• Home
  • Tentang Penulis
  • Kontak
    • Category
    • Category
    • Category
  • Buku
  • Portofolio
facebook twitter instagram youtube goodreads

Reyhan Ismail


SINOPSIS
Film ini berkisah tentang seorang pemuda Bugis-Makassar, Anca (Ikram Noer) yang baru pulang dari perantauan untuk mencari kerja di kota Makassar dan tiba-tiba bertemu kembali dengan mantan kekasihnya Risna ( Nur Fadillah). 

Setelah beberapa tahun berpisah, akhirnya mereka berdua saling jatuh cinta lagi. Anca dengan kondisinya yang masih mencari kerja dengan dibantu kedua sahabatnya Tumming dan Abu, mendadak dimintai oleh risna untuk dilamar.

Punyanya google.
Tetapi semua harapan untuk menikah seakan terbentur oleh mahar atau “Uang panai'” spektakuler sebesar 100 juta lebih yang diminta oleh orangtua Risna yang sedang terbelit oleh hutang. Disinilah dimulai perjalanan panjang , rintangan demi rintangan datang untuk Anca demi memenuhi target “Uang panai'” yang telah dipatok oleh keluarga Risna. Dengan bantuan kedua sahabatnya Tumming dan Abu yang sangat jenius dalam mencari uang.

Pertanyaannya, apakah Anca berhasil memenuhi target “Uang panaik” tersebut?
Tentu saya akan menjawabnya seperti penulis review film yang sewajarnya.
“Silahkan nonton sendiri” :P


-R-

Untuk pertama kalinya saya memposting sebuah review film. Ada hal yang sangat menarik dalam fillm yang akan kita review dibawah ini.

Mungkin dari kita ada yang bertanya-tanya apa arti dari judul film “Uang Panaik”? dalam adat atau tradisi bugis “Uang Panaik” atau “Doi pappenre” adalah uang yang diberikan kepada pihak orang tua dari mempelai perempuan sebagai ganti atau bayaran (harga) untuk meminang anaknya, orang2 biasa menyebutnya “Mahar”.

Baru2 ini salah satu kabupaten di Sulawaesi selatan, tepatnya kota kelahiran saya Pinrang, berhasil memecahkan rekor sebagai pernikahan dengan “Uang Panai'” atau mahar yang paling tinggi. Selengkapnya silahkan baca disini.

Maka dari itu, salah satu pihak rumah produksi dari sineas Makassar Makkita Cinema Production berinisiatif menuangkan isu tersebut kedalam sebuah film.
Sebelum membaca review, silahkan nonton trailernya dibawah ini terlebih dahulu.




REVIEW
Film karya local anak Makassar ini menurut saya berhasil membuat kita tercengang sekaligus six pack (akibat tertawa) dalam durasi dua jam lebih. Latar belakang setiap scene nya tergambar dari beberapa tempat di kota Makassar. Ada di pelabuhan, dilorong (samping bajiki’ store) dan di alam bawah sadar flyover. Tak lupa pula ada rumah panggung adat bugis yang ditonjolkan sebagai latar tempat tinggal pemeran.

Sesuai judulnya, film ini sukses mengkritik tradisi dalam adat bugis yang telah melekat dalam kebudayaan orang bugis dan tentunya bagi sebagian pria yang ingin melamar perempuan bugis patut berpikir dua kali.


Scene Film Uang panai'
Punyanya Halaman Facebooknya Makkita Cinema
screen shoot film uang panai'
Samaji sumbernya dengan poto yang diatas e
Karakter yang paling menonjol di film ini menurut saya adalah Tumming dan Valen Abu, sebelumnya mereka dikenal di Makassar sebagai pegiat video lucu di akun instagram bernama tumming_abu, jadi sepertinya tidak sulit bagi mereka membangun chemistry, menjadi joker dan membuat penonton tertawa ngakak. Jokes-jokes nya sangat orisinil dan alami karna pemakaian bahasa Makassar-nya yang sangat kental.

Adapun tokoh utama pria Anca (Ikram Noer), berperan sangat bijak, dewasa dan menekankan jiwa siri’ (malu) dalam dirinya. Berpasangan dengan Risna yang bersifat ke-ibuan, berambisi dan berani.

Punyanya Halaman Facebooknya Makkita Cinema

Awweh, bilang ka samaji sumbernya.
Perpaduan dari karakter utama diatas, membuat cerita mempunyai warna tersendiri. Kadang sedih, tertawa kadang juga sedih sambil tertawa. Tak kalah dengan karakter orang tua dari Anca dan Risna yang sangat bertolak belakang.

Orang tua Anca berperan sangat lucu, Berbeda dengan orang tua Risna yang selalu membawa ketegangan dalam film. Just info, Sebenarnya ibu dari Anca dalam kehidupan nyata adalah Ibu dari Tumming, tak mau kalah dengan anak nya, ibu dari Tumming juga punya akun instagram bernama mama_tumming.

Alhasil Ibu Anca dalam film "Uang panaik" ini berhasil membuat penonton terbahak2 dengan komedinya yang absurd dan bahasa aliennya. Memang buah jatuh tak jauh dari pohonnya.

Tak kalah dengan pemeran pendukungnya. Salah satu pemeran pendukungnya adalah Cahya Ary Nagara yang cukup terkenal dikalangan anak muda Makassar, salah satu filmnya yang cukup terkenal adalah Hijau Kotak kotak. Selain Cahya, masih banyak lagi pemeran pendukung yang akan mengejutkan penonton diakhir film.


Yang kiri Cahya, kanan Risna.
Tengah saya, jadi bakteri dihanduk.
Dalam hal sponsor, sepertinya dukungan dari pihak sponsor sangat kencang mengalir. Kalo tidak percaya silahkan nonton filmnya sendiri, muehehe.


Janganmi ditanya'
Bagaimana dengan soundtrack atau Ost atau lagu dalam film ini?

Sangat natural, menyentuh dan tenang. Kesannya sangat melakonlis, lagu ini juga dibawakan oleh salah satu band lokal Makassar Dheandra yang berjudul Sendiri, bagi teman-teman yang mau dengar silahkan klik video dibawah ini. Sediakan tisu, mic sama recorder sapatau bisa sekalian cover lagunya, hahah.



Bagaimana? kesannya bisa ditulis dikolom komentar dibawah yaa...

PESAN MORAL
Ada banyak quote-quote menarik dalam film ini, tapi saya hanya merasakan pesan moral yang tersirat dan menancap dalam sanubari ku yang paling dalam, salah satunya yaitu:
Mulai sekarang waktunya kumpul uang panai’ 100 juta untuk menikah nanti!
Saya kira begitulah pesan moral yang saya rasakan.

