• Home
  • Tentang Penulis
  • Kontak
    • Category
    • Category
    • Category
  • Buku
  • Portofolio
facebook twitter instagram youtube goodreads

Reyhan Ismail

 Saya percaya bahwa suatu saat saya akan menulis postingan seperti ini di blog. Postingan yang isinya tulisan mengenai buku pertama saya.

Yes, finally my first book is born!

Seneng? Pastinya. Bertahun-tahun yang lalu cuman bisa mimpi kalo suatu saat pengen punya buku sendiri. Dan akhirnya itu terwujud hari ini.

Buku pertama saya berjudul Architecture 034. Berisi kumpulan jurnal/ catatan harian selama kuliah di arsiktektur. Banyak tulisan-tulisan di dalamnya yang pernah saya muat di blog sebelumnya. Tentunya semua cerita di dalamnya di kemas dalam kacamata komedi yang hopefully, lucu.


Buat kamu yang mau beli, buku ini bisa di dapatkan di Tokopedia dan Shopee penerbit One Peach Media.

Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Khaeriyah Nasruddin
Desain sampul depan
Judul Buku : Risalah Kunang-Kunang
Penulis : Khaeriyah Nasruddin
Penerbit : Penerbit Shofia
Editor /Penyelaras Kata : Fitrawan Umar
Desain cover : Wulan Nugrahaini
Tebal : 91 Halaman.

RINGKASAN BUKU

Buku ini berisi 11 kumpulan cerpen yang dominan didasari dengan latar belakang dan konflik kehidupan kunang-kunang dan pengalaman pribadi penulis. 11 cerpen yang ada dalam buku ini masing-masing berjudul.
  1. Kunang-kunang dalam cerita
  2. Memetik senyum kunang-kunang
  3. Kunang-kunang diujung malam
  4. Kunang-kunang yang mengincup
  5. Malaikat Kunang-kunang
  6. Mata Kunang-kunang
  7. Mimpi Kunang-kunang kecil
  8. Sepasang janji dan Kunang-kunang
  9. Rumah Kunang-kunang
  10. Musim Kunang-kunang
  11. Gadis Kunang-kunang

REVIEW

"Menarilah dalam gelap, karena kau adalah kegelapan itu. Bernyanyilah dalam sunyi, karena kesunyian itu adalah cinta. Mata kunang-kunang itu adalah sayap. Sayap yang membawanya pada pelataran cinta dalam pandang pertama"
Begitulah salah satu kutipan quote yang ditulis oleh Khaeriyah Nasruddin.
Sangat jarang saya menemukan sebuah buku yang mengambil objek kunang-kunang sebagai latar belakang, ide cerita, bahkan sebagai judul. Tentu ini juga menjadi nilai plus buku Risalah kunang-kunang yang membuat nilai nya berbeda dengan buku-buku lain. 

Jika dilihat pada sampul depannya, saya dapat menangkap sebuah makna harapan disana. Dengan warna yang dominan kuning dan orange memberi dorongan kepada pembaca untuk selalu semangat dalam membuka tiap lembarannya. Objek utama dalam sampul depan buku ini adalah sebuah toples yang biasaya dipakai manusia untuk menangkap kunang-kunang yang bercahaya. Memberi kesan segar dan sejuk.

Bagaimana dengan isinya?

Kesebelas kumpulan cerpen yang ada dalam buku ini menyimpan kejutan dan cerita yang berbeda-beda. Racikan kata-katanya yang puitis menjelma menjadi cahaya ditiap lembar kisah yang ditawarkan oleh penulis.

Dari seluruh cerpen yang ada pada buku tersebut saya menyeleksi tiga cerpen favorit versi saya sendiri. Kita mulai dari favorit menuju ke yang paling favorit.


