• Home
  • Tentang Penulis
  • Kontak
    • Category
    • Category
    • Category
  • Buku
  • Portofolio
facebook twitter instagram youtube goodreads

Reyhan Ismail


Waazzzzuuuupppp!!!! Everybody in the hole!
Oke. Cukup.

Pertama-tama saya mau ngucapin selamat hari Maulid dan natal bagi yang menjalankan dan yang menikmati. Semoga apa yang dimimpikan terkabul Minal aidin wal faidzin mohon maaf lahir dan batin, gong xi fat muscle dan berotot (saya tau ini ga nyambung).

Tahun baru tinggal menghitung hari. Film Home alone dan Turboman sudah bermunculan dengan gagah berani. Yang menandakan liburan sudah dimulai. Di Indonesia tidak kalah, dengan film anak jalanan dan ganteng-ganteng serigala yang menandakan meningkatnya populasi gojek dan serigala darat di negeri ini. (Yeah)

Kemarin postingan saya sempat dibaca teman-teman se-angkatan di UMI dan ABI (Dibaca UMI, karna UMI yang paling utama baru ABI trus UKHTI dan AKHI) Arsitektur 2014 (Disingkat STUPA) Awalnya saya agak malu, tapi wajar-wajar saja karna tulisan yang dipublikasikan diblog pada dasarnya disajikan untuk pembaca yang membacanya jadi sudah pada hakikatnya tulisan itu dibaca. Bermanfaat atau tidaknya suatu tulisan tergantung dari perspektif pembaca.

Setelah menerima komentar-komentar yang agak miring sekitar 40 derajat (efek fisbang) tentang tulisan kemarin (Bagi yang belum baca silahkan diklik disini) saya selaku penulis di dinding lini akhir jaman ini menyimpulkan bahwa katanya SAYA INI LEBAY (duarrrr! efek gas meledak).

Hmmm.

Kalo saya baca sendiri sih. Memang lebay. Kayak tulisan princess lucu lagi nulis diaryy. Bahkan dari awal blog ini berdiri dengan kokoh saya sempat kebingungan 1 minggu tambah satu hari = 8 % kelembapan kamar (lagi2 efek fisbang) 
tentang bagaimana gaya penulisan yang nyaman buat saya supaya tidak terkesan sok bgaimana bgituu. Saya pun memformulasikan berbagai rumus gaya penulisan. Mulai dari memakai sudut pandang kekinian (contoh "gue hari ini sebel banget nich") kayak anak alay yang sering dugem di puncak monas.

Atau pake gaya bahasa aku/kamu yang terkesan puitis (contoh "Aku hari ini sedang dipuncak mental yang penuh dengan kontroversi) kan jadinya kayak tulisan detektif Vickynisasionalbertanduksepuluhberekorssembilan.

Atau pake nama samaran (contoh "mawar hari ini tidak meracik bakso ****) atau pake sensor (contohnya "saya***** melati ***** dan ****diranjang") POKOKNYA SENSOR SEMUA HOHOHOoo.

So. 

Akhirnya saya memilih dominan memakai gaya bahasa "saya" bukan "gue" atau "aku". kadang saya pake semuanya kalo kalimatnya lagi pas. Dengan gaya bahasa ini saya menulis bagai sirup DHT dibulan puasa yang mengalir ditenggorokan. LANCAR! (jangan tanya mabut atau tidak!) intinya saya merasa bebas dalam menulis.

Pandangan orang-orang yang berpendapat menulis kejadian hidup sehari-hari itu lebay arap dimaklumi saja. Itu hak mereka sebagai pembaca. Tapi ingat lebay dalam kamus Prof. Reyhan Davinci. MT (Master Timpe) berarti berlebihan dan karya yang hebat dan keren itu biasanya berlebihan (contoh berlebihan dana produksi, berlebihan keren dan berlebihan aktor cantik) pokoknya berlebihan fans (muehehehh).

Intinya menulis adalah cara saya menyampaikan sesuatu untuk dibaca, hobi saya, cara saya berbicara sepenuh hati dan mencari teman, dan blog ini adalah tempat saya mendokumentasikan sebuah "Hidup". Karna :

"Saya tidak mau mati sia-sia"

Dengan karya nama kita abadi. Jadi? Berkaryalah! buat namamu abadi. Manfaatkan berbagai media teknologi yang berkembang dan sebarkan virus yang bermanfaat bagi orang lain.

And then. Matilah dengan damai, dengan nama yang diingat dari generasi ke generasi.

