• Home
  • Tentang Penulis
  • Kontak
    • Category
    • Category
    • Category
  • Buku
  • Portofolio
facebook twitter instagram youtube goodreads

Reyhan Ismail


semuanya berubah semenjak mama saya pergi untuk selamanya. 

banyak rencana yang hancur berantakan. 

kiblat dan arah hidup saya mendadak berubah tujuan.

ya, semuanya berubah dengan sangat amat cepat.

saat ini saya sedang berada pada fase beradaptasi dengan kehidupan orang dewasa yang terlalu banyak kepalsuan. saya harus belajar berbohong untuk kepentingan diri sendiri, belajar ramah ke banyak orang yang tidak ingin saya kenal, belajar menolak orang yang datang cuman untuk minjem duit, dan belajar mengambil banyak tanggung jawab.

banyak hal yang baru saya sadari saat sudah sampai pada titik ini. ternyata ekspektasi saya sewaktu kecil hanya ilusi yang dibuat-buat dengan baik sekali oleh orang-orang dewasa disekitar sini.

tidak ada hidup yang baik-baik saja ketika kamu sudah dewasa. waktu berjalan. umur bertambah. kebutuhan mendesak. dan tiap hari kamu terpaksa berkata pada diri sendiri "semuanya baik-baik saja".

selamat  datang di dunia baru rey. dunia di mana kepalsuan, basa-basi, kemunafikan menjadi hal yang normal di sini.
Share
Tweet
Pin
Share
5 comments

 

hai, apa kabar!?

hmm. agak bingung nih mau cerita mulai dari mana. 

beberapa tahun belakangan ini adalah tahun paling berat bagi saya. banyak hal yang tidak pernah saya duga terjadi dalama hidup saya. Yang paling buruk adalah; Ibu saya meninggal.

Jujur saja, itu adalah pukulan paling telak bagi saya diantara pukulan-pukulan yang terjadi sebelum Ibu saya meninggal.

Tapi mau gimana lagi. Hidup harus terus berlanjut, iya ngga sih?

Saya datang lagi ke blog ini cuman untuk menyapa dan biar dikira masih ngeblog. Perkara menulis dan bercerita sebenarnya saya masih terus menulis dan cerita. Tapi mediumnya yang lain. 

Sebelum jarang ngepost di blog. Saya fokus ngetwit dan bikin konten di Twitter. Di sana saya sampai pada titik di mana saya merasa jenuh karena tidak bebas mengekspresikan apa yang saya rasakan. Ada beberapa pakem dari branding yang saya buat sendiri yang tidak bisa saya langgar di akun tersebut.

Sampai pada akhirnya, saya menemukan wadah di mana saya bisa menjadi diri saya sendiri dan menceritakan semuanya tanpa batas. Sayangnya tempat itu hanya saya yang tahu..

Share
Tweet
Pin
Share
No comments


entah motivasi apa yang membawa saya sampai kepikiran buat nulis di blog ini. barusan tepatnya pukul 23.05 saya iseng membuka beranda facebook yang terakhir kali saya buka entah kapan. sangat jarang sekali semenjak ada instagram dan whatsapp. saya membuka galeri foto dan status-status lama dari masa puber remaja ke dewasa. banyak kenangan lama yang kembali muncul di kepala. foto-foto smp, sma dan kenangan pas masa-masa kuliah.

ada perasaan mendalam yang tiba-tiba muncul. dulu setiap menonton doraemon, saya selalu bermimpi ingin mempunyai alat-alat ajaib seperti laci yang dapat mengantarkan kita ke masa lalu. rasanya menyenangkan sekali ketika kita bisa mengunjungi dan mengulang kenangan yang kita inginkan.

malam ini saya baru sadar, ternyata portal masa lalunya ada di dalam kepala kita sendiri.

dia ada di dalam memori otak yang dinamakan; ingatan.

Share
Tweet
Pin
Share
1 comments

 

Hari ini gagang pintu di kamar rusak. Saking seringnya dibuka tutup sama bapak buat masuk ke kamar nyalain lampu trus nyuruh solat. Dalam sehari ada kali 20 kali gagangnya dinaik turununin. Padahal tanpa di ingatkan, saya juga solat. Ngga tau kenapa apa-apa kalo disuruh tuh bawaannya males aja. Berasa diatur-atur. Rasanya rumah udah kayak penjara, di mana saya jadi napi yang harus diperintah. Dan orang tua kek penjaga lapas yang kerjaannya cuman nyuruh-nyuruh.

Hari ini kepala rasanya sakit. Mikirin pertanyaan-pertanyaan dan pilihan apa yang kelak akan saya ambil di masa depan. Disuruh ini. Disuruh itu. Kenapa kebanyakan orang tua terlalu suka memproyeksikan mimpi dan harapan mereka kepada anak-anaknya tanpa persetujuan ya.

Ngga ada gunanya Socrates nyiptain "diskusi" ke dalam peradaban. Toh manusia kalo sudah jadi orang tua juga jarang make tools itu buat mendengarkan dan memahami kemauan anaknya.

