kenapa harus menikah?

by - January 21, 2022

 

Reyhan Ismail
Fotonya ga nyambung. Tapi ga papa lah. Daripada kosong thumbnailnya


"Makanya cepet nikah biar nanti ada yang rawat"

Saya sudah muak sekali dengan kata-kata seperti ini. 

Kenapa akhir-akhir ini setiap permasalahan hidup, solusinya harus menikah?

Setiap saya cuci piring sendiri

Setiap saya memasak sendiri

Setiap saya menyapu sendiri

Pasti ada-ada saja orang lewat yang nyelutuk "Makanya nikah, biar ada yang rawat"

Kenapa kesannya laki-laki kayak tidak bisa merawat dirinya sendiri?

Kenapa laki-laki harus dirawat sama perempuan?

Stigma seperti itu sepertinya sudah mengakar di otak orang-orang. Seakan-akan seluruh urusan rumah tangga, perempuan adalah ahlinya. Padahal, siapa saja juga bisa. Tugas rumah tangga tidak cuman terpaku pada satu gender. Tapi tugas yang punya rumah, iya ngga sih?

Revolusi Prancis sudah memberikan ruang bagi perempuan untuk berekspresi dan menyuarakan hak-haknya. Di Indonesia sendiri, R.A Kartini memperjuangkan hak tiap perempuan untuk bisa bersekolah dan melakukan pekerjaan yang dulunya di dominasi laki-laki. 

Kalo jaman sekarang perempuan diberi kebebasan untuk melakukan pekerjaan laki-laki. Kenapa laki-laki malah dibatasi untuk melakukan tugas yang kebanyakan dikerjakan perempuan?

Isnt fair enough?

Menikah menurut saya tidak seharusnya berangkat dari permasalahan pembagian peran. Tidak ada aturan yang mengatur perempuan harus mencuci baju, mencuci piring, tinggal dan membereskan rumah. Tidak ada juga aturan yang mengharuskan laki-laki harus kerja banting tulang, cari uang, memperbaiki pipa air atau menambal genteng bocor. Kalo kata Jared Diamond dalam bukunya Evolusi seks; Satu-satunya aturan yang tidak bisa kita hindari adalah hakikat biologis antar laki-laki dan perempuan. Perempuan menyusui, sedangkan laki-laki berbucur mencari makan.

Modernisme dan pemikiran pasca kolonial secara tidak sadar mengkotak-kotakkan peran antar laki-laki dan perempuan. Kesannya perempuan dan laki-laki tidak akan bisa hidup jika tidak menikah dan tinggal berdua. Padahal kan we are okay, with or without couple.

Ngga perlu harus nunggu nikah untuk baik-baik aja.

Ngga perlu harus nyari pasangan buat bahagia.

U can handle ur self.

Selesaikan persoalan hidupmu sendri dulu, setelah itu cari orang yang baru. Kita tidak datang ke pelukan seseorang untuk menitipkan beban hidup. Kita datang ke pelukan seseorang untuk menitipkan kebahagiaan. Kita bertemu dalam keadaan sama-sama bahagia. Sama-sama menyelesaikan masa lalu kita, lalu sama-sama membangun rumah tangga. Bukannya lebih baik?


You May Also Like

1 comments

  1. Bakal ada 1001 alasan kenapa seseorang harus menikah. Dan bakal ada juga 1001 alasan kenapa seseorang nggak perlu menikah

    ReplyDelete

Singgah ki' :)