Seharusnya tulisan ini diposting bulang lalu.
Karna kalo diposting hari ini, namanya terlambat.
Dari beberapa liburan yang telah gagal kemarin-kemarin dan
sempat saya tulis dipostingan Help! I Need Holiday dan Liburan terbaik yang pernah ada
Liburan kali ini berjalan dengan sangat
sukses. Tanpa ada travel yang menipu dan tanpa ada MLM-MLM-an. Tapi tetap sih,
belum terlalu sempurna.
Oke, jadi langsung saja saya tulis ringkasan-ringkasan
liburan kemarin mulai hari pertama hingga hari terakhir. Check it rawwwrrrrrrr.
HARI 1
Oiya, sebelum keberangkatan ke Bandara Sultan Hasanuddin,
saya tidak pernah tidur. Karna malamnya sebelum besok pagi berangkat ke bandara
Sultan Hasanuddin Makassar, saya bersama sepupu menghabiskan malam di tempat
karaoke hingga pukul tiga pagi. Padahal satu setengah jam setelahnya semua
harus berkumpul dibandara. Alhasil, tak ada tidur yang cukup
memuaskan sampai kita berangkat dari bandara Sultan Hasanuddin (Makassar) ke
bandara I Gusti Ngurah Rai (Bali).
Sampai di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Kami langsung menuju Pantai Pandawa. Kalo langsung ke
pantai selatan, itu namanya Nyi Roro Kidul.
Setelah ke Pantai Pandawa, kami langsung menuju ke tempat perbelanjaan, entah
saya kurang tahu namanya, soalnya saya tidur didalam bus dan tidak
keluar-keluar sampai semua orang selesai berbelanja.
Habis itu sampailah kami di tempat peristirahatan di Kuta,
Bali. Kalo tidak salah nama penginapannya Simpang Inn. Setelah sampai di
penginapan, bukan nya istirahat, saya malah tertarik untuk berenang dihotel
itu, kebetulan juga sore itu saya melihat ada beberapa bule yang berenang
dikolam tersebut, jadi selain berenang
juga sekalian mempertunjukkan skill salto belakang gaya halilintar yang sudah
saya tekuni tiga tahun terakhir.
Setelah berenang, saya merasa bosan dikamar, jadi sore hari
menjelang maghrib, saya dan ketiga adik sepupu saya memilih untuk
berjalan-jalan menuju pantai Kuta. Awalnya, saya berinisiatif jalan-jalan
kesana dengan bertelanjang dada, seperti bule-bule yang ada disana. Sayangnya, karna ada bekas kerokan dipunggung, saya mulai berpikir dua kali. Jadilah, kami berempat
berjalan-jalan menuju Kuta, sambil memakai kacamata hitam.
Ditengah perjalan, usut punya usut, ternyata tidak ada yang
melihat jalanan menuju pantai Kuta. Subhanallah.
Berbekal alat navigasi alam, yaitu matahari dan mata hati, akhirnya kami pun sampai di Pantai Kuta yang ternyata lumayan jauh juga..
Sampai di Pantai Kuta, seperti anak muda biasa kami
berfoto-foto ria. Walaupun cuman sama matahari.
![]() |
| Ini dia foto bareng bersama matahari di pantai Kuta yang sama sekali tidak dapat dibanggakan. |
Setelah berfoto, kami berjalan-jalan disepanjang pantai sambil melihat pemandangan yang lumayan eksotis. Setelah beberapa menit berjalan-jalan, kami pun mulai berpikir untuk pulang. Tapi sebelum itu, tidak lengkap rasanya jika belum mengambil foto bersama bule-bule ini. Jadi saya menawarkan kepada mereka untuk berfoto dulu sebelum pulang. Terus tiba-tiba sepupu saya si A nyelutuk “Cari bule yang seksi-seksi Rey”.
BNGKE! MUKA PAS-PAS-an TAPI BANYAK JUGA MAUNYA.
Setelah memilih dan merundingkan bule perempuan yang seksi dan keliatan jomblo untuk diajak
berfoto kami pun menemukan yang angle
dan viewnya pas. Saya sebagai
penerjemah dengan modal bahasa inggris waktu kursus EBTANAS dulu, mulai maju
duluan.
Rey : Ehm,
excuse me miss… (sambil maju kedepan
mereka.)