Adapun quote yang saya ingat, salah satunya pas si Anca lagi down dan diberi semangat dengan kata ini:
"Kopi boleh pahit, hidup mu jangan. Semangat !"

KEKURANGAN
Hanya saja, sewaktu saya nonton di bioskop kesayangan saya, ada beberapa hal yang sedikit mengganggu dan mengurangi efek kejutan dan visual dalam film.

Pertama, ada segerombolan orang yang sama memakai baju film “uang panai'” entah mereka tim atau kru dalam film. Mereka duduk dibelakang saya dan ketika film berlangsung selalu menceloteh2 singkat kelanjutan dari tiap bagian film.Bisa dibilang penonton spoiler lah. Hal ini tentunya mengurangi efek kejutan dalam film karna mereka membocorkan nya dibelakang.

Kedua, dalalm segi visual, menurut pandangan saya sebagai penikmat film, setiap perpindahan scene atau transisi dari film sangat monoton dan terlalu cepat. Seperti kita menonton film superhero, belum puas kita melihat superhero menghajar lawan nya, adegan nya sudah berpindah, coba bayangkan kalo adegan itu dilakukan terlalu sering? Geregetan kan?


-R-

Overall , Saya sebagai orang yang berdarah bugis menyarankan teman-teman baik di sulawesi ataupun di luar sulawesi, pokoknya semua wajib untuk menonton film ini! FILMNYA PECCCCAAAHHHH! KOMEDI? ADA. DRAMA? ADA. PERSAHABATAN? ADA. Yang tidak ada itu jodoh, iya, disini tidak ada jodoh!

Kalo teman-teman mau tau kenapa “Uang panai’” itu sangat sakral dalam setiap lamaran orang bugis, pergi meki’ nonton filmnya (baca: silahkan pergi nonton filmnya). Eiitsss, nonton dibioskop kesayangan bareng kesayangan yang masih disayang-sayang.

INGAT! FILM INI BEKAL UNTUK LAMARAN NANTI!
Waktunya menabung uang panai' Jonnnnssss!!!!


Share
Tweet
Pin
Share
32 comments


Lagi hormat
Mohon maaf atas keterlambatan nya komandan pembaca setia! :D
Terhitung sejak hari Sabtu 26 Maret 2016, tulisan yang berjudul Re-Write Puisi hampir saja menutup rutinitas saya menulis di dinding layar yang kalian tatap sekarang ini. Berlumut, banyak jaring laba2nya dan banyak rindu yang tak tersampaikan dari pembaca2 setia blog ini.

Setelah beberapa jam beradaptasi kembali sambil mengecek2 perkembangan blog hasilnya dalam 4 bulan yang kosong tanpa tulisan yang terbit satu pun, pengunjung yang dihasilkan diluar dari ekspektasi saya. Luar biasa. 

Saya tidak menyangka bahwa komentar di blog saya meningkat menjadi DUA komentar!!! (hikss). Dalam empat bulan yang komentar cuma dua, itupun salah satunya jual obat hipertensi :(.

Bagaimana dengan pengunjung?


Ini termasuk kemajuan atau kemunduran ya?

Deropp. Sekali naik tetap menurun. Sepertinya blog saya memegang erat hukum gaya gravitasi -_-.


-R-

Saya absen menulis selama 4 BULAN lebih bukan nya tanpa alasan. Selain mood yang KALANG (kadang hilang) dan blog yang terlupakan. Kegiatan yang dimulai dari akhir Februari sampai minggu kemarin sangat padat! sepadat bulu ketiak samson betawi!

Selain menyebabkan saya lupa nulis, kegiatan2 biadab ini juga menyebabkan saya tidak pulang ke kampung halaman pas liburan semester. Disaat teman2 yang lain bersuka ria mengungkap rindu di kampung halaman dan keluarga masing-masing, saya tetap bertahan di kota. Sendiri. Lapar dan Membusuk. :v

Kenapa saya menyibukkan diri disaat libur semester? 

Salah satu alasan nya karna 2 Februari kemarin adalah hari kelahiran saya yang ke 19 tahun dan saya sadar umur saya semakin tua dan ketika merenung dalam kesendirian, saya selalu berfikir, apa yang telah saya capai diumur 19 tahun ini? apakah saya sudah cukup membanggakan orang tua saya dengan kondisi saya yang sekarang? bagaimana caranya supaya saya bisa menghashilkan uang sendiri? apa yang dapat saya lakukan untuk meraih mimpi saya?,

Pertanyaan2 itu terus berkutat didalam pikiran saya. Sementara itu waktu tanpa komando selalu berputar tak pandang bagaimana kondisi manusia sekarang. Bertambah dan terus bertambah mengurangi waktu untuk berproses. Sampai tiba pada saatnya kita akan berpikir untuk melakukan sesuatu, sesuatu yang mungkin berpengaruh besar terhadap hidup kita atau menambah ilmu dan skill kita terhadap apa yg ingin kita capai.

Ah, sudah cukup basa-basinya. Tulisan diatas adalah dasar dari alasan saya untuk selalu menyibukkan diri. Alasan sederhana nya, diwaktu umur saya 18 tahun, saya mempunyai target supaya bisa menghasilkan uang sendiri di umur 20 tahun nanti, nah makanya, saya mencoba beberapa pintu ini untuk mengetahui apa yang bisa saya lakukan terhadap hidup saya ini. 

Singkat cerita, dibawah ini adalah beberapa kegiatan dan rutinitas baru saya di bulan lalu sekaligus biang kerok kenapa saya lupa nulis, hehe. Yo, check this out!

-R-

1. Jadi Bendahara panitia HMI


(Sumber: Google)

    Kegiatan ini adalah awal dari kesibukan dilibur semester kemarin. Ceritanya saya kekampus untuk urusan kampus (iyalah!) karna rencananya besok saya sdah mau pulang ke kampung halaman (Pinrang). Tapi ada satu waktu pada hari itu saya ditarik untuk ikut rapat pembentukan panitia raker dan pelantikan HMI Komisariat Teknik secara mendadak. Sebelumnya saya sndiri juga tidak tau kalo ada rapat hari itu. Pada akhirnya saya ditunjuk jadi Bendahara panitia pelaksana, itung2 belajar jadi bendahara lagi karna sebelumnya sya sdah pernah jadi bendhara sewaktu masih SMP. huehehe

Dari sini saya belajar bahwa:
  a. Bendahara harus selalu siap siaga di markas panitia dan disisi ketua paniia                                                            (dibaca:Sekretariat)
  b. Pengeluaran dan pemasukan kegiatan harus jelas kemana arahnya. (dicatatat!)
  c. Selalu berikan pesan "Minta kwitansinya!" ke pada yang memakai uang panitia 
  d. Basahi jarimu ketika memegang dan menghitung uang.
  e. Usahakan hafal berapa uang bendahara yang kita pegang tiap hari. (antisipasi kalo ditanya)
  f. Terkadang kita mendapati uang siluman yang entah darimana asalnya. (dari situ saya juga tidak tau pelajaran apa yang saya dapat)
  g. Siapkan kantong celana tersendiri untuk uang bendahara.
  h. Kuncinya, ada diatas kulkas, jangan lupa dikunci kembali kalo mau keluar.