Kenapa jadi ceramah.....
Ok, teman-teman mungkin sekian yang dapat saya tulis untuk hari ini. Mau lanjut kerja tugas SKB-----> Showroommmmmmmmmmmmmmm. Oiya ada juga tugas LAB Stupa kemarin sudah kumpul tapi tidak diterima ****!!! makanya diperbaiki lagi.

Selamat beraktifitas dan selamat berhibernasi bagi spesies yang menjalankan. Akhir kata LAMENTINUS! (artinya sekian)

.
Share
Tweet
Pin
Share
4 comments
Haloha! Apa kabar teman-teman pembaca. Hari ini saya sempatkan lagi waktuku untuk menulis, walaupun sekarang ini saya lagi terjepit sama yang namanya tugas yang membabi buta. Mulai dari tugas Fisika bangunan, Cad, Studio perancangan, Perkembangan arsitektur, SKB (Struktur Kontruksi Bangunan) dan tugas beres-beres rumah (Termasuk mencuci, memasak, dan ngupil).

Hujan juga sudah mulai rajin-rajin nya, sudah 4 hari berturut turut dia nangis (Mungkin dia di-php sama manusia) karna kemarin kita mintanya hujan. Pas hujan turun malah kita-nya yang mengutuk kalo hujan datang (Duh!) Karna itu juga saya yang kena imbasnya. Atap di setiap objek vital saya mengerjakan tugas bocor sehingga mengakibatkan sebagian tugas saya basah. Betul kata senior. Semester tiga itu susah karna bekerjasama dengan hujan (Romantisnya). Mungkin kita bisa bekerja sama dengan matahari dan power rangers untuk membasmi tugas dan hujan (Hehehe)

Saya mau menceritakan sesuatu teman-teman. Kejadian ini bermula ketika saya dan tim kelompok percobaan Fisbang melakukan penelitian yang namanya Artificial light as colour impact. Dalam penelitian ini kita disuruh mengamati cabe-cabean. Eh, maksudnya lampu beserta perubahan warnanya ketika terkena berbagai jenis lampu. Hari itu saya bertugas merekam, teman saya yang namanya iwan kariyono memegang luxmeter (Alat mengukur tingkat pencahayaan) beserta teman-teman yang lain yang mengamati, ada juga yang mencatat.

Prof. Iwan Kariyono sedang melakukan penelitian.
Dalam proses merekam semuanya hening dan serius memperhatikan. Setelah waktu yang ditentukan selesai (Tiiit) suara stopwach berhenti.

Saya                     : Sudah!
Teman 1               : Berapa tingkat pencahayaan nya iwan?
IwKar                    : Tunggu dulu (Sambil menggoyang-goyangkan alat)

Melihat itu saya penasaran apa yang dia buat.

Saya                       : Kenapa mu kasi begitu?

Saya melihat angka pada luxmeter hanya menunjukkan 0.00

Teman 2               : Ededeee, lamanya obet (Nama alias Iwan kariyono. Selain dipanggil                 Iwan kariyono ia juga bisa dipanggil Obet, Iwan Buton dan Muka                        beton karna kelebihannya berwajah beton)
Saya                      : Kenapa bisa 0.00.

Setelah cukup 5 menit menganalisa secara seksama dan dengan tempo yang selama-lamanya. Iwan pun angkat bicara.

IwKar                     : Hasilnya 0.00! (Dengan nada yang tegas)
Teman 1               : Ih, Kenapa bisa begitu?
Saya                     : Padalah semua lampu tadi ada semua nilainya, masa ini tidak ada.
Teman 2               : Tidak salah ji itu obet?
IwKar                    : Ini memang begini nilainya. Tulis saja! (Nada suaranya bertambahtegas)
Teman 2               : Ih, tidak boleh begitu obet, ulangi coba
IwKar                    : Saya sudah bilang 0,00 (Intonasi suaranya bertambah cepat) Tulis                                         saja....Kau tidak percaya alat kah? (Dia menggertak)

Kami pun semua tertawa mendengar celoteh atau tangisan atau gertakan atau, entahlah disebut apa gaya bicara makhluk seperti dia. Kami pun dengan bodohnya percaya dengan alat kata si Iwan Kariyono.

Minggu lalu sempat menjadi minggu yang sangat sial. Dimana motor, print, dan laptop ku bekerjasama membuat adegan sedih (Sama-sama tidak mendukung)

Diketahui :
Motor   = Kuncinya hilang (Habis dibegal) Yang pake bukan saya, tapi teman saya.
Print     = Rusak (Diduga kertasnya nyangkut terus)
Laptop  = Cas nya tidak bisa masuk (Kadang bisa, kadang tidak)

NB          : Aplikasi Autocad di laptopku juga sering error karna tersangkut dan keluar tanpa alasan yang jelas.

