pohon

by - June 10, 2026


beberapa kali kadang saya merasa pesimis dengan keberuntungan keluarga ini. 
rejekinya sepertinya sudah habis di kepala. 
dari leher ke ekor jalannya tidak akan sama lagi seperti sebelumnya. 

kami seperti benih yang tidak dipupuk maksimal. 
tumbuh harus belajar melawan hama. 
berkenalan dengan hujan dan badai. 
setelah dewasa, saya tersadar saya tumbuh dengan riskan.

melawan kemarau mungkin tidak akan lama.
melawan hujan mungkin tidak akan sanggup.
di kiri dan kanan, semua orang bertumbuh dengan akar yang kuat.
sedang kami tumbuh di percabangan batang pohon di tubuh orang tua kami.

mereka seperti pohon mangga yang kokoh tumbuh berpuluh tahun.
buahnya menjadi manfaat untuk orang banyak
kami pun ikut kena getahnya

mereka kira mungkin kami akan baik-baik saja.
yang mereka tidak tahu adalah
di saat mereka mati
kami juga.

sesaat saya berpikir bahwa orang tua harusnya menjadi 
tanah dan matahari untuk anak-anaknya.
yang memeluk akar 
agar kokoh tumbuh meneduhkan kehidupan
yang menyinari tubuh 
seperti rumah yang menanti kepulangan.

You May Also Like

0 comments

Singgah ki' :)