Bule 1 : Oh, yaaa? (kepala
mereka melihat keatas, memandang wajah ganteng saya, sambil megang bir)
Rey : Can I take
a picture with you? ……. Please?
Kedua bule ini langsung bertatapan mengerutkan dahi, seakan
bilang dalam hati “Ah, ganggu aja ini orang”
Bule 2 : ………Ow,
okey…..(mulai berdiri , masih megang botol bir)
Akhirnya kedua bule itupun berdiri, dengan botol bir Bintang
yang sama-sama mereka pegang. Oiya, disebelah kedua bule ini, sebenarnya masih
ada dua bule lagi. Tapi karna kedua bule itu sudah tua, makanya yang saya
ajakin foto hanya yang muda saja. Nanti kalo foto sama bule tua itu, jadinya seperti ini
![]() |
| Potret keluarga bule bahagia yang sedang liburan di pantai Kuta. |
Rey : Hey, hey, come here… (memanggil ketiga sepupu saya yang dari tadi sudah terpana dengan….)
Kami pun berfoto dengan binalnya. Setelah foto rombongan,
gantian foto sendiri-sendiri dan inilah hasilnya.
![]() |
| YEAAHHHHH. FOTO YANG DAPAT DIBANGGAKAN! |
Setelah berfoto, saya mengucapkan terima kasih kepada kedua wanita bule ini. Tapi, diluar dugaan, dia balik mengajukan pertanyaan kepada saya.
Bule 1 : Can you
tell me, why you want take a photo with us?
Mendengar pertanyaan ini, kedua bule tua disampingnya itu
ketawa ngakak…..
Dan, saya masih berpikir jawaban dan ejaan yang tepat untuk menjawabnya. Waktu itu ingin rasanya menjawab dengan kata-kata yang romantis seperti “Karna kau memancarkan sinar yang tak kalah terangnya dari matahari disore ini kasih” atau dengan ala Denny Cagur “Karna….Bapak kamu penjaga pantai ya?” .
Tapi apa daya. Berbekal kemampuan Bahasa Inggris yang ala
kadarnya. Saya hanya bisa menjawab.
“Because you’re beautiful…” tak lupa tersenyum manja…..
“Ooouuuuwwwwww….” mereka serentak bilang begitu. Termasuk
sepasang bule tua disampingnya itu.
Ah, seandainya aku bisa di booking…….
HARI 2
Hari kedua dimulai dengan menaiki Kapal Ferry menuju pulau
Lombok.
Oiya, hari ini juga adalah pengalaman pertama saya naik
kapal laut.
Sebelum kapal, (lepas landas) kami disuguhkan oleh atraksi
yang luar biasa oleh seorang bule diatas kapal.
Ya. lagi-lagi bule. Bule memang tak pernah henti-hentinya
membuat sensasi diliburan kali ini.
Jadi ceritanya diatas kapal, ada kakek bule yang lagi berjemur.
Disitu saya dan adik sepupu saya juga sedang asyik berfoto-foto dengan kakek bule yang sedang berjemur diatas kapal itu.
Walaupun awalnya
dia tidak minta izin terlebih dahulu sama kakek bule ini. Dia main langsung nyosor
kedekatnya terus ngeliat kekamera, sebelum memfotonya saya minta izin ke mas bule
itu dulu.
Setelah memfoto adik sepupu saya, bule itu bilang ke saya “You can
speak English, right?”
“Not……just little-little Mrs, hehe”
“Come here, I have something special”
Penasaran, kami pun mendekat ke bule itu. Bule itu mengambil
sesuatu barang didalam tasnya. Saya mulai berpikir kalo bule ini mau ngasih
hadiah ke saya.
Usut punya usut, ternyata dia malah mengeluarikan handuk.
((HANDUK))………INI BUAT APA COBA? Mau sulap-sulip? atau saya
disuruh olesin sun block sama bule ini….
Ternyata setelah dia mengeluarkan handuk.
Dia melakukan hal gila yang diluar dugaan saya sodara-sodara.
Sebuah kelakuan seorang bule yang akan memutar balikkan fakta bahwa Kiswinar adalah anak dari Mario Teguh dan Deddy Corbuzier adalah abangnya.
Kelakuan apa itu pemirsa? Mari lihat gambar dibawah ini….
