25!

by - February 03, 2022

 

Reyhan Ismail

Hari ini saya resmi menginjak umur 25 tahun. Kalo rata-rata umur manusia berakhir di umur 50 tahun (Ibu saya meninggal di umur pas 50 tahun), bisa di bilang saya sudah setengah jalan menuju akhir kehidupan (itupun kalo dikasih umur yang panjang.

Ulang tahun ke-25 ini bisa dibilang cukup sepi. Biasanya kalo ulang tahun, saya bakal upload apapun yang ngasih tahu kalo hari ini saya ulang tahun. Biar dikasih ucapan hehe. Tapi tahun ini, entah kenapa malas aja rasanya. Malas dan bosan. 

Sudah banyak hal yang saya lewati. Dan yang paling buruk terjadi beberapa tahun belakangan ini. Kata orang proses pendewasaan. Tapi lebih tepat jika saya menyebutnya fase terberat dalam hidup.

Umur 25. Rasanya cuman pengen banyak waktu buat diri sendiri. Berkelana keliling dunia. Mendengarkan lagu The Beatles. Bertemu banyak orang. Baca banyak buku. Keinginan saya cukup sederhana. Bisa hidup tanpa beban di kepala. Tanpa mikir apa yang harus dilakuin supaya hidup lebih bermakna. 

By the way, kata orang hidup harus punya tujuan. Tapi menurut saya punya tujuan itu beban. Kenapa kita ngga hidup saja. Tanpa mikir buat cari kerja, cari uang, nabung, membesarkan anak, menjaga pasangan, membahagiakan orang tua. Why we cant just living.

Umur 25. Hidup di era modern kayak sekarang. Rasanya kayak dipaksa buat menuruti kemauan banyak orang. Menurutui ekspektasi society. Abad 21 itu kayaknya bakal jadi abad paling berisik. Damai. Tapi berisik. Terlalu banyak orang bersuara. Entah penting atau tidak penting. Why we cant just living?

Saya sebenarnya tipe orang yang cukup tidak peduli terhadap apapun yang terjadi di luar sana. Selama saya masih bisa tidur, makan, buang air dan tertawa dengan cukup, itu sudah cukup. Kenapa orang-orang di luar sana suka berdebat seakan-akan dunia sedang tidak baik-baik saja.

Umur 25. Saya sedang berada pada proses menjadi manusia pada umumnya. Belajar hidup sebagai orang dewasa. Belajar menerima seseorang. Belajar membayangkan bagaimana rasanya punya istri dan anak. Belajar berpura-pura. Belajar menuhankan uang. Belajar bagaimana rasaya punya kepentingan. Belajar menjadi manusia yang punya tujuan.

Ah, saya rindu rasanya menjadi bumi. 

You May Also Like

1 comments

  1. Halo dari saya yang 25 nya bulan kemarin. Agak 'aneh' karena 25 juga adalah seperempat abad. Abad.....suatu durasi waktu yang lama sekali.

    Anyway, semoga segala yang baik bisa diraih, datang sendiri maupun sebagai hasil usaha. Untuk kita semua, amin.

    ReplyDelete

Singgah ki' :)