuai bio Twitter pada masanya, Rey. Aku ini binatang lajang. Haha.
ReplyDeleteYah, saya kira mayoritas orang tua memang begitu. Dulu pun saya diatur-atur maupun dibilangin ini-itu terus, mungkin sampai sekarang juga ada ucapan buat ngingetin salat begitu. Tapi seiring bergesernya hari, hal-hal semacam itu berkurang. Entah saya yang mulai menerima nasihatnya dengan kalem tanpa mendebat ataupun mungkin mereka sendiri sudah capek bilangin saya yang keras kepala.
Singgah ki' :)