Diurutan ke-tiga saya menempatkan "Rumah kunang-kunang" awalnya saya mengira bagian ini adalah cerita horror versi kunang-kunang. Tapi setelah saya baca untuk kedua kalinya saya masih mengira ini tulisan horror, setelah membaca untuk ketiga kalinya, saya menyimpulkan bahwa ini adalah tulisan yang paling unik dari Khaeriyah Nasruddin. 


Menghadirkan yang sudah tidak ada seakan menjadi ada. Terdengar agak mistis memang. Tapi percayalah, cerita ini memang mistis sangat unik jika dipandang dari sudut pandang yang berbeda. Saya menangkap sebuah ikatan persahabatan yang kuat, sebuah pesan dari seseorang teman yang telah pulang ke "rumah" duluan. Sama dengan "Kunang-kunang diujung malam" twist-nya juga terdapat pada bagian akhir.

Diurutan kedua ada "Malaikat kunang-kunang". Berbeda dengan "Kunang-kunang diujung malam", Malaikat kunang-kunang lebih menunjukkan pesan tentang makna sebuah kebaikan sejati. Dicerita ini saya bahkan tidak tahu siapa nama kunang-kunang yang ada dalam cerita tersebut. 

Memakai sudut pandang orang pertama dan kunang-kunang yang ingin mengakhiri hidupnya, hanya dua orang tokoh yang terlibat konflik dalam cerita kali ini. Tapi makna dan pesan moral yang disajikan sangat dalam, tentang esensi sebuah kebaikan dan pengorbanan. Patut dibaca untuk kalian yang ingin tahu arti sebuah pengorbanan.


Cerita favorit saya yang menduduki peringkat pertama adalah "Kunang-kunang diujung malam". Tokoh utama dalam cerita ini adalah seekor kunang-kunang betina yang bernama Elmira. Dia mempunyai kekasih yang sudah sejak lama pergi meninggalkannya. Sejak sepeninggalan kekasihnya, yang dia lakukan hanya menunggu surat kekasihnya yang dibawa kakek tua petugas pos dipagi hari sambil menghitung butiran embun yang jatuh dideaunan. 


Nah, percakapan Elmira dan kakek petugas pos inilah yang nantinya akan membawa pembaca pada kejutan yang tak terduga. Intinya cerita "Kunang-kunang diujung malam" ini tentang perpisahan, pertemuan, dan kesetiaan.

Sebenarnya semua cerpen yang ada dalam buku ini memiliki keunikan nya masing-masing, hanya saja yang lebih menarik perhatian saya hanya tiga cerpen yang sudah saya uraikan diatas tadi.

Dibeberapa cerpen lainnya, terdapat konflik yang terlalu sederhana, sehingga diakhir paragraf hanya melahirkan sebuah kalimat tanya. Butuh dua atau tiga kali saya membaca tulisan tersebut untuk mengetahui jawabannya. Itupun kalau dapat. Jika tidak, pertanyaan itu saya biarkan menggelinding dipikiran setelah itu saya memilih melanjutkan membaca halaman berikutnya.

Overall, apa yang sudah diracik teman SMA saya ini sangat membuat saya kagum. Sejak duduk dibangku sekolah SMA, dia memang sudah menorehkan sejumlah prestasi tingkat Nasional di bidang tulis-menulis. Oiya, saat ini Khaeriyah Nasruddin juga aktif di FLP (Forum Lingkar Pena) Ranting UIN Alauddin Makassar.

Bagi saya buku "Risalah kunang-kunang" ini adalah awal yang bagus untuk Khariyah Nasruddin melebarkan sayap kunang-kunangnya di dunia kepenulisan. Oiya, ini pendapat saya setelah membaca buku "Risalah kunang-kunang".