![]() |
| 1 Jurus siluman kalajengking berubah jadi kepiting |
![]() |
| 2 Yang dibelakang itu pawangnya. |
Gila kan?
Setelah kejadian itu, saya jadi depresi berat kalo lihat bule.
Bdw, makasih ya Mrs. Luck :) karna sudah mempertontonkan something special itu kepada anak-anak dibawah umur seperti kami.
Mungkin itu sebabnya kenapa rata-rata bule itu jenius. Karna
gaya belajarnya mereka sambil Headstand.
HARI 3
Hari terakhir liburan itu rasanya lumayan sedih. Sedih karna
harus kembali ke rutinitas yang padat lagi. Dihari terakhir, tidak terlalu banyak kunjungan selain
berbelanja di Lombok, terus pulang ke Makassar.
Dihari terakhir, entah kenapa saya merasa ada yang kurang
dengan liburan kali ini. Bukan. Bukan karna tidak ada seminar MLM nya seperti ditulisan ini : Liburan terbaik
Tapi lebih ke mengarah ke perasaan terkekang. Walaupun Atta (panggilan ibu) ikut dan semua biaya terjamin. Tapi saya
merasa seperti tidak bebas. Semua kunjungan diatur oleh kordinator rombongan,
jadi kita tidak bebas mau pergi kemana.
Sepi juga kadang mengusik. Dalam liburan itu saya tidak
punya teman seumuran. Jadi, daripada bergaul sama orangtua lebih baik saya
bergaul sama adik sepupu yang rata-rata masih SMA. Jadinya tiap mau kemana-mana
saya dibebani tanggung jawab supaya tidak ada diantara mereka yang diculik
terus dijadikan atlet Headstand sama bule kayak Mrs. Luck.
Didalam liburan kali ini juga saya mulai berpikir untuk
pergi liburan sendiri ala Backpacker. Pemikiran saya ini terinspirasi oleh bule
disamping tempat duduk saya pas pulang ke Makassar naik pesawat. Saya melihat
bule duduk sendiri dan kebetulan saya juga duduk disampingnya. Iya. Cuman dua tempat duduk, karna saya dan dia terpilih untuk duduk disamping pintu darurat.
Saya melihat bule itu menulis di Ipad besarnya semacam catatan perjalanan yang dipersiapkan untuk ke Toraja. Saya ingin bertanya mengenai kesibukan nya waktu itu. Tapi, karna saya dicuekin waktu itu, jadinya saya pura-pura bego’ saja. Mungkin telinga bule itu lagi kesumbat perbedaan tekanan udara atau mungkin dia takut saya menghack akun nya. Allahualam….
Saya melihat bule itu menulis di Ipad besarnya semacam catatan perjalanan yang dipersiapkan untuk ke Toraja. Saya ingin bertanya mengenai kesibukan nya waktu itu. Tapi, karna saya dicuekin waktu itu, jadinya saya pura-pura bego’ saja. Mungkin telinga bule itu lagi kesumbat perbedaan tekanan udara atau mungkin dia takut saya menghack akun nya. Allahualam….
Kedua, selama di Bali saya juga sering menemui bule-bule lelaki
keren yang jalannya kemana-mana sendiri, terus pake tas gunung yang lumayan
besar. Disitu saya penasaran bagaimana rasanya liburan sendirian, terus
bertahan hidup dengan uang seadanya. Naik kapal, terus keliling dunia. Saya sangat
menantikan waktu-waktu liburan seperti itu. Mungkin habis wisuda dan
sudah punya penghasilan, I will do it!
Saya jadi membayangkan bagaimana rasanya kelliling dunia
sambil jalan-jalan sendiri di negeri orang! beradaptasi dengan budaya, gaya
hidup orang-orang dibelahan dunia sana dan bertahan hidup dengan cara kita
sendiri tanpa interpensi darimapun!
Jalan-jalan sambil mengabadikan momen lalu
menulisnya. Saya harus memasukkan ide ini ke catatan list mimpi yang
harus saya wujudkan!
Oiya, sampai jumpa di catatan liburan selanjutnya! Terima
kasih sudah membaca :)
NB : Bdw, ini ringkasan rekaman video yang saya ceritakan diatas. Silahkan dinonton, nggak usah sayang kuota. Hoehoehoe...