2. Ikut Adusi Nyanyi di RRI
     
Stuvo 18 adalah salah satu audisi vokal yang diadakan oleh RRI Makassar
(Sumber: Alam bawah sadar Google)
Entah darimana niat yang membuat saya masuk untuk ikut dalam audisi ini. Bermodalkan suara yang bagus dan keren (Buuuooooooohhh) dan ajakan dari salah satu teman. Saya memutuskan mengadu nasib disini, walaupun kegiatan dikampus juga sedang sibuk2nya. Tapi Allhmdulillah saya bisa lolos seleksi tes dan bertahan sampai babak selanjutnya. Diaudisi satu ini saya belajar banyak hal tentang kepercayaan diri diatas panggung, cara berpakaian rapi, cara menguasai panggung ketika bernanyi dan tentunya hal paling penting cara pegang mic!

Di audisi ini saya tidak terlalu punya banyak teman, entahlah mungkin ada paham atau gaya hidup mereka yang kurang menarik bagi saya, sampai sekarang saya baru punya satu teman, itupun dia adlah teman yang mengajak saya dari awal. Saya berharap bisa bertahan disini, minimal juara 1 lah... :v. 


STUVO 18
Ini salah satu foto saya yang paling putih. Yang keliatan agak gosong sdikit itu saya.
Foto ini diambil pas babakan Dangdut, saya waktu itu dapat lagunya Ridho roma - Menunggu
Babakan yang sudah saya lalui setelah lolos seleksi adalah babakan Up-Beat (POP), Dangdut dan Rock, hingga sekarang saya masih bertahan. Oiyaa, tiap babakan atau penampilan nya kami tampil di panggung besar Auditorium RRI Makassar juga disiarkan di Radio RRI 96,8 MHz Loh! jadi ada rasa bangga juga. Walaupun tidak smpai masuk TV, setidaknya ada suara tidak ada gambar hehe, adapun lagu2 yang saya bawakan mulai dari seleksi sampai sekarang adalah:

1. Tes/ Seleksi             : Anji - Tentang rasa & Guns N Roses - Sweet child O Mine
2. Babakan POP         : Adera - Lebih Indah
3. Babakan Dangdut   : Ridho roma - Menunggu
4. Babakan Rock         : Bon Jovi - Always

Babakan nya diadakan sekali sebulan, jadi ada waktu sekitar 3 minggu untuk latihan wajib, itupun seminggu sekalli, belum termasuk latihan tambahan.  

3. Jadi Sekertaris panitia  kegiatan HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) Arsitektur


Ini nih logonya!!!..
(Sumber: Laptop sendiri)

     Kalo kegiatan satu ini waktunya sangat panjang. Puncak acaranya ada pada bulan September! kegiatannya juga ada berbagai macam dan merangkai! keseluruhan ada enam kegiatan sampai bulan September! (kejang2). Selama hidup saya belum pernah jadi sekertaris sebelumnya. Yang saya tau sewaktu LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan) pas SMA, Sekertaris adalah panitia yang paling sibuk dari Ketua panitia dan panitia yang lain. Peran nya sangat vital dalam kepanitiaan dan terbukti saya tidak terlalu sibuk. Huehehee. Kesibukan sya hanya berkutat pada surat, surat dan surat. Kebanyakan rumit nya terletak pada susunan surat yang saya buat dan kelemahan saya kemarin adalah sulit untuk bangun pagi!.

Padahal ada beberapa surat yang harus di tanda tangani sama Ketua Jurusan, Ketua Panitia, Pengurus Himpunan atau Wakil Dekan 3! dan beberapa diantara mereka sngat sulit untuk ditemukan keberadaan nya dan datang nya pagi sekitaran jam 9 - 11. Disitulah cobaan terberat ketika harus bangun jam segitu -,-.

Kedua, jarang berkonsultasi ke senior pengurus himpunan. Saya memang orangnya pemalu apalagi kalo tidur, suka malu2. 


-R-

Dan jadilah kegiatan nya selesai begitu saja, saya sdah lupa detailnya, oiya, tulisan diatas tadi trakhir sya tulis bulan Mei sekarang bulan Juni baru Update lagi -,- huaaaahhh.....lagi2 disibukkan. Kali ini sibuk karna tugas kuliah.... Mohon maaf komandan!

Langsung saja fotonya sya upload 


Festival Arsitektur dan Edukasi 2016 Universitas Muslim Indonesia
Bukan, bukan.
Ini bukan pas lagi makan mic, yang ini pas penampilan akustik persembahan dari panitia FASAD34.

Festival Arsitektur dan Edukasi HMA UMI 2016
Menghayati lagu.
Pas buka mata "Mas, mas udah sampai cibubur mas"

Reyhan Ismail
Nah, disini, tepatnya pas Festival adalah pengalaman pertama saya menjadi MC kekinian.
Bermodalkan kepercayaan diri, keberanian dan kebiasaan diatas panggung waktu audisi nyanyi RRI



Himpunan Mahasiswa Arsitektur UMI 2016
Disni saya belajar, kalo MC itu kebanyakan bilang "Iya, betul sekali", "Apa itu mba/mas?", dan teriakin nama tim orang secara bersamaan.


HMA UMI mengadakan kegiatan Festival Arsitektur di Auditorium Al-Jibra
Ini semua panita festival yang sudah bekerja keras selama kegiatan berlangsung. Mohon jangan ditanya kami sudah mandi atau belum. :)

Oiya, kegiatannya sempat ditunda sehari karna sesuatu masalah teknis dan masalah konspirasi hati. Tapi overall semuanya berjalan lancar dan kompak. 