"Setelah membaca Risalah kunang-kunang, sepertinya kita patut belajar dari kehidupan seekor kunang-kunang yang masih bersinar walaupun dikekang".
Mungkin hanya itu pendapat yang dapat saya sampaikan untuk buku ini dan untuk Khaeriyah Nasruddin, terus berkarya! Saya sebagai pembaca menunggu buku-buku kamu terpajang di rak bestseller!  Ditunggu karya selanjutnya :)
Share
Tweet
Pin
Share
34 comments
Older Posts

Tentang Reyhan Ismail

About Me

Seorang penulis blog yang bercita-cita menjadi Hokage

Follow Reyhan Ismail

  • goodreads
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • pinterest
  • youtube

Jumlah Reylovers

Categories

#curhat (17) Arsitektur (19) Award (2) Blog (13) Buku (2) Cerpen (6) chord (1) Curhat (14) Film (3) Kampus (7) Kesialan (18) Lagu (2) Liburan (4) Medsos (1) Opini (27) Pengalaman Pertama (7) Puisi (8) Review (8) Reyhan Ismail (43) Standup Comedy (1) Tips dan Trik (5)

Arsip Blog

  • ▼  2026 (14)
    • ▼  July 2026 (3)
      • waktu
      • free
      • lethologica
    • ►  June 2026 (2)
    • ►  May 2026 (7)
    • ►  April 2026 (2)
  • ►  2025 (3)
    • ►  December 2025 (2)
    • ►  September 2025 (1)
  • ►  2024 (3)
    • ►  April 2024 (2)
    • ►  January 2024 (1)
  • ►  2023 (1)
    • ►  January 2023 (1)
  • ►  2022 (15)
    • ►  November 2022 (1)
    • ►  October 2022 (1)
    • ►  August 2022 (1)
    • ►  July 2022 (1)
    • ►  June 2022 (2)
    • ►  May 2022 (2)
    • ►  March 2022 (1)
    • ►  February 2022 (3)
    • ►  January 2022 (3)
  • ►  2021 (10)
    • ►  October 2021 (1)
    • ►  September 2021 (4)
    • ►  August 2021 (1)
    • ►  July 2021 (1)
    • ►  March 2021 (1)
    • ►  January 2021 (2)
  • ►  2020 (6)
    • ►  December 2020 (1)
    • ►  October 2020 (2)
    • ►  August 2020 (2)
    • ►  January 2020 (1)
  • ►  2019 (10)
    • ►  October 2019 (1)
    • ►  September 2019 (3)
    • ►  August 2019 (2)
    • ►  June 2019 (1)
    • ►  February 2019 (1)
    • ►  January 2019 (2)
  • ►  2018 (10)
    • ►  October 2018 (1)
    • ►  September 2018 (1)
    • ►  August 2018 (2)
    • ►  July 2018 (2)
    • ►  April 2018 (1)
    • ►  March 2018 (2)
    • ►  February 2018 (1)
  • ►  2017 (10)
    • ►  November 2017 (1)
    • ►  July 2017 (1)
    • ►  June 2017 (2)
    • ►  May 2017 (3)
    • ►  February 2017 (1)
    • ►  January 2017 (2)
  • ►  2016 (31)
    • ►  December 2016 (4)
    • ►  November 2016 (6)
    • ►  October 2016 (5)
    • ►  September 2016 (4)
    • ►  August 2016 (2)
    • ►  March 2016 (4)
    • ►  February 2016 (3)
    • ►  January 2016 (3)
  • ►  2015 (17)
    • ►  December 2015 (2)
    • ►  November 2015 (5)
    • ►  October 2015 (6)
    • ►  September 2015 (1)
    • ►  August 2015 (1)
    • ►  March 2015 (2)
  • ►  2014 (2)
    • ►  July 2014 (2)

Tulisan yang viral

  • Video Call sama cewek tak dikenal
  • REVIEW FILM UANG PANAI' ; MAHAR(L)
  • My first "Dugem-dugem" (+18)

Tim Sukses

Baca buku skuy

2022 Reading Challenge

2022 Reading Challenge
Reyhan has read 1 book toward his goal of 25 books.
hide
1 of 25 (4%)
view books

Created with by ThemeXpose