Makin ke sini saya jadi makin belajar bahwa kehidupan yang ideal tiap orang itu beda-beda. Ada yang pengen hidup seperti ini ada yang seperti itu. Its okey kalo kamu menaruh kehidupan ideal yang kamu yakini itu sebagai alasanmu untuk hidup. Tapi tolong jangan paksakan ide itu masuk ke dalam hidup orang lain tanpa persetujuan.

Itu sama saja kek kamu nganggap mereka binatang yang ga bisa berpikir mana yang baik dan mana yang buruk. Atau memang, saya selama ini cuman dianggap binatang?

Share
Tweet
Pin
Share
1 comments


Lucu sekali rasanya ketika kamu berjuang untuk seseorang dan melakukan hal terbaik yang kamu bisa untuk membuktikan bahwa kamu serius dengan perasaanmu, Lalu suatu hari dia bertanya :

"Kamu serius ngga sama aku?"

Dulu saya kira selama ini Erich Fromm benar, bahwa cinta adalah sebuah tindakan. Kita mencintai seseorang melalui aktfitas. Melalui apa yang kita lakukan untuknya.

Ternyata Erich Fromm salah. Ternyata itu saja tidak cukup.

Malam ini terbukti bahwa seseorang meragukan itu. Tidak peduli seberapa banyak hal yang kamu lakukan untuknya, seberapa lama kamu bertahan dengannya dan seberapa besar perasaanmu kepadanya.

Ketika dia terpancing dengan sesuatu yang datang dari luar. Dia ragu.

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

Tentang Reyhan Ismail

About Me

Seorang penulis blog yang bercita-cita menjadi Hokage

Follow Reyhan Ismail

  • goodreads
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • pinterest
  • youtube

Jumlah Reylovers

Categories

#curhat (17) Arsitektur (19) Award (2) Blog (13) Buku (2) Cerpen (6) chord (1) Curhat (14) Film (3) Kampus (7) Kesialan (18) Lagu (2) Liburan (4) Medsos (1) Opini (27) Pengalaman Pertama (7) Puisi (8) Review (8) Reyhan Ismail (43) Standup Comedy (1) Tips dan Trik (5)

Arsip Blog

  • ▼  2026 (14)
    • ▼  July 2026 (3)
      • waktu
      • free
      • lethologica
    • ►  June 2026 (2)
    • ►  May 2026 (7)
    • ►  April 2026 (2)
  • ►  2025 (3)
    • ►  December 2025 (2)
    • ►  September 2025 (1)
  • ►  2024 (3)
    • ►  April 2024 (2)
    • ►  January 2024 (1)
  • ►  2023 (1)
    • ►  January 2023 (1)
  • ►  2022 (15)
    • ►  November 2022 (1)
    • ►  October 2022 (1)
    • ►  August 2022 (1)
    • ►  July 2022 (1)
    • ►  June 2022 (2)
    • ►  May 2022 (2)
    • ►  March 2022 (1)
    • ►  February 2022 (3)
    • ►  January 2022 (3)
  • ►  2021 (10)
    • ►  October 2021 (1)
    • ►  September 2021 (4)
    • ►  August 2021 (1)
    • ►  July 2021 (1)
    • ►  March 2021 (1)
    • ►  January 2021 (2)
  • ►  2020 (6)
    • ►  December 2020 (1)
    • ►  October 2020 (2)
    • ►  August 2020 (2)
    • ►  January 2020 (1)
  • ►  2019 (10)
    • ►  October 2019 (1)
    • ►  September 2019 (3)
    • ►  August 2019 (2)
    • ►  June 2019 (1)
    • ►  February 2019 (1)
    • ►  January 2019 (2)
  • ►  2018 (10)
    • ►  October 2018 (1)
    • ►  September 2018 (1)
    • ►  August 2018 (2)
    • ►  July 2018 (2)
    • ►  April 2018 (1)
    • ►  March 2018 (2)
    • ►  February 2018 (1)
  • ►  2017 (10)
    • ►  November 2017 (1)
    • ►  July 2017 (1)
    • ►  June 2017 (2)
    • ►  May 2017 (3)
    • ►  February 2017 (1)
    • ►  January 2017 (2)
  • ►  2016 (31)
    • ►  December 2016 (4)
    • ►  November 2016 (6)
    • ►  October 2016 (5)
    • ►  September 2016 (4)
    • ►  August 2016 (2)
    • ►  March 2016 (4)
    • ►  February 2016 (3)
    • ►  January 2016 (3)
  • ►  2015 (17)
    • ►  December 2015 (2)
    • ►  November 2015 (5)
    • ►  October 2015 (6)
    • ►  September 2015 (1)
    • ►  August 2015 (1)
    • ►  March 2015 (2)
  • ►  2014 (2)
    • ►  July 2014 (2)

Tulisan yang viral

  • Video Call sama cewek tak dikenal
  • REVIEW FILM UANG PANAI' ; MAHAR(L)
  • My first "Dugem-dugem" (+18)

Tim Sukses

Baca buku skuy

2022 Reading Challenge

2022 Reading Challenge
Reyhan has read 1 book toward his goal of 25 books.
hide
1 of 25 (4%)
view books

Created with by ThemeXpose