Setelah festival, besoknya dilanjutkan dengan kegiatan Talkshow tentang arsitektur sekaligus pengumuman lomba di acara Festival kemarin, saya nginap dikampus dan iya! saya tidak mandi2. Berikut salah satu fotonya :


Talkshow ini diadakan tahun 2016 di Auditorium Al Jibra
Ini kami sedang berada di acara Talkshow "Hitam -  Hitam Hijau Lumut" Adapun jargonya adalah "Kalo gak Hitam? Gak lumuttt!!!!"

Himpunan Mahasiswa Arsitektur UMI
Ini dia, para pemenang lomba akustik di festival kemarin, dari kiri ke kanan, yang pake jilbab Juara 1 dengan nama band kutil-kutil (lupa, pokokonya ada kutilnya), sebelahnya Juara 2 dengan nama band Gank sekolah, yang kemeja biru Juara 3 Perwakilan dari Unhas dan yang terakhir juara favorit, nama bandnya Nenekku seorang kapiten.
Masih banyak lagi foto yang belum sempat di upload, cuma kalo diupload semua, nannti kayak LPJ. 



4. Ikut lomba paduan suara antar Fakultas


Perwakilan Fakultas Teknik UMI
Ada yang liat saya dimana?
Iya, demi melanjutkan eksistensi di dunia tarik ulur suara, saya dipanggil oleh teman seangkatan di Arsitektur untuk mewakili Fakultas teknik dalam lomba yang diadakan oleh kampus.  

Awallnya agak ribet, kadang seminggu kami hanya latihan 1 kali kadang tidak sama sekali. Bahkan kami tidak pernah latihan dengan anggota yang lengkap. Latihan full anggota hanya terjadi waktu  H-1 penampilan,  Ribet kan?

Akhirnya, kami memanfaatkan hari terakhir latihan tersebut dengan bermalam semalaman di satu rumah. Oiya, ada hal yang tidak biasa dimalam ketika saya tidur, dimana saya diperkosa secara biadab oleh teman saya sendiri!!!

Kebetulan waktu itu kami (laki-laki) tidur dibagian ruang tamu, dan ceweknya di kamar yang  punya rumah (Amel), nah, kebetulan juga saya yang paling cepat ngorok, biasa lah ya, disiplin waktu untuk tampil besok. 

Tapi ditengah2 perjalanan dalam mimpi, tiba2 saya terbangun dengan gaya tengkurap dengan bok*ng terangkat sekitar 70 cm. Dialah Chaidir yang telah melakukan kekerasan seksual terhadap saya :( Dengan muka yang tak bersalah dia melakukan gerakan memperkosa dngan gaya yang tidak keren. Selain itu saya juga mndngar suara trtawaan dari tman2 yang lain (mungkin gue digilir ye?). Namun sbagai laki belia yang ga tau apa2 saya tetap tidur.

Besok paginya baru si Chaidir mengakui perbuatan bejatnya dan akan mempertanggung jawabkan kalo aku hamil :(. 

Oke, kita lupakan tragedi cinta satu malam yang dilakukan oleh si bejat Chaidir. Besoknya kami tampil dengan memakai seragam adat Toraja yang disponsori oleh Fakultas Teknik UMI. Oiya, makan siang nya juga disponsori oleh dosen kami Pak Andas. Terima kasih pak. Berikut fotonya:


Paduan suara arsitektur UMI
Yang ini foto sebelum tampil di depan jurusan, bersama dekan 3 Fakultas Teknik

Maaf, Saykoji sama Bruno Mars mau foto

Juala lomba paduan suara UMI 2016
Yang ini setelah tampil dan Allhmdulillah kami mendapat juara harapan 1

Hari itu bisa saja, kami yang jadi juara 1, namun dikarenakan adanya beberapa kesalahan formasi yang kami lakukan, mempengaruhi nilai dari juri, mungkin lain waktu akan saya ceritakan yang pasti kesalahan ini cukup menggelitik. But, prestasi ini cukup membanggakan bagi kami, mengingat wktu latihan yang sedikit, tapi piala ini sudah maksimal

5. Ikut lomba akustik 

Biar gak basa basi, langsung saja saya upload cuplikan video nya, di lomba ini kami tidak dapat juara, hanya pengalaman yang sangat luar biasa!


-R-

Dan sampailah saya pada titik ini, akhirnya saya bisa menyelesaikan tulisan ini dengan khidmat seperti upacara bendera peringatan hari kemerdekaan Indonesia kemarin. 

Salah satu fakta dari tulisan ini adalah, tulisan ini ditulis tersendat-sendat dan sangat dipengaruhi oleh yang namannya mood. Awalnya saya menulis tulisan ini bulan Mei, lalu sempat terlupakan, kemudian teringat lagi pas bulan Juni, lalu terlupakan lagi, begitu seterusnya sampai bulan ini. Agustus. Judulnya pun sempat berubah2 angka dan kegiatan nya ada yang saya tambahkan. 

Kedua, tulisan ini pertama dibuat pas libur setelah semester 3 dan terakhir ditulis pas liburan setelah semester 4, jadi bisa dibilang tulisan ini dibuat selama satu semester!

Ketiga, Banyak perkembangan2 dari kegiatan diatas yang tidak saya tulis karna waktunya belum kejadian waktu itu. Jadi saya memilih untuk menceritakan nya di post yang akan datang.

Keempat, masih banyak kesibukan2 kecil yang tidak sya tulis. Kegiatan diatas hanya kegiatan yang penting.

Untuk teman2 blogger yang lain, beginilah contoh kalo kita nulis pake mood. Tulisan yang bisa ditulis sebentar,  jadi panjang dan lama klo kita pake mood, sebuah pelajaran berharga untuk saya, semoga juga untuk kalian. 

Ingat, selalu luangkan waku untuk menulis, sesibuk apapun itu agar kita smua bisa menjadi penulis yang produktif. 

Sekian dari saya, semoga bermanfaat :)
Share
Tweet
Pin
Share
16 comments

Halo, kabar - bagaimana - kalian? (suksunlah kalimat diatas sehingga mmbentuk kalimat yang baku). Cieee, yang hbis UAS. (uas atau un?)

Sudah lumayan lama tidak pernah memposting puisi. Padahal stok puisi di Notebook sudah numpuk Hehe. Jadi untuk postingan kali ini saya akan menulis ulang sebuah puisi yang ada di notebook saya. 

Saya terbiasa mnulis puisi kalo lagi sendiri, gelisah, galau, atau semacam nya. Bagi saya mnulis puisi disaat seperti itu sangat efektif untuk melepas stress apalagi kalo lagi sendiri, menulis puisi adalah salah satu tempatan curhatan yang baik selain curhat sama Allah SWT. Mengapa? karna selain melatih tata bahasa dan teknik kita dalam menulis bait per bait puisi hasilnya juga akan menjadi sebuah karya.