Penyelesaian:
Motor   = Om datang dari pinrang + Dipebaiki + Kuncinya diganti
             = Aman!
Print      = Rencana mau perbaiki sendiri - Tapi gak tau yang bermasalah apanya
              = Error
Laptop  = Casnya saya ikat2, gulung2 dan lipat2 – Tambah rusak
             = Beli laptop baru! (Muehehehh)

Apapun masalahnya saya tetap berharap semua tugas di semester ini bisa saya selesaikan dengan baik teman-teman. Selain itu saya tetap selingi dengan membaca buku dan buku yang selesai saya baca akhir-akhir ini bukunya Jefferly herlian yang judulnya tentang SEO-SEO begitu dan masih ingat buku biografi dari Andy F Noya yang di TTD langsung sama dia? Yupz, bukunya baru kemarin saya selesai baca.

Overall, mudah-mudah akhir tahun ini bisa menjadi semester yang paling berkesan baik. Dan berharap kedepannya blog ini semakin banyak pembacanya. (Hehe)
Mungkin sekian yang dapat saya sampaikan. Saya Reyhan Ismail melaporkan langsung dari tempat kejadian.

Bdw, saya sekarang ada dikamar guys, yang dingin nya bukan main. Ac tetapji jalan dan diluar tetapji juga hujan. Sambil kerja-kerja tugas CAD.


Share
Tweet
Pin
Share
2 comments

Selamat malam gayus!
Ketemu lagi kita pada kesempatan kali ini. 


Kemarin saya lumayan sibuk kerja tugas. Minggu ini tugas mulai membabi buta. Tidak pandang wajah dan bulu. Semua divonis harus jadi sebelum deadline. Berikut tugas yg diberikan program studi saya Arsitektur UMI semester 3 sampe hari ini :
  1. Tugas Besar (Studio Perancangan) Saya lupa judulnya apa....
  2. Tugas Studio perancanngan (Rumah mewah) saya bingung dengan tugas ini. Mewah kan tergantung pendapat orang lain. Saya liat kandang ayam saja sudah mewah. 
  3. Tugas Besar Struktur Kontruksi Bangunan 2 (Tempat jual beli mobil bertingkat. Kalo tidak salah minimal 8 tingkat) sekalian sampe tingkat mayor atau kapten! 
  4. Tugas Lab Struktur Kontruksi Bangunan 2. Yang ini agak sulit, karna katanya harus dikerja di Lab :( 
  5. Harus masuk lab Fisika Bangunan (Mulai jam stengah 8 sampe jam 6!) Ini pengalaman pertama saya menginjak yang namanya lab fisbang. Katanya sih agak sadis. Hari rabu nanti saya akan mulai masuk lab perdana. Doakan ya! 
Itulah tugas yang sangat berat dan membuat.




Mudah-mudah semester ini dapat kami jalani tanpa kendala sakit-sakitan ataupun tipes-tipesan. Katanya senior yg sudah menjalani proses ini bnyak yang sakit. Karna berhubung cuaca untuk smester ini juga sangat mendukung. Awan akhir-akhir ini mulai tak canggung memuntahkan air hujan nya.

Kadang diwaktu-waktu seperti ini penyakit mulai berdatangan But, semoga saja bisa berjalan dengan lancar tanpa ada yang sakit dan nilainya bermasalah.

Mungkin cukup sekian tulisan minggu ini yang dapat saya posting. Kalo besok2 saya sudah jarang post, Maklumi saja, karna saya sudah jelaskan tadi diatas. Tapi kalo nanti selesai, saya akan menulis seintensif mungkin, Hehe. 

Terima kasih sudah menyempatkan waktunya untuk membaca tulisan tidak penting ini. Sekarang waktu kamu 5 menit terbuang sia-sia hanya untuk membaca posting ini. Wakwaww. Bye! dan Selamat malam dan selamat beristirahat dan selamat kerja tugas! (ini yang paling penting!).
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Malam ini sabtu malam
Malam yang tak ramah bagi kesendirian
Malam bertemunya dua insan
Yang saling mengungkap rindu

Didalam bilik aku masih duduk sendiri
Bersandarkan kursi karat
Dibungkus dengan gelap
Bermimpi masih banyak cahaya
Yang lebih dari lilin kecil ini

Menulis bait per bait harapan

Diluar sana orang bersenang-senang
Menghabiskan waktu dengan riang
Tangannya erat saling memegang

Makan malam yang lebih nikmat
Dari mi instan yang kusantap malam ini

Menghangatkan diri satu sama lain
Jauh lebih dari dinginku malam ini

Malam per malam sama saja
Baris per kata dari kesedihan ini
Tak tau harus singgah dimana

Bahkan bintang esok pagi
Tak tau harus mengadu kesiapa.


