the sadness still going on

by - April 17, 2024

 

Hai kid. Its ur dad. Ayah ingin menceritakan sebuah cerita yang sedikit pahit. Tapi barangkali bisa jadi pelajaran untukmu di masa depan.

Jangan pernah memberitahu orang tua atau keluargamu orang yang kamu suka sebelum kamu menjalin hubungan di tahap yang lebih serius dengan orang itu.

The sadness still going on. 

Bulan Januari kemarin hubungan Ayah dengan Mrs. Lemon Tea sudah berakhir. Masalahnya masih sama dengan postingan sebelum ini. Masalah yang ayah anggap kecil ternyata bisa jadi penyebab merenggangnya sebuah hubungan jika orangnya memang dari awal berniat menjauh. Sekeras apapun kita berusaha memperbaikinya, masalah tidak penting pun pasti akan dijadikan alasan untuk memberi batasan dalam sebuah hubungan.

Tidak mudah buat Ayah melewati semuanya. Beberapa kebiasaan-kebiasaan yang memacu hormon endorfin dan oksitosin saat menghabiskan waktu dengannya, terpaksa harus Ayah hilangkan secara paksa.

Tapi tulisan ini bukan tentang dia.

Bulan Februari kemarin, Ayah mengadopsi kucing. Namanya Miko. Untuk sejenak, Miko mengalihkan perhatian Ayah dari patah hati yang menyakitkan. Pulang mendadak menjadi bagian paling Ayah rindukan saat jauh dari rumah.

Miko selalu riang berlari menyambut Ayah di saat sampai di rumah. Kadang-kadang bau tainya cukup menyebalkan. Tapi rutinitas itu cukup membuat Ayah sibuk dan lupa bahwa kemarin hati Ayah hancur berkeping-keping.

Diam memandang Miko bermain adalah hal yang paling menyenangkan yang bisa Ayah habiskan sendirian di rumah. Akhirnya Ayah punya pelarian dari rasa kesepian.

Namun sayangnya semua hanya berlabgsubg sementara. Akhir Februari, Miko meninggal karena terkena virus Panleukimia.

The sadness still going on.

Sekali lagi hati Ayah patah. Anehnya kali ini bukan karena perempuan. Tapi karena kucing. Ayah tidak menyangka kehilangan kucing, bisa semenyakitkan ini. Ayah seperti kehilangan teman dan keluarga. Satu-satunya yang perlahan Ayah sayangi dan selalu ada pergi meninggalkan Ayah.

Hanya sebulan. Ayah hanya diberi waktu satu bulan bersama Miko untuk ditinggal pergi selamanya.

Saat itu Ayah merasa seperti tidak di izinkan untuk mencintai dan menyayangi apapun. Di saat Ayah menyukai seorang perempuan, ada-ada saja jalannya untuk pergi. Di saat Ayah belajar mencintai dan merawat kucing, kucingnya malah mati.

Tapi tulisan ini bukan tentang Miko.

Setelah melewati perpisahan-perpisahan yang cukup menguras perasaan. Ayah mencoba membuka hati dan belajar mencintai dari awal lagi.

Kali ini Ayah berusaha untuk membuatnya lebih masuk akal. Ayah belajar mencintai pilihan keluarga. Dan ya, Ayah berhasil.

Dengan senang hati, Ayah menunjukkannya di depan Kakekmu. Padahal Ayah belum kenal bahkan bertemu saja tidak pernah. Tapi di sinilah letak masalahnya.

Mendadak informasi itu menyebar ke keluarga besar tanpa Ayah minta. Responnya sangat baik. Mereka menerima bahkan mendukung. Pembicaraan mulai mengarah ke hal yang serius. Ayah ikut terbawa arus.

Harusnya ini menjadi kabar baik.

Kali ini Ayah berharap jalannya akan berakhir dengan baik. Beberapa kali Ayah bermimpi menikah dengan dia. Keluarga sudah setuju dan mendukung. Tapi yang jadi masalah, apakah dia mau?

Selepas lebaran, Ayah berusaha mensiasati lahirnya perasaan itu. Segala daya dan upaya Ayah lakukan untuk mencari celah di mana hubungan ini bisa berlanjut ke arah yang lebih serius.

But, the sadness still going on..

Kabar buruknya, baru saja, tanpa sengaja Ayah bertemu dengannya di sebuah kafe bersama seorang pria. Belakangan Ayah baru tahu kalau dia sudah punya pasangan. Itu pertemuan pertama dan yang paling menyakitkan.

Pahit? entahlah. Ayah hanya merasa capek. Capek mencoba dan memaksakan diri. Ayah takut ceritanya hanya akan menambah bekas luka lagi.

Ditengah angan dan harapan yang sedang ayah perjuangkan, selalu saja berakhir dengan cara yang tidak Ayah inginkan. 

Bulan ini, tepatnya bulan April, beberapa teman dekat Ayah akan segera melangsungkan acara pernikahan. Ada kebahagiaan. Ada juga kekosongan.

Ayah bahagia, akhirnya mereka semua berhasil melangkah ke jenjang yang lebih serius. Di saat yang bersamaan, Ayah merasa kekosongan itu makin terasa.

Terkadang kesunyian adalah obat di saat kepala Ayah mulai berisik. Tapi kali ini, kesunyian mulai menggerogoti kehidupan Ayah. Menyisakan lubang kesepian yang kian menganga.

Ditengah perjalanan ini, Ayah selalu membayangkan bagaimana Ayah dan Ibumu akan dipertemukan. Di mana kah dia sekarang? Apakah saat ini dia juga merasakan kecemasan dan kesepian yang sama? ataukah saat ini Ibumu sedang berada dipelukan orang yang salah? 

Untuk saat ini, barangkali Ayah mungkin tidak perlu mencari. Ayah hanya perlu mempersiapkan diri. Menikmati sepi dan mencukupkan hati.

2024 baru berjalan beberapa bulan tapi Ayah sudah banyak merasakan kehilangan dan kepahitan. 

Beberapa hari yang lalu Ayah mendengar seorang ustad dalam sebuah podcast berkata "Apa yang hilang darimu akan digantikan dengan sesuatu yang jauh lebih baik"

Ayah jadi teringat kata Napoleon Hill "Setiap kemalangan akan mendatangkan mudarat dan kebaikan yang setara atau jauh lebih besar"

Ayah curiga, habis ini hidup Ayah akan dibombardir oleh rejeki dan kebahagiaan.

You May Also Like

0 comments

Singgah ki' :)