Bukan cuma di puisi, kalian jga bisa menuangkan nya menjadi cerpen atau novel, kalo ngotot, hehe. Jadi langsung saja, saya akan memindahkan puisi yang ada di notebook saya ke diary digiital saya ini dan membagikan nya ke kalian semua. So, ini puisi saya. 


-R-

Sumber
Bocah dewasa

Lewat...
Angka lahir ku sudah lewat 19 tahun.
Sudah lewat masa puber.
Mendekati masa dimana anak merpati wajib mngepakkan belahan sayapnya.

Nyatanya...
Uang bapak masih terus menutup pendapatku.
Ibu seperti kemarin menarikku dari kebiasaan seorang pria dewasa.
Aku tidak merokok, minum minuman keras pun tak pernah.

Malam ini aku bingung.
Otakku penuh dengan obsesi.
Mau jadi inilah, itulah.
Bahkan bersujud padaNya pun tak becus.

Hatiku sendiri
Mataku dibelakang mereka.
Telingaku tak mau mendengar pujian untuk orang lain.
Sama halnya bibirku.
Tak mau mendengar pujian untuk orang lain.

Aku ingin berlari mengejar angan.
Dalam gelap dingin ego
Atau pahitnya sebuah keyakinan berbungkus sekolompok manusia keji
Sampai merasuk ke tulang dan jantung.

Jika mereka berbuah
Aku memilih membibt.
Jika mereka kelangit.
Biarkan aku membumi.
Karna kemanapun nafas berhembus.
Tuhanku selalu tahu kebenaran sebuah maksud

Sekarang....
Biarkan aku berbaring sejenak.
Memeluk guling, menarik selimut
Dari dinginnya hujan malam ini

Besok...
Mungkin aku sudah dewasa...

-R-

Bagaimana? kalian mengerti gak? hahahh..
Sebenarnya apa yang saya tulis diatas adalah apa yang perasaan saya rasakan pada satu kejadian, kenangan atau keresahan yang menyumbat pikiran saya. Jadi puisi ini semacam obat untuk mengeluarkan toksin (racun) yang menenangkan hati dan mengabadikan lisan.

Oiya, mungkin ini saja yang bisa saya tulis di postingan puisi kali ini, di kesempatan lain saya akan mempost puisi lainnya, karna kebanyakan blum di editing, masih tulisan kasar.
Jangan lupa komen, share atau sekedar dibaca. Mudah2an dapat menginspirasi kita semua. Ingat, setiap momen itu berharga, abadikan mereka. Tulis dan bagikan!

Gutten nacht! 



Share
Tweet
Pin
Share
18 comments

Kemarin, tepatnya bulan lalu saya sempat meng-agendakan menulis pengalaman pertama saya masuk ketempat dugem2 atau bar. Skira waktunya skitar bulan `Februari dan di post itu banyak yang penasaran dan menunggu supaya saya menulisnya dengan segera. Kalo gak percaya klik di post ini "Tulisan orang sibuk"

Dari permintaan komentar didalam post itu saya akan mencritakan nya dipost kali ini. Gmana? Sudah siap? Pasang sabuk pengaman dulu deh? sudah? Minum susu sudah? Oke mari kita tidur!. Hahahh, gak lah.

So, here we go.
-R-


Welcome to jungle! (Sumber)


Saya melihat jam di sudut Handphone menunjukkan pukul 23.45. Katanya jam-jam seperti ini adalah "jam-jam kecil" untuk tempat malam yang sperti itu, bagi saya di "jam-jam kecil" ini paling enak mnyumbangkan stetes iler untuk bantal kesayangan. Saya memandang kaca didepan mobil, sepi.

"gluk, gluk, ahh..." Ical meracuni pendengaran saya dengan suara nafsu habis meneguk satu botol "Guiness" seperti berkata "segarnya minum ini". Di bangku depan ada **** dan yang meyetir Dudi, wajar karna dia yang punya mobil, kami berempat didalam mobil. Sebelum ke sana kita menyempatkan beli menuman dewasa, krna katanya mnuman disana sangat mahal.

Setelah itu kami bertemu dengan teman ****, katanya temannya itu mngajak kita ke bar lain. Berbeda dngan tempat yang ingin kami kunjungi, berharap tmpatnya lebih kren dari tmpat yang ingin kami kunjungi. Smpai dsana, nama tempatnya Barcode trus diatas nya ada simbol barcode. 

Diluar sdah bnyak mobil  terparkir, perempuan seksi berjalan2 masuk dan keluar dengan rapi. Hingga mobil terparkir dan saya keluar mobil sudah jelas sejauh mata memandang perempuan brtubuh molek, cantik dan seksi berjalan kemobil "Gila, perempuan kayak bgini nih yang kalo jlan di Mall banyak mata yang mlotot mmandangi" Trnyata perempuan kyak bgitu bnyak disini. Kami berdiri dkat mobil beberapa saat mnunggu teman **** datang. Ah ribet bnget, mari kita sbut saja teman ****, Boboho dkk, krna dia sdikit gendut dan punya teman dua, tiga orang. 

Setlah ktemu kami bersamaan msuk ktempat itu.

Pas, masuk suara dj yang keras skali mulai mmbuat tlinga dan jantung bergetar, gelap, banyak lampu2 dan cweknya, gak prlu ditanya lagi "Seksi cuyy" ada yang duduk di dpan bar, ada yang lagi ngerokok smbil minum dan ada yang lgi bicara sama cwok. 

Dalam hati, ga saya tdak punya hati malam itu. Mata gw melotot kmana2. Ditempat ini cwek seksi, cantik, putih, rambutnya "salonan" banyak sekali. Ga jarang t*te nya sdikit lagi mau kliatan. Paha mulus mnjuntai dengan indahnya. Pokoknya klo kalian mau pergi kondangan bukan disini tmpatnya.

Tak lama kami berjalan, saya baru sadar trnyata tmpatnya penuh. Akhirnya kami mmtuskan untuk pamit dengan si Boboho dkk untuk ketempat tujuan semula dngan alasan saya dan Ical yang kuliah mnta dpulangkan krna bsok ada ujian. Agak aneh memang mengingat besok adalah hari Minggu dan lebih gobloknya lagi si Boboho dkk mlah percaya entah krna mabok atau kebnyakan mkan kuaci.