21 November 2015
Penulis : Muhammad Reyhan Ismail

(Sumber gambar : blog.horizonsuniversity.org)

Share
Tweet
Pin
Share
No comments


(Sumber gambar gubuk-santri.blogspot.com) 
Dalam hidup, orang-orang seringkali berekspetasi bahwa gaya hidup yang mewah adalah cara meningkatkan derajat dalam bersosial. Hal ini dilandasi oleh persaingan ego yang sangat tinggi. Pernahkah anda merasa minder atau iri ketika ada seorang teman yang mempunyai sebuah mobil dan dipuji-puji ibarat derajatnya lebih tinggi dari kita? Atau pernahkan anda dibedakan bedakan dengan orang yang berpenampilan menarik hanya karna pakaian kita tidak lebih keren dari orang yang berpenampilan menarik tersebut?

Saya selalu menghindarkan diri dari hal seperti diatas. Bahkan dalam beberapa kasus, saya sering ditanya-tanya “Orang tuamu orang yang berkecukupan, mobil orang tuamu banyak tapi kenapa gayamu seperti ini?” jika ditanya seperti itu saya hanya bisa tersenyum. Terserah mereka mau menganggap senyuman itu tanda setuju dengan pertanyaan mereka atau tidak.

“Apa hebatnya berpenamplian keren dari hasil pemberian orang tua?” saya sering berceloteh dengan kata itu dengan teman-teman di kampus saat melihat mobil yang diparkir oleh kebanyakan mahasiswa yang berkecukupan. Rasa iri teman-teman saya sering tak terhindarkan. Apalagi ketika si pemilik mobil keluar bersama pacarnya sambil memamerkan rambutnya yang berminyak dan aroma wangi dari mobilnya.

Tak pelak kebanyakan dari mereka memilih memaksakan diri sendiri untuk berpenampilan mewah agar level derajat hidupnya bisa dipandang tinggi dari orang lain.

Yang awalnya makan kenyang bisa di warung kampus perlahan mulai beralih ke KFC, Solaria atau Pizza hut, yang dulunya sering menggunakan pakaian cakar, karna ego mulai beralih ke pakaian bermerek seperti Hugo Boss dan Adidas. Ujung-ujungnya hanya memberatkan diri kita, terlebih lagi orang tua.

Dalam dunia penulisan, untuk menciptakan karakter kita membutuhkan needs dan wants demi menentukan tujuan diciptakannya karakter. Needs sendiri adalah kebutuhan karakter sedangkan wants adalah kemauan karakter.

Akhir cerita yang happy ending dalam sebuah karya fiksi baik itu film atau tulisan, karakter needs selalu jadi hasil akhir daripada faktor wants nya yang selalu dikejar karakter di awal hingga pertengahan cerita. Begitupun ego kita dalam kehidupan sehari-hari. Kita terlalu sibuk mengejar wants, sehingga melupakan faktor needs yang berpotensi membuat akhir cerita kita menjadi happy ending.

Terkadang memamerkan kekayaan seringkali menimbulkan rasa tidak nyaman ataupun minder bagi orang-orang yang tidak mampu, akibatnya orang yang tingkat ekonominya menengah kebawah selalu menghindar dengan orang yang tingkat ekonominya lebih tinggi. Hasilnya? Akan mengganggu kehidupan bersosial masing-masing kelompok.

Selain faktor diatas, orang-orang sukses kebanyakan terbiasa hidup sederhana. Masa lalu yang sangat sulit menyadarkan mereka untuk lebih dini berinvestasi dengan kerja keras, berani mencoba dan pantang mundur terhadap setiap penolakan dalam meraih pencapaian dimasa yang akan datang. Itulah sebabnya rata-rata orang sukses didunia lebih memilih berkehidupan sederhana sekaligus memberi contoh bagi penerusnya kelak.

Salah satu tokoh sukses yang berkehidupan sederhana adalah Warren Buffet, ia adalah orang terkaya kedua dunia menurut Forbes, di belakang Bill Gates. Di Indonesia sendiri ada Dahlan Iskan, Akbar Faisal dan Bob Sadino.

