![]() |
| Sumber bacground |
Kebetulan kemarin saya sempet tulis kegiatan ini di postingan Woohoooo! Setelah puasa nulis 4 Bulan (Semuanya ada disini!)
Puput seringkali mempromosikan audisi yang telah membesarkan namanya di jagad Kecamatan ini di group angkatan saya, ada sih beberapa yang katanya mau ikut, tapi pada akhirnya hanya dua orang yang mewakili angktan saya yang bergabung, yaitu saya dan Nadia, yup, dia perempuan dan salah satu angktatan kami di arsitektur dan Universitas yang sama.
Kenapa memutuskan untuk ikut dalam audisi tersebut, karna panggilan alam, hehehe.
Entahlah, hari itu saya kira seleksi audisinya sudah berakhir tetapi Puput bilang belum dan terus menerus mengajak saya untuk ikut, mungkin krna dia melihat ada potensi dalam wajah saya yang mirip Jason Mraz, muehehe...
Dengan hati yang hitam putih akhirnya saya memutskan untuk ikut audisi di hari terakhir. Pas sampai di RRI saya ketemu Puput yang berperan sebagai guru sekaligus bekingan saya. Kami kemudian memasang nomor urut yang ditempel didada. Sampai pada waktu yang membuat saya lumayan gugup,
ANTRI.
Dalam antrian menunggu nama dan nomor urut dipanggil untuk di tes, saya disapa sama salah satu peserta namanya Firman. Bukan. Ini bukan Firman-Kehilangan. Ini Firman peserta juga.
“Nomor urut berapaki’?”
“ Iya?”
“Nomor?”
“Oo, saya nomor 10262”
“Pilih lagu apa?”
“Lagunya Anji, Tentang rasa”
“Beuh, kebanyakan laki2 yang ikut pilih lagu ini, nadanya lumayan tinggi”
Ketika dia bilang nadanya lumayan tinggi disitu saya memberikan tatapan Jason Mraz. Sambil memasang headset lagi, tiba2 salah seorang peserta yang habis tes keluar dari ruangan, sebut saja namanya Jupain karna dia juga berkacamata mukanya pucat dan bekeringat. Penasaran Firman bertanya
“Bagaimana didalam?”
“Lumayan, setelah menynyikan lagu wajib, kita disuruh nynyikan lagu yang kita suka dan bisa”
Saya yang pura2 tidak dengar percakapan mereka ikut menyimak.
“Tapi lolos jeki?” Kata Firman
“Tidak….”
Awalnya, saya yang santai dan optimis lolos tiba2 kaget dan tambah gugup. Si Jupain saja yang gayanya keliatan oke tidak lolos, bagaimana saya yang modal style anak2 yang baru pulang dari kampus sambil pake sandal bisa lolos? Pikiran saya tmbah campur aduk ketika ada salah satu panitia yang bilang ke saya kalo kita tidak boleh pake sandal masuk kedalam ruang audisi. Saya bingung mau ambil sepatu dimana, mau pulang juga pasti tidak kesampaian, mau pinjam juga gengsi. Masa Jason Mraz pinjam sepatu ke Jupain. Akhirnya saya tetap tenang tidak melakukan apa-apa dan fokus dengar lagunya Anji, tentang rasa di Headset, berharap jurinya nnti bilang “Muka kamu mirip Jason Mraz, gak usah pake sepatu, kamu cocok pake sandal, topi “tompi” sama pake sarung”
Akhirnya nomor saya dipanggil. Saya masuk diruangan yang orangnya lumayan banyak. Didepan ada kursi juri. Dibelakang kursi juri ada tiga sofa yang diduduki mentor2 dari tiga kelompok yang siap melatih peserta yang lolos nantinya. Disana ada Amel teman yang saya sebut di awal paragraph tadi, dia jadi mentor, ada Puput yang jadi panitia dan satu lagi Dewi (kalo ini tidak tau siapa) teman satu angktan kami juga yang ikut nonton dan mungkin fans sama saya. Hueheheh.
Didalam ruangan Puput menanyakan sepatu. Saya bingung. Tapi akhirnya sebagai teman yang baik Puput memnjamkan sepatu salah seorang teman panitia nya. Allhmadulillah, disitu saya merasa bersyukur, terima kasih puput, kalo kamu membaca tulisan ini mohon dishare ke temanmu.
Setelah pake sepatu, saya menuju panggung, pas menghadap ke penonton mereka semua tertawa. Saya bingung apa yang mereka tertawakan, saya sudah pake sepatu, pasang nomor urut di dada. Ataukah mungkin wajah saya yang mirip Jason Mraz yang mereka tertawai? Selidik demi selidik ternyata Panggung nya dibelakang saya, saya pikir itu bukan panggung karna tingginya Cuma 10 atau 7 cm dari tegel dimana saya berdiri sekarang.
Oke, saya sudah mundur menaiki panggung mini, sekarang waktunya kita bilang It’s show time!! Sambil mengecek mic. Setelah siap, saya ditanya dulu sama juri lagunya apa yang akan dibawakan. Saya bilang dengan pede, Anji, tentang rasahhh (rasa nya didesahin supaya ala2 Syahrini) “oke”
Musik pun mengalun indah bersamaan dengan lantunan suara saya yang membawa bencana tsunami dan tanah longsor – Tamat
Tidak-tidak. Ini bukan cerita horror. Setelah menyanyi. Seperti dugaan saya juri menyuruh saya menyanyikan lagu yang saya sering nyanyikan, sayapun memilih lagunya Guns n Roses yang judulnya akan membuat kalian biasa-biasa saja yaitu Sweet child O mine. Biasa saja kan? Saya sudah memikirkan lagu ini ketika mendengar si Jupain tadi. Awalnya saya agak ragu2 bisa membawakan lagu ini dengan bagus, terakhir saya menyanyikan lagu ini ditempat karoke dn besoknya tempat karoke nya bangkrut.
Tapi dengan niat ingin menjadi yang berbeda dari peserta yang lain saya pun keluar dari zona nyaman dan mencoba peruntungan dengan lagu ini. Intro lagu ini pun mulai mengguncang perlahan, dan saya mulai masuk………. ke rumah sakit, kejang2. Maksudnya masuk ke bait pertama dan hasilnya semua orang tepuk tangan dan teriak, termasuk nenek saya yang masih dikampung.
Sampai di akhir lagu semua orang bertepuk tangan. Didepan, saya melihat Puput, Amel dan Dewi juga ikut tepuk tangan, ada rasa bangga juga sih, setidaknya saya tidak mempermalukan mereka termsuk Puput yang sudah meminjamkan saya sepatunya , terima kasih puput, kalo kamu membaca tulisan ini mohon dihack.
![]() |
| Tiket EMAS! |
Setelah mnyimpan tiket ke dalam tas saya pun pulang dengan perasaan bahagia. Pas dikoridor RRI saya mendegar trtawaan lagi, entahlah mungkin hanya imajinasi saya. Tapi pas keluar dari RRI saya diteriaki ……. ternyata saya lupa mengembalikan sepatu pinjaman tadi. Hedeehhh.
PS : Sampai tulisan ini diterbitkan saya mundur dipertengahan jalan, saat tiga babakan sudah saya lewati demi menyeimbangkan kegiatan yang sangat padat.
Oiya, bagi teman2 yang mau dengar suara saya yang tidak seberapa ini, putar dibawah :)
Punya soundcloud juga? bagi linknya dong! silahkan tulis dikolom komentar dibawah gaes!






