Setelah itu sampailah kami di tempat tujuan awal, namannya Zona, kata Dudi tempat itu yang paling bagus di Makassar. Kliatannya dari luar agak besar memang, berada disamping jalan besar. Waktu sdah mnunjukkan pukul 01.13, masih di "jam-jam kecil"

Kami masuk, pintunya kaca, lebih besar dari Barcode tadi dsamping kiri ada loket untuk membeli tiket. Hrganya skitar 70 ribu-an. Setelah dibayar sama **** tangan kami dstempel dengan stmpel Hologram yang tdak kliatan oleh bpak penjaga berbaju srba hitam kyak orang lgi mau latihan kungfu.

Habis di stempel, kami masuk dilorong yang ujungnya ada dua belah pintu kaca besar dan saat **** membuka pintunya sama persis di adegan film Raditya Dika "Single", tau gak, yang waktu pandji buka pintu msuk ke kelab malam? 

Suasananya langsung menghipnotis. Saya melangkahkan kaki masuk. Tempatnya gelap, susah ngeliat muka dngan jelas dan memang tempatnya sngat luas kyak lapangan bola dan objek nya cuma yang didepan "orang main dj" dengan layar bacground yang menyala2 kyak diagram musik bgitu dan panggung yang bsar. Orang yang didalm sangat banyak. Musiknya keras bnget lbih keras dari tmpat pertama, jantung dan lantai bhkan sesekali ikut bergetar. Luar biasa. "Beginilah dunia malam" kata Dudi yang lbih berpengalaman dari saya dan Ical.



Ini nih tempatnya! tapi tidak se-sepi ini. RAME!
(Sumber)
Jangan tanya perempuan nya. Biar saya deskripsikan. Perempuan disana bajunya ketat dan tidak berlengan jadi keteknya menjuntai kemana2, celana nya pendek, tinggi, blahan dada dimana2 dan kulitnya putih. Kebanyakan dari mereka mnurut saya adalah perempuan2 metropolitan yang kaya2, perempuan2 kelas atas. Gila.

Laki2 dsana juga kebanyakan brmata sipit. Ada yang botak, tua, muda, om-om, dan yang pacaran. Ada. Tak lupa pula seorang perempuan disamping nya.

Disana saya hanya duduk menonton performing dj. Disamping saya Si Ical, Dudi dan **** tenggelam dalam kerasnya mnuman dewasa. Beberapa mnit kemudian Ical mulai joget2 ga jelas, triak2 "Aseekkk!!!" Saya yang duduk kalem akhirnya terpancing untuk joget juga, lumayan untuk mengurangi stres. Lama kelamaan Ical pergi ke wc, kyknya dia sdah mabok brat, dia mnum hmpir dua cawan kaca besar. Tidak jarng juga kak Dudi mnawarkan saya mnuman keras. Tapi saya mnolak. Sumpah. Sya hanya mnum sekaleng coca-cola.

Slain joget2, dan minum coca-cola smpe mabok, krjaan saya cuma cari pmandangan scara tidak sengaja. Trkadang pas lagi kalem2 nya duduk, ada2 saja cewek mbok yang nyenggol, pegang pundak saya. Aduh, iman saya di uji coba disini. Cweknya seksi skali lagi.

Lama kelamaan iman sya mulai goyah, gw pun memutskan berjalan2 disekeliling orang2 yang joget smbil cari pemndangan scara tdak sngaja. Tak lupa pula gw mmasang kuda2, "Octopus ass", jadinya kyak cumi2 berjalan, ini berfungsi supaya klo ada cwek yang lewat disamping kita apalagi dia mabok, kita bisa menyentuh pan***nya secara tdak sengaja. Gaya "Octopus ass" saya temukan prtama kali di tempat itu. Bgini caranya!


NB: Gaya ini tidak cocok dilakukan di tempat kondangan, pasar ataupun didepan mantan.
Pokoknya jangan.
Dan gaya itu terbukti berhasil, banyak cwek mbok yang hmpir berpelukan dngan sya gra2 tabrakan krna bnyak nya orang, gw jdi gak tau bgian apa saja yg gw sntuh, "ampuni hamba ya Allah" ini diakibatkan krna padatnya orang. Bukan kemauan gw, wlaupun awalnya rencana gw. Trnyata jadi lbih ekstrim. Hufffttt.

Akhirnya stelah jalan dgn tknik "Octopus ass" gw memutuskan untuk duduk joget mnikmati dj saja dngan ical, Kak Dudi dan ***** bgitu smpe berjam2, Ical juga sdah mulai bekeringat mngkin krna cpek dan mbok. Skali2 dia mbaringkan kpalnya di meja bar. Kak dudi trlihat santai saja dan **** Juga kliatannya agak mbuk krna dikasih mnuman yang beralkohol tinggi sma sesorang.


Tempat duduk kami persis disini.
(Nb: Garis2 kuning adalah tmpat saya mlakukan "Octopus ass tehnique")

Sekitar pukul empat sebelum sholat subuh, kami pun pulang. "Tidak baik kalo bersenang2 ditengah2 orang yang lagi shalat subuh" kata ******.

Setelah itu saya pun pulang bersama tiga orang mabok dan sebuah pengalaman yang tdak pernah trpikirkan sbelumnya. Baru kali ini saya msuk ke "Dunia malam" (bukan dunia lain), baru kali ini saya mlihat bnyak perempuan2 seksi lagi mrokok dan mbok dan baru kali ini gw mbok gara2 coca-cola. Gak-gak, mabok krna coca-cola ga kren, mngkin wktu itu gw mbok krna guncangan mobil. 

Nanti pas smpai rumah gw mau cuci tangan pke air zam-zam. TANGAN INI KOTOR YA ALLOH!" sambil ngupil.

-R-

Itulah tadi pengalaman saya di tempat orang dewasa. Bagi kalian yang masih dibawah umur jngan ditiru yah, biarkan jenggot kalian tumbuh dulu, baru bisa.

Oke, klo gitu, mngkin itu saja untuk malam ini. **** sudah dtang nnti ketahuan klo saya post tulisan ini
Share
Tweet
Pin
Share
19 comments

Halo, apa kabar? mdah2an masih baik ya :D
Bagi kabarnya yang tidak baik, istirahat lah dulu, tidak perlu memaksakan mmbaca tulisan orang yang bukan siapa2 ini :)  

(fikir-fikir dulu mau tulis apa)

Semenjak punya banyak teman blogger, saya merasa tidak sendiri. Rasanya seperti, ada-ada saja yang mau meluangkan waktunya dari kesibukan dunia luar yang serba ribet demi memperhatikan dan saling menyemangati tulisan blogger satu sama lain. Saya sangat salut degan dunia blogger personal ini.

