• Home
  • Tentang Penulis
  • Kontak
    • Category
    • Category
    • Category
  • Buku
  • Portofolio
facebook twitter instagram youtube goodreads

Reyhan Ismail



agak sulit rasanya menjalin komunikasi dengan orang yang tidak bisa membedakan diskusi dan berdebat.
setiap ruang perbedaan pendapat selalu dianggap arena ring untuk mencari siapa yang menang dan siapa yang kalah.

mungkin memang agak susah kalau objek pembahasannya adalah area sensitif yang menyangkut siapa yang diuntungkan.
tapi bukan berarti tidak bisa kan? kalau areanya masih abu-abu, kenapa kita tidak perjelas dengan diskusi dan negosiasi yang tenang tanpa melibatkan emosi?

bukannya menjalin hubungan itu tentang saling mengerti satu sama lain?

idealisme dan prinsip hidup hanya menjadi objek parafernalia yang menguntungkan diri sendiri.
kalau merugikan diri, pendiriannya sekonyong-konyong dilupakan.

kata hindia semua orang itu hipokrit.
barangkali ada benarnya juga. dibanding takut dosa, kita lebih takut berbeda dari orang-orang terdekat kita. solat hanya seminggu sekali, bukan karena taat. tapi hanya karena semua laki-laki  yang dikenalnya hari itu solat jumatnya di masjid. ada ketakutan yang aneh ketika saya sendiri tidak ke masjid saya solat jumat. ketakutan seperti dianggap pendosa dan orang jahat. padahal tolak ukur kebaikan orang, saya kira bukan karena dia taat solat jumat.

sama halnya; memasak untuk orang rumah, bukan karena ingin berbakti pada suami. tapi karena semua teman yang menjadi istri memasak untuk suaminya.

apakah sebenar-benarnya bentuk kebenaran itu? 
cuman karena ide itu dianut dan diamiini oleh keluarga dan orang-orang terdekat kita, apakah itu adalah sebuah kebenaran? 
apakah halal hukumnya menghakimi orang yang tidak sepaham dengan kita?
yang paling meresahkan adalah penghakiman orang-orang. dibanding takut neraka, kebanyakan dari kita barangkali lebih takut menjadi musuh masyarakat.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

kabar baik minggu ini :

pertama akhirnya dapat pekerjaan di salah satu studio perencana interior tempat kawan saya bekerja. gajinya cukuplah untuk kebutuhan pokok sehari-hari.

kedua naskah film pendek saya dipilih untuk dikerjakan di project kelas kampus lingkar. saya menjadi penulis skenario dan suprisingly juga ditunjuk menjadi sutradara.

ketiga, saya dapat job mc lagi. dipercayakan untuk memandu event running di pare-pare.

keempat, usaha jus saya dan istri masih tetap berjalan karena masih ada orderan.

semoga apa yang saya lakukan hari ini berujung baik dan besar pada akhirnya. banyak sekali mimpi-mimpi yang ada di kepala yang ingin saya wujudkan. satu-satunya mimpi yang tidak bisa hanya mimpi melihat Mama saya lagi. 

walau akhir-akhir ini entah kenapa dia makin sering datang dalam bentuk mimpi yang memanggil ingatan di masa lalu. saya bahkan sudah hampir lupa bagaimana kehiudpan keluarga saya dulu. setelah berkeluarga, ingatan saya tentang mereka seakan-akan mulai hilang. ikatannya pelan-pelan pudar.

saya rindu dengan rumah saya dulu, di mana masih ada mama di dalamnya. saya rindu keadaan ketika bapak tidak seperti sekarang. saya rindu hening yang tenang dan aman bersama mereka. 
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

Tentang Reyhan Ismail

About Me

Seorang penulis blog yang bercita-cita menjadi Hokage

Follow Reyhan Ismail

  • goodreads
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • pinterest
  • youtube

Jumlah Reylovers

Categories

#curhat (17) Arsitektur (19) Award (2) Blog (13) Buku (2) Cerpen (6) chord (1) Curhat (13) Film (3) Kampus (7) Kesialan (18) Lagu (2) Liburan (4) Medsos (1) Opini (27) Pengalaman Pertama (7) Puisi (8) Review (8) Reyhan Ismail (43) Standup Comedy (1) Tips dan Trik (5)

Arsip Blog

  • ▼  2026 (13)
    • ▼  July 2026 (2)
      • free
      • lethologica
    • ►  June 2026 (2)
    • ►  May 2026 (7)
    • ►  April 2026 (2)
  • ►  2025 (3)
    • ►  December 2025 (2)
    • ►  September 2025 (1)
  • ►  2024 (3)
    • ►  April 2024 (2)
    • ►  January 2024 (1)
  • ►  2023 (1)
    • ►  January 2023 (1)
  • ►  2022 (15)
    • ►  November 2022 (1)
    • ►  October 2022 (1)
    • ►  August 2022 (1)
    • ►  July 2022 (1)
    • ►  June 2022 (2)
    • ►  May 2022 (2)
    • ►  March 2022 (1)
    • ►  February 2022 (3)
    • ►  January 2022 (3)
  • ►  2021 (10)
    • ►  October 2021 (1)
    • ►  September 2021 (4)
    • ►  August 2021 (1)
    • ►  July 2021 (1)
    • ►  March 2021 (1)
    • ►  January 2021 (2)
  • ►  2020 (6)
    • ►  December 2020 (1)
    • ►  October 2020 (2)
    • ►  August 2020 (2)
    • ►  January 2020 (1)
  • ►  2019 (10)
    • ►  October 2019 (1)
    • ►  September 2019 (3)
    • ►  August 2019 (2)
    • ►  June 2019 (1)
    • ►  February 2019 (1)
    • ►  January 2019 (2)
  • ►  2018 (10)
    • ►  October 2018 (1)
    • ►  September 2018 (1)
    • ►  August 2018 (2)
    • ►  July 2018 (2)
    • ►  April 2018 (1)
    • ►  March 2018 (2)
    • ►  February 2018 (1)
  • ►  2017 (10)
    • ►  November 2017 (1)
    • ►  July 2017 (1)
    • ►  June 2017 (2)
    • ►  May 2017 (3)
    • ►  February 2017 (1)
    • ►  January 2017 (2)
  • ►  2016 (31)
    • ►  December 2016 (4)
    • ►  November 2016 (6)
    • ►  October 2016 (5)
    • ►  September 2016 (4)
    • ►  August 2016 (2)
    • ►  March 2016 (4)
    • ►  February 2016 (3)
    • ►  January 2016 (3)
  • ►  2015 (17)
    • ►  December 2015 (2)
    • ►  November 2015 (5)
    • ►  October 2015 (6)
    • ►  September 2015 (1)
    • ►  August 2015 (1)
    • ►  March 2015 (2)
  • ►  2014 (2)
    • ►  July 2014 (2)

Tulisan yang viral

  • Video Call sama cewek tak dikenal
  • REVIEW FILM UANG PANAI' ; MAHAR(L)
  • My first "Dugem-dugem" (+18)

Tim Sukses

Baca buku skuy

2022 Reading Challenge

2022 Reading Challenge
Reyhan has read 1 book toward his goal of 25 books.
hide
1 of 25 (4%)
view books

Created with by ThemeXpose