Bagi saya sendiri, kesederhanaan itu ibarat celana jeans yang isi kantongnya sedikit. Semakin sedikit kamu isi semakin nyaman dan bebas kamu bergerak. Dan yang paling terpenting kamu akan selalu ingat letak barang yang kamu simpan.

Yang pastinya hidup sederhana adalah pilihan.



"Kesederhanaan itu ibarat celana jeans yang isi kantongnya sedikit. Semakin sedikit kamu isi semakin nyaman dan bebas kamu bergerak. Dan yang paling terpenting kamu akan selalu ingat letak barang yang kamu simpan"
Muhammad Reyhan Ismail
(Penulis)

Artikel ini juga diposting di Kompasiana : http://www.kompasiana.com/reyhanismail/apa-salahnya-memilih-hidup-sederhana_564f3a235293732505fdd9a5
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

Tentang Reyhan Ismail

About Me

Seorang penulis blog yang bercita-cita menjadi Hokage

Follow Reyhan Ismail

  • goodreads
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • pinterest
  • youtube

Jumlah Reylovers

Categories

#curhat (17) Arsitektur (19) Award (2) Blog (13) Buku (2) Cerpen (6) chord (1) Curhat (14) Film (3) Kampus (7) Kesialan (18) Lagu (2) Liburan (4) Medsos (1) Opini (27) Pengalaman Pertama (7) Puisi (8) Review (8) Reyhan Ismail (43) Standup Comedy (1) Tips dan Trik (5)

Arsip Blog

  • ▼  2026 (14)
    • ▼  July 2026 (3)
      • waktu
      • free
      • lethologica
    • ►  June 2026 (2)
    • ►  May 2026 (7)
    • ►  April 2026 (2)
  • ►  2025 (3)
    • ►  December 2025 (2)
    • ►  September 2025 (1)
  • ►  2024 (3)
    • ►  April 2024 (2)
    • ►  January 2024 (1)
  • ►  2023 (1)
    • ►  January 2023 (1)
  • ►  2022 (15)
    • ►  November 2022 (1)
    • ►  October 2022 (1)
    • ►  August 2022 (1)
    • ►  July 2022 (1)
    • ►  June 2022 (2)
    • ►  May 2022 (2)
    • ►  March 2022 (1)
    • ►  February 2022 (3)
    • ►  January 2022 (3)
  • ►  2021 (10)
    • ►  October 2021 (1)
    • ►  September 2021 (4)
    • ►  August 2021 (1)
    • ►  July 2021 (1)
    • ►  March 2021 (1)
    • ►  January 2021 (2)
  • ►  2020 (6)
    • ►  December 2020 (1)
    • ►  October 2020 (2)
    • ►  August 2020 (2)
    • ►  January 2020 (1)
  • ►  2019 (10)
    • ►  October 2019 (1)
    • ►  September 2019 (3)
    • ►  August 2019 (2)
    • ►  June 2019 (1)
    • ►  February 2019 (1)
    • ►  January 2019 (2)
  • ►  2018 (10)
    • ►  October 2018 (1)
    • ►  September 2018 (1)
    • ►  August 2018 (2)
    • ►  July 2018 (2)
    • ►  April 2018 (1)
    • ►  March 2018 (2)
    • ►  February 2018 (1)
  • ►  2017 (10)
    • ►  November 2017 (1)
    • ►  July 2017 (1)
    • ►  June 2017 (2)
    • ►  May 2017 (3)
    • ►  February 2017 (1)
    • ►  January 2017 (2)
  • ►  2016 (31)
    • ►  December 2016 (4)
    • ►  November 2016 (6)
    • ►  October 2016 (5)
    • ►  September 2016 (4)
    • ►  August 2016 (2)
    • ►  March 2016 (4)
    • ►  February 2016 (3)
    • ►  January 2016 (3)
  • ►  2015 (17)
    • ►  December 2015 (2)
    • ►  November 2015 (5)
    • ►  October 2015 (6)
    • ►  September 2015 (1)
    • ►  August 2015 (1)
    • ►  March 2015 (2)
  • ►  2014 (2)
    • ►  July 2014 (2)

Tulisan yang viral

  • Video Call sama cewek tak dikenal
  • REVIEW FILM UANG PANAI' ; MAHAR(L)
  • My first "Dugem-dugem" (+18)

Tim Sukses

Baca buku skuy

2022 Reading Challenge

2022 Reading Challenge
Reyhan has read 1 book toward his goal of 25 books.
hide
1 of 25 (4%)
view books

Created with by ThemeXpose