Setiap orang punya alur cerita masing2. Entah mereka yang diciptakan pemalu, pemberani, baik hati, sombong, iri hati, kaya, miskin, tampan, jelek (kayak penulis ini, tapi sedikit ganteng juga sih), yang merasa sempurna ataupun yang ditindas. Semua cerita mempunyai tujuan hingga saling berkolaborasi mmbentuk satu layar film yang disebut kenangan.



Jadi pecundang? siapa takut!. Sumber disini

Diantara karakter diatas, saya bisa digolongkan dikategori seorang "pecundang". Iya, saya seorang pecundang. Krakter fisik yang normal tidak menguatkan hati dan mental saya sebagai seorang jagoan yang selalu dikagumi, di elu-elukan, dicintai banyak perempuan dan punya segalanya.

Sejak kecil saya terbiasa mengalah. Karna teman. Tidak banyak orang yang rela jadi yang paling belakang demi teman2nya. 

Kalo mengingat masa kecil, saya senang ketika main petak umpet, teman2 tertawa bersama mnikmati permainan ini saat yang "jadi" tidak pernah diganti. Saya sangat jarang mnjadi orang yang "sembunyi". Tman2 yang lain terlihat mnikmati jika ada diantara kami yang diejek2 karna tdak prnah mnjadi orang yang "sembunyi" dan itulah saya. Tidak jarang saya menangis krna ditertawakan, berkelahi? setiap minggu saya berkelahi, tidak pndang umur lawannya siapa, tapi mau apalagi? tidak banyak diantara mereka yang mau mengakui kekalahan, biasanya klo bgitu, bnyak yang brtengkar, permainan jadi tidak seru dan tidak asyik. Mkanya saya senang "kalah" demi mnghindari prtengkaran hanya krna sbuah prmainan. (taukah kalian? hidup  juga seperti itu)


Wajah orang ganteng
Wajah2 bocah habis kencingin diri sendiri.

Bgitupun permainan lain. Saya sdah terbiasa ditertawakan apalagi di Bully, bgitu seterusnya sampai saya beranjak dewasa dan berjanji tdak akan pernah berkelahi lagi, trakhir saya berkelahi dan di Bully pas lulus SD.

Soal cinta?

Hahahh, saya tidak bisa berbicara banyak tentang "itu". Saya tidak pernah pacaran smpai sekarng. Bahkan sampai sekarang saya tidak pernah berani mengungkapkan perasaan pada seorang perempuan yang saya cinta sejak kelas 4 SD. Lucu rasanya mengingat dulu stiap hari semasa SD hanya bisa memandangi dia dari jauh, hasilnya pelajaran Matematika saya juga selalu paling belakang, hehee.

Ceritanya waktu itu dia selalu gonta-ganti pacar dan orang yang pacaran sama dia lebih dominan laki2 jagoan atau terkenal, punya mobil dan ganteng, intinya populer lah.
Jika dibandingkan dengan saya, hahahh. "Apalah daya seorang pria pengecut yang berbicara soal cinta jika brucap "Hai?" atau skedar membalas senyum pun hanya diadukan pada secarcik kertas dan sepotong bulan." Saya selalu merasa minder jika membandingkan mantan2nya dngan kepopuleran saya sndiri. Ibarat ikan badut dan ikan hiu.

Mengungkapkan perasaan itu sulit pada orang yg benar2 kita cintai. sama halnya dengan "Mencintai setulus hati hampir sama dengan mempcundangi diri sendiri".


Bagaimana dengan pergaulan?

Jujur, dari dulu smpe skarang saya tidak suka bergaul dngan teman yang gayanya paling "High class", seperti mereka yang naik mobil ksana kemari, nongkrong ditempat2 kekinian yang tidak jelas, orang2 populer, penguasa (yang kerjaan nya ngajak berkelahi), orang egois ataupun orang kurang percaya diri. Kenapa? Alasannya ada banyak. 

Pertama, memamerkan dan menyombongkan benda2 pemberian orang tua bukan gaya saya. Bahkan smpai skarang saya slalu brusaha untuk tidak banyak minta sama orng tua. Keadaan bgitu bisa memaksa saya brfikir kreatif "Bagaimana caranya supaya saya bisa menghsilkan uang sndiri sedini mungkin?" hasilnya pas SD saya bisa mnghsilkan uang lewat gambar anime yang dipesan lalu dijual ke teman2. SMA saya menjual Papercraft atau mainan dari kertas yang hasilnya dibelikan baju laricci Pramuka yang jrang anak pramuka yang punya waktu itu. "Bagi saya, selalu ada kepuasan trsendiri jika berhsil membeli barang yang diimpikan dengan uang sendiri."



Ini nih, yang namanya Papercraft. Hrganya waktu itu djual mulai 20-50 ribu. Lumayan. Hehe. (fotonya masih tersimpan)



Kelas 12 IPA 2 SMANSA Angkatan 2014
Yang saya pake itu namanya baju "laricci" kain nya tbel, Dibelinya dipesan dulu. Harganya 250 ribu kalo ga salah

Kedua, menunjukkan kehebatan dengan cara berkelahi bukan cara saya. Kehebatan tolak ukur nya ada di prestasi. Sehebat apapun kita berkelahi, membuat orang nangis smpe takut dengan kita, sama saja dengan nol. "Kita hidup, bukan untuk ditakuti, tapi untuk mencari eksistensi lewat prestasi". Dengan alasan itu baru masuk SMA saya gencar masuk banyak organisasi mulai dari Pramuka, pencak silat, Paskibraka (tidak lolos), IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah), dan KPA (Kelompok Pecinta Alam) Kompas celebes. Tujuannya, mencari jati diri, prestasi dan belajar mengelola organisasi. Bgitupun sekarang, didunia kampus. Kemarin baru seminggu lebih menjadi MABA saya sudah masuk HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) dan beberapa bulan brikutnya mergabung di UKM Seni (Unit Kegiatan Mahasiswa). Mungkin dipost selanjutnya akan saya ceritakan.

Saya lebih suka bersahabat daripada berteman, karna sekali lagi satu sahbat lebih berarti daripada ribuan teman dan mereka tak beda pecundang nya dngan saya. Tidak populer, tidak tampan rupawan, bukan idola dan beberapa bujangan (jomblo) saya jadi ingat sajak Aan mansyur.

"Aku senang berada di antara orang-orang yang patah hati. Mereka tidak banyak bicara, jujur, dan berbahaya. Mereka tahu apa yang mereka cari. Mereka tahu dari diri mereka ada yang telah dicuri."

Sama seperti yang Aan mansyur katakan. Mereka berbahaya. Apa yang ingin mereka capai selalu dilakukan dengan kerja keras atas dendam pembuktian bahwa pecundang2 seperti mereka juga bisa berada diatas puncak kesuksesan. Tak jarang dari mereka berucap "Gunakan uang sebaik mungkin, kasihan orang tua dikampung".

Sama seperti saya, mereka tidak suka menjilat atau memuji2 guru atau senior supaya mndapat kedudukan. Mereka tidak pandai dengan hal itu. Bergaul dengan yg tua (dibaca: senior, asisten dosen, dosen, dll) saja kami malu2 tak seperti mereka yang populer. Kami lebih banyk diam memperhatikan dan ikut tertawa jika disinggung.


Tapi dalam hal kerja, kami nomor satu. Kata "Talk less, do more" sepertinya lebih cocok pada kami yang tidak banyak bicara dan menjilat, tapi banyak kerja.

Kembali ke saya.

Bagaimana dengan keluarga?

Saya dibesarkan bisa dibilang dengan cara otoriter dengan orang tua saya. Kenapa? karna dari kecil saya tidak sngat jarang diberi kesempatan mengutarakan pendapat, apa yang orng tua bilang, itu yang harus saya lakukan. Mungkin karna pekerjaan mereka hanya punya sedikit waktu untuk saya. Selain anak sulung, smua adik saya juga laki2. Jadi bisa dibayangkan bagaimana kakunya situasi didalm rumah (post selanjutnya akan saya critakan). Smpe skarang saya sbagai anak laki2 skaligus anak sulung msih blum berani mengutarakan pndapat trhadap kdua orang tua saya. Bagaimana? pecundang kan?

Dari kesemua ke-pecundangan, saya berfikir bahwa semua kesenjangan ini, ke-ter-bawahan ini, secara tidak sadar membentuk mental saya, merubah mental dan sikap saya yang dulunya slembek pohon pisang menjadi sekuat phon kelapa.

Intinya jangan pernah sesali setiap bagian atau scene hidup mu, sepahit apapun itu, seburuk apapun itu, dan se-memalukan apapun itu. Percayalah lah siapapun dari kita yang hidup didunia ini berarti untuk orang lain ataupun untuk diri kita sendiri. 


Mengalah juga bukan masalah besar, kebanyakan orang melecehkan kebenaran universal demi mempertahankan ego nya masing2, mereka takut kalah dan menuntut kesempurnanaan trhadap dirinya sendiri. Tapi soerang pcundang brtindak apa adanya, jujur dan berani meredam egonya sendiri demi kebaikan orang banyak.

And then, smpailah saya pada satu titik balik dimana saya merasa menjadi pecundang adalah proses dan saya sadar sedang berada didalm proses itu. Hanya menunggu waktu dan benih keberanian untuk datang kembali dan mencabut buah dari hasil proses tersebut.

Proses dimana pecundang akan jadi pemenang!

From Loser to be a Victory! 


For the last, I'm proud to be a loser!
Share
Tweet
Pin
Share
25 comments
Newer Posts
Older Posts

Tentang Reyhan Ismail

About Me

Seorang penulis blog yang bercita-cita menjadi Hokage

Follow Reyhan Ismail

  • goodreads
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • pinterest
  • youtube

Jumlah Reylovers

Categories

#curhat (17) Arsitektur (19) Award (2) Blog (13) Buku (2) Cerpen (6) chord (1) Curhat (14) Film (3) Kampus (7) Kesialan (18) Lagu (2) Liburan (4) Medsos (1) Opini (27) Pengalaman Pertama (7) Puisi (8) Review (8) Reyhan Ismail (43) Standup Comedy (1) Tips dan Trik (5)

Arsip Blog

  • ▼  2026 (14)
    • ▼  July 2026 (3)
      • waktu
      • free
      • lethologica
    • ►  June 2026 (2)
    • ►  May 2026 (7)
    • ►  April 2026 (2)
  • ►  2025 (3)
    • ►  December 2025 (2)
    • ►  September 2025 (1)
  • ►  2024 (3)
    • ►  April 2024 (2)
    • ►  January 2024 (1)
  • ►  2023 (1)
    • ►  January 2023 (1)
  • ►  2022 (15)
    • ►  November 2022 (1)
    • ►  October 2022 (1)
    • ►  August 2022 (1)
    • ►  July 2022 (1)
    • ►  June 2022 (2)
    • ►  May 2022 (2)
    • ►  March 2022 (1)
    • ►  February 2022 (3)
    • ►  January 2022 (3)
  • ►  2021 (10)
    • ►  October 2021 (1)
    • ►  September 2021 (4)
    • ►  August 2021 (1)
    • ►  July 2021 (1)
    • ►  March 2021 (1)
    • ►  January 2021 (2)
  • ►  2020 (6)
    • ►  December 2020 (1)
    • ►  October 2020 (2)
    • ►  August 2020 (2)
    • ►  January 2020 (1)
  • ►  2019 (10)
    • ►  October 2019 (1)
    • ►  September 2019 (3)
    • ►  August 2019 (2)
    • ►  June 2019 (1)
    • ►  February 2019 (1)
    • ►  January 2019 (2)
  • ►  2018 (10)
    • ►  October 2018 (1)
    • ►  September 2018 (1)
    • ►  August 2018 (2)
    • ►  July 2018 (2)
    • ►  April 2018 (1)
    • ►  March 2018 (2)
    • ►  February 2018 (1)
  • ►  2017 (10)
    • ►  November 2017 (1)
    • ►  July 2017 (1)
    • ►  June 2017 (2)
    • ►  May 2017 (3)
    • ►  February 2017 (1)
    • ►  January 2017 (2)
  • ►  2016 (31)
    • ►  December 2016 (4)
    • ►  November 2016 (6)
    • ►  October 2016 (5)
    • ►  September 2016 (4)
    • ►  August 2016 (2)
    • ►  March 2016 (4)
    • ►  February 2016 (3)
    • ►  January 2016 (3)
  • ►  2015 (17)
    • ►  December 2015 (2)
    • ►  November 2015 (5)
    • ►  October 2015 (6)
    • ►  September 2015 (1)
    • ►  August 2015 (1)
    • ►  March 2015 (2)
  • ►  2014 (2)
    • ►  July 2014 (2)

Tulisan yang viral

  • Video Call sama cewek tak dikenal
  • REVIEW FILM UANG PANAI' ; MAHAR(L)
  • My first "Dugem-dugem" (+18)

Tim Sukses

Baca buku skuy

2022 Reading Challenge

2022 Reading Challenge
Reyhan has read 1 book toward his goal of 25 books.
hide
1 of 25 (4%)
view books

Created with by